My Crazy Husband

My Crazy Husband
Pintar Tanpa Belajar


__ADS_3

"Sini sayank, ikut Mami ke kamar. Kita harus ngobrol-ngobrol banyak dan biarkan suami kamu bersama dengan Papi dan juga Nathan lagi pula nanti jika kamu dekat-dekatan dengan Digo, kamu tidak akan bebas. Mami tahu apa yang sudah dilakukan anak nakal itu pastinya dia tidak akan membiarkan kamu keluar dari kamar."


Setelah dirasa ngobrol-ngobrolnya cukup, Mami Nina langsung saja meminta kepada Aruna untuk ikut ke kamarnya beliau ingin menunjukkan bagaimana Digo waktu masa kecilnya dengan menunjukkan beberapa foto yang memang masih Mami Nina simpan dan juga beliau ingin memberikan sesuatu kepada menantu cantiknya itu.


Aruna mengangguk, kemudian perempuan cantik itu mengikuti Mami Nina untuk menuju ke kamarnya yang pastinya aksinya itu dilihat oleh Digo yang kurang suka dengan perlakuan Mami Nina yang seakan-akan memang sengaja ingin memisahkan dirinya dengan Aruna.


"Sayank jangan lama-lama dengan Mami, nanti tunggu aku di dalam kamar!"


Teriak Digo Kepada Aruna, yang mana Digo sendiri tidak malu mengatakan itu, laki-laki itu malahan sengaja untuk berbuat mesra dengan Aruna yang pastinya jika Digo sudah bucin semua akan dihalalkannya termasuk membuat laki-laki yang menyukai Aruna itu cemburu.


Aruna tidak menggubris, lagi pula apa yang diucapkan Digo itu terlalu lebay padahal cuma berdua dengan Mami Nina saja tetapi Digo sudah lepas seperti itu.


Mami Nina meminta Aruna untuk menuju ke kamarnya dan saat ini mereka berdua sudah berada di kamar dengan Mami Nina yang memberikan sebuah album foto yang di situ terdapat foto-foto masa kecil Digo dengan Nathan.


"Ini sayank lihatlah, suami kamu dulunya jelek sekali bahkan lebih jelek dari anak jalanan yang kamu temui di depan komplek sana!"


Dengan membuka lembaran demi lembaran foto milik Digo yang mana memang Digo sejak kecil tidak sama seperti ini, kulitnya hitam bahkan tidak superti anak dari keluarga yang kaya raya.


Aruna tertawa cekikikan sendiri, ia memang melihat perubahan Digo yang sangat luar biasa dari kecilnya yang dekil, item dan jelek ..sekarang sudah dewasa, ganteng dan juga tampan. Ya Aruna mengakui jika suaminya itu memanglah ganteng dan tampan, tidak salah jika banyak perempuan perempuan di sana yang mengidolakan Digo di sekolahan itu sangatlah banyak dan semuanya ingin mendapatkan posisi yang terdekat dengan Digo, dan juga sebagai pendamping Digo.

__ADS_1


"Dan ini untuk kamu sayank?"


Mami Nina memberikan kotak perhiasan untuk Aruna pastinya itu membuat Aruna melongo dengan apa yang diberikan oleh Mami mertua nya itu. Aruna juga tahu jika di dalam kotak itu isinya pasti beberapa perhiasan mahal.


"Untuk aku Mami? sepertinya itu terlalu berlebihan, aku tidak pantas untuk menerimanya."


Bukan menolak secara mentah mentah pemberian dari Mami Nina, tetapi Aruna memang merasa tidak pantas saja, ia yang masih belum benar-benar mencintai Digo malah mendapat kan perhiasan yang sudah jelas pastinya perhiasan ini begitu berharga untuk keluarga Narendra.


"Kenapa? Karena kamu belum mencintai Digo sepenuhnya?"


Tidak menjawab meskipun tebakan dari mami Nina itu benar namun ia juga tidak mungkin untuk melukai hati dari seorang Ibu dimana memang Aruna masih belum bisa mencintai Digo secara tulus tetapi Aruna berjanji akan berusaha untuk benar-benar mencintai suaminya.


