My Crazy Husband

My Crazy Husband
Mendengar Kenyataan


__ADS_3

Bukk


"Apa yang kakak lakukan di sini?"


Tentu saja entah bisikan dari mana hingga Aruna membuka kedua matanya dan mendapati penonton berada di atas tubuhnya


Perempuan cantik itu yang masih sedih sedikit ada rasa ngantuk tiba-tiba langsung saja menendang tubuh Nathan hingga Nathan saat ini langsung tersungkur dari atas ranjang.


Marah? Iya  tiba-tiba terbangun dan mendekati dirinya sudah berada di kamar dan berada di atas tubuh Nathan ia tidak bisa berpikir apa-apa lagi manakala tadi tidak membuka matanya pasti sudah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Maaf Dek jangan salah paham dulu."


Aruna pun segera bangun ia tidak mau berdua dengan Nathan di kamar ini juga orang lain melihatnya maka mereka pasti akan berpikir yang tidak tegak tentang dirinya dengan Nathan.


"Sepertinya Kak Nathan lebih baik keluar dari kamar aku dan terima kasih atas bantuannya."


Tentu saja Aruna tidak ingin berdebat dengan Nathan meskipun Nathan akan menyangkalnya tetapi ia sendiri tadi masih ingat jika Nathan ingin mencium bibirnya ia mungkin saja memang benar jika dirinya salah paham dan tidak mungkin akan berbuat yang lebih dari itu tetapi tetap sama saja dengan akan mencium bibirnya itu sudah membuktikan jika Nathan masih belum bisa melupakannya.


"Maaf Dek sekali lagi maaf maaf aku khilaf."


Tidak ingin memperkeruh suasana Nathan segera keluar dari kamar Aruna ia menutupi dirinya sendiri tentang kebudayaan yang dilakukannya padahal niat hati hanya ingin mencium bibir Aruna dan tidak mungkin untuk melakukan yang tidak tidak tetapi sayang sekali arona sudah keburu membuka matanya dan membuat Aruna sepertinya salah paham dengannya.


Aruna mencoba menetralkan apa yang ada di dalam dirinya bukan karena ia jatuh cinta dengan Nathan tetapi karena ia merasa bersalah merasa sudah menghianati suaminya meskipun Aruna sendiri tidak melakukan apapun dengan Nathan tetapi dengan kejadian tadi sudah membuat Aruna jadi kelimpungan sendiri ia tidak tahu jika nanti suaminya tahu tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan Nathan pastinya Digo akan marah besar bahkan tidak segan-segan untuk menghajar Nathan.


Tidak ingin terlalu dalam pikirannya arwah segera menuju ke kamar mandi Untung saja perutnya sudah tidak apa-apa Dan mungkin ke Aruna akan berterima kasih kepada Nathan sepertinya tidak perlu dilakukan karena Aruna sudah mengucapkannya berulang kali.


Sementara di kamar Nathan, Nathan merutuki kebodohannya sendiri, laki-laki itu mengacak rambutnya bingung dengan apa yang dilakukan ia takut jika malahan perempuan yang dicintainya itu membencinya dan tidak mau ngobrol lagi dengannya padahal ini adalah kesempatan langka di mana diikuti tidak lagi mengawasi Aruna dan akan bisa selalu bersama dengan Aruna.


"Semoga kamu tidak salah paham dengan apa yang terjadi dan maaf sekali lagi aku tidak bisa menahannya Jujur saja melihat wajah cantik kamu ingin segera aku miliki tetapi aku masih sadar diri kamu adalah istri dari adikku dan tidak mungkin aku merebutnya."


Hingga pagi harinya Aruna seperti biasa bangun pagi-pagi iya bukannya menghindari Nathan seperti kemarin tetapi mencoba untuk bersikap biasa saja terlebih lagi kondisinya yang masih belum stabil meskipun perutnya sudah tidak seperti kemarin tetapi yang namanya lagi masa periode tentu saja mood-nya masih berantakan dan juga lemas.


Sepertinya Nathan malahan bangun lebih pagi dari Aruna, laki-laki itu sudah duduk manis di meja makan menunggu sarapan yang sudah tersedia karena Nathan memang sengaja ingin mengatakan Aruna ke sekolah dan berbicara lagi empat mata dengan kejadian kemarin sore.


Ya setelah Nathan berada di dalam kamar Aruna laki-laki itu memang pergi ke kamarnya tetapi untuk bersiap-siap pergi ke cafe di mana teman-temannya sudah menunggu hingga akhirnya Nathan sendiri pulang larut malam dan ia tidak bisa ngobrol banyak dengan Aruna.


Dan pagi ini Nathan menyempatkan diri untuk bisa ngobrol lebih jauh dengan Aruna ia tidak mau jika nanti Aruna salah paham dan berpikir yang tidak tidak tentang dirinya.


"Sarapan dulu Dek, nanti aku yang kan anterin kamu sekalian ada yang perlu aku bicarakan."


Menghindar rasanya tidak mungkin akan sudah rapi dan wangi dan sudah berada di meja makan mau tidak mau Aruna menganggukkan kepalanya demi membuat dirinya dan juga nata nyaman tidak ingin kejadian kemarin terdengar oleh malminina nanti yang ada amalan beliau kepikiran dan membuat Digo juga tahu dan kembali ke Indonesia tidak seperti jadwal yang ditetapkan.


Mereka bertiga makan dengan keadaan hening Mami Nina sama sekali tidak menaruh curiga sudah seperti biasa Nathan dan Aruna bersikap seperti itu.


Hingga akhirnya Aruna pamit kepada Mami Milna untuk ke sekolah begitu juga dengan Nathan yang akan mengantarkan Aruna ke sekolah sekaligus pergi ke kantor Mami Nina sendiri tidak bisa berbuat banyak karena memang kedengaran Natal itu tulus dan tidak modus.


"Maaf kejadian kemarin sore aku sebenarnya ingin menjelaskan sama kamu dan meminta maaf lagi tetapi teman-teman aku mengajak aku untuk nongkrong di kafe hingga akhirnya aku pulang malam Maaf Dek aku bisa menjelaskan pagi ini."


Aruna menghela nafas panjang tidak mungkin ia diam membisu sementara Nathan sudah meminta maaf namun Aruna juga ingin meminta penjelasan kenapa sampai dirinya berada di dalam kamar dengan posisi Nathan seperti itu.


"Kenapa kak Nathan gak bangunin aku saja kenapa harus menggendong aku sampai ke dalam kamar? Dan apa yang akan Kakak lakukan padaku jika aku nanti tidak bangun?"


Tentu saja dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Aruna membuat Nathan tersebut itu berarti Aruna tidak marah padanya hanya ingin meminta penjelasannya.


"Aku tidak tega membangunkanmu aku sudah menunggu kamu tidur selama 1 jam dan aku juga tidak mungkin menemani kamu di sofa itu karena teman-temanku sudah menghubungi dan meminta bertemu aku juga tidak mungkin meninggalkan kamu tertidur di sana hingga akhirnya mau tidak mau aku menggendong kamu karena tidak tega untuk membangunkan kamu."


Aruna menganggukan kepalanya mungkin alasan Nathan kali ini memang benar dengan alasan tidak mau mengganggu kenyamanan tidurnya tetapi bisa saja Aruna masih terdiri di sofa atau masih juga ada asisten rumah tangga yang berada di sana.


"Maaf aku tidak bermaksud untuk macam-macam dengan kamu aku hanya terdorong rasa sangat mencintai kamu dan hanya ingin mencium bibir kamu saja jujur Dek aku saat ini masih mencintai kamu meskipun aku sadar kita tidak bakal bersatu tetapi rasa-rasanya aku begitu nyaman dan sulit melupakanmu terlebih lagi melupakan wajah cantik kamu itu."


"Tapi tidak tahu kakak itu salah dengan kakak seperti itu maka kakak tidak akan pernah melupakan aku melupakan aku jika Kakak masih terus memberikan perhatian padaku dan maaf sekali lagi aku harap kakak bisa menjaga jarak dan tidak berharap banyak denganku Aku hanya menganggap Kakak sebagai kakak kandungku saja tidak lebih dari itu. Dan aku minta tolong sama kakak supaya Kakak merahasiakan semuanya ini dari Digo bukannya apa-apa aku tidak ingin nanti hubungan Kakak dengan Digo kembali tidak baik-baik saja."


Ya Aruna mencoba bersikap dewasa terlebih lagi Nathan juga tidak melakukan apa-apa padanya meskipun ia masih kaget dengan perlakuan Natal tetapi daripada yang membuang waktu dan membuang-buang tenaga untuk berpijar panjang dan lebar lebih baik Aruna mengakhiri saja percakapan ini.


"Iya Dek, aku tidak akan memberitahukan Digo dan maaf sekali lagi aku terdorong Karena rasa cintaku yang begitu besar terhadap kamu."


Setelah mengatakan itu tidak ada percakapan lagi antara Aruna dengan Nathan,.Aruna yang masih bingung dengan pikirannya sendiri langsung saja memalingkan wajahnya dan menatap ke arah jendela melihat kondisi jalanan pagi ini yang tidak begitu ramai.


Begitu juga dengan Nathan laki-laki itu fokus menyetir tetapi sesekali ia melihat ke arah Aruna melihat bagaimana ekspresi Aruna apakah Aruna memang benar benar sudah memaafkannya atau masih marah dengan tindakannya tadi.


Hingga akhirnya Nathan sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah Aruna dan Aruna bergegas untuk keluar karena ia tidak mau jika Nathan nanti mengucapkan sesuatu lagi yang akan membuat Aruna jadi merasa bersalah jika itu ucapannya dan masih mengenai kejadian sebelum ia menikah dengan Digo.


Hari demi hari pun berlalu tanpa terasa sudah 5 hari di ke Jepang dan sepertinya belum ada tanda-tanda laki-laki itu untuk pulang ke Indonesia.


Bukan karena Digo betah di sana tetapi sepertinya proyek yang dikutangani dengan MR Abraham mengalami sedikit kendala meskipun Digo sudah berjuang mati-matian dan lembur hingga tidak tidur di malam hari tetapi tetap saja deadline yang sudah jadwalkan sekitar 3 sampai 5 hari selesai tetapi nyatanya mundur bukan hanya seminggu tetapi mungkin saja Digo akan menambah waktunya lagi di Jepang.


Ingin rasanya hatiku kembali ke Jakarta dan mengajak Aruna di sini rasa was-was Karena berjauhan dengan istrinya membuat laki-laki itu tidak konser gadis dan semangat itulah yang membuat ia sedikit lengah hingga akhirnya proyek besar yang ada di depan mata mengalami sedikit kendala.


Apalagi ya sudah mendengar berita dan juga foto-foto serta video-video yang membuat hati dan juga pikirannya sakit cemburu tentu saja melihat kedekatan istrinya dengan kakak kandungnya sendiri.


Ya selain dari keempat sahabatnya yang ditugaskan Digo untuk menjaga serta memata-matai Aruna, Digo juga mengutus beberapa orang untuk terus berada di belakang Aruna tentu saja memberikan informasi mengenai apa saja yang sudah nonton dan Aruna lakukan.


Dan untuk kejadian di dalam rumah sepertinya anak buah Digo tidak bisa menjangkau hingga tidak ada informasi tentang kejadian di mana Nathan ingin mencium Aruna.


Namun sepertinya kedekatan Natan dengan Aruna membuat masalah bagi Digo bahkan saat ini Digo sedang melihat video yang baru saja dikirim oleh anak buahnya di mana Aruna tersenyum manis memandang ke arah Nathan yang membuat sekali lagi laki-laki taman itu menjadi cemburu.


"Arghhh...."


Digo melempar beberapa barang yang ada di depan mata hatinya merasa panas dadanya bergemuruh ia tidak bisa mengendalikan kondisinya saat ini terlebih lagi pekerjaan yang tidak kunjung selesai membuatku akhirnya frustrasi.


"Kamu apa-apaan Di, bukannya segera menyelesaikan pekerjaan tetapi malah membuat berantakan apa kamu ingin tinggal selamanya di Jepang?"


Tentu saja laki-laki yang umurnya terpaut 10 tahun dari dirinya itu langsung saja masuk ke dalam ruang Digo setelah mendengar suara teriakan dan barang-barang yang dilempar oleh Digo sudah dipastikan jika bosnya itu kali ini benar-benar emosi entah apa yang terjadi hingga Digo marah-marah seperti ini.


"Jelas aku tidak ingin berada di sini lama-lama tetapi Om tentu tidak tahu bagaimana perasaanku di saat aku berjuang di sini tetapi sekarang malah istriku sedang tersenyum manis dengan laki-laki lain."


Iya laki-laki yang baru usia 10 tahun lebih tua darinya itu adalah asisten sekaligus orang kepercayaan Papanya sudah dari dulu Digo memang memanggil Bagas dengan sebutan Om dan pastinya kedekatan keduanya itu bukan hanya sekedar bos dan anak buahnya saja tetapi apa saja yang dilakukan Digo meskipun itu karena pribadi pasti Bagas mengetahuinya.


Bagas juga tidak segan-segan mengambil ponsel yang saat ini sudah dipastikan membuat Digo seperti ini.


Bagas mah sudah terbiasa hingga akhirnya ia melihat sendiri bagaimana video yang ada di mobil Digo dan menghilangkan kepalanya pelan mungkin saja saat ini Digo cemburu dan juga salah paham dengan kedekatan Aruna bersama dengan Nathan meskipun Bagas paham bagaimana rasanya berjauhan dengan perempuan yang dicintainya tidak tetapi tidak seperti ini.


"Om lihat sendiri kan bagaimana istriku bisa tersenyum manis dengan Bang Nathan, Om juga tahu bagaimana dulu kisah mereka yang akan menikah."


Digo duduk di sofa dan tanpa memperhatikan Bagas yang masih saja berpikirnya tidak tidak tenang kedekatan istrinya dengan kakak kandungnya itu.


"Om paham tetapi tidak seperti ini dengan kamu seperti ini maka pekerjaan kamu tidak selesai-selesai apa kamu mau kehilangan Aruna dan membiarkan Nathan bersama dengan Aruna?"


"Jelas aja aku tidak mau aku sudah berjuang keras selama ini untuk mendapatkan Aruna bahkan memilih jalan yang benar sangat membuat Aruna membenciku. Bahkan mungkin saja sampai saat ini Aruna belum ada rasa cinta sama aku dan masih berpikir jika aku adalah laki-laki yang jahatnya sudah memperkosanya tetapi itu aku lakukan hanya demi membuat Aruna bisa menjadi milikku karena aku belum pernah mencintainya tetapi jika om lihat sendiri tadi bagaimana Aruna tersenyum manis ke arah Nathan sudah dipastikan jika saat ini Aruna berpaling dariku dan mencintai Nathan. Aku sadar aku memang bukan laki-laki yang baik aku sudah pernah melakukan kesalahan kepada Aruna Aku juga bukan seorang pengusaha yang sukses tetapi baru saja menjalankan proyek seperti ini tetapi aku gagal tidak seperti Nathan yang sudah menjadi pemuda yang sukses dan bertanggung jawab tetapi aku masih punya cinta yang besar yang aku berikan kepada Nathan dan cintaku juga tidak sebesar cinta Nathan kepada Aruna."


Kedua laki-laki tampan itu diam sejenak percuma rasanya di Bagas menggurui Digo dengan Digo seperti ini terlebih lagi suasana Digo sedang tidak baik-baik saja.


"Apa yang kamu rasakan tapi coba berpikir sedikit dan mencoba dewasa jika kamu seperti ini maka pekerjaan kamu tidak selesai-selesai dan kamu tidak segera kembali ke Jakarta. Oke mungkin saat ini Aruna bersama dengan natas sedang bersenang-senang di sana tetapi kamu harus percaya jika Aruna sudah terikat pernikahan dengan kamu dan kunci hubungan pernikahan supaya langgen adalah saling mempercayai toh juga selama ini kamu setiap menghubungi Aruna istri kamu juga tidak pernah menolak bahkan masih saja memberikan semangat kepada kamu maka berpikirlah yang positif di zaman mengesampingkan ego kamu dan kecemburuan kamu tetapi berpikirlah jauh ke depan kamu harus bangkit dari keterpurukan ini. Mungkin saja saat ini hanya Nathan yang bisa membuat nyaman Aruna bisa menemani hari-hari arona karena kesepian kamu tinggalkan tetapi tidak di dalam lubuk hati Aruna yang sebenarnya sangat mencintai kamu Om sendiri bisa melihat bagaimana saat Aruna menatap wajah kamu di video call tentu saja Om yang sudah pengalaman tentang cinta yakin sekali jika arona sudah mempunyai rasa padamu"


Digo, ia mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Bagas dan sepertinya memang kata-kata yang diucapkan oleh om Bagas itu adalah juga apalagi saat ini dirinya yang benar-benar sibuk tidak bisa memperhatikan Aruna setiap waktu hingga akhirnya Aruna menerima perhatian kecil dari Nathan yang mencoba untuk menghiburnya mencoba untuk membuat Aruna tidak bersedih karena dirinya tidak berada di samping Aruna.


"Oh benar aku harus bangkit dari keterpurukan ini semakin lama aku mengandalkan perasaan cemburuku ini maka aku semakin lama juga berada di sini aku tentu tidak mau jika kehilangan Aruna sudah banyak yang aku lakukan untuk membuat Aruna benar-benar jatuh cinta sama aku dan aku tidak akan menyerah begitu saja."


Ya meskipun sebenarnya Digo masih merasa kesal dan cemburu tetapi ia sadar jika memang dirinya sibuk dan tidak bisa memberikan perhatian penuh kepada Aruna namun jika ia masih tetap cemburu dan tidak konsentrasi dalam pekerjaannya ia juga akan semakin lama berada di sini tentu saja iya akan benar-benar kehilangan Aruna jika itu terjadi.


"Bagus pikiran kamu memang sudah terbiasa Sekarang Om bantuin untuk membereskan semuanya dan Om juga bantu supaya pekerjaan ini cepat selesai. Supaya kamu bisa mengatasi semua permasalahan ini. Dan satu lagi saran Om lebih baik kamu tidak usah membuka apapun pesannya dikirimkan dari anak buah kamu atau pun teman-teman kamu karena itu hanya membuat hati dan pikiran kamu kacau saja. Lebih baik selama beberapa hari ini kamu tidak perlu berhubungan lagi dengan mereka cukup kamu menghubungi istrimu dan kedua orang tuamu saja supaya kita bisa lebih fokus untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Om yakin jika kamu fokus 2 atau 3 hari lagi kita bisa kembali ke Jakarta"


"Iya apa yang katakan itu memang benar aku harus fokus supaya bisa dengan cepat kembali ke Jakarta itu semua aku lakukan demi Aruna."


*****


Setelah mendapatkan sedikit pencerahan dari Om Bagas, Digo langsung pada bangkit dari ke paru-parukannya Jujur saja ia masih merasa cemburu dan jengkol dengan tindakan Nathan yang sudah bersama dengan istrinya tetapi juga mencoba bersikap dewasa mencoba menyakitinya dengan hati yang cerah tidak emosi sepertinya memang akhir-akhir ini dunia telah kepikiran tentang hubungannya dengan Aruna hingga tidak fokus mengenai sebuah proyek dan berdampak dengan mundurnya kepulangan di go ke Indonesia.


Tidak ingin terlalu larut dalam peristiwa ini yang nanti akan membuat ia makin lama berakhir di Jepang dan tidak bertemu dengan istrinya Jujur saja Digo sudah kangen dengan Aruna kangen melihat wajah cantik Aruna meskipun setiap hari diku juga selalu memvideo call Aruna dan dengan memperlihatkan wajah cantik Aruna di depan layar tetapi sama sekali itu belum bisa membuat rasa kangen Digo terhadap arona berkurang bahkan malah bertambah kangen saja.


Hari ini Digo begitu bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya dan memang benar apa yang dikatakan oleh Bagas kemarin jika ia fokus dengan pekerjaannya dan tidak memikirkan tentang Aruna ataupun yang terjadi di Indonesia maka pekerjaan itu lambat laun akan selesai dan memang benar tinggal selangkah lagi Digo sudah berhasil untuk benar-benar bisa menyelesaikan proyek yang akan di depan mata.


