My Crazy Husband

My Crazy Husband
Kamu Menggodaku Sayank


__ADS_3

Tiga puluh menit kemudian, Digo sudah memarkirkan motornya masuk ke dalam halaman rumah, laki-laki itu dengan cepat masuk ke dalam rumah nya dan menyapa sebentar asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan makan malam.


Setelah itu, Digo bergegas untuk menuju ke atas tentu saja ia berpikir jika Aruna saat ini berada di dalam kamar karena Digo tadi sempat pergi ke dapur untuk memastikan Aruna berada di sana, tetapi nyatanya tidak ada. Digo juga melihat Mami Nina yang juga tidak ada di sana dan bisa dipastikan jika Mami Nina masih berada di butik sedangkan Aruna berada di kamar.


Digo tersenyum sendiri membayangkan betapa bahagianya Aruna mendapatkan sesuatu darinya, bukan dinilai dari seberapa besar harganya tetapi apa yang dibawa dan tentunya itu tulus dari dalam hatinya hingga ia sudah membayangkan jika nanti akan mendapatkan sambutan istimewa dari istrinya.


Sudah sampai di atas tentunya di depan kamar nya sendiri, laki-laki itu segera membuka pintu kamar tetapi kenyataannya ia menggelengkan kepalanya karena pintu dikunci.


Digo juga tidak perlu mengetuk pintu karena ia menyimpan kunci cadangan yang mana memang atas perintahnya, setiap kali dirinya tidak ada di rumah Aruna harus mengunci pintu kamar, jaga-jaga supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat Nathan yang sudah sering menginap di rumah ini.


Pelan-pelan Digo membuta pintu kamarnya ia berpikir jika Aruna sedang berada di balkon atau di dalam kamar mandi dan itu adalah kesempatan emas baginya, jika Aruna berada di balkon maka ia akan memeluk Aruna dari belakang tetapi jika Aruna berada di kamar mandi ia juga akan menyusul istrinya itu dan melakukan adegan yang disukainya di dalam kamar mandi.


Ceklek 


Digo sudah berhasil membuka pintu, ia tiba-tiba kaget ketika melihat istrinya sedang berada di atas ranjang sepertinya ekspektasi Digo tidak sesuai dengan kenyataannya yang mana ia mengira jika Aruna berada di balkon atau di kamar mandi tetapi kenyataannya, istri cantiknya itu malahan saat ini sudah bermimpi indah dan entahlah sejak kapan Aruna tidur hingga jam segini belum bangun.


"Pantesan ditelepon tidak diangkat, di WhatsApp juga tidak dibalas ternyata kamu tidur yank..."


Digo segera menutup pintunya ia juga mengunci pintu lalu menaruh semua yang sudah beli di atas meja.


Digo sama sekali tidak kecewa, ia nanti akan memberikan itu kepada Aruna jika istrinya sudah bangun.


Digo bergegas untuk menghampiri Aruna namun seketika ia melihat Aruna yang tidur dengan posisi yang sangat seksi dan juga menggair@hkan membuat laki-laki juga harus menelan salivaanya banyak, apalagi Aruna yang memakai daster kebanggaan dan juga kesukaannya, tentu saja itu menerawang hingga membuat pakaian dalam yang dikenakan Aruna terlihat. Apalagi istrinya itu tidur dengan terlentang yang sore ini tidak menggunakan selimut sama sekali hingga pah@ mulus Aruna juga terlihat nyata, yang membuat Digo lagi lagi ia tidak bisa untuk menahan sesuatu yang sudah mulai bergerak-gerak dan ingin dikeluarkan.


"Ini tidak seperti yang kubayangkan, tetapi kejutan ini sungguh membuat aku senang, tunggu sayang...aku mau mandi dulu baru kita melakukan adegan yang indah, kamu pasti sengaja kan menggunakan pakaian itu karena ingin menyambutku? Oke untuk kali ini aku terima permintaan maafmu sayank dan aku tidak marah ataupun cemburu dengan apa yang kamu lakukan tadi, tetapi konsekuensinya kamu harus melayaniku sampai aku benar benar puas dan melakukan nya sampai pagi."


Tidak mau menyentuh istrinya terlebih dahulu karena Digo merasa tubuhnya kotor dan berdebu, laki-laki itu segera menuju ke dalam kamar mandi. Digo juga tidak lama-lama berada di kamar mandi, ia secepat kilat membasuh tubuhnya, menggosok tubuhnya dengan sabun yang harum hingga membuat seluruh tubuh dan rambutnya bersih, lalu seketika Digo memakai handuk kimono yang nantinya akan mudah dilepas


Laki-laki itu keluar dari kamar mandi dan memastikan jika istrinya masih tidur, ternyata memang benar Aruna masih tidur dengan posisi yang masih sama seperti pertama kali Digo lihat itu yang membuat Digo semakin gemes dengan istrinya hingga akhirnya Digo dengan pelan-pelan mendekati wajah cantik Aruna, mengusap lembut pipi Aruna kemudian memberikan ciuman di bibir Aruna..


"Arghhh.... Kamu benar-benar sangat menggoda sayank, aku sudah tidak tahan lagi bahkan si Joni juga sudah meronta-ronta ingin dilepaskan."


Digo memastikan jika si Joni sudah bergerak bebas dan berubah bentuk dan ukurannya tetapi ia harus menetralkan si Joni dulu supaya tidak memangsa Aruna karena Digo ingin bermain-main dengan Aruna terlebih dahulu sebelum ia melakukan aksi ganasnya.


"Cantik, sangat cantik.. ini yang membuat aku tergila-gila dan semakin mencintai kamu sayank."


Digo mengusap lembut pipi Aruna dan juga bibir Aruna, laki-laki itu juga mengeluarkan tangannya untuk menyentuh bagian bawah Aruna hingga seketika Aruna membuka matanya dan langsung mengumpat ke arah Digo yang nyatanya Aruna belum sadar jika laki-laki yang ada di depannya ini adalah suaminya


"Brengseekk!! Berani beraninya kamu..."

__ADS_1


Dengan cepat Aruna yang belum begitu sadar mendorong tubuh Digo tetapi Digo yang tahu jika mungkin dipikiran Aruna bukan dirinya langsung saja menangkap tangan Aruna, membuat Digo tidak jadi jatuh terbawa


"Sayank, hentikan. Ini adalah suami kamu, buka mata kamu dan lihat betapa tampannya suami kamu ini."


Aruna yang mendengar suara Digo langsung saja membuka matanya lebar-lebar meskipun tadi ia sempat membuka matanya sedikit tetapi nyawanya belum terkumpul hingga akhirnya Aruna bisa bernapas dengan lega karena yang menyentuhnya adalah suaminya sendiri, tetapi seketika ia baru sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya dengan apa yang dipakainya.


Aruna buru-buru untuk menarik selimut, ia juga ingin melangkahkan kakinya untuk turun dari atas ranjang, tentu saja mengganti pakaian yang benar-benar minim dan juga seksiii plus menerawang itu supaya Digo tidak melihat yang akan menimbulkan bahaya bagi dirinya.


"Tidak usah ditutupi karena aku sudah lihat semuanya bahkan kamu benar-benar sangat seksii. Kamu sengaja sayank ingin menggoda aku atau memang sengaja ingin membuat aku menyentuhmu? Atau malahan kamu yang menginginkannya bercinta dengan aku dan ingin mendapatkan sentuhan-sentuhan dariku?"


Ujar Digo panjang dan lebar, dan Digo langsung menarik selimutnya kembali dan membuangnya ke segala arah, ia tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini apalagi ia sudah menginginkan Aruna sedari tadi pertama kali masuk ke dalam kamar dan bisa dipastikan jika istrinya nanti akan mendapatkan serangan yang tiba-tiba dari dirinya, serangan yang Digo sendiri tidak direncanakan bahkan ingin memangsa Aruna nanti malam setelah makan malam tetapi melihat keadaan Aruna yang begitu menggemaskan dan juga seksi di matanya membuat Digo mengurungkan niatnya untuk memangsa Aruna nanti tetapi saat ini juga.


Astaga kenapa aku jadi ceroboh begini, kalau tahu dia pulang secepat ini aku pasti tidak akan memakai pakaian seperti ini dan semuanya sudah terlambat, Digo sudah melihatnya bahkan mungkin saja sebentar lagi dia juga akan memangsaku.


