My Crazy Husband

My Crazy Husband
Memberikan Kejutan


__ADS_3

Benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata rasa bahagia Digo saat ini meskipun ia tadi merasa cemburu marah dan juga emosi dengan firman dan juga Remon laki-laki yang terang-terangan menyukai istrinya itu tetapi mendapatkan perlakuan spesial dari istrinya itu membuat Digo benar-benar bisa melupakannya.


"Sini yank, duduk dulu biar aku peluk, masih capek ya tangan dan mulutnya tadi?"


Keduanya kini berada di atas sofa dengan menunggu makanan yang diberikan oleh orang kepercayaan diri kedua orang tuanya itu tentu saja Digo memang tidak mau meninggalkan istrinya takut jika nanti Firman ataupun Remon balik lagi dan mengganggu istrinya itu.


"Sedikit tapi asalkan kamu bahagia, aku pun tidak masalah, lagipula memang sudah sepantasnya kan aku membahagiakan kamu kamu suamiku dan tentunya kamu harus berpuasa dulu selama satu bulan melakukan kegiatan anu-anu."


Ya Aruna mulai sedikit demi sedikit paham tentang kewajibannya sebagai seorang istri dan saat itu pula ia mulai mencari tahu bagaimana caranya membahagiakan suaminya di saat seperti ini yang pastinya ini adalah pertama kalinya dilakukan oleh arona dan entah dari mana perempuan cantik itu belajar untuk bisa memu@skan suaminya.


"Terima kasih sayang aku benar-benar mencintai kamu."


"Aku juga Mas dan jangan khawatir walaupun banyak laki-laki di luar sana yang menginginkan aku tetapi aku tidak mau sama mereka aku maunya cuma sama kamu."


Lagi lagi mereka berdua saling mengungkapkan perasaannya dan juga maupun Aruna benar-benar sudah jatuh cinta satu sama lain.


Dan mereka saling percaya meskipun diluar sana banyak badai yang menghantam pernikahan mereka tetapi mereka akan selalu berpikir positif.


Cemburu itu wajar sekali terlebih lagi Digo yang ia merasa belakangan ini Aruna mempunyai wajah yang sangat mempesona meskipun Aruna sakit dan tidak memakai bedak sedikit pun tetapi aura kecantikannya masih sangat terpancar, terlebih lagi kondisi Aruna saat ini walaupun Aruna hamil ataupun sekarang sudah keguguran tetapi tubuh perempuan cantik itu masih terlihat seksiii itu yang membuat laki-laki di luar sana masih tertarik dan Aruna karena mereka tidak tahu jika Aruna sudah menikah bahkan pernah hamil.


"Kenapa tadi Mas nggak ngomong saja sama Kak Firman kalau kita sudah menikah terlebih lagi juga ada Remon nggak papa kan kalau Mas bicarakan itu semua biar mereka nggak ngejar aku?"


Ya dari tadi Aruna penasaran mengapa suaminya itu malah memberitahu kepada semuanya jika dirinya dan juga bertunangan tidak mengatakan saja kalau sudah menikah mengapa alasan suaminya itu dari dulu Digo yang menggebu-gebu ingin memproklamirkan pernikahan ini tetap sudah saatnya dan Aruna sudah jatuh cinta dengan dirinya Digo seakan-akan malah menutupi Ada apa sebenarnya?


Aruna juga tidak mau berpikir negatif terhadap suaminya pasti Digo itu mempunyai alasan tersendiri mengapa tidak mengatakan itu.


"Bukan karena Mas nggak mau pernikahan kita terbongkar tetapi setelah Mas pikir-pikir masih tidak mau egois tidur saja dulu awal-awal kita menikah masih ingin sekali memproklamasikan hubungan kita kalau kita sudah menikah tetapi Mas tahu semuanya itu pastinya nanti tidak akan nyaman buat kamu dan tentu saja setelah ini kamu sudah jatuh cinta dengan mas mas rasa semuanya itu tidak perlu Mas tahu kamu adik kamu dan tubuh kamu hanya milik Mas dan tidak mungkin kamu berpaling lagi dari Mas. Ada alasan supaya Mas menggeburkan pernikahan ini cukup kamu yang mencintai dan cukup aku yang kamu cintai itu saja untuk yang lainnya biarlah mereka tahu sendiri nantinya. Ingin kamu merasa nyaman dan tenang menghadapi semuanya ini karena Mas tahu Kamu pastinya tidak nyaman jika berita pernikahan kita tersebar bahkan nantinya ada banyak gosip juga kamu sudah hamil duluan pasti tidak mau itu terjadi."