Selama beberapa hari ini Digo juga tidak melihat apapun yang dikirimkan oleh keempat sahabatnya dan juga anak buahnya meskipun itu berkaitan dengan Aruna dan juga Nathan Digo malah memberikan ponsel itu kepada Om Bagas dan meminta Om Bagas untuk mengecek dan juga mengantisipasi siapa tahu memang ada yang perlu dilakukan tindakan.


"Ada apa Om mengapa raut wajah Om seperti itu?"


Digo penasaran meskipun pekerjaannya tetapi sekilas melirik ke arah Om Bagas yang saat ini membuka ponsel yang khusus untuk berhubungan dengan keempat sahabatnya dan juga anak buahnya di Indonesia tentu saja Digo menjadi khawatir apa mungkin ada sesuatu yang membuat Om Bagas berubah ekspresi seperti itu.


"Eh nggak Di hanya saja ini... Tetapi tidak apa-apa kamu fokus aja sama pekerjaan kamu rasanya hanya kesalahpahaman saja."


Rasanya Digo berdiri dari kursinya kemudian mengambil ponselnya saat dipegang oleh om Bagas tetapi ia mengingat jika ia melihat bahkan mendengar berita-berita yang begitu menyakitkan baginya pastinya konsentrasinya akan terpecah dan Digo tidak mau itu karena memang tinggal sedikit lagi langkah untuk menyelesaikan pekerjaan ini akan selesai kemungkinan besar besok atau lusa Digo sudah bisa kembali ke Jakarta dan diikuti tidak akan memperkeruh suasana.


Digo akhirnya melakukan kepalanya dan mencoba untuk fokus dengan pekerjaan yang ada di depannya matanya itu meskipun hatinya tidak tenang tetapi Digo berusaha untuk yakin dan percaya jika tidak ada apa-apa mengenai istrinya dan juga kakak kandungnya.


Sementara di Indonesia, Nathan saat ini bersama dengan Aruna di sebuah mall memang bukan Aruna yang meminta tetapi Nathan memang memaksa Aruna untuk jalan-jalan dan nonton bioskop.


Ya beberapa ini setelah 1 minggu tetapi Digo tidak juga kunjung kembali membuat Aruna menjadi sedikit murung perempuan itu yang biasanya ceria namun saat ini hanya tersenyum tipis bahkan tidak banyak bicara dan akan tahu apa yang dipikirkan oleh Aruna.


Hingga akhirnya dapat mengajak Aruna untuk jalan-jalan sekedar membuat Aruna bahagia dengan menonton dan juga makan di mall dan tentunya hanya mereka berdua saja.


Dan itu membuat anak buah di mengirimkan beberapa video dan foto kedekatan Aruna dengan nata dan juga saat Nathan memegang tangan Aruna bersikap manis kepada Aruna bahkan tanpa sengaja Aruna yang ingin terjatuh tiba-tiba ditangkap oleh Nathan dan dipeluk oleh Nathan itu yang membuat sedari tadi om Bagas menggelengkan kepalanya beliau juga berpikir jika sudah terjadi apa-apa antara Aruna dengan Nathan namun Bagas tidak berani mengatakan itu kepada Digo takut saja juga digunakan kembali stress dan mengajarkan semuanya.


"Maaf Kak aku tadi tidak sengaja jadi ya Kakak yang malahan kena."


Saat ini keduanya masih berada di sebuah restoran di dalam mall tentu saja tangan Nathan yang terkena goresan sepertinya tadi arona tidak sengaja menginjak sesuatu hingga terpeleset dan dengan sikap atau membantunya hingga tanpa sadar tangan Natal mengenai sebuah kursi dan tergores.


"Tidak apa-apa yang penting kamu tidak ada yang terluka laki-laki sudah biasa seperti ini."


Namun Aruna tetap saja mengobati lunak makanannya tidak seberapa ia memang tidak merasa apapun juga tetapi ditolong oleh Nathan membuatnya jadi berhutang Budi hanya ini yang bisa dilakukan oleh Aruna.


"Kalau tangan Kakak masih sakit sebaiknya kita pergi ke rumah sakit saja aku tidak mau juga terkunci sesuatu sama kakakku tak sudah menolongku."


Nyess


Ucapan yang keluar dari bibir Aruna membuat Nathan berpikir yang tidak tidak ia malah masalah mengartikan kedekatannya dengan Aruna saat ini di mana memang satu minggu bersama dengan Aruna ada perubahan besar dalam diri Aruna Aruna menjadi tersenyum dan bisa mencurahkan segala sesuatunya kepada Nathan hingga mereka berdua terlihat akrab dan tidak ada lagi kecanduannya.


Nathan juga berpikir apakah Aruna ada rasa dengannya dan akan meminta cerai dari Digo jika memang itu terjadi maka akan dengan senang hati akan menerimanya Karena ia yakin perhatian yang diberikan selama ini kepada Aruna sudah dibalas oleh Aruna yang nyatanya itu salah Aruna tidak merasakan apapun juga iya memang sayang kepada Nathan tetapi tidak sebagai seorang perempuan yang sayang kepada laki-laki tetapi sebagai seorang kakak yang berusaha untuk melindungi adiknya.


"Tidak apa-apa tetapi sayang sekali aku tidak bisa makan padahal perutku lapar sekali."


Jelas saja itu modus yang dilakukan oleh Nathan ingin mencoba jika dirinya benar-benar sakit dan tidak bisa melakukan apapun bagaimana Aruna apakah Aruna akan menyuapinya makan atau malah meninggalkannya.


Dan sesuatu tidak pernah Nathan duga akhirnya Aruna malahan mengambil sendok dan menyuapi dirinya makan dan itu membuat Nathan lagi lagi berpikir jika Aruna sudah ada rasa padanya dan di dalam hati Nathan akan bertekad untuk mengambil lagi apa yang pernah menjadi miliknya dengan memisahkan Aruna dari diriku karena Nathan benar tidak mau kehilangan Aruna untuk kedua kalinya dan juga Nathan yakin perasaan arona saat ini kepada Nathan bener-bener berubah dan Aruna sudah jatuh cinta dengannya.


"Makan dulu Kak, aku suapin aku jadi tidak enak."


Cekrek... cekrek..


Lagi dan lagi dari kejatuhan anak buah Digo mengabadikan  adegan romantis yang dilakukan Aruna kepada Nathan meskipun Aruna terpaksa melakukannya karena ia tidak enak tetapi itu bisa saja diartikan oleh orang lain jika mereka berdua seperti pasang dengan yang benar-benar saling jatuh cinta terlebih lagi pandangan mata Nathan kepada Aruna begitu juga dengan Aruna yang membalas tatapan mata Nathan saat ini.


*****


Setelah jalan-jalan dan membuat hati Aruna senang Nathan kemudian mengajak Aruna untuk pulang karena waktu akan malam dan tentu saja ia tidak ingin kena marah dari Mami Nina dengan terlambat membawa pulang Aruna.


Sepanjang perjalanan 2 orang anak manusia itu saling mencengkrama bukan bermesraan ataupun bagaimana tetapi bercerita tentang apalah yang membuat Aruna bisa tersenyum dengan semua cerita yang akan miliki.


Dan tanpa terasa keduanya sudah sampai di kediaman anda dengan perlakuan Aruna langsung saja membukakan minum mobil untuk Aruna dan menggandeng tangan Aruna hal itu membuat Aruna menghilangkan kepalanya ia tahu apa yang dilakukan selama ini kepadatan salah yang membuat Natal malah berpikir ia tidak tidak tetapi ia juga berhutang Budi kepada Nathan karena sudah membuat Nathan terluka hingga akhirnya mau tidak mau Aruna tidak melepaskan kegenggaman tangan Natan tetapi jangan salah paham jika Aruna melakukan ini bukan karena aroma jatuh cinta atau memiliki perasaan kepada Nathan tetapi arona menganggap Nathan adalah kakaknya sendiri yang selalu setia untuk menjaga adiknya dari apapun juga serta rasa bentuk balas budi Aruna kepada Nathan tanpa mengurangi perasaannya kepada.


Aku akan merebut kamu dari Digo sayang dan Aku pastikan jika nanti Diego pulang aku akan membicarakan semuanya ini aku tidak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya Karena aku tahu kamu sudah jatuh cinta denganku dan kamu tidak mencintai.

__ADS_1


Sesampainya di dalam kamar, Nathan senyum-senyum sendiri laki-laki itu berpikir jika iya akan menyatakan sebenarnya tetapi Nathan mengurungkan niatnya ia tahu jika Digo di sana berjuang untuk mempertahankan perusahaannya hingga akhirnya Nathan akan membahas urusan ini setelah Digo sampai ke Jakarta.


Laki-laki itu juga mengingat kebersamaa nya dengan Aruna selama seminggu ini di mana Aruna bisa tersenyum manis dan tidak merasa canggung lagi ia membuat Nathan berpikir jika Aruna membalas cintanya mungkin saja Aruna belum bisa mengungkapkannya tetap karena masih terikat pernikahan dengan Digo dan Nathan akan merebut Aruna kembali dan menikahi Aruna setelah proses perceraian Aruna dan Digo selesai.


Jahat memang tetapi untuk kalian ini nonton egois ia tidak mau kehilangan Aruna untuk kedua kalinya karena ia merasakan jika Aruna mencintainya maka ia harus mempertahankan apa yang sudah ia lakukan beberapa hari ini dengan Aruna meskipun nanti ia akan dibenci oleh Digo dan seluruh keluarganya tetapi tidak masalah yang jelas ia bisa mendapatkan arona dan bisa memiliki Aruna.


Di dalam kamar lagi asik menerima panggilan video call dari suaminya ya memang selama ini mereka berdua tidak pernah putus komunikasi bahkan digoyang sudah mendapatkan video dan foto kemesraan antara Aruna dengan Nathan tidak ingin membahas semuanya di sini selama mereka berjauhan yang ada nantinya hanya pertengkaran dan itu akan membuat perasaan Digo kacau.


"Aku kangen sama kamu sayang tetapi sayang sekali pekerjaan aku belum selesai bagaimana kabar kamu di sana apa kamu juga merindukanku?"


