My Crazy Husband

My Crazy Husband
Ucapan Terimakasih


__ADS_3

"Jangan permasalahkan uangnya, itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu berikan ke aku, aku pakaikan ya yank?"


Ujar Digi bersemangat sekali untuk memakaikan kalung itu, yang mana Digo pasti modus dengan apa yang sudah dilakukannya.


Aