My Crazy Husband

My Crazy Husband
I Love U


__ADS_3

Kamu bisa Aruna, kamu bisa ..waktunya tidak banyak lagi dan jangan menyesal jika Digo akan kalah malam ini karena kamu yang tidak cepat-cepat mengutarakan rasa cintamu kepada Digo..


Aruna menyemangati dirinya sendiri ia tidak mau gegabah malam ini apalagi sampai Digo kalah dan nanti akhirnya meninggalkan dirinya. Karena Aruna sendiri sudah benar-benar mencintai Digo dan tidak ingin kehilangan suaminya itu.


Kembali lagi Aruna menarik nafasnya panjang-panjang ia berharap jika teriakannya kali ini benar-benar didengar oleh Digo dan dengan begitu Digo akan mempercepat laju motornya supaya sampai ke finish meskipun sebenarnya Aruna tidak suka dengan acara malam ini di mana Digo mempertaruhkan nyawanya untuk bertanding di arena balapan ini hanya untuk dirinya tetapi itu sudah menjadi keputusan Digo, yang harus Aruna lakukan saat ini adalah membuat Digo semangat dan membuat laki-laki itu menyadari jika ia sudah jatuh cinta dengan Digo, suaminya sendiri.


"Digo sayank semangat!! Apa yang kamu dengar tadi siang itu hanya salah paham saja...kamu tidak mendengarkan semua yang aku ucapkan tadi siang...dan aku...aku cinta kamu, Digo...aku gak mau kehilangan kamu!!"


Teriak Aruna lagi yang sepertinya tenaganya sudah dikuras habis untuk berteriak supaya suaminya mendengar. Aruna juga tidak tanggung-tanggung untuk mengungkapkan perasaannya jika dirinya mencintai Digo dan berharap Digo akan mendengarnya.


Deg


Digo yang mendengar ucapan dari Aruna seketika kaget, laki-laki itu sempat menghentikan laju motornya sebentar menyikapi apa yang ia dengar tadi dari mulut Aruna, apakah memang benar dirinya hanya berhalusinasi saja atau memang itu kenyataannya. Lagi dan lagi sepertinya Digo memang tidak percaya, tetapi ia kembali tersenyum mengingat ekspresi wajah Aruna saat ini. Ya, Digo juga melihat ke arah Aruna yang masih berteriak dengan wajah yang begitu menyenangkan.


Apa aku tidak bermimpi? Aruna benar-benar cinta sama aku dan apa tadi bilang kalau tadi siang aku salah paham, yang benar bagaimana?

__ADS_1


Digo memang laki-laki yang tidak mudah percaya dengan apa yang diucapkan oleh seseorang, tetapi melihat tadi siang dan saat ini rasanya dikembali dilema sebenarnya apakah yang benar tadi siang atau yang ini sungguh di kosan ini dihadapkan dengan dua keputusannya sama-sama sulit baginya ia tidak mau jika Aruna terpaksa menerima cintanya karena tidak ingin melihat dirinya kalah malam ini atau memang benar Aruna benar-benar jatuh cinta dengannya?


"Astaga kenapa Digo malahan diam saja...aku benar-benar cinta padanya, apa belum cukup teriakan yang aku berikan malam ini dan pastinya Aku tidak mau Digo meninggalkan aku, aku harus berusaha keras lagi membuat Digo percaya."


Sama halnya dengan Digo, Aruna juga gemes dengan suaminya yang mana malahan hanya diam saja dan tidak benar-benar menanggapi apa yang diucapkannya, padahal Aruna benar-benar serius, ia tidak bercanda malam ini apalagi hanya ingin membuat Digo GR atau berharap banyak padanya.


"Digo .. aku serius, aku benar-benar cinta sama kamu dan aku tidak ingin kehilangan kamu. Malam ini kamu harus menang, kalau tidak .. jangan harap kamu bisa melihat aku lagi, I love you Digo.. I love you!!"


Teriak Aruna sekali lagi yang mana ia berharap jika suaminya kali ini benar benar mendengar dan mengerti dengan apa yang diucapkan, bukan hanya sekedar basa-basi saja.


Digo kali ini benar-benar percaya setelah teriakan Aruna yang berkali-kali akhirnya yang ini Digo benar-benar percaya dengan istrinya dan Digo yakin jika  Aruna juga sudah membalas rasa cinta yang ia miliki, terlebih lagi dengan ancaman Aruna jika malam ini ia kalah, maka Aruna tidak mau melihat dirinya dan juga tidak mau bertemu lagi dengan dirinya, meskipun Digo harus berjauhan dengan Aruna tetapi ia bisa berharap masih bertemu dengan Aruna dan memandang wajah cantik Aruna.


Digo dengan cepat melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, karena ia tau jika sudah tertinggal jauh dari Nathan. Jangan ditanya lagi bagaimana perasaan Digo saat ini, ia benar-benar senang tetapi ia juga tegang karena sudah tertinggal jauh oleh Nathan tetapi ia mempunyai semangat ... semangat untuk menang dan memperjuangkan istrinya, ia juga tidak mau kehilangan Aruna terlebih lagi Aruna sudah membalas cintanya.


Deg

__ADS_1


"Aruna ...bagaimana ini? mengapa dia berteriak mencintai Digo? bukannya kedekatan aku dan Aruna selama ini sudah membuktikan jika Aruna juga menaruh rasa padaku? atau aku yang terlalu berharap padanya? atau ini hanya akal-akalan Aruna saja .. supaya membuat aku kalah dan Digo yang menang?"


Meskipun Nathan tidak berada di dekat Digo maupun Aruna tetapi ia mendengar teriakan Aruna dari awal sampai akhir ini, yang mana Nathan sendiri sebenarnya tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Aruna dan ia masih meyakini bahwa selama ini kedekatannya dengan Aruna itu benar-benar murni karena Aruna mencintainya dan juga Aruna tidak mencintai Digo, tetapi setelah teriakan yang terakhir dari Aruna yang mengatakan jika Aruna mencintai Digo, membuat Nathan oleng, karena ia tidak menyangka jika kedekatannya dengan Aruna saat ini hanya sebatas kakak saja bukan karena Aruna mencintainya atau ingin meninggalkan Digo.


Apakah aku terlalu berharap lebih dengan kamu Aruna? hingga aku sendiri tidak bisa move on dari kamu dan ingin merebut kamu dari Digo? apa aku salah jika rasa cintaku itu terlalu besar untuk kamu dan apa aku juga salah jika selama beberapa hari ini kedekatan kita ... Aku GR, Aku ingin berharap jika kamu mencintai aku.. tetapi kenyataannya tidak sama sekali.


Nathan yang sedari tadi memimpin dan meninggalkan Digo, akhirnya melajukan motornya pelan-pelan ...bukan karena ia ingin mengalah dari Digo, tetapi karena ucapan Aruna membuat Nathan meremang seketika, hatinya hancur ... ia patah hati untuk kedua kalinya dengan Aruna.


Bukan masalah menang atau kalah, tetapi ucapan dari Aruna benar-benar membuat hatinya remuk redam, ia sudah berharap lebih dari Aruna yang mana ia sudah mengira jika Aruna juga menaruh rasa padanya, hingga malam ini ia menantang Digo dan mengatakan jika Aruna juga mempunyai rasa dengannya tetapi apalah daya, semua yang terjadi tidak seperti yang ia impikan.


Tetapi aku tidak mau kalah, malam ini aku harus menang melawan Digo. Karena bagaimanapun keputusannya, aku yang menang dan digo yang meninggalkan Aruna. Ya meskipun Aruna tidak mencintai aku, tetapi aku harus memenangkan pertandingan ini supaya bisa merebut Aruna dari Digo.


Nathan masih bersikeras untuk memenangkan pertandingan ini, meskipun ia sudah tahu jika Aruna kali ini benar dan mencintai Digo, bukan karena Aruna terpaksa menjadi istri Digo saja seperti perkiraan Nathan waktu pertama kali Aruna menikah dengan Digo. Hingga akhirnya laki-laki itu juga melajukan kecepatannya, menyusul Digo yang sedari tadi sudah berada di depannya.


Ya setelah mendapatkan teriakan dari Aruna yang menyatakan jika Aruna mencintai Digo, dengan segera Digo melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dan akhirnya ia berhasil untuk memimpin pertandingan ini dan jauh lebih unggul dari Nathan. Terlebih lagi Nathan yang pikirannya campur aduk karena merasa patah hati dengan ucapan yang Aruna lakukan hingga membuat ini adalah suatu keuntungan bagi Digo.

__ADS_1


__ADS_2