Aruna mengangguk kemudian tersenyum manis memang ia bukan tipe perempuan yang suka mencurahkan segala isi hatinya kepada seseorang meskipun Aruna juga sudah ada rasa dengan Digo tetapi ia malu untuk mengakuinya terlebih lagi Aruna juga sudah pernah bilang juga ia sangat membenci laki-laki itu tidak etis jika Aruna tiba-tiba menyatakan cintanya kepada Digo.


"Kamu nggak kangen ya sama aku yang padahal aku sendiri di sini sendiri kangen banget loh sama kamu ingin rasanya aku kembali ke Jakarta tetapi saya sekali pekerjaanku tidak bisa ditinggalkan maafkan aku ya yang aku yang tidak bisa menemani kamu dan tidak bisa membuat kamu tersenyum."


Deg 


Ucapan dari Digo membuat hati Aruna tersentil meskipun Digo tidak mengatakan jika melihat dirinya bersama dengan Nathan ataupun tidak protes dengan kelakuannya akhir-akhir ini sering bersama dengan Nathan tetapi arona juga yakin anak buah tikus suhu dan melaporkan segala sesuatunya mengenai kegiatannya sehari-hari bahkan mungkin saja tadi siang anak buah tikus sudah melaporkan jika dirinya berada di mall bersama dengan Nathan tetapi yang Aruna bingung kenapa suaminya itu tidak marah ataupun bertanya kepada dirinya apakah memang benar rasa cinta yang dimiliki oleh Digo itu sudah berkurang hingga benar-benar sudah mati rasa dan tidak cemburu?


Ya pikiran Aruna saat ini malah negatif ia yang sudah melakukan kesalahan dengan jalan bersama laki-laki lain tetapi diiku tidak cemburu padahal Aruna yakin jika Digo mengetahui semuanya tetapi mengapa laki-laki itu hanya diam saja hingga membuat arona berpikir apakah rasa cinta yang dimiliki oleh Digo kepadanya sudah hilang bahkan Digo di sana sudah bertemu dengan perempuan yang benar-benar bisa meluluhkan hatinya dan juga mencintainya


Ingin Aruna berteriak dan meminta penjelasan dari Digo mengapa suaminya itu hanya diam saja tetapi sama seperti yang dipikirkan oleh Digo, Aruna takut jika akan menambah masalah dan membuat konsentrasi di sana.


"Bagaimana mungkin aku tidak kangen sama kamu sudah satu minggu lebih kamu meninggalkan aku?"


"Terima kasih sayang kamu sudah mau merindukanku dan aku janji akan secepatnya pulang ke Indonesia tetapi aku juga tidak bisa menjanjikan beramal berapa lama lagi aku berada di sini yang pastinya Aku akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan aku dengan sebaik-baiknya Maaf ya yank, aku mengingkari janjiku tidak tepat waktu pulang."


"Tidak apa-apa di selama kamu di sana baik-baik saja dan juga serius dengan pekerjaan kamu aku tidak masalah dan juga Maaf aku tidak bisa menemani kamu di sana."


Sudah keduanya saat ini saja membicarakan tentang kegiatan sehari-hari dan tanpa terasa Aruna yang sudah tertidur dalam membuat digomo tidak mau mematikan sambungan video call-nya dan juga bergegas untuk melanjutkan pekerjaan.


"Semoga rasa cinta kamu itu tidak berkurang sama aku sayang bahkan pertama tetapi apa Aku ragu apa mungkin kamu mencintai aku sementara yang ada di sisi kamu?"


Digo yang masih berada di Jepang dan menuntut sambungan teleponnya dari Aruna bergegas untuk menyadarkan dirinya sendiri jika ia tidak boleh terpuruk dengan keadaan ini hingga akhirnya Om Bagas masuk ke dalam ruangan Digo karet dia memang tadi sengaja keluar tidak ingin mengganggu digoyang berkangen-kangenan dengan arona.


"Ayo kita selesaikan pekerjaan mungkin juga malam ini kita lembur besok kita bisa kembali ke Jakarta Kamu pastinya senang kan bisa cepat bertemu dengan istri kamuz aku tahu kalian pasti sama-sama saling merindu."


Ujar Om Bagas yang saat ini memberikan semangat lagi kepada Digo dan membawa berita yang begitu menyenangkan bagi Digo, Digo tidak berpikir jika malam ini mungkin saja malam terakhir berada di Jepang tetapi karena usaha dan kerja kerasnya akhirnya juga bisa melalui ininya meskipun perasaannya campur aduk ketika pulang ke Indonesia.


*****


"Alhamdulillah akhirnya pekerjaanku selesai juga.."


Selama hampir 10 hari berada di Jepang akhirnya Diego bisa menyelesaikan pekerjaannya Mr Abraham pun juga senang dengan hasil kerja keras Diko dan beliau berjanji akan mengunjungi Digo di Jakarta beliau juga sudah mendengar cerita jika Digo sudah menikah meskipun masih sekolah dan beliau selalu dengan digoyang berani mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukannya dan Mr Abraham malah merasa bersalah meminta Digo untuk kecepatan Aruna masih dalam tanda pengantin baru dan masih hangat-hangatnya."


"Tidak apa-apa Om dengan begini aku lebih memahami apa arti hidup sebenarnya, dan juga bisa mengembangkan perusahaan aku dan aku bisa belajar banyak dari Om."


Digo tersenyum seraya mengucapkan terima kasih kepada Om Abraham, iya warga negara asli Indonesia tetapi sudah bertahun-tahun menetap di Jepang hingga membuat diikuti tidak perlu memakai bahasa Inggris atau belajar bahasa Jepang karena Om Abraham masih bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan juga kedekatan diiku dengan ombrah Abraham yang membuat laki-laki itu meminta duku untuk memanggil memanggil Om saja supaya lebih akrab dan tidak merasa canggung nantinya.


"Om yang belajar banyak dari kamu di kamu masih muda tetapi semangat kamu yang luar biasa kapan-kapan Om akan ke Jakarta dan berkenalan dengan istri kamu yang hebat itu yang bisa membuat kamu seperti ini."


"Saya tunggu aku tunggu kedatangan Om di Jakarta dan pastinya Om harus menghubungi aku dulu jangan dadakan Karena setelah ini aku ingin bulan madu Dengan istriku dan tidak ingin diganggu."


"Hahaha om tahu di Om tahu seperti Om tidak pernah muda saja Om dulu juga seperti itu dan hati-hati jika kembali atau mau Om antarkan dengan pesawat pribadi Om pesawatnya sudah siap tinggal kamu minta berangkat jam berapa saja?"


Tidak perlu merepotkan Om Abraham yang sudah dianggap seperti ayahnya sendiri lagi pula Digo sudah memesan tiket kepulangan ke Jakarta untuk nanti malam supaya besok pagi ia bisa bertemu dengan istrinya.


Setelah berterima kasih dan juga sedikit para matamat dengan Mr. Abraham dan keluarganya Digo akhirnya pulang ke Bali ke sebuah apartemen tempat di mana ia selama kurang lebih 10 hari berapa di Jepang.


"Kamu nggak menghubungi Aruna, Di dan mengabarkan jika kamu akan pulang nanti malam?"


Kini Digo  dan juga Om Bagas sudah sampai di apartemen mereka berdua bersiap-siap mengemasi barang-barangnya untuk pulang nanti malam karena mereka berdua memang sudah membeli tiket perjalanan Jepang ke Jakarta dan akan dilakukan nanti malam.


"Tidak Om, sengaja memang aku tidak memberitahu Aruna mau pun Mami dan Papi sengaja.. Aku ingin memberikan kejutan untuk mereka."


"Termasuk teman-teman kamu itu?"


"Ya tentu saja mereka berempat juga tidak aku kasih tahu pokoknya ini rahasia dan besok pagi setelah kita sampai ke Jakarta aku langsung menemui teman-temanku."


Digo mengucapkan itu dengan perasaan senang ia benar-benar rindu dengan arona meskipun di dalam hati ada sedikit yang mengganjal tentang perasaannya yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya terlebih lagi terakhir Digo melihat kemesraan Aruna bersama Nathan yang langsung membuat pikiran Digo melayang kemana-mana dan berpikir yang negatif.


Ya setelah semuanya siap dan kini tibalah saatnya Digo meninggalkan Jepang dengan segudang perasaan yang entah merasa di dalam hatinya bukan hanya perasaan senang bertemu dengan Aruna tetapi ia juga memiliki perasaan yang aneh ia takut jika memang benar kenyataan di depan mata jika istrinya sudah mencintai kakak kandungnya sendiri dan bahkan Nathan akan merebut kembali Aruna.


Di Jakarta,.Aruna saat ini gelisah mengapa tiba-tiba perasaannya tidak enak dan ia termenung sendiri dengan memandangi ponselnya ia beberapa jam yang lalu Digo mengabarkan jika malam ini tidak melakukan bisa melakukan panggilan video call karena banyak pekerjaan yang menumpuk Aruna bisa memakluminya tetapi rasanya ada yang aneh selama 10 hari berjauhan dengan dikobar kali ini diiku tidak bisa menghubungi dirinya meskipun itu hanya beberapa menit saja yang pastinya perasaan Aruna campur aduk saat ini dan juga ia berpikir jika sudah melupakannya selamat di Jepang dan juga sudah mendapatkan pengganti dirinya yang lebih dari segalanya.


"Belum tidur atau lagi memikirkan aku?"


Kembali lagi Nathan bertemu dengan Aruna laki-laki itu saat ini malah sering menunjukkan kemesraannya dear Nathan tidak malu-malu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Aruna meskipun Aruna setiap kali selalu menghindar perkataan-perkataan atau yang menjurus ke arah begituan.


Tetapi Lagi Dan Lagi Nathan menganggapnya sekedar jika Aruna malu untuk mengungkapkan perasaan yang sebenarnya jika arona mempunyai rasa padanya dan juga karena ikatan pernikahan antara dirinya dengan Digo membuat Aruna masih merasa terbebani.


"Ya sudah aku istirahat ya kak."


Ucap Aruna kemudian ia tidak menjawab apa yang yang ditanyakan oleh Nathan karena saat ini Aruna mencoba menjauh.


