My Crazy Husband

My Crazy Husband
Bertemu Nathan


__ADS_3

Kedua laki-laki tampan itu masih berada di dalam ruangan, tidak tegang ataupun bagaimana, keduanya juga sama sama mengobrol ringan tentu saja membahas masalah Aruna.


Dan sesekali Nathan melirik ke arah ponselnya takut saja jika tiba-tiba Aruna menelpon atau bagaimana tetapi sebelumnya, Nathan sudah sudah mengabarkan kepada Aruna jika ia sedikit telat untuk datang menemui perempuan cantik itu.


Hingga setelah lima belas menit Digo dan Nathan ngobrol panjang dan lebar mengenai Aruna, laki-laki itu berdiri ia memang ke sini bukan hanya semata-mata untuk bertemu dengan Nathan tetapi juga bertemu dengan Papi Rendra dan klien yang penting yang mana memang tempatnya di perusahaan Nathan, jadi sekalian Digo menemui kakak kandungnya itu sebelum Nathan berangkat ke Singapura.


Melihat Digo berdiri, Nathan pun juga ikut berdiri sepertinya memang Digo sudah ingin keluar dari ruangannya dan juga Nathan juga harus siap-siap untuk berangkat ke bandara, ingin mengobrol panjang dan lebar dengan Aruna tentunya.


"Hati-hati di jalan Bang dan jangan lupa untuk memberi kabar kepada Mami. Aku tidak melarang keberangkatan Abang ke sana dan juga tidak meminta Bang Nathan untuk tinggal di sini namun setelah semuanya selesai pulang lah, tetapi ingat satu hal, Bang Nathan boleh pulang jika sudah move on dari istriku dan membawa pulang Kakak iparku."


Yang seberapa berat perumusan diantara mereka tetaplah kedua laki-laki itu adalah saudara kandung , di mana Nathan maupun Digo sudah tidak sama-sama membenci, bukan benci sepertinya tetapi keduanya memang ada rasa sesuatu karena seorang Aruna yang memang keduanya benar-benar mencintai satu orang perempuan.


Mendengar ucapan dari Digo, Nathan mengeryitkan  alisnya tentu saja ia tidak membalas ataupun menanggapi ucapan dari Digo, jangankan untuk mencari pengganti Aruna berusaha untuk melupakan Aruna saja itu butuh waktu dan entahlah apakah pekerjaan Nathan ke Singapura itu sudah membuat Nathan bisa untuk melupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan Aruna? tentunya itu tidak gampang karena beberapa terakhir ini Nathan sering menghabiskan waktu bersama dengan Aruna dan itu merupakan kesan yang paling indah di dalam hidupnya.


"Aku tidak janji bisa melupakan Aruna tetapi akan aku lakukan itu dan juga untuk permintaanmu itu entahlah Apa mungkin aku bisa jatuh cinta lagi setelah apa yang sudah aku alami..."


"Jelas Bang Nathan harus melakukan itu, mau tidak mau Bang Nathan harus melupakan istriku karena aku tidak akan melepaskan Aruna begitu saja apalagi aku dan dia sudah sangat mencintai.."

__ADS_1


"Akan aku coba tetapi jika sampai kamu melukainya aku tidak akan pernah tinggal diam dan akan membawa Aruna pergi dari sini."


Setelah mengatakan itu Nathan dan Digo saling berpelukan keduanya sama-sama tahu bagaimana perasaannya terhadap Aruna meskipun Digo tahu yang sebenarnya kalau Nathan mencintai Aruna tetapi ia juga mencintai Aruna yang cintanya jauh lebih besar dari Nathan dan saat ini Aruna juga mencintainya dan Aruna sudah menjadi miliknya seutuhnya.


"Hati-hati, aku sangat berharap jika kamu nanti di sana menemukan perempuan lalu dibawa pulang ke sini pasti Mami akan senang sekali."


Laki-laki itu hanya mengedikkan baunya sembari melihat adiknya yang sudah keluar dari ruangannya.