Aruna mengangguk, ia juga tidak menyangka jika suami bisa berpikir seperti itu. Pasalnya dulu Digo yang paling ngebut ini mengatakan kepada semua orang jika dirinya dan juga Diego sudah menikah cukup hati mereka berdua yang sama-sama terpaksa, sama-sama saling mencintai.


"Atau kamu mau semua orang tahu, biar sekalian Mas buat kan resepsi pernikahan kita yang mewah?"


Digo masih takut aja takut juga istrinya itu berpikir yang tidak-tidak apalagi ia tahu usia remaja saat ini pasti pikirannya masih patuh terhadap perempuan yang mana pasti menginginkan konsep pernikahan yang begitu mewah dengan banyaknya dekorasi dekorasi pernikahan pada umumnya.


"Kalau aku boleh meminta Aku ingin tidak perlu di hadapan resepsi cukup nanti saja kalau kita sudah punya anak ya bukan semacam resepsi tetapi semacam syukuran saja atas pernikahan kita bagaimana Jadi bukan hanya kita berdua yang merasakan bahagia tetapi semua keluarga aku kamu dan anak-anak kita tentunya."


Ya cukup simpel dan menarik permintaan Aruna selagi Digo tidak mempermasalahkan itu Aruna pun meminta supaya tidak terjadi ke resepsi bukan ia takut jika suaminya tidak bisa memenuhi keinginannya dan apa yang sudah diimpikannya tetapi karena memang Aruna untuk saat ini tidak ingin itu semuanya cukup ia fokus terhadap sekolah kuliah dan juga rumah tangga ya dan program untuk hamil lagi nantinya yang pastinya Aruna mengingatkan sebuah pesta tetapi bukan sekarang namun nanti setelah ia mempunyai anak dan anaknya bisa merasakan sebuah kemegahan itu bukan hanya dirinya dan juga Digo saja.


"Really? kamu nggak ingin pesta pernikahan yang mewah?"


"Enggak.. besok saja kalau kita sudah mempunyai anak, pesta yang mewah wajib kamu impikan!!"


Jawab Aruna yakin bahkan ia juga sudah mengatur rencana ini semua jika tidak perlu ada lagi pesta-pesta semacam ini atau bagaimana yang jelas cukup iya tahu perasaan ibu dan juga dirinya saja yang keduanya sama-sama saling mencintai.


"Oke sayank jangan khawatir, aku pasti akan mewujudkan semuanya semua impian kamu tentu saja aku akan memberikan pesta yang mewah untuk kamu dan anak-anak kita nantinya."


Yang pastinya Digo senang, ia sekarang mulai bisa memahami Bagaimana perasaan Aruna yang mana memang sebuah rasa cinta itu tidak perlu dilukiskan dengan bentuk suatu kemewahan cukup perhatian dan juga rasa cinta dan kasih sayang yang perlu diwujudkan.


Oleh karena itu Digo juga tidak keberatan untuk mereka tidak jadi menggelar resepsi pernikahan nanti jika anak-anaknya sudah lahir maka akan diadakan sebuah pesta yang mungkin saja seperti apa yang aku inginkan sebuah pesta keluarga.


Keduanya kini sama-sama saling berpelukan, dan tentu saja mereka berdua baru merasakan arti kebahagiaan itu yang sesungguhnya ia lebih bisa memahami apa yang diinginkan istrinya begitu juga dengan Aruna perempuan cantik itu juga karena semua bisa teratasi dan Digo pun bisa memahami keinginannya.