"Dan kamu tahu aku senang dengan kejutan yang kamu berikan, kamu benar-benar menggodaku dan terlihat sangat saksii, aku suka sekali."


Bisik Digo di telinga Aruna yang membuat Aruna meremang seketika karena Digo juga menggigit kecil telinga Aruna dan mencium di sekitar daerah sana.


"Euhh...."


Digo tersenyum, laki-laki itu sudah berhasil membuat istrinya menjadi kelabakan seperti itu, dan inilah salah satu keahlian Digo di mana Digo bisa membuat Aruna tidak berdaya.


Tentunya meskipun sudah diberikan foundation dan sebagainya tetap saja itu tidak akan mengembalikan bentuk kulit Aruna yang putih itu, bahkan Aruna takut jika teman-teman di sekolahnya nanti curiga dengan apa yang sudah dilakukan oleh suaminya yang mana mereka tahunya jika dirinya itu adalah perempuan yang baik-baik dan kini berpacaran dengan Digo, pastinya itu akan menambah kesan buruk bagi dirinya dan juga Digo nanti.


"Oke kalau begitu, aku akan mengganti di tempat lainnya dan kamu tidak boleh protes."


Digo memposisikan tubuhnya, posisi yang selalu disukai oleh laki laki itu ketika bersama dengan Aruna.


Jujur saja meskipun Aruna belum mencintai Digo dengan sepenuh hatinya dan masih mempunyai rasa marah dengan suaminya, tetapi jika sudah seperti ini.. mendapati Digo yang sudah menyentuh-nyentuh tubuhnya, Aruna tidak berpikir seperti itu ia bahkan lupa jika laki-laki yang sudah berada di atasnya ini dulunya adalah memusuh bebuyutannya, karena Digo benar-benar pintar sekali membuat Aruna tidak berdaya.


Digo menghentikan aksinya sekilas, ia kemudian menatap wajah cantik Aruna yang saat ini sedang menikmati sentuhan yang diberikan, Digo juga tau jika Aruna memang menikmati apa yang sudah ia lakukan.


"Sayank, aku sudah ingin tetapi aku tidak ingin bergerak dulu, aku ingin melakukan pemanasan dan jangan memintaku berhenti sebelum aku yang menghentikannya."


Aruna tidak menjawab, ia sepertinya pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Digo, memang seperti itu sebelum keduanya benar-benar melakukan kegiatan panas Digo selalu menyentuhnya dengan pemanasan yang entahlah bisa dilakukan berulang-ulang sampai membuat Aruna lemas.


Digo dengan cepat memposisikan tubuhnya lagi,  membuat Aruna sedikit mengintip dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu, di mana Digo tidak lagi mengeluarkan suara tetapi malahan yang lainnya.


Laki laki itu tersenyum manakala Aruna tidak protes bahkan sepertinya Aruna mengisyaratkan untuk Digo segera melakukan sesuatu sesuai yang diinginkan.

__ADS_1


"Basah..."


Gumam Digo dengan tersenyum, tentu saja dengan sedikit memaksa karena Digo benar-benar tidak tahan jika harus membuka penutup bawah itu dengan lembut, karena ia benar-benar sudah ingin menikmati apa yang ada di depan matanya.


Gila kenapa semakin hari bentuknya semakin indah saja dan warnanya juga semakin pink, apalagi aromanya, aku benar-benar menikmati apa yang ada di depan mataku ini, sungguh dia benar-benar membuatku gila dan tidak ingin melepaskannya.. aku benar-benar candu ingin merasakan sesuatu yang enak, harumnya membuat aku kecanduan..


Dengan cepat Digo memainkan sesuatu yang membuat nya candu, membuat Digo tidak ingin menghentikan aksi nya malam ini.


"Pelan-pelan Di....."


Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Aruna, karena jujur saja Aruna benar-benar menikmati apa yang dilakukan oleh Digo.


"Sttt ....Di!!"


"Apa sayank? Keluarkan saja.. sepertinya aku masih betah di sini dan jangan memintaku untuk berhenti!"