"Dek tunggu... Aku tahu perasaan kamu saat ini sedang dilema antara memilih aku ataupun Digo tapi aku juga tahu juga kamu nyimpan rasa padaku dan jangan khawatir aku akan menunggumu sampai proses perceraianmu dengan Digo selesai dan pastinya aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku."


Aruna menggelengkan kepalanya saja, kepalanya sudah pusing memikirkan hal yang aneh-aneh terhadap Riko sekarang ini malahan Nathan berpikir yang tidak-tidak dan benar sekali apa yang dirasakan Aruna belakangan ini Nathan salah mengartikan kedekatan dirinya dengan Nathan beberapa hari ini hingga membuat laki-laki itu dengan terus-terang mengatakan hal yang tidak ingin dilakukan oleh Aruna sama sekali tidak mau berpisah dari Digo.


Jengah tidak ingin menjelaskan apapun juga Aruna lebih baik masuk ke dalam kamar dan mengikuti pintunya seperti biasanya entahlah mungkin Nathan kali ini hanya ngelantur saja dan berharap besok pagi keduanya akan baik-baik saja seperti layaknya adik dan kakak.


Aruna mencoba memejamkan matanya meskipun ia sudah ngantuk tetapi rasanya berat sekali untuk bisa tertidur terlelap terlebih lagi ia sudah terbiasa tidur dengan ditemani suara dari Digo tetapi malam ini benar-benar hampa ada sesuatu yang membuat Aruna gelisah dan tidak bisa tidur dan berharap jika suaminya di sana baik-baik saja tidak melakukan sesuatu yang membuatnya kecewa.


Hingga pagi harinya Aruna seperti biasa bangun pagi begitu juga dengan Nathan ia menyadari kesalahan yang semalam yang membuat Aruna berpikir akan menjauh darinya dan Nathan cepat-cepat untuk menemui Aruna dan mengatakan yang sebenarnya dan tidak perlu memikirkan tentang kejadian semalam anggap saja nonton tidak pernah mengatakan itu.


"Maaf semalam aku tidak bisa membendung perasaan ini sama kamu Dan berharap kita akan menyelesaikan semuanya secepatnya."


"Kak tapi..."


"Aku tau apa yang kamu rasakan, dan aku akan tetap menunggu..."


"Bukan begitu kak, kakak...."


Kring...


"Sebentar dek asistenku menelepon..."


Ya karena ingin menjelaskan semuanya jika selama ini Nathan sudah salah paham dengan apa yang terjadi tetapi sayang sekali tiba-tiba konsultan berdering hingga membuat Aruna tidak bisa melanjutkan percakapannya.


Dan beruntung sekali mobil Nathan sudah sampai di depan gerbang sekolah meskipun masih pagi-pagi karena memang Aruna sengaja ingin berbicara panjang lebar dulu dengan Nathan walaupun di mobil tidak masalah yang penting tidak di tempat sepi tetapi sayang sekali nah akan lebih dulu mendapatkan telepon yang membuat Aruna tidak bisa menjelaskan yang sebenarnya.


Aruna  keluar dari mobil tentu saja dengan berpamitan kepada Nathan saat ini masih menerima panggilan telepon dari asistennya.


*****


Sementara Digo yang lega karena pagi ini sudah sampai di bandara meskipun sedikit terlambat dan Digo yakin pasti Aruna sudah berangkat ke sekolah.


Padahal Digo berencana pagi ini langsung saja menuju ke rumah buru-buru Untuk mengantarkan Aruna sekolah dan memberikan kejutan bagi istrinya tetapi sangat sekali pesawatnya mengalami delay yang menyebabkan penerbangannya harus ditunda beberapa jam yang membuat diriku harus pasrah dan tidak bisa mengantarkan Aruna tetapi Digo bersyukur sudah tiba di Jakarta dalam keadaan sehat tanpa kekurangan satu apapun.


Belum beranjak dari bandara laki-laki itu menghubungi Dino sahabat baiknya tentu saja mengabarkan jika dirinya sudah berada di Jakarta sesuatu yang harus ditanyakan kepada sahabat sahabat nya itu.


"Sudah sekolah atau masih di rumah?"


Saat ini sedang menelepon tentu saja ia melihat jam yang melingkar di tangannya masih menunjukkan pukul 07.00 tetapi sudah juga ragu hingga sudah berada di sekolah pastinya tanpa dirinya, Dino yang lainnya pasti sering bolos sekolah.


"Masih di jalan. Ada apa? lo kapan baliknya kita semua kangen sama lo?"


"Gue udah di bandara."


"Serius? kalau gitu tunggu aku di sana Aku akan jemput lo!"


Senang mendengar berita kalau Digo sudah berada di bandara, Dino membelokkan setir kemudinya ia berniat untuk tidak berangkat sekolah pagi ini ia hanya dirinya saja dan Dino juga tidak memberitakan kepada tiga sahabat yaitu jika hari ini sengaja membolos untuk bertemu dengan Digo.


Hanya waktu 10 menit saja Dino sudah berada di bandara tentu saja ia berpelukan anak laki-laki dengan digoyang pastinya 10 hari berjuang dengan sahabat baiknya itu membuat mereka berdua kangen.


"Mau pulang ke rumah atau langsung ke sekolah ketemu Aruna? gue rasa Aruna sudah sampai di sekolah atau mau ke mana dulu?"


"Ke mana dulu saja gue nggak minat untuk pulang dan belum bertemu dengan Aruna nanti saja gue akan memberikan supres kepada Aruna setelah pulang sekolah."


"Oke yang lain gimana apa mereka bertiga gue kabari supaya nyusul pastinya mereka sudah berada di sekolahan."


"Tidak perlu kita berdua saja biarkan mereka sekolah."


Dino mengangguk kemudian segera membantu Digo untuk membawa kopernya dan langsung saja menuju ke mobilnya berbeda dengan Digo dan Dino, Om Bagas dari tadi sudah meninggalkan bandara karena buru-buru langsung ke perusahaan ada sesuatu yang penting harus dikerjakan.


Sepanjang perjalanan Digo hanya diam saja, ia sepertinya bingung ingin menceritakan selesai kepada sahabatnya itu sehingga membuat Dino menoleh ke arah sakitnya itu ia berpikir jika selama ini Digo merahasiakan sesuatu yang dirinya belum tahu.


"Lo kenapa, kangen Aruna atau ada sesuatu yang lo pikirkan?"


Digo menghela nafasnya panjang ia memang butuh seseorang untuk menampung semua keluh kesannya terlebih lagi perdagangan ini kedekatan Aruna dengan Nathan membuat Digo berpikiran yang tidak tidak pastinya rasa cemburu dan juga kangen menyeliputi dirinya saat ini.


"Aruna dan Bang Nathan."


Ya sudah apa yang ada dipikiran Digo saat ini mengarah kepada Aruna dan Nathan, Dino juga tidak bisa berpikir kenapa sepenama 10 hari keduanya terlihat akrab bahkan Dino juga tidak mempunyai kesempatan untuk mengantar ataupun menjemput Aruna selalu saja didahului oleh Nathan hingga akhirnya Dino juga bisa melihat keceriaan di wajah Aruna tidak menampilkan kesedihan meskipun berjalan dengan Digo.


Dino sempat berpikir apakah Aruna sudah mencintai Nathan dan Digo tidak berhasil meluluhkan hati Aruna tetapi ia hanya pendam perasaan itu di dalam hati saja tidak berani mengungkapkannya langsung dan bercerita kepada Digo, takut nanti konsentrasi akan ambyar dan tidak menyelesaikan pekerjaan dengan baik.


"Jangan terlalu dipikirkan gue yakin mereka tidak ada hubungan apa-apa sebaiknya lo konfirmasi dulu kepada Bang Nathan ataupun Aruna, gue tahu jika selama ini Nathan mendekati Aruna tetapi gue yakin mereka tidak berbuat yang macam-macam di belakang lo."


Dan hanya itu yang bisa diucapkan meskipun ia sedikit ragu dengan apa yang dikatakannya tetapi tidak mungkin jika Dino menjawab terus terang tentang kedekatan Aruna dan wajah Aruna yang tampak berbinar-binar ketika Nathan menjemputnya.


"Gue rasa juga begitu dan gue harap pikiran gue yang macam-macam tidak terjadi karena gue sangat mencintai Aruna dan gue tidak tahu lagi jika Aruna tidak bisa mencintai gue."


Tangan kiri Dino menepuk pundak Digo berusaha untuk menandakan sahabatnya ia tahu bagaimana perasaan Digo saat ini meskipun Digo begitu kangen dengan Aruna tetapi ada rasa kecewa dan juga entah yang ada di dalam hati Digo dan Dino bisa melihat dan merasakan itu.


"Antarkan ke perusahaan Bang Nathan sepertinya memang gue harus berbicara banyak kepada dia daripada aku pendam sendiri."


"Oke nanti gue temenin."


Akhirnya Dino melajukan mobilnya ke perusahaan Nathan yang pastinya Dino ingin menemani nonton supaya digoda datang tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena ia tahu pasti sahabatnya itu saat ini hatinya sedang meronta-rontak antara panas dan juga kangen kecewa juga cemburu yang dirasakan.


Hingga akhirnya lima belas menit kemudian mobil yang dikemudikan oleh Dino sudah sampai di perusahaan ada dan tentu saja dengan cepat Diego membuka sabuk pengamannya diikuti oleh Dino.


"Lebih baik lo di sini saja atau lo jalan-jalan di kantin perusahaan nanti gue nyusul sepertinya gue memang harus berbicara empat mata dengan Bang Nathan, sorry bukan gue nggak mau Lo denger tetapi gue memang harus menyelesaikan ini secara gentle."


Meskipun sebenarnya Dino ragu untuk melepaskan Digo masuk sendiri dan bertemu dengan akan tetapi ia sadar betul dan memahami hingga akhirnya laki-laki itu mengagukan kepalanya Dino memang turun tetapi tidak ikut masuk ke ruang pribadi Natan dan juga Dino akan mengawasi di dari depan saja bukan ke kantin tetapi di depan luar ruangan Nathan karena ia yakin pastinya nanti ada kan ada kerebutan antara Digo dengan Nathan.