Hingga akhirnya mereka berdua melepaskan pelukan ketika pintu diketuk oleh seseorang pastinya diketahui jika yang ingin masuk ke dalam itu adalah orang suruhannya yang diminta untuk membelikan makanan.


*****


Sore ini Aruna sudah diperbuka pulang perempuan cantik itu yang berada selama kurang lebih 4 hari di dalam rumah sakit yang pastinya Aruna sudah bosan padahal ingin sekali ia pulang tadi pagi ataupun kemarin sore tetapi Digo yang keberatan di bawahnya memastikan jika istrinya itu baik-baik saja dan meminta dokter untuk mengecek semua keadaan Aruna berikut perut Aruna maupun kepala Aruna yang terkena benturan kemarin.

__ADS_1


Alhasil setelah dilakukan pengecekan seluruh tubuh Aruna dinyatakan kondisi baik-baik saja meskipun tetap harus dijaga kondisinya dan juga istirahatnya tidak boleh bergerak ataupun beraktivitas yang berlebihan.


Terlebih lagi satu bulan ini juga harus puasa selain Aruna masuk dalam tahapan palang merah yang tidak boleh diapa-apain dulu kondisi perut Aruna yang disarankan oleh dokter kandungan yang beberapa jam yang lalu di temui oleh Digo 


Tentu saja itu tidak masalah selagi demi kesehatan istrinya Digo pun mengalah, sesuatu yang membuatnya lega contohnya kemarin selama beberapa hari di rumah sakit dan berdua saja Aruna melakukan kewajibannya sebagai seorang istri yang tentu saja di itu merasa bahagia dan juga tidak takut lagi jika nanti si ular pitonnya itu nganggur yang pastinya setiap hari di ku bisa untuk mengganti olinya tanpa pusing-pusing untuk bersolo sendirian.


"Hati-hati yank, kamu tidak boleh banyak bergerak, tiduran sini saja nanti aku ambilkan makan dan minum makan di sini aja."


Ya saat ini keduanya sudah sampai di kediaman Narendra yang pastinya Digo langsung saja mengajak Aruna untuk ke kamar dan tentu punya Aruna diminta istirahat tidak boleh melakukan kegiatan yang berlebihan dulu bahkan untuk makan dan minum Digo akan mengambilkan bahan-bahannya tidak perlu turun ke ruang makan untuk bergabung dengan yang lainnya.


"Tidak Mas, badan aku pegel jika hanya diam saja lagi pula kamu tadi dengar sendiri kan juga aku itu baik-baik saja tidak ada masalah sedikitpun jadi lebih baik kita makan malamnya nanti turun aku nggak enak sama mami dan juga Papi nanti dikiranya aku masih sakit, kamu mau jika mereka mengkhawatirkan aku dan mengira aku yang meminta paksa pulang padahal kondisi aku belum baik-baik saja?"


Tentu saja Aruna selain merasa pegal-pegal jika diam saja ini juga tidak enak dengan kedua mertuanya meskipun kedua mertuanya pun sudah menyerahkan jika aroma makan di atas saja biar tubuh yang mengambilkan tetapi Aruna tidak mau seperti itu terlebih lagi nanti malah membuat kedua mertuanya menjadi khawatir dengan kondisinya difikir nanti dirinya masih mengeluhkan tentang sakitnya pada sama sekali tidak, cuma yang memang untuk saat ini ruang geraknya terbatas tidak bisa pecicilan seperti dulu.


"Ya sudah tapi kali ini aku ambilkan makan kamu harus makan dan nanti malam kita turun untuk makan malam yang pastinya Aku tidak mau kalau kamu kemana-mana jika sakit bilang ya?"


Meskipun sebenarnya ia tidak begitu lapar tetapi pastinya menolak keinginan diberi itu nanti membuat suaminya bersedih hingga akhirnya Aruna menganggukkan kepalanya saat Digo keluar dari kamar untuk mengambilkan makanan untuk dirinya.


Di samping tidak mau membuat suaminya sedih Aruna juga tahu jika suaminya selama beberapa hari mengurusinya kurang istirahat bahkan untuk sekedar makan saja Digo tidak bersemangat maka dari itu mungkin jika dirinya makan maka suaminya akan ikut makan.