Digo merubah posisinya meskipun masih dengan keadaan seperti itu tetapi Digo mempunyai cara tersendiri supaya Aruna benar-benar puas dengan apa yang dilakukannya hingga akhirnya, Aruna sudah tidak tahan.. perempuan cantik itu segera menarik rambut Digo dan juga memposisikan kepala Digo untuk masuk ke dalam inti Aruna, hingga membuat lagi lagi Aruna  membuka suaranya, mengeluarkan nyanyian merdu yang membuat Digo semakin gencar untuk menelusuri apa yang membuatnya candu.


Hingga akhirnya setelah Aruna beberapa kali melakukan pelepasan, Digo menyudahi aksinya.. ia sama sekali belum puas dengan apa yang dilakukannya tetapi si Joni sudah meminta untuk dimasukkan karena pasti sudah tidak tahan dengan sesuatu yang membuat Joni terjepit di bawah sana.


Digo mengubah posisinya, kembali laki-laki itu merangkak untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Aruna, mencium kening Aruna dan juga bibir Aruna yang mana membuat Digo semakin tergila-gila dengan istrinya itu karena Aruna membalas ciuman dan juga pagut@n lembut bibirnya.


Setelah puas merasakan bibir atas dan juga bibir bawah, Digo segera membuka pakaian yang dikenakan oleh Aruna, tetapi sayang sekali Digo sudah mencoba untuk membuka cara perlahan-lahan namun ia tidak bisa, hingga akhirnya Digo sendiri turun tangan dan ingin membuka pakaian itu dengan sedikit cepat, saking tidak tahannya, tentunya jika Digo yang membukanya laki-laki itu akan memaksa hingga pakaian itu menjadi robek.


"Jangan di robek Di, dibuka pelan saja.."


Ujar Aruna yang paham betul dengan tindakan apa yang akan dilakukan oleh suaminya, sudah beberapa kali jika Digo tidak sabaran maka laki-laki itu akan merobek pakaian yang dikenakan oleh Aruna, bahkan Aruna sendiri sudah beberapa kali ganti seragam sekolahnya karena Digo sudah tidak tahan dan tidak sabar untuk menunggu apa yang ingin dilakukannya.


"Aku sudah tidak tahan sayank, si Joni sudah ingin masuk, nanti aku akan ganti yang lebih banyak lagi, model seperti ini."


"No, kalau kamu mau merobeknya, mending tidak usah melakukan, itu bisa dibuka asal pelan. Ini adalah daster kesayanganku dan aku tidak ingin kamu merusaknya."


Shittt!!


Bagaimana mungkin Digo yang sudah di puncak panasnya, akan melakukan aksinya yang nyatanya itu tidak akan pernah dilakukannya jika ia tidak menuruti keinginan Aruna. Digo yang sudah pengen terpaksa harus menunggu sebentar, dan menuruti kemauan Aruna meskipun dengan membuka daster itu akan lama, Digo melakukan sesuatu yang enak tetapi demi kepuasan si Joni maka Digo mau tidak mau harus melakukannya, ia tidak ingin sesuatu yang sudah berdiri tegak di bawah sana tidak jadi masuk karena Digo tahu pasti Aruna bukan hanya sekedar mengancam saja tetapi akan melakukan seperti ucapannya.


"Iya sayank, aku akan membuka pelan-pelan .. jangan khawatir tidak akan robek , kalau perlu besok beli lagi yang seperti ini yang banyak."


Sembari membuka daster milik Aruna, Digo juga melakukan ciuman di bibir Aruna, hingga perempuan cantik itu juga membalas apa yang diberikan oleh suaminya dan tanpa sadar daster  yang sudah dipakai oleh Aruna sekarang sudah teronggok di lantai dan tentunya, Digo juga tidak ingin berlama-lama lagi karena si Joni sudah meminta untuk segera dipuaskan.

__ADS_1


Digo sendiri langsung saja membuka handuk kimononya, laki-laki itu segera menyerang Aruna kembali dengan memberikan ciuman di seluruh wajah Aruna sampai ke bawah, hingga akhirnya Joni pun masuk ke dalam inti Aruna yang membuat Aruna mengalungkan tangannya ke leher Digo, dan tentu saja dengan membuka mulutnya, melakukan nyanyian merdu nan indah, yang membuat Digo semakin menambah kecepatan untuk menggerakkan si Joni.


__ADS_2