Kedua laki-laki tampan itu sudah masuk ke perusahaan yang pastinya keduanya sudah bebas keluar masuk di perusahaan itu karena seluruh karyawannya Nathan sudah tahu siapa Digo sebenarnya yang tak lain dan tak bukan adalah adik kandung Nathan pemilik perusahaan ini.


Digo bergegas untuk menuju ke lantai atas di mana ruang pribadi Nathan berada yang pastinya setelah sampai di sana diikuti sambut oleh sekretaris Nathan.


"Sepres sekali kenapa nggak ngomong kalau sudah pulang dari kemarin Tuan besar dan juga bos menanyakan tentang keberadaan kamu dan sepertinya mereka khawatir bahkan mereka juga akan menyusul kamu kan ke Jepang untuk membantu menyelesaikan proyek yang sedang kamu alami."


Anas asisten kepercayaan Nathan kaget ketika melihat diriku yang sudah berdiri di depannya tentu saja anak tahu tentang perjalanan Diego ke Jepang beberapa hari yang lalu.


"Sengaja Bang dan ini aku baru pulang dan ingin bertemu dengan bang Nathan Bang Nathan ada kan di dalam?"


"Bos ada kebetulan Bos tidak sibuk."


"Oke gue langsung masuk ke dalam ya Bang. Dan titip sahabat gue ini kalau perlu ajak dia untuk makan di kantin atau keliling perusahaan."

__ADS_1


Anas menganggukkan kepala, kemudian meminta Dino untuk duduk di sampingnya karena kebetulan sekali tadi pekerjaan anda sangat banyak dan juga Ana sudah menawarkan kepada Dino untuk ke kantin tetapi Dino menggelengkan kepalanya Dino takut jika sahabatnya itu nanti berbuat yang tidak tidak di sini.


*****


Digo mengetuk pintu seperti biasanya ia tidak mau gegabah meskipun ini adalah ruangan kerja kakak kandungnya sendiri.


Setelah mendapat sambutan dari dalam Digo langsung saja masuk dan mendapati natanya saat ini sedang sibuk dengan menata beberapa lembar pekerjaan yang ada di atas meja.


"Loh Kamu sudah pulang kenapa nggak ngabarin aku kan aku bisa jemput di?"


Meskipun sibuk tetapi Nathan menoleh ke arah pintu memastikan siapa yang masuk ke dalam ruangannya pagi-pagi ini sementara tadi ia sudah memerintahkan anak untuk mengerjakan pekerjaannya di luar apakah Anas kesulitan mengerjakannya atau tidak dan tentu saja setelah melihat siapa yang masuk Nathan benar-benar terkejut kedatangan adiknya secara tiba-tiba.


"Tidak perlu bang sengaja memang aku ingin memberi kejutan untuk abang dan yang lainnya."


Dengan tatapan matanya sinis kemudian laki-laki itu duduk di sofa juga berusaha untuk tidak emosi menekan rasa cemburu dan emosinya karena ia ingin meminta penjelasan langsung dari Nathan.


Melihat gelagat yang aneh dari adiknya Nathan segera menghampiri Digo dan ikut duduk di sofa ini adalah kesempatan baginya karena akan membicarakan langsung pilihan Aruna itu yang ada di pikiran Nathan saat ini.


"Bagaimana pekerjaan kamu lancarkan dan tidak ada kendala?"


"Seperti yang Bang Nathan dengar dan juga Bang Nathan yang saat ini kalau aku sudah berada di sini nanti saja aku ceritakan karena ada yang hal penting yang ingin aku tanyakan kepada Abang."


Menceritakan tentang pekerjaannya selama di Jepang yang pastinya ini lebih penting dari apapun juga karena digu ingin memastikan mendengar langsung dari mulut Natan apa yang sebenarnya terjadi selama 10 hari belakangan ini.


"Apa ada hubungan apa antara Bang Nathan dengan Aruna? mengapa Bang Nathan tega melakukan seperti itu kepada aku bangun Nathan tahu sendiri jika Aruna sudah menjadi istriku tetapi bank Nathan malahan mendekati Aruna."


Tanpa basa-basi Digo langsung saja mencerca beberapa macam pertanyaan kepada Aruna hatinya sudah benar benar teriris melihat Aruna bersemersaan dengan Nathan beberapa hari ini.


Nathan tersenyum ia juga tidak tersinggung dengan ucapan Digo bahkan ia akan menjelaskan secara detail jika dirinya dan Aruna sudah memiliki hubungan serius bahkan Nathan akan mengatakan kepada Digo jika Aruna mempunyai rasa padanya padahal itu sama sekali tidak benar Aruna hanya menganggap menantang sebagai kakak kandungnya saja tidak lebih dari itu tetapi lagi Nathan menyala artikan kedekatannya selama ini.


"Maaf Di, bukan bermaksud aku untuk menikung istrinya tetapi kedekatan kami selama 10 hari ini benar-benar membuat aku tidak bisa menahan diri. Dan aku rasa Aruna juga sama Aruna sudah mencintai aku bahkan mungkin Aruna akan segera meminta pisah dari kamu maaf jika aku harus mengatakan seperti ini tetapi itulah kenyataannya kamu sendiri sudah mendengar dan juga melihat bagaimana kebersamaan aku dengan Aruna beberapa hari ini aku yakin jika anak buahmu sudah mengirimkan beberapa video dan foto dan kamu juga pasti melihat bagaimana Aruna tersenyum bagaimana ia begitu senang bersama dengan aku tanpa mengingat kamu sedikitpun dan aku yakin jika Aruna jatuh cinta denganku dan kamu tidak berhasil untuk meluluhkan hatinya."


Ujar Nathan panjang dan lebar padahal sama sekali itu tidak benar Aruna bahkan tidak pernah mengatakan jika ingin berpisah dengan Digo,  Aruna juga tidak mengatakan kalau dirinya nyaman bersama dengan Natan Aruna sedang juga tidak mengatakan jika ia mencintai makan tetapi laki-laki itu mengapa seperti itu mengatakan sesuatu yang membuat Digo panas dingin.


Deg 


Digo mengepalkan tangannya laki-laki itu merasa darahnya mendidik ingin rasanya ia melayangkan hukuman mentah kepada Nathan tetapi Digo mencoba untuk menahan segala sesuatu dan mencerna semua yang dikatakan oleh Nathan apakah ini benar atau tidak.


"Maaf untuk kali ini aku tidak akan menyerah, Aruna sudah menunjukkan tanda-tanda jika ia menyukaiku dan nyaman bersamaku maka dari itu aku akan merebut kembali sesuatu yang menjadi milikku dan tidak akan aku biarkan Aruna menderita dengan kamu."


"Dan pastinya Abang hanya salah paham saja kedekatannya dengan Abang bukan berarti Aruna itu mempunyai rasa pada Abang dan sepertinya aku juga tidak bisa melepaskan Aruna Aku sangat mencintai Aruna."


"Ckk... Jangan egois kamu Di, memang selama ini kamu benar-benar mencintai Aruna tetapi kamu lihat sendiri Aruna marah dan membencimu bahkan Aruna tidak mempunyai rasa sedikitpun sama kamu memang status arona saat ini ada istri kamu Aruna juga melayanimu setiap hari tetapi apa kamu merasakan bagaimana dia setiap berada di dekatmu apakah dia tersenyum hangat seperti dia tersenyum padaku apakah kamu juga merasakan bagaimana setiap hari Aruna kamu peluk apakah dia merasa nyaman apakah dia merasa senang dan bahagia? Tidak kan yang ada kamu malah mendapati Aruna dengan mata yang tidak begitu bahagia dan masih menunjukkan rasa kebencian padamu maka dari itu kamu jangan egois biarkan Aruna memilih jalannya sendiri bersama dengan aku karena aku yakin Aruna sangat mencintai aku tetapi ia memang belum mengungkap hanya karena ia masih terikat terindah dengan kamu. Maka dari itu kamu lepaskan Aruna biarkan dia bahagia bersama dengan aku Aku janji aku tidak akan pernah mengecewakannya."


Shittt!!!


Kembali lagi dada Digo rasa sesak ingin sekali ia memberikan hukuman mentah di wajah tampan natanya sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah yang telah merebut istrinya darinya tetapi Lagi dan lagi mencoba untuk bersabar mencoba menyikapi semuanya ini apakah memang benar yang diucapkan oleh Nathan jika istrinya sampai saat ini tidak menyimpan rasa takut terhadapnya dan apakah memang benar jika Aruna sudah mencintai Nathan dan tidak ada rasa sedikitpun padanya.


Jika itu memang benar apakah Digo mampu untuk melepaskan Aruna apakah cukup bisa hidup tanpa Aruna jika seperti ini namun mengekang arona dan bersama dengan Aruna juga membuat Aruna tidak bahagia apakah Digo mampu bersama dengan Aruna tetapi tidak merasakan kebiasaan sama sekali itu lebih lagi Aruna yang masih membencinya dan tidak ada rasa sama sekali padanya.


"Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Aruna meskipun aku egois tetapi aku masih berusaha untuk membuat Aruna jatuh cinta."


Tidak ingin semakin terbakar cemburu dan adanya akan melakukannya tidak tidak segera beranjak dari tempat duduknya ia yang sudah dilimuti rasa amarahnya ingin segera meninggalkan ruangan akan dan tidak ingin mendengar lagi cerita yang Nathan ungkapkan.


"Baiklah kalau kamu memang seperti itu mulai saat ini kita berusaha untuk mendapatkan Aruna siapa yang Aruna pilih itulah yang akan membuat Aruna bahagia. Oh ya bagaimana kalau nanti malam kita bertanding siapa yang menang dalam pertandingan itu maka dia akan mendapatkan Aruna dan siapa yang kalah maka harus meninggalkan Aruna karena gue yakin Aruna sangat mencintai aku tetapi dia tidak mampu untuk lepas dari kamu."


Digo menatap ke arah Nathan dengan tatapan yang sangat kejam ia juga tidak akan memberikan keputusan tentang ini begitu sulit jika dirinya Harus melawan Nathan meskipun ia nanti yakin pada akhirnya Digo sendiri yang akan memenangkan pertandingan nanti malam tetapi mendengar ucapan dari Nathan seolah-olah Digo ragu jika ia memenangkan pertandingan itu apakah memang benar Aruna akan mencintainya tentu saja Digo masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya terlebih lagi 10 hari ini melihat kemesraan Aruna dengan Nathan yang membuat Digo berpikir apakah benar jika Aruna sudah menyukai Nathan dan berharap melupakannya.