Tidak berselang lama laki-laki itu datang membawa satu piring nasi dengan berbagai lauk pauk dan tentu saja dengan porsi double karena seperti apa yang dipikirkan Aruna, ia pun lapar dan ingin makan bersama dengan istrinya.


Ya selama Aruna dirawat di rumah sakit memang istirahat di kudu dikurang bahkan konsentrasi belajarnya juga menurun tidak ada yang dipikirnya selain Aruna Aruna dan Aruna bahkan untuk makan saja digagahan seperti yang aku pikirkan tetapi saat ini juga sudah lega meskipun ia harus kehilangan calon anaknya namun melihat Aruna yang baik-baik saja dan juga sudah bisa terbangnya membuat Digo menjadi lega dan bisa mengikhlaskan semuanya yang terjadi terus juga mereka berdua akan memulai kehidupan baru lagi dengan benar benar menjadi orang tua di saat ia sudah tepat nantinya.


"Makan sama kamu kan Mas?"


Digo masuk dengan membawa porsi makanan yang sangat banyak itu ia tahu jika suaminya lapar dan ingin makan bersama dengan dirinya.


"Tentu sayank, Aku lapar dan ingin makan berdua dengan kamu."


Setelah siap, Digo menyuapi istrinya yang pasti ia memastikan istrinya terlebih dulu baru dirinya.


Aruna juga tidak tinggal diam tangannya tidak apa-apa iya langsung mengambil sendok dan menyopi suaminya hingga akhirnya kedua pasutri itu sama-sama saling menyuapi hingga nasib dan yang ada di piring itu habis tak tersisa.


"Apa perlu aku belikan camilan untuk kamu?"


Ya jika makan nasi memang sudah kenyang tetapi yang namanya Aruna jika soal makanan perempuan cantik itu menanggapi sebalik makan dan juga membawa berlebih lagi makan makanan yang manis-manis.


"Jika tidak keberatan, aku mau martabak manis dan juga martabak telur ya Mas sekalian es krimnya yang besar."


Tentu saja Digo langsung mengiyakan Apa yang diucapkan oleh istrinya karena makanan itu tidak bahaya untuk perut Aruna yang pastinya ia langsung mengambil ponsel dan memesan makanan itu untuk nanti langsung saja diantarkan karena Lagi Dan Lagi diikuti mau meninggalkan istrinya walaupun ini di rumahnya sendiri.


Sembari menunggu mereka berdua ngobrol panjang dan lebar saat ini kurang lebih 3 bulan lagi ia akan lulus sekolah dan langsung saja melanjutkan kuliahnya, ya meskipun tidak akan kuliah keluar negeri bukan karena otak Aruna yang pas-pasan saja tetapi memang Aruna tidak mempunyai cita-cita untuk kuliah di luar negeri meskipun kedua orang tuanya sanggup membiayai nya.


Sedangkan di tempat lain, Firman setelah pulang dari meeting, pikirannya terus terbayang dengan Aruna, ia lebih dulu ingin menjenguk Aruna karena ingin memberika kejutan untuk istri orang itu yang menarik memang tidak tahu jika sudah pulang sore ini.


Seperti pikiran Firman, ia memang bertekad untuk tetap melanjutkan apa yang ada di pikiran yaitu meskipun tidak melamar akan menikahi Aruna dalam waktu dekat ini tetapi lagi lagi Firman itu akan terus maju untuk berjuang mendapatkan cinta Aruna dan juga Aruna dan Digo hanya bertunangan saja itu yang ada di dalam pikiran walaupun Firman harus berjuang keras tetapi tidak apa-apa laki-laki sejati tidak boleh menyerah begitu saja terlebih lagi setelah bertahun-tahun ia merasakan patah hati dan Baru kali ini hanya Aruna lah yang bisa meluluhkan hatinya yang sudah lama membeku jadi Firman putuskan untuk tetap saja mengajarkan anak-anak sendiri jika nanti Aruna tidak merespon sama sekali.


******


"Tuan cari siapa?"


