My Crazy Husband

My Crazy Husband
Siapa Sayank?


__ADS_3

Setelah makan bersama, Aruna meminta Digo untuk membantunya duduk di sofa, tidak enak juga jika dirinya hanya bersandar atau malahan rebahan di atas tempat tidur tetapi yang lain yang berada di sebuah Aruna juga sudah merasa baik-baik saja tidak pusing ataupun mual sama sekali.


Ya berada di dekat Digo membuat Aruna merasa nyaman, 3 hari kemarin rasa mual dan juga enggan untuk makan tetapi kali ini semuanya sudah berubah bahkan Aruna tidak mau ditinggalkan oleh Digo meskipun sebentar saja dan ingin terus menempel kepada suaminya.


"Hati-hati yank, mendingan kamu di sini saja biar aku dan yang lainnya melipir ke pojokan sana, biasalah main PS.. kita berlima sudah jarang sekali main bareng."


Entah ini rumah sakit atau apa karena semua fasilitas di sini lengkap mereka tinggal membawa alat ps-nya saja dan sudah bisa main sepuasnya di ruang perawatan Aruna yang pastinya Aruna mengagukan kepalanya membiarkan Digo dan teman-temannya itu untuk bermain sesuka hatinya dan juga tidak kemana-mana masih berada di ruangan ini yang Aruna sendiri bisa melihat suaminya dan bisa memerintahkan Diego untuk mengambil ataupun untuk sekedar mengusap perutnya.


Kehamilan Aruna ini membuat Aruna menjadi manja, perempuan cantik itu benar-benar tidak mau lepas dari Digo, bahkan sesekali Aruna meminta untuk sekedar mengusap perut dan juga punggung nya dan itu membuat Dino dan yang lainnya berdecak kesal, yang mana mereka semua tahu bagaimana barbarnya Aruna, bagaimana dulu Aruna sangat membenci Digo dan kini keadaannya seperti terbalik, Aruna benar-benar membutuhkan Digo dan terus menempel dengan Digo.


"Sudah ya yank, aku mau ke sana dulu nanti aku kalah, lumayan taruhannya itu kalau yang kalah traktir makan sepuasnya, kan jarang-jarang banget mereka traktir aku makan yang ada mereka selalu aku traktir!!"


Ujar Digo setelah beberapa saat ia mengusap perut Aruna, entah bukan hanya Aruna saja yang manja dengan Digo, tetapi anak yang ada di dalam perutnya juga sama menginginkan selalu dekat dengan papanya.


Dan tentang Digo yang taruhan main PS itu memang selalu begitu, meskipun nanti hadiahnya hanya receh makan-makan saja tetapi itulah kebersamaan mereka dibangun dan hingga awet saat ini.


Kembali lagi Aruna menganggukkan kepalanya rasanya ia juga tidak tega meminta Digo bolak-balik ke sini untuk mengusap perutnya saja tetapi mau dikata apalagi rasanya memang begitu, tangan Digo benar benar ampuh untuk membuat perut Aruna menjadi nyaman.


"Sepertinya lo kena karma deh Run?"


Teriak Dino yang sedari tadi memperhatikan bagaimana manjanya Aruna kepada Digo bahkan Digo yang baru saja duduk untuk mengambil stik ps-nya tiba-tiba langsung saja berdiri untuk menghampiri istrinya ia tercinta itu Digo kepada istrinya meskipun menurut kacamata Dino, Aruna sejak hamil menjadi sangat menyebalkan.

__ADS_1


"Karma dari Hongkong?"


"Bukan dari Hongkong Aruna sayank, tetapi memang benar .. lo sepertinya sudah kena karma dari Digo, lo nggak ingat apa dulunya lo yang benci banget sama Digo , nggak mau deket-deket sama Digo bahkan sudah dinikahi Digo saja sepertinya lo juga enggak mau didekati , lah sekarang lo sendiri yang minta dekat dekat dengan Digo dan merasakan sendiri bagaimana lo itu sangat meja sama Digo terlebih lagi anak lo itu sedikit-sedikit mau disentuh oleh Papanya."


