
"Kenapa Om Om itu tidak ada di sini? apa yang terjadi dengan arona?"
Panik tentu saja, Digo yang baru tiba di lantai atas dan dan menuju ke ruang perawatan Aruna tiba-tiba tidak melihat satu orang pun disana pada hal tadi pagi sewaktu ia pergi dari ruang perawatan Aruna ia masih melihat keempat orang suruhan dari Papi maupun Papanya itu masih berada di sana tetapi ini keempat tempatnya kenapa tidak ada.
Kalau mereka pergi istirahat ataupun makan siang terlebih dulu pasti bergantian tetapi kenapa ini keempatnya pergi berbarengan Ada apa yang terjadi?
Tidak ingin panik atau bagaimana atau menghubungi Aruna, laki-laki itu bergegas untuk masuk ke dalam ruang perawatan Aruna dan tentu saja dengan hati yang berdebar-debar takut jika istrinya kenapa-napa atau tidak ada di dalam.
Tetapi kenyataannya setelah Digo masuk ke dalam ruang perawatan Aruna terlihat banyak orang di dalam sana Dan juga istrinya yang berdiri dengan ekspresi wajah yang membingungkan.
Mereka yang ada di dalam tentu saja tidak tahu kedatangan Digo karena mereka semua asik dengan obrolannya masing-masing seputar ingin berparimitan yang pastinya Digo menunggu karena ia mendidik curiga dengan laki-laki yang saat ini berhadapan dengan Aruna.
Sialan!! gue ditikung bisa-bisanya Aruna sakit masih ada orang yang mau melamar dan juga menikahi aro nah yang pastinya gue tidak asing dengan laki-laki itu
Yang pastinya Digo mengepalkan tangannya rupanya kekhawatirnya sedari tadi itu bukan karena Aruna yang kenapa-napa tetapi karena istrinya yang mau digondol orang terang-terangan laki-laki itu menyatakan perasaannya kepada Aruna dan Digo mendengarnya.
Iya juga tahu ekspresi Aruna yang dapat kebingungan bukan berarti arunai mau menerima ucapan dari laki-laki yang seperti yang digumenengga maunya tetapi juga tahu jika Aruna membutuhkannya saat ini.
Awas aja kalian buaya-buaya tidak akan aku biarkan kalian merebut istriku..
"Bagaimana apanya? tidak mungkin Aruna akan menikah dengan anda karena Aruna adalah tunanganku dan juga calon istriku."
"Sayank.."
Dengan cepat Digo mengatakan itu dan juga menghampiri Aruna ia tahu jika istrinya itu membutuhkannya saat ini dan juga hanya mengatakan jika dirinya adalah tunangan Aruna sekaligus sebagai calon suami Aruna, Digo sendiri juga belum berani mengatakan jika dirinya adalah suami rona bukan karena di Pemalang atau bagaimana tetapi Lagi Dan Lagi Digo tidak mau egois yang mana kebahagiaan istrinya itu sekarang lebih penting dan juga sekarang Digo tidak perlu ragu seperti dulu pernikahannya tidak perlu dipublikasikan juga tidak masalah, yang penting perasaan Aruna kepadanya yang juga sama Aruna juga mencintainya itu sudah lebih cukup dari apapun juga.
Aruna kaget tetapi sedetik kemudian ia merasa lega seseorang yang di kutunggu-tunggu akhirnya datang meskipun Aruna tidak percaya dengan apa yang dicapai oleh Digo mengapa suaminya tidak mengatakan jika sebenarnya sudah menikah mengapa hanya mengatakan jika dirinya dan juga di itu hanya sebagai tunangan saja namun Lagi Dan Lagi Aruna berpikir positif pastinya diikuti tidak mau jika sampai dirinya nanti bagaimana terlebih lagi bukan hanya ada firman dan juga Remon tetapi ada dua laki-laki paruh baya itu takut saja memang semuanya ini terlalu mendadak jika Digo mengatakan jika sudah menikah.