Tentu saja Firman yang sudah masuk ke rumah sakit langsung saja menuju ke lantai atas di mana ruang perawatan Aruna karena ia sudah tahu di mana Aruna dirawat dan setelah sampai di ruang perawatan Aruna Firman juga langsung membuka pintu itu tetap Firman terkejut karena yang ada di dalam ruangan itu adalah perawat yang saat ini sedang membersihkan ruangan.


Hingga perawat itu berbalik dan bertanya kepada Firman karena pastinya perawat itu juga kaget mengapa tiba-tiba ada orang yang masuk ke ruangan ini sementara sudah tidak ada penghuninya lagi.


"Pasien yang ada di sini ke mana sus?"

__ADS_1


Tentu saja Firman juga kaget mengapa tidak ada Aruna meskipun di dalam pikiran Firman itu tidak berpikir yang aneh karena kemarin sempat melihat Aruna di postingan akun sosial medianya yang Aruna nampak tersenyum dan sudah menunjukkan tanda-tanda jika perempuan cantik itu sudah sehat tetapi kenapa ruangannya kosong atau jangan-jangan aroma sudah keluar?


"Nona Aruna sudah pulang Tuan, baru saja 1 jam yang lalu meninggalkan rumah sakit ini."


Jawab perawat itu yang membuat Firman mengelola mengapa ia harus kecolongan tentang informasi mengenai Aruna yang mana ia tidak tahu jika Aruna akan pulang sore ini.


Kalau Firma tahu jika Aruna akan pulang sore ini maka Firman akan menyempatkan untuk menjenguk Aruna bahkan Firman pun akan mengantarkan Aruna pulang ke rumahnya.


"Terima kasih sus kalau begitu saya permisi."


Tidak perlu bertanya-tanya lagi kepada perawat itu, dan  Firman langsung pergi dari ruangan Aruna lalu segera turun ke bawah.


Laki-laki itu langsung saja masuk ke dalam mobilnya dan berpikir sebentar apakah yang harus ke rumah Aruna untuk menjenguk perempuan cantik itu.


Selagi Firman berpikir ia juga melirik jam yang ada di tangannya memang hari ini sudah tidak ada jadwal meeting, meeting terakhir beberapa jam yang lalu sebelum Firman ke sini, yang pastinya ini sudah menunjukkan pukul 03.00 sore tentu saja Aruna di rumah lagi beristirahat tetapi Firman sendiri sudah kadung kangennya ingin bertemu dengan Aruna.


"Belum terlalu sore saja aku ke rumah Aruna dan pastinya aku sudah kangen banget tidak bisa terbendung lagi apalagi menunggu sampai besok."


Ya setelah Firman pikir-pikir laki-laki itu memutuskan untuk melajukan mobilnya ke rumah Aruna yang pastinya ia berpikir jika Aruna tidak masalah jika kita punya atau juga ini belum terlalu malam meskipun ia tahu ia bakalan di sana itu tidak lama karena nanti sebentar lagi juga malam namun tidak masalah daripada Firman harus memendam rasa kangennya dan harus bertemu dengan Aruna besok.


Laki-laki itu begitu semangat sekali melajukan mobilnya ke rumah Aruna meskipun jarak yang ditempuh dari rumah sakit ke rumah Aruna itu memerlukan waktu kurang lebih tiga puluh menit tetapi Firman semangat sekali.


Bukan berarti ia juga harus buru-buru dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tetapi Firman melajukan dengan kecepatan biasa terlebih lagi jam-jam segini banyak orang yang pulang kerja dan itu akan menimbulkan kemacetan yang luar biasa tetapi Firman berharap jika jalanan yang ditempuh itu tidak akan macet Jadi ia bisa segera sampai di rumah arona tepat waktu.


Namun sayang sekali baru separuh perjalanan tiba-tiba ponselnya berdering Firman yang melihat siapa yang menelponnya segera meminggirkan mobilnya itu karena ia tidak mau gegabah dan mati konyol hanya gara-gara kesalahan sepele untuk mengangkat ponselnya yang mengakibatkan nanti dirinya celaka bahkan sampai hilang nyawanya.