"Mami tahu apa yang kamu rasakan, memang tidak mudah untuk kamu, tetapi berusahalah untuk mencintai Digo karena Mami lihat perubahan Digo saat ini yang sangat besar setelah menikah dengan kamu. Mami percaya jika Digo melakukan itu semata-mata karena ia tidak ingin kehilangan kamu."


"Jangan menolak sayank, itu perhiasan turun temurun yang akan kami berikan untuk menantu pertama Mami."


Aruna melongo ketika mendengar ucapan dari Maminya, tapi kenyataannya memang ia menjadi menantu pertama di keluarga Narendra, baik dirinya yang menikah dengan Digo atau dulu menikah dengan Nathan.


"Tapi nanti istrinya Kak Nathan bagaimana? aku kan jadi tidak enak Mi?"

__ADS_1


"Tidak masalah, memang ini tradisi dari keluarga Narendra sayang dan kamu tidak usah memperdulikan tentang istrinya Nathan nanti, pastinya Mami akan menjelaskan semuanya jika pemberian ini adalah untuk menantu pertama keluarga Narendra yang pastinya siapapun istri dari Nathan dan Digo jika mereka menikah duluan maka istri nya yang akan mendapatkan perhiasan turun temurun seperti ini."


Aruna tidak dapat menolak lagi, ia menganggukkan kepalanya dan menaruh kotak berisi perhiasan itu di atas meja, kemudian Aruna membaringkan tubuhnya di atas ranjang, rasa lelah dan juga mengantuk menyelimuti dirinya saat ini.


Melihat Aruna yang sudah berbaring, membuat Mami Nina juga ikut berbaring, ini yang diharapkan oleh beliau ...Aruna bisa istirahat tanpa gangguan dari suaminya, Mami Nina juga merasa senang bisa ngobrol-ngobrol dengan Aruna sampai nanti malam.


Sedangkan Digo, laki-laki itu yang sudah berada di ruang pribadi bersama Papi Rendra dan juga Nathan, namun Digo tidak fokus dan terus-menerus melihat ke arah jam dinding, seperti nya Digo tidak mau berlama-lama di sini, namun Papi Rendra belum menyudahi apa yang dilakukannya hingga membuat Digo menjadi bingung sendiri.


Hingga 1 jam kemudian, Papi Rendra sudah meminta Digo dan Nathan untuk keluar dari ruang pribadinya tetapi sejenak Digo mengehentikan langkah kakinya karena mendengar ucapan dari Papi Rendra.


"Istri kamu tidur bersama Mami, kamu tidur sendiri saja."


Ucap Papi Rendra kepada Digo yang mana Papi Rendra sudah mendapatkan informasi dari Mami Nina jika saat ini Aruna tidur di kamarnya dan untuk membuat Papi Rendra menyunggingkan senyum tipisnya karena bisa membuat Digo kelabakan malam ini.


"Apa-apaan? sudah aku duga, pasti semua rencana Papi dan juga Mami."


Digo kesal pastinya, ia sudah menebak jika kedua orang tuanya merencanakan seperti ini, terlebih lagi Digo yang tentunya nanti malam tidak bisa tidur, tidak bisa memeluk tubuh Aruna karena ia yakin jika Mami Nina tidak akan membiarkan dirinya untuk menggendong Aruna sampai kamar.


"Sekali-sekali, apa Kamu tidak kasihan dengan Mami yang ingin ngobrol-ngobrol dengan menantu cantiknya? Selain itu yang pastinya Papi juga tidak ingin jika aruna terus-menerus kamu mangsa, kamu apa tidak kasihan dengan istri kamu nanti malahan sekolahnya terganggu karena kamu ajak begadang tiap malamnya.

__ADS_1


"Ada-ada saja , Papi tidak tahu bagaimana caranya..aku pastinya akan membuat Aruna pintar tanpa belajar, sudahlah aku mau menengok Aruna dulu siapa tahu dia belum tidur."


Tidak ingin menambah panjang obrolnya, Digo segera menuju ke luar satu ruangan Papi nya, kemudian membuka pintu dan bergegas untuk ke kamar kedua orang tuanya . Digo yakin jika Aruna pasti belum tidur dan akan membawa Aruna ke kamarnya lagi, jika memang Aruna sudah tidur, Digo akan menggendongnya.


__ADS_2