Deg
Jleb
Mendengar suara yang membuat hatinya teriris Firman langsung saja menetap laki-laki yang memanggil sayang dan juga menyatakan bahwa laki-laki itu adalah tunangan nya sekaligus calon istrinya Digo, tentu saja Firman kaget seseorang yang ia kenal bahkan satu minggu yang lalu pernah ngobrol bareng dengannya bahkan Firman juga pernah curhat tentang masalah pribadinya itu.
Digo?
Ujar Firman di dalam hati ketika ia tahu suara itu adalah suara Digo dan Firman melihat ke arah dekonya saat ini mendekati Aruna bukan hanya mendekati Allah saja tetapi laki-laki itu merangkul lembut pinggang Aruna yang membuat Firman kepanasan sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi.
Sementara Digo tersenyum manis di dekat istrinya itu ia tahu juga Aruna bukannya pura-pura merahasiakan semuanya tetapi Papah Adi dan juga istrinya itu tidak bisa berbuat banyak dan menunggu dirinya.
Bukannya itu Bang Firman? jadi dia yang selama ini bercerita tentang perempuan yang dicintainya dan akan dilamar sekaligus mereka itu adalah Aruna, istriku.. ini tidak bisa dibiarkan...
Sama halnya dengan Firman, Digo juga melihat laki-laki yang saat ini berada di depannya ia melihat Firman yang menuntut mulut sekaligus melihat kedatangannya dan Digo yakin sekali jika Firman sudah yang menyatakan perasaan itu kepada Aruna.
"Perkenalkan aku Digo, tunangan sekaligus calon suami Aruna jadi apapun yang Bang Firman katakan tadi lupakan saja karena sampai kapanpun calon istriku tidak akan pernah menanggapi apa ya bang Firman katakan apalagi sampai menerima apa yang Bang Firman inginkan."
Digo mengeluarkan tangannya sekaligus menegaskan bahwa Aruna itu adalah calon istrinya meskipun rasa emosi cemburu dan juga marah terhadap Firman tetapi ia tidak boleh bergabah terlebih lagi Firman akan merasa menang jika Digo emosi ia harus terlihat kalem dan tetap full senyum karena memang Aruna adalah miliknya bukan milik siapa-siapa lagi.
Firman juga menyambut unggulan tangan Digo meskipun mereka sudah berkenalan tetapi rumahnya kali ini perkenalkan mereka itu bukan karena urusan bisnis atau bagaimana tetapi perkenalan sebagai laki-laki di mana firman dan Digo saat ini bersaing tetap untuk mendapatkan hati arena.
"Sepertinya kita perlu bicara Di."
Bukannya gimana-gimana tetapi masalah ini perlu dibicarakan lagi terlebih lagi Firman yang kaget sekaligus sok mendengar jika perempuan jadi cintai dan digendong-gadang menjadi istrinya itu saat ini sudah bertunangan dan pastinya antara percaya dan tidak percaya jika Aruna dan Digo yang masih sama-sama sekolah itu bertunangan.
"Nanti aku usahakan atur jadwalnya dulu karena belakangan ini aku sebutin itu saja aku harus menjagamu merawat calon istriku karena banyak buaya-buaya yang di luar sana ya ingin merebut dia dariku."
Ucapan dari Digo mengandung makna tentunya laki-laki itu meskipun tetapi ia janggal dengan firman yang mana Digo yakin juga Firman itu tidak percaya dengan apa yang diucapkannya pada seingat Digo dulunya Digo pernah bercerita jika ia sudah bertunangan dan tunangannya itu sama-sama ke sekolah namun sepertinya kali ini setelah Firman mengetahui jika Aruna adalah calon istrinya Firman tidak terima bahkan tidak percaya begitu saja.
__ADS_1
Sedangkan Aruna, perempuan cantik itu sendiri tadi memegangi pakaian rumah sakitnya, di mana ia juga tidak menunduk tetapi menatap satu persatu wajah Firman dan juga tidak ingin jika nanti suaminya membuat huru-hara disini oleh karena itu Aruna harus tetap menjaga kewarasan Digo meskipun Aruna tahu jika saat ini Digo marah sekaligus cemburu.