Tahu betul siapa yang menelponnya Firman segera mengangkat panggilan teleponnya itu setelah mobilnya dipinggirkan yang jelas panggilan telepon itu berasal dari asisten pribadinya dan dan tentu saja Firman tahu jika asisten pribadinya itu tidak mungkin akan menelponnya jika tidak ada yang penting.


"Shittt!!"


Firman mengumpat kesal bahkan laki-laki itu memukul setir kemudinya dengan tangannya manakala ia mendengar penjelasan dari asisten pribadinya itu bahwa meeting yang akan dilakukan besok tiba-tiba di maju bukan hari ini sekarang ini dan waktunya tidak banyak, lima belas menit Firman harus kembali ke perusahaan.


Tentu saja Firman kesal ia yang sebentar lagi akan tiba ke rumah Aruna harus tiba-tiba berbalik arah karena meeting ini sangat penting.


Bukan karena Firman tidak mencintai dan menyayangi Aruna dan mengesampingkan Aruna daripada pekerjaan yaitu tetapi kali ini memang benar-benar darurat klien yang mengajaknya diajukan itu tidak mempunyai banyak waktu lagi bahkan setelah melakukan meeting dengan itu harus kembali ke negara asalnya dan pastinya daripada Firman nanti yang harus menemui klien itu ke negaranya lebih dari iya yang menghianat saja permintaan klien.


Firman tidak mau jika ia harus ke luar negeri dan meninggalkan Aruna meskipun Firman sadar diri jika Aruna saat ini sudah menjadi tunangan seseorang tetapi ia masih mempunyai kesempatan untuk menjadikan Aruna miliknya oleh karena itu sebisa mungkin Firman menghindari pertemuan ke negara lain jika itu memang tidak mendesak.


Ya hingga akhirnya Firman memutuskan untuk mengingatkan saja pertemuan yang akan berangsur lima belas menit lagi. Firman akhirnya menyerah ia mengalah ia putar balik untuk segera menuju ke perusahaan dengan melewati jalan tikus yang pastinya bisa lebih cepat Firman melalui.


Tentu saja laki-laki itu juga beruntung karena sebelum ia ke rumah Aruna Firman tidak mengabari Aruna yang pastinya ia tidak perlu lagi meminta maaf atau bagaimana.


"Awas aja kalau meeting kali ini tidak gol, aku nggak akan kerjasama dengan dia lagi, dia sudah mengobrak-ngabrik rencana aku yang sudah tertutup rapat-rapat padahal aku sudah kangen sama dengan Aruna."


Lagi lagi di dalam perjalanan Firman mengumpat kesal meskipun laki-laki itu terkenal dengan laki-laki yang sholeh dan tidak suka neko-neko tetapi tetap saja yang namanya juga laki-laki pasti ada umpatan-umpatan atau ucapan-ucapan yang terkesan kasar namun Firman juga tetap bisa mengontrol semuanya.


Hingga akhirnya, Firman sudah sampai di perusahaannya ia buru-buru untuk segera masuk ke dalam perusahaannya itu karena harus mempersiapkan semuanya meskipun sudah ada asisten kepercayaan yang sudah mempersiapkan untuk meeting tetapi Firman harus bisa dan benar-benar mengecek semua nya.


Brukk


"Astagfirullah siapa lagi yang membuat kecelakaan seperti ini!!"


Firman yang buru-buru untuk masuk ke ruangan tetapi tiba-tiba ia ditabrak seseorang yang membuat Firman mendongakkan wajahnya siapa yang menabraknya itu.


"Kamu? kenapa kamu di sini? Kamu tidak ke sekolah atau jangan-jangan kamu bolos dan keluyuran? Awas saja jika kamu lakukan ... Kamu akan aku lempar dari kota ini!!"


Iya memang sengaja untuk mendatangi Firman, karena sesungguhnya ada sesuatu yang dimaksud dibalik itu semuanya namun melihat ekspresi wajah dari Firman membuat Remon tidak takut sama sekali dengan ancaman dari Firman.

__ADS_1


__ADS_2