
"Ini benar-benar sebuah kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan atau tidak ada pihak luar yang menginginkan kejadian ini, gue sudah selidiki semuanya."
Dimas berbicara kepada Doni, kedua laki-laki Tampan itu memang bertugas untuk menyelidiki apakah kecelakaan yang menimpa Aruna itu disengaja atau tidak yang jelas untuk saat ini sahabat-sahabat juga untuk menyelesaikan semuanya terlebih lagi orang yang nabrak Aruna itu menahan kabur nggak bertanggung jawab sama sekali.
"Dan sepertinya gue kenal dengan motor besar itu seperti gue pernah lihat di halaman kantor bokap gue."
Ujar Dimas yang mencoba mengingat secara jelas motor yang dipakai oleh laki-laki yang sudah menabrak Aruna meskipun ingatannya tidak begitu jelas tetapi ia yakin sekali jika motor itu pernah dilihat di perusahaan Papanya dan pastinya Dimas sendiri tidak tahu milik siapa motor besar itu.
Ya jelas saja Dimas pernah melihat motor itu berada di perusahaan milik Papanya karena motor besar itu bukan kepunyaan Remon tetapi kepunyaan kakak sepupu remote yang merupakan seorang pengusaha sukses dan juga sering riwa-riwa di perusahaan-perusahaan yang besar di kota ini yang pastinya pemilik motor besar itu sendiri tidak tahu jika motornya baru saja dipakai untuk menabrak seseorang.
"Dan polisi segera mengusut siapa orang yang menabrak Aruna kita tinggal tunggu saja kabar beritanya dan gue yakin orang itu juga tidak akan lama ketangkap karena kita sudah menyerahkan CCTV kepada polisi."
Ujar Dimas yang memang sudah menyerahkan semua bukti-bukti kepada polisi memang kejadian kecelakaan tadi begitu cepat dan tidak ada polisi yang berada di sana Dan juga itu disengaja karena baik Dimas maupun yang lainnya tidak ingin membuat kehebohan di sana cukup mereka menyelamatkan Aruna dan membawa bukti-bukti itu ke kantor polisi biar nanti saja polisi yang akan mengusap kita semuanya meskipun begitu Dimas dan yang lainnya juga akan membantu polisi untuk menyelesaikan semuanya.
Setelah penyelidikannya selesai kedua laki-laki Tampan itu juga bergegas menuju ke rumah sakit memastikan kondisi Aruna di sana Dan juga memberi dukungan kepada Digo untuk tetap kuat dan sabar menghadapi semuanya ini.
Sedangkan Diego, di depan orang di IGD mondar-model laki-laki itu tidak bisa mengekspresikan bagaimana perasaan saat ini khawatir bercampur sedih dan juga air matanya dari tadi yang tidak pernah berhenti menangis dan menyesali tentang apa yang terjadi dengan Aruna.
__ADS_1
"Andai saja gue tadi membelikan Aruna ke kejadian ini tidak akan pernah terjadi."
Sesal Digo berguman sendiri sembari ia mondar mandir di depan pintu IGD yang mana dokter belum selesai untuk menangani Aruna yang baru saja lima menit yang lalu masuk ke ruangan IGD.
"Jangan pernah menyesal, sesuatu yang sudah terjadi anggap ini takdir dan cobaan untuk kalian kamu harus kuat memberikan semangat kepada Aruna jangan terlihat lemah gue tahu bagaimana perasaan lo saat ini dan gue juga merasakan kesedihan yang lo rasakan tetapi harus saat ini Aruna lebih membutuhkan lo daripada semuanya. Dan percaya saja jika Aruna dan anak lo akan baik-baik saja sudah duduk sini."
Dito sedari tadi memperhatikan gerakan dari Digo ia pusing sendiri melihat sahabat nya itu mondar mandir tetapi juga tidak bisa menyalahkan Digo atasĀ musibah ini dan juga terserah khawatirnya bagaimanapun yang ada di dalam ruangan itu adalah istri dan juga anak digoyang mana pastinya Digo sangat khawatirnya jika terjadi sesuatu dengan keduanya.
"Bagaimana gue bisa tenang, sedangkan Lo tahu sendiri tadi Aruna banyak mengeluarkan darahnya gue nggak tahu dengan apa yang terjadi pada hidup gue jika gue harus kehilangan keduanya, gue nggak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika itu memang terjadi dan pastinya gue nggak bisa hidup tanpa Aruna dan anak gue."
"Sabar, kuatkanlah hati lo dan yakinlah jika semuanya akan baik-baik saja Aruna hanya butuh istirahat dan membutuhkan penanganan khusus tidak terjadi sesuatu yang serius dengan kedua orang yang lo sayangi."
Meskipun sulit tetapi Dito berusaha untuk meyakinkan sahabatnya itu berusaha menenangkan Digo dan memberikan perhatian khusus kepada Digo.
Dan yang ada di depan ruangan IGD itu hanya mereka berdua sementara Digo sendiri belum sempat untuk mengabari kedua orang tuanya maupun kedua orang tua Aruna bahkan sahabat baik Aruna pun tidak tahu karena tadi Vina sudah pulang duluan.
Ya memang tidak ada yang berpikir untuk mengabari keempat orang tua itu baik Digo maupun Digo masih sama-sama terlalu dalam kesedihan ini masih memikirkan bagaimana kabar dari Aruna hingga mereka berdua juga lupa untuk memberikan kabar kepada keempat orang tua.
__ADS_1
Hingga akhirnya 15 menit kemudian pintu ruangan IGD terbuka dan nampaklah seorang dokter yang masih berparas tanpa meskipun usianya tidak mudah lagi keluar dari ruangan itu.
Digo dan Dito yang tadinya duduk sembari memanjatkan doa langsung saja bergegas untuk menghampiri dokter dan menanyakan bagaimana keadaan Aruna dan juga calon anaknya.
"Om, Bagaimana keadaan istri dan anak aku Om?
Tanya Digo yang sudah tidak sabaran lagi baru saja dokter itu keluar dari ruangan itu Digo langsung saja memberi lontong beberapa pertanyaan yang sudah tidak sabar mendengar Bagaimana kondisi istri dan juga anaknya.
Tentu saja Digo tidak menyembunyikan semuanya Karena Om Vicky itu adalah teman baik dari Papinya dan juga tahu tentang pernikahannya bersama dengan Aruna dan pastinya diku juga menginginkan kabar baik yang keluar dari bibir Om Vicky itu.
Om Vicky hanya terdiam, ia sebenarnya berat untuk mengatakan ini semua kepada Digo, terlebih lagi Om Vicky tahu bagaimana perjalanan cinta juga untuk Aruna dan apa yang sudah diinginkan Digo kepada Aruna hingga Aruna hamil.
Om Vicky pun belum menjawab, ia mengedarkan pandangan matanya ke segala arah berniat untuk mencari kedua orang tua duduk ataupun kedua orang tua Aruna dan akan menyampaikan semuanya ini ia takut jika menyampaikan berita yang buruk ini nantinya akan membuatku tidak bisa menerimanya.
"Om jawab, bagaimana keadaan istri dan anak aku Om?"
Tanya Digo sekali lagi dengan air mata yang sudah membasahi pipinya laki-laki itu benar-benar dibuat khawatir karena sedari tadi Om Vicky hanya diam saja tidak mengucapkan satu kata pun kepadanya
__ADS_1