*****
"Wow seru sekali rupanya nanti ada cinta segi empat di antara kita!!"
Ucap Remon dengan gayanya yang selengi anak laki-laki itu sedari tadi makan belum perkenalan dengan rumah padahal ini utama di sini adalah dirinya yaitu meminta maaf atas kejadian kemarin tetapi malahan Remon sederita dia memandang wajah Digo, Firman dan juga aroma bahkan Remon sama seperti FirmanNya tidak percaya jika perempuan cantik yang membuat pintar bersama itu sudah bertunangan.
Halah cuma tunangan saja masih bisa ditikung, la wong yang sudah menikah pun masih bisa apalagi hanya tunangan, itu mah kecil ... Gue jagonya kalau soal tikung menikung apalagi membuat orang pisah.
Sepertinya ucapan dari Digo jika Digo adalah calon suami dari Aruna itu tidak mempan di dalam pikiran Remon berbeda dengan Firman yang sadari tadi memikirkan tentang perempuan yang dicintainya tetapi malahan sudah bertunangan dengan laki-laki lain Remon malahan tersenyum dan mempunyai cara-cara jitu supaya memisahkan Aruna dengan Digo dan mempunyai prinsip jika belum menikah masih bisa dihitung walaupun sudah menikah saja Remon juga bisa menikungnya itu mah gampang.
Ya Remon yang terkenal seorang playboy pastinya tidak sulit untuk membuat hubungan orang berantakan meskipun itu hanya sekedar pacaran atau malah sudah menikah yang jelas Remon tidak akan mau mengalah jika itu sudah menyangkut dengan seseorang yang menjadi target incarannya.
Dan kedua laki-laki Tampan itu melotot ke arah Remon kalau tidak di rumah sakit pastinya Digo sudah memberikan pegunungan mentah di wajah Remon terlebih lagi urusan dia dengan preman belum selesai.
"Jaga mulut lo! lo di sini mau ngapain? kalau mau bikin huru-hara mendingan keluar dari sini!?"
Ya meskipun sudah ditahan sedari tadi tetapi Digo tetap saja kesal dan jengkel dengan Remon terlebih lagi mulut Remon yang berucap seperti itu seakan-akan Remon itu meremehkan dirinya padahal jika Digo mau berkata jujur pastinya semua orang yang di dalam sini kagaji kamu bukan hanya sekedar tunangan atau calon istri tetapi Aruna sudah menjadi istri sah nya.
"Santai bro, jangan emosian .. oke oke gue diem lagi pula gue ke sini ingin meminta maaf soal kemarin gue akui gue salah!!"
Dengan sebaik mungkin dan juga sok kalem juga sok baik, Remon mengulurkan tangannya kepada Digo setelah itu ia pun mengulurkan tantangan kepada Aruna yang bisa dari tadi sudah ditatapnya dengan intens.
"Tidak perlu lo salaman dengan calon istri gue buang-buang jauh tangan lo!!"
Diego dengan segera menepis tangan Remon ia tidak mau juga istrinya bersentuhan dengan laki-laki lain terlebih remot laki-laki yang menurutku tidak baik-baik saja terlebih lagi ekspresi wajah Remon yang sudah berubah seperti ini yang Digo tahu jika Remon itu memang bukan laki-laki yang baik.
"Oke nggak masalah yang penting gue sudah meminta maaf kepada kalian so lain kali Bisa kan kalau kita jalan berdua.."
Bukan membuat suasana menjadi baik tetapi Remon malah kakinya di laki-laki itu melirik ke arah Aruna untuk memperjelas ucapannya yaitu jalan berdua yang diucapkan oleh Remon itu jalan berdua dengan Aruna bukan dengan Digo atau pun Firman.
Jawab Aruna yang sedari tadi diam tetapi melihat suaminya yang sudah semakin emosi Aruna pun berucap lagi pula sudah ada Digo berarti dirinya aman di sini.
"Gue nggak sudi jalan sama dia yang mendingan nggak usah, cukup ini pertama dan terakhir karena kita kenal dia setelah itu nggak perlu kenal dia lagi."
Iya Digo berharap jika dirinya tidak akan bertemu dengan Remon terlebih lagi meskipun sudah berdamai dengan Remon dan keluarganya tetapi dari lubuk hati yang paling dalam sekali memaafkan laki-laki itu terlebih lagi di pembelian jika Remon tidak merasa bersalah sama sekali memang Remon meminta maaf tetapi ucapan permintaan maaf itu hanya keluar dari mulut saja tetapi tidak di dalam hatinya apalagi Remon dengan terang-terangan menggoda Aruna dan ingin merebut Aruna yang pastinya Digo semakin jengkel dan emosinya tidak stabil.
"Sudah sudah ayo kita pulang, Papa masih ada urusan sama kamu dan tentu saja kamu harus menjadi laki-laki yang baik dan bertanggung jawab jangan mengolah kesalahan kamu."
Melihat putranya yang sudah bertingkah, Papa Rocky langsung saja meminta pamit kepada Papah Adi dan juga yang lainnya padahal saudari tadi beliau sudah berpamitan tetapi ada isi dan mendadak yang membuat ketiga laki-laki paruh baya itu tidak jadi keluar ingin melihat Apa yang akan terjadi dan tidak membiarkan mereka membuat huru-hara di sini.
"Aku permisi dulu dan kita perlu lebih cara lain hari, aku masih butuh penjelasan dari kamu, dek."
Ucap Firman yang masih bertanda tanya apakah yang dikatakan oleh begitu benar jika Aruna adalah calon istri dari Digo sepertinya Firman memang belum percaya kalau tidak keluar dari mulut arona sendiri.
Padahal ingin sekali rasanya Firman menanyakan itu di sini tetapi ia tidak punya kesempatan selalu saja Remon yang berucap lebih dulu dan membuat huru-hara jadi Firman tidak mempunyai kesempatan itu apalagi sekarang lagi ia harus kembali ke kantor untuk melakukan meeting.
"Aku tahu Kak Firman belum percaya dan okelah aku akan jelaskan tetapi kita ketemu sama Mas Digo bukan hanya kita berdua saja."
Ya Aruna tahu inilah konsekuensinya jika ingin menyembunyikan pernikahan ataupun hubungannya dengan Digo, yang pastinya ia tahu jika Firman itu kecewa dengan dirinya.
Tetapi semuanya bukan salah Aruna karena dari awal Aruna sudah menjaga jarak Aruna tidak membuat laki-laki itu GR hanya saja mungkin Firman itu salah penafsiran yang mana Firman pikir jika Arun ada rasa sama dirinya dan juga informasi mengenai pernikahan diku dengan arona yang tertutup rapat membuat orang-orang suruhan Firman itu tidak bisa mengakses informasi itu.
"Kita berdua saja, aku dan kamu.."
Ujar Firman lagi dan setelah itu ia melirik ke arah Digo selalu pergi meninggalkan ruang Aruna.
__ADS_1
Terus terang saja hati Firman hancur se hancur hancurnya apa yang ia pikirkan dari kemarin itu akhirnya kandas juga tiap sempat berpikir bagaimana jika ia sudah kedelai dengan laki-laki lain yang pastinya Firman sudah berusaha sebisa mungkin untuk bisa mempercepat memiliki Aruna tetapi sayang sekali bukan karena Firman yang pergi ke Jerman selama 1 minggu lebih tetapi memang sudah 1 tahun yang lalu Aruna dan dikomunikasi jadi Firman tidak ada kesempatan lain untuk mendekati Aruna.
Di dalam mobil, Firman diam saja tetapi tidak dengan Remon, laki-laki itu malah tersenyum melihat ekspresi wajah dari Abang sebelumnya itu Remon tahu di Bang Firman itu sangat kecewa bahkan patah Hati.
******
Selepas kepergian Firman dan yang lainnya, Aruna dan Diego kini berada dalam satu ruang perawatan namanya berdua saja karena Papa Adi sengaja untuk membiarkan pasangan itu berdua dulu mungkin saja Aruna dan Digo ingin menjelaskan sesuatu berdua sehingga Papah Adi tidak mau mengganggu.
"Kamu marah sama aku,/?"
Tentu saja Aruna takut sekali juga suaminya marah terlebih lagi melihat ekspresi wajah Digo yang menyeramkan seperti itu Aruna tahu juga suaminya tadi cemburu dan tentu saja tidak mau mendengar ungkapan perasaan dari laki-laki lain untuknya.
"Aku tidak marah sama kamu yang tetapi aku marah dengan laki-laki yang mencoba merebut kamu dari ku. Dan aku tidak menyangka jika perempuan yang diceritakan oleh Bang Firman itu adalah kamu. Oh ya ya aku baru ingat beberapa hari yang lalu kamu kan pernah bercerita jika tidak sengaja berkenalan dengan laki-laki yang namanya Firman juga kenapa juga aku tidak mengingat itu dan juga kenapa aku tidak curiga sama sekali kalau Firman itu namanya sama dan juga orangnya juga sama."
Tentu saja saat ini Digo dan Aruna berada di atas badiku memeluk erat tubuh Aruna, seakan-akan ia tidak mau kehilangan istri cantiknya itu.
"Maaf dia aku sebenarnya juga kaget ketika Papa bercerita tentang aku terlebih lagi ketika kemarin waktu kamu habis meeting dan ketemu dengan firman dan saat itu aku besoknya ketemuan sama Papa makan siang sekaligus membicarakan masalah ini. Bukan liat aku untuk tidak jujur sama kamu tetapi aku takut jika nantinya kamu tidak bisa memisahkan urusan pribadi dengan perusahaan Karena aku tahu kamu yang begitu mencintai aku dan tidak mau ada laki-laki lain yang tertarik sama aku hingga nantinya Kamu emosi dan juga berbuat sesuka kamu maka dari itu aku dan Papa merahasiakannya dulu sampai akhir ya nanti bener-bener jika Kak Firman datang ke rumah. Dan juga Kak Firman 1 minggu yang lalu ngirim pesan ke aku kalau dirinya berniat untuk datang ke rumah Papa Papa sendiri juga bingung ingin sebenarnya mengatakan itu tetapi itu bukan kapasitasnya. Maaf ya jangan marah sama aku bukan bermaksud Aku menyembunyikan ini semua tetapi aku hanya ingin menjelaskan nanti saja setelah benar-benar kamu aku dan Kak Firman berada dalam satu ruangan kita menjelaskan dalam suasana tenang."
Aruna tentu saja membalas pelukan dari suaminya dengan perempuan cantik itu juga berada di atas dada Digo bermain-main sebentar sebelum akhirnya Digo menggenggam erat tangan Aruna
Tentu saja gerakan-gerakan dari tangan Aruna membuat Digo memejamkan matanya tidak mungkin dalam situasi seperti ini ia akan menerkam istri nya tetapi dengan satu gerakan jari saja sudah membuat sesuatu di bawah sana mulai bangkit dan sudah tidak terkondisikan lagi
"Aku tidak marah sama kamu yank, hanya saja tangan kamu nakal sekali bisa-bisanya di dalam situasi seperti ini kamu malah memancing-mancing dia untuk bangun. Bagaimana ini padahal rumahnya sendiri belum siap untuk dimasukin?"
Kini Digo mengubah posisinya laki-laki itu miring mah menghadap arona dan tentu saja memandang wajah cantik Aruna dengan susah sekali mencium lembut bibir Aruna tentu saja hal yang dilakukan oleh Diego itu membuat dirinya sendiri terbakar sesuatu.
"Mesum. Tapi.."