*****


Hati Digo hancur berkeping-keping setelah ia mendengar sendiri apa yang diucapkan Nathan,  percaya atau tidak tetapi juga mempertimbangkan matang matang semuanya ia juga mengingat bagaimana Aruna tersenyum manis menatap ke arah Natar berbeda dengan dirinya meskipun arona tersenyum tetapi ada sesuatu yang masih mengganjal di dalam pikiran Aruna hingga membuat Aruna tidak bisa lepas senyumannya.


Sudah berada di dalam rumahnya sendiri di dalam kamarnya kamarnya berdua dengan Aruna.


Ya setelah dari perusahaan Nathan tetapi Digo meminta kepada Dino Untuk mengantarkan dirinya pulang selain lelah, Digo juga berpikir apa yang akan dilakukannya nanti apakah memang benar ucapan dari Nathan itu jika Aruna tidak mempunyai rasa sama sekali padanya dan Aruna akan bahagia jika sudah melepaskannya.


Digo saat ini berbaring di atas ranjang tetapi ia sama sekali tidak tertidur Digo kemudian beranjak dari tempat tidurnya kemudian mengambil ponsel yang beberapa hari ini tidak ia lihat ponsel yang digunakan untuk berhubungan dengan keempat sahabatnya dan juga orang suruh untuk memata-matai Aruna dan mengabarkan informasi apa saja yang dilihat.


Digo memberanikan diri untuk menumbuhkan satu persatu foto dan video yang sudah beberapa hari ini ia tidak respon sama sekali bagaimana hatinya tidak hancur makna kala beberapa foto dan video untuk memperlihatkan kemesraan Aruna dengan Nathan dari mereka berdua yang berada di mall sedang saling menyuapi bahkan Nathan dengan mesranya mangga dengan tangan Aruna dan Aruna sama sekali tidak menolak gandengan tangan dari Nathan dan di sinilah Digo berpikir jika apa yang diucapkan Nathan itu benar kalau Aruna sudah ada rasa dengan Nathan.


"Haruskah aku melepaskanmu Run dan membuat kamu bahagia meskipun itu tidak denganku apa memang ini akhir dari segalanya aku hanya bisa menjadi suamimu selama 1 bulan saja dan selebihnya kamu tidak bisa aku miliki apakah aku harus benar-benar mereka untuk bahagia bersama Bang Nathan meskipun aku ragu tetapi senyuman kamu sudah menunjukkan jika kamu memang ada rasa sama Bang Nathan."


Digo meneteskan air matanya rasanya benar-benar sulit sekali untuk melepaskan Aruna, Digo yang sangat mencintai Aruna bahkan sebelum ia menikahi Aruna laki-laki itu juga sudah ada rasa dengan Aruna tetapi sampai di sini sampai ia berhasil menikahi Aruna, Digo tidak benar-benar bisa meluluhkan hati Aruna bahkan hanya kesediaan yang Aruna dapatkan setelah menikah dengannya.


Laki-laki itu mencoba untuk mengambil sesuatu dari dalam laci mejanya pastinya sebuah kertas ia akan tuliskan semuanya di sini dan berharap nanti Aruna akan membacanya setelah Digo benar-benar bertanding dengan Nathan nanti malam, ya akhirnya Digo memutuskan untuk menyetujui permintaan Nathan jika nanti siapa yang kalah maka dia harus benar-benar melepaskan Aruna.


Dan Digo sudah bertekad jika ia tidak akan memenangkan pertandingan nanti malam mengalah itu yang akan dilakukannya demi membuat Aruna bahagia bahagia bersama dengan Nathan bukan bersama dengan dirinya.


Tetapi bukannya menemukan sebuah kertas namun Digo menemukan pil penunda kehamilan yang pastinya Digo yang pintar dan cerdas langsung bisa menangkap apa yang ada di dalam laci itu.


"Jadi selama ini Aruna setiap malam selalu mengkonsumsi pil ini apakah memang benar kamu tidak mau mempunyai anak dariku dan kamu tidak ada rasa sama sekali dariku hingga kamu diam diam meminum hal ini supaya kamu tidak hamil?"


Lagi dan lagi air mata Digo mengalir yang berharap Aruna segera hamil supaya bisa mempertahankan pernikahannya tetapi sayang sekali kenyataan pahit membuat Digo kembali terluka ia mendapati pil penunda kehamilan yang sudah Aruna minum satu bulan ini dan Digo yakin pasti Aruna tidak akan hamil dengan tidak ada yang terlewat sedikit pun itu.


Digo akhirnya meletakkan pil itu dilaci sembari mencari sebuah kertas, ia malam ini memang Digo mantap untuk menerima ajakan pertandingan dari Nathan di tetapi sebelum dikubur tanding Digo menuliskan segala sesuatu segala keluh kesahnya diselembar kertas itu Dan berharap nanti Aruna akan membacanya.


Sementara di sekolah Aruna merasa ada sesuatu yang mengganjal dipikirnya terlebih lagi melihat tidak ada Dino di antara ketiga laki-laki tampan itu harus kita curiga di mana Dino berada atau mungkin Dino bolos sekolah tetapi rasanya tidak mungkin selama tidak ada di go Dino selalu rajin ke sekolah meskipun di ku sendiri tidak memberikan ancaman atau apapun tetapi sahabat Digo yang badung itu tetap sekolah walaupun terlambat masuk kelas.


Hingga akhirnya bel pelajaran berbunyi dan saatnya semua murid-murid itu keluar untuk pulang begitu juga dengan Aruna dan Vina.


"Langsung pulang atau ke mana sepertinya lo bete banget."


"Ke cafe aja yuk aku lapar dan juga entahlah perasaanku tidak enak sedari tadi."


Dan kebetulan sekali siang ini tidak ada yang menjemput Aruna, Pak sopir maupun Nathan memang sudah mengabarkan jika tidak bisa menjemput Aruna tetapi Aruna tidak masalah ia akan pulang dengan Vina tetapi sebelum pulang perempuan cantik itu mampu dulu ke cafe selain lapar Aruna juga akan cerita kepada Vina tentang perasaannya beberapa hari ini.


Mereka berdua kini sudah berada di cafe tempat di mana keduanya saat ini sering nongkrong bukan lagi di cafe milihnya Ivan tetapi di kafe yang lainnya.


Dan saat ini kedua sedang menikmati makanan yang sudah berada di atas meja pastinya semua makanan kesukaannya sudah tumpuk jadi satu di sana.


"Lo kenapa sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di pikiran lo kangen Digo?"


"Jelas aja gue kangen dia, sudah 10 hari gue nggak ketemu sama dia meskipun setiap malam di ku tidak pernah absen untuk memvideo call dengan gue tetapi anehnya tadi malam juga mengatakan jika sibuk padahal selama beberapa hari di sana sesibuk-sibuknya Digo pasti dia selalu menghubungi gue."


"Jangan berpikir yang tidak-tidak anggap saja semuanya itu benar kalau Digo memang benar-benar sibuk dan benar-benar tidak bisa menghubungi lo. Tapi sebenarnya gue juga ingin ada satu pertanyaan buat lo yang selama ini juga gue penasaran dan sepertinya kalau gue tidak tanyakan sama lo gue bisa-bisa berpikir yang negatif dengan lo."


"Katakan saja jangan membuat kue penasaran?"


"Apa lo menyukai Kak Nathan sepertinya beberapa hari ini kalian berdua lengket sekali dan terlihat mesra lo juga suka senyum-senyum sendiri terlebih lagi tertawa saat bertemu dengan Kak Nathan bukannya apa-apa harus gue cuma mengingatkan kalau lo masih sah menjadi istri Digo juga kalau memang jatuh cinta dengan Nathan dan Digo tidak berhasil meluluhkan hati lo setidaknya tunggu sampai di benar-benar melepaskan loh."


Aruna melongo ia tidak menyangka jika sahabatnya berpikir seperti itu mungkin saja memang keterlaluan kemesraan yang diperlihatkanlah tanpa adanya beberapa hari ini yang membuat semua orang curiga bahkan Vina sahabatnya sendiri juga curiga dengannya.


****


Digo yang sudah selesai menuliskan segala sesuatu hanya di selembar kertas kemudian melipat kertas itu dan ia simpan di saku pakaiannya.


Digo juga melihat jam yang menempel di dinding yang menunjukkan pukul 02.00 siang hari berarti ini Aruna sudah pulang sekolah.


Sebelum Digo bertanding nanti malam ia memang ingin bertemu dengan Aruna selain memberikan kejutan dengan Aruna, Digo juga ingin memeluk Aruna yang mungkin saja untuk terakhir kalinya.


Digo juga tidak akan meminta penjelasan dari Aruna dengan penjelasan dari Nathan dan juga beberapa foto dan video kebahagiaan karena bersama dengan Nathan dan juga pil karena penunda kehamilan itu sudah membuat Digo yakin dan percaya jika selama ini ia tidak berhasil meluluhkan Aruna dan rasa cinta Aruna hanya untuk Nathan


Digo juga tidak akan membenci Aruna ia pasrah dengan keadaannya seperti ini meskipun hanya bisa memiliki Aruna satu bulan saja tetapi Digo sudah bahagia dan ia akan lebih baik lagi bisa melihat kebahagiaan Aruna meskipun tidak bersama dengan dirinya.


Lagi Dan Lagi sebelum keluar dari kamarnya juga menghubungi anak buahnya dan meminta penjelasan di mana saat ini Aruna berada karena sepertinya Aruna tidak langsung pulang ke rumah sepertinya memang istrinya itu bersama dengan seseorang yang Digo sendiri berpikir jika Aruna bersama dengan Nathan saat ini karena Aruna juga tidak tahu ke pulangannya dan juga Digo sudah mengatakan kepada Nathan untuk mereaksikan dulu kepulangan yang mendadak dan akan memberikan surprise kepada Aruna.