Aruna terdiam m, ia mulai mencerna kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Dino, lalu sesaat kemudian perempuan cantik itu tersenyum dan menggiringkan kepalanya memang tidak salah yang diucapkan oleh Dino, yang nyatanya Aruna juga tidak tahu mengapa tiba-tiba ia bisa semanis ini dan begitu manja dengan Digo padahal dulunya Aruna masih ingat sekali, jangankan manja, didekati oleh Digo saja Aruna gak mau.


Satu tahun yang lalu di mana memang Aruna yang sudah dinikahi tetapi cintanya belum benar-benar merasa dalam untuk Digo, dan lagi sebelum ia menikah dengan Digo itu tentunya Aruna sangat membenci suaminya, namun sekarang benar benar kebalikannya.


"Hahaha diamkan lo berarti memang iya..." Ejek Dino lagi yang sepertinya Dino lebih suka mengerjai Aruna.


"Diem deh lo ganggu mood aja. Sono lo main PS nanti kalau lo kalah, gue juga mau ditraktir ya ... tetapi gue yang milih tempatnya dan juga makanannya nggak boleh asal-asalan."


Digo berusaha untuk tidak membuat Aruna marah-marah apalagi tersinggung dengan ucapan Dino yang meskipun begitu hanya bercanda saja tetapi Digo juga berusaha untuk membuat mood Aruna baik-baik saja tidak boleh kontaminasi dengan hal-hal yang tidak baik.


Setelah kelima laki-laki itu diam dengan mainan di tangannya masing-masing, kini Aruna dan Vina bercerita panjang dan lebar Vina juga menceritakan selama beberapa hari ini Aruna tidak sekolah yang pastinya teman-temannya tahunya Aruna itu sedang berada di luar negeri tidak berada di rumah sakit karena memang Digo merahasiakannya meskipun bapak kepala sekolah dan juga ada sebagian guru yang tahu tentang kondisi Aruna, mereka semua tidak akan memberitahukan kepada semuanya dan akan menutup rahasia ini rapat rapat lebih lagi kurang beberapa bulan Aruna dan Digo akan lulus sekolah.


"Tahu nggak kemarin itu om Firman datang ke sekolahan dan nyariin Lo."


Bisik Vina di telinga Aruna, yang mana Vina paham betul kalau ini adalah rahasia, dan pastinya Vina tidak mau juga sampai Digo atau yang lainnya mendengarnya karena itu menjadi sebuah bencana.


"Om Firman yang mana?"

__ADS_1


Tentu saja Aruna tidak paham pertemuan Firman yang mana lagi pula arunya juga tidak mengingat nama Firman.


"Itu loh Om Firman yang cakep, ganteng dan juga penampilannya wow banget."


Jelas Vina gemas terhadap Aruna, ia sudah pelan-pelan tetapi mengapa Aruna malahan mengeraskan suaranya.


"Siapa sih Vin, Om Firman yang mana?"


Lagi lagi Aruna tidak ingat betul apa yang diucapkan oleh Vina ini suaranya malahan keras sampai terdengar di telinga Digo.


"Siapa om Firman sayank?"


Digo yang mendengar nama seorang laki laki, langsung saja menghampiri istrinya, ia begitu penasaran dengan siapa laki-laki yang barusan disebutkan oleh Vina dan Aruna, tentu nya Digo cemburu karena ada laki-laki lain selain dirinya.


Astaga mampus lo, Run. Udah gue bisik-bisik terlalu keras banget!!


Tentunya Vina ketar-ketir sendiri melihat ekspresi wajah Digo, yang pastinya Digo akan cemburu mendengarkan penjelasan dari Aruna nantinya.


"Siapa sayank? kenapa diam saja.. jelaskan padaku?"


Aruna gelagapan sendiri, selain ia tidak ingat betul siapa Firman itu karena ekspresi wajah suaminya yang saat ini sedang menatapnya sangat jajam yang pastinya Aruna bingung mau jelaskan yang bagaimana lagi sedangkan ia sendiri tidak ingat.

__ADS_1


__ADS_2