Aruna tau juga suaminya saat ini sedang memendam sesuatu yang sudah tidak terpasang infus lagi langsung saja turun dari atas ranjang yang pastinya ia juga menarik tubuh tangan suaminya itu untuk turun kemudian membawanya ke sofa.
"Aku akan mengeluarkan. Kamu duduk di sini dulu biar aku kunci dulu pintunya."
Bisik Aruna di telinga Digo hingga membuat lagi-lagi itu semakin menegang saja dan melihat ke arah istrinya yang saat ini berjalan untuk menuju pintu
Yang pastinya selain senang juga kaget apa yang akan dilakukan istrinya itu terlebih lagi tidak mungkin Digo memasukkan ular pitonnya ke dalam sarangnya karena memang tidak boleh dilakukan menunggu sampai benar benar selesai dulu tetapi malahan Aruna dengan terang-terangan menggoda.
Aruna mengunci pintunya, perempuan cantik itu juga membuka pakaiannya dan tampak jelas juga gundukan kenyal yang terpampang nyata yang menantang itu yang membuat Digo ingin sekali melahapnya.
"Sayang kamu jangan macam-macam jangan menggoda aku dengan gerakan tangan kamu saja sudah membuat aku tidak bisa menahannya apalagi kamu buka semuanya apa kamu tidak takut untuk aku mangsa dan Apa kamu mau menyiksa suami kamu?"
Tentu saja Aruna menggelengkan kepalanya pelan entah dari mana ia punya pikiran seperti itu akan melakukan gerakan-gerakan yang pas ternyata tidak perlu masuk tetapi bisa membuat suaminya puas yang pastinya ini adalah pertama kalinya yang akan dilakukan Aruna dan Aruna juga tahu tidak tahu bagaimana nantinya apakah suaminya benar-benar puas atau tidak.
Yang jelas Aruna akan berusaha sebisa mungkin sebaik mungkin untuk membuat suaminya benar benar merasakan sesuatu yang enak dan juga nyaman serta mendapatkan kepuasan selagi dirinya tidak bisa di anu-anu yang pastinya Aruna ingin membahagiakan suaminya itu karena ia tahu Digo saat ini sedang dilanda cemburu dan hati serta otaknya lagi panas-panasnya.
Digo pun hanya diam dan juga pasrah saja, tentu saja iya selain senang juga kaget seperti apa yang dipikirkannya tadi namun ia juga tidak menyangka jika istrinya benar-benar bisa melakukan seperti ini sungguh Aruna benar-benar perempuan yang sempurna yang tidak salah jika Digo memilihnya seperti istri selain cantik dan juga mempesona ternyata Aruna juga pandai untuk memanjakan suaminya.
Laki-laki itu memejamkan matanya ketika Aruna mulai bergera dan lincah, bukan sesuatu yang harus dimasukkan tetapi sesuatu yang harus dimainkan dan Aruna pelan-pelan melakukan itu dengan gerakan lembut dan juga menuntun perempuan cantik itu berhasil mengeluarkan sesuatu yang sudah meledak yang sesuatu beberapa hari ini tidak bisa dikeluarkan hingga Digo akhirnya menjerit merasakan sesuatu yang benar-benar nikmat dan juga berbeda.
Cup
"Love you sayank, Aku tidak menyangka istri aku benar-benar pandai seperti ini. Belajar dari mana?"
Saat ini Digo sedang membersihkan dirinya tetap saja dengan Aruna juga tetapi laki-laki itu masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu seperti tidak Aruna saja tetapi Digo benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda.
"Ada deh, emang kamu aja yang bisa aku saja bisa, bagaimana puas nggak yank?"
"Puas banget nanti lagi ya, Aku bener-bener candu kamu membuat aku nagih yank."
__ADS_1
Digo mencium kening Aruna dan apa yang diucapkan oleh Digo itu bukan sesuatu yang dilebih-lebihkan atau untuk sekedar membuat Aruna senang tetapi kenyataan memang seperti itu Digo merasa puas, ini adalah pertama kalinya Aruna berekspresi lebih seperti ini.