Setelah mendapatkan informasi, Digo tersenyum kemudian berkas untuk menuju ke cafe di mana ia sudah tahu keberadaan Aruna dan ternyata bukan bersama dengan Nathan tetapi bersama dengan Vina.


Ada sedikit kebahagiaan dari Digo karena yang dipikirkan tidak terjadi Aruna tidak bersama dengan Nathan dan bersama dengan Vina dan saat ini sedang menghabiskan makanan yang begitu banyaknya dengan arona yang ngobrol-ngobrol kepada Vina yang menunjukkan bahwa bahagianya.


Digo juga meminta kepada Dino untuk menemaninya ia takut nanti tidak bisa menguatkan hati dan perasaannya bahkan malah melukai Aruna. Ya sementara ini hanya Dino lah yang bisa diajak bicara dan mengerti semuanya meskipun sebenarnya diikuti tidak ingin merahasiakan segala sesuatunya kepada ketiga sahabatnya itu tetapi waktunya tidak pas Digo juga akan menitipkan selembar kertas yang sudah ia tulis yang mengisyaratkan perasaannya kepada Aruna dan meminta Dino untuk memberikan kepada Aruna nanti malam setelah pertandingan itu selesai.


Hingga akhirnya laki-laki itu segera keluar dari kamar dan menuju ke mobilnya ia sudah menghubungi Dino dan meminta sahabatnya itu langsung saja menuju ke cafe karena memang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah Dino.


Hingga beberapa menit kemudian Digo sudah berada di depan cafe dan ia juga sudah melihat Dino ada di sana langsung saja kedua laki-laki tampan itu masuk ke dalam cafe tentu saja Digo masuk pelan-pelan ia tidak ingin kedatangannya dilihat oleh Aruna karena ia ingin menggerakkan kejutan kepada istrinya.


Tetapi baru saja Digo ingin menghampiri meja Aruna ia mendengar ucapan dari Vina yang mengatakan sesuatu yang membuat dadanya kembali teriris begitu sakit dan juga perih dan Digo sendiri langsung saja menghentikan langkah kakinya ia ingin mendengar secara langsung apa jawaban dari Aruna karena tadi Diko juga mendengar pertanyaan dari Vina yang Vina sendiri mencoba mengulanginya dan beberapa pernyataan dari binatang tentang hubungan Aruna dengan Nathan.


Sementara di cafe, Aruna menatap tajam ke arah sahabatnya bisa-bisanya Vina berpikir seperti itu kalau dirinya sudah selingkuh dengan Nathan memang sih vino tidak mengatakan yang sebenarnya tetapi dari gelagat bicara dan juga tatapan mata Vina kepadanya dan juga pertanyaan yang menjurus membuat Aruna yakin jika selama ini Vina juga salah paham sama seperti Nathan.


"Jangan menatapku seperti itu Run, jelaskan saja gue ingin mendengar penjelasan dari lo bukannya apa-apa gue juga tidak ingin mencampur urusan pribadi loh asalkan lo bahagiaku juga ikut bahagia tetapi gue sahabat kau disini cuma ingin menyadarkan jika lo saat ini masih menjadi istri orang dan sebaiknya Lo sudah saja pernikahanmu dengan cukup baru lo memulai kembali dengan Nathan."


"Lo tanya beberapa hari ini gue memang bersama dengan Kak Nathan dan pasti lo curiga jika gue ada hubungan apa-apa dengan dia?"


"Ya jelas selama ini lo tidak menaruh rasa apapun dengan Kak Nathan tetapi selama 10 hari lo jauh dari Digo, Kak Nathan selalu ada buat lo bahkan lo juga sering pergi berduaan tanpa gue dan juga tanpa Dino dan itu membuat gue curiga Jujur saja Lo sebenarnya cinta nggak sih sama kak nonton atau ada perasaan yang lain dengan Kak Nathan bukan hanya sekedar Kak natanya statusnya saat ini adalah kakak dari Digo."


Aruna menghela nafasnya panjang-panjang ia harus meluruskan kesalahpahaman ini supaya tidak ada lagi yang menyangka jika dirinya terlebih dibuang serius dengan Nathan biarlah Nathan yang sulit dipahami dan juga sulit ditangkap oleh Aruna mengenai kejelesanya asalkan tidak dengan sahabatnya.


"Jujur saja gue selama ini nyaman berada dengan Kak Nathan, gue sayang sama dia dan pastinya Kak Nathan sudah mengisi hari-hari gue selama tidak ada Digo di sini.."


Deg


Digo yang mendengar pernyataan dari Aruna langsung saja meneteskan air matanya laki-laki itu tidak sanggup lagi untuk berada di sini yang mana akan membuat hatinya semakin sakit dan teriris ia yang ingin memberi kejutan untuk istrinya ternyata malah ia yang dikejutkan dengan pernyataan Aruna yang benar-benar merasa nyaman dan terhibur dengan keberadaan Nathan dan Aruna juga menampilkan rasa senangnya ketika menceritakan kalau Aruna juga menyayangi Nathan.


Entahlah perasaan Digo saat ini hancur berkeping-keping iya tadi sudah mendengar pernyataan dari Nathan jika Aruna ada rasa dengan Nathan ingin rasanya Digo tidak percaya tetapi setelah melihat beberapa bukti dan saat ini mendengar sendiri ucapan diri Natal membuat Digo yakin jika anak Aruna jugalah akan lebih bahagia bersama dengan Nathan daripada dirinya.


Tidak ingin lebih sakit hati mendengar ucapan dari Aruna Digo memilih untuk pergi meninggalkan kafe itu rasanya tidak sanggup lagi jika berada di sana dan ia akan mengurungkan niatnya untuk memberikan kejutan untuk Aruna  Hati Digo sudah sakit ia harus berusaha untuk melepaskan Aruna supaya Aruna bahagia.


"Digo tunggu!  lo nggak jadi bertemu dengan Aruna bukannya Lo kangen banget dengan Aruna?"


Dino mengjar Digo yang saat ini sudah berada di depan kafe ia takut jika sahabatnya itu berbuat yang tidak tidak Dino sendiri juga mendengar apa yang diucapkan arona barusan dan kecewa dengan perasaan Aruna yang tidak menghargai sedikitpun apa yang sudah dilakukan oleh Digo.


"Untuk apa lagi gue bertemu dengan dia, toh juga Aruna sudah mempunyai rasa dengan Nathan, kehadiranku hanya membuat Aruna semakin kecewa dan juga marah sama gue dan akan menghalangi kebahagiaannya, gue sudah senang bisa memiliki Aruna meskipun itu hanya satu bulan saja dan gue juga sudah melihat wajah cantik Aruna hari ini. Sepertinya jika gue terus berada di cafe itu rasanya gue juga tidak sanggup lagi No, dan gue putuskan untuk melepaskan Aruna saja biarkan Aruna bahagia dengan Bang Nathan. Dan inilah jalan gue, gue yang salah gue yang sudah merebut Aruna dari Bang Nathan dan saat ini aku akan mengembalikan Aruna supaya Aruna bahagia dengan pilihannya."


Digo menuju ke mobilnya dengan perasaan yang entah iya sama sekali belum mengingat tentang surat yang ingin dititipkan kepada Dino tetapi sedikit kemudian Dino tersadar kemudian ia ikut masuk ke mobil Digo tidak ingin sesuatu terjadi kepada sahabatnya itu Dino tahu jika hati Digo saat ini sudah hancur berkeping maka dari itu Dino ingin bersama dengan Digo dan menenangkan sahabatnya.


"Gue ikut, gue nggak ingin terjadi apa-apa sama lo!!"


Digo sendiri tidak menanggapi apa yang diucapkan dari Dino, ia segera melajukan mobilnya untuk keluar dari cafe sebelum Aruna menyadari keberadaannya.


Laki-laki itu juga tidak melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah tetapi pulang ke apartemennya dan dihukum mengikuti saja apa yang dilakukan oleh Diego.


Hingga akhirnya keduanya sudah sampai di apartemen dengan perasaan Digo yang entahlah, ia harus berbuat apa atau memang benar-benar harus ikhlas melepaskan Aruna yang nyatanya hati dan pikirannya masih benar-benar mencintai istrinya.


"Lo jangan gegabah Di, nanti lo nyesel dengan keputusan lo!"


"Lo tadi sendiri sudah dengar kan No, bagaimana Aruna begitu bahagia menyebut nama Bang Nathan gue sebenarnya juga nggak ikhlas, gue sebenarnya juga tidak rela karena gue sangat mencintai Aruna tetapi gue tidak bisa berbuat banyak."


Kedua laki-laki tampan itu saat ini sudah berada di apartemen keduanya duduk di sofa dengan pikirannya masing-masing hingga akhirnya mengingat apa yang akan diberikan kepada Aruna.


"Oh ya lupa, gue titip oni dan berikan kepada Aruna tetapi nanti saja setelah pertandingan gue dengan Bang Nathan selesai."


"Pertandingan? maksud lo bagaimana jangan macam-macam Di?"


Digo tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya laki-laki itu kemudian menceritakan apa yang dikatakan kepada Nathan tadi siang termasuk tentang pertandingan nanti malam dan sebenarnya Dino juga sudah melarang yang tetapi ini mutlak keputusan dari Digo dan Dino tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Mungkin setelah nanti malam gue akan memutuskan untuk menerima beasiswa ke luar negeri karena beberapa hari yang lalu kepala sekolah memanggilku ada tawaran beasiswa ke London dan pastinya meskipun aku masih kelas XI tetapi tidak masalah, sekolah di sana menerima gue dengan tangan terbuka terlebih lagi dengan prestasi yang sudah gue lakukan selama ini."


Ya sebelum berangkat ke Jepang Digo dipanggil oleh kepala sekolah dan kepala sekolah mengabarkan jika Digo mendapatkan beasiswa ke London, bukan hanya untuk meneruskan kuliahnya nanti di sana tetapi untuk kelas XII ini yang mana sekolah di sana memang selalu memberikan beasiswa terbaik bagi anak-anak yang cerdas dan pastinya Digo menolak waktu itu, tetapi kepala sekolah meminta untuk memikirkan matang-matang lagi, apalagi ini yang menyangkut masa depan Digo nantinya.

__ADS_1


__ADS_2