Ya setelah melihat Digo keluar dari ruangan nya, Nathan  bergegas untuk keluar juga, ia harus cepat-cepat menuju ke bandara untuk menemui Aruna dan berbicara empat mata dengan perempuan cantik itu.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meskipun ia harus berangkat ke Singapura 2 jam lagi tetapi ia ingin menghabiskan waktu yang banyak dengan Aruna tentu saja meskipun hanya ngobrol berdua tetapi itu bisa membuat Nathan bersemangat dan bisa lega untuk meninggalkan perempuan cantik yang masih berada di dalam hatinya.


Hingga akhirnya Nathan sudah sampai di bandara laki-laki itu segera menuju ke tempat di mana memang ia sudah memberitahu Aruna untuk menunggunya disana dan senyuman mengembang di bibir Nathan mana kala ia sudah melihat Aruna yang duduk sembari menikmati minumannya.


"Maaf Dek, aku terlambat..."


Nathan segera duduk setelah Aruna menganggukan kepalanya lalu tersenyum. Aruna juga tidak bertanya kenapa Nathan terlambat karena ia tahu pastinya Nathan harus mempersiapkan semuanya sebelum berangkat ke Singapura.

__ADS_1


Tatapan mata tajam Nathan mengarah ke Aruna mungkin ini terakhir kalinya laki-laki itu bisa menatap wajah cantik Aruna dalam jarak yang sangat dekat, dan setelah ini Nathan tidak tahu lagi apakah ia bisa berkomunikasi dengan Aruna, mengingat Digo yang sangat posesif terhadap istrinya ini.


"Kak Nathan jadi pergi?"


"Sebenarnya bukan keinginanku untuk meninggalkan Indonesia tetapi aku adalah laki-laki yang gentle, tidak mungkin aku mengingkari apa yang sudah aku putus kan kemarin."


Gara-gara dirinya kedua kakak beradik ini harus terpisah dan membuat Nathan harus meninggalkan Indonesia yang sama sekali tidak ada di dalam prediksi Aruna. Untuk itu Aruna memang sangat mencintai Digo tetapi ia juga tidak mau melihat keluarga Narendra hancur berantakan seperti ini.


"Gara-gara aku, gara-gara kalah taruhan kemarin?"


Jelas saja Aruna tidak enak, iya meskipun sudah dikatakan oleh Digo sejak kemarin jika memang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya tetap saja semua pertandingan itu berawal dengan dirinya andai saja jika Aruna tidak terlalu dekat dengan aturan beberapa hari ini pastinya Nathan tidak akan berpikir kalau dirinya mencintai Nathan dan kejadian kemarin tidak akan terjadi apalagi kejadian hari ini yang membuat Nathan harus pergi ke Indonesia.


"Bukan, perusahaan kakak yang ada di Singapura ada sedikit masalah Jadi kakak harus ke sana dan entahlah dalam berapa lama Kakak akan bisanya juga tidak tahu semoga tidak akan lama.."


Ya Nathan berharap tidak akan lama berada di Singapura meskipun nanti pada akhirnya ia harus benar-benar menghilangkan rasa cintanya kepada Aruna tetapi tidak masalah yang penting ia bisa melihat wajah cantik arona walaupun dari jarak yang jauh namun untuk saat ini ia harus benar-benar meninggalkan Indonesia tidak mau dicap sebagai laki-laki yang tidak genter lebih lagi memang perusahaan yang ada di Singapura saat ini benar-benar membutuhkan dirinya begitu juga dengan proyek baru yang akan kerjakan bulan depan.


Aruna yang menganggukkan kepalanya, ia kalau sudah urusan perusahaan benar-benar tidak tahu menahu harus memberikan motivasi atau apalah yang Aruna lakukan saat ini adalah mendengarkan jika Nathan ingin bercerita tentang apa yang dirasakannya.

__ADS_1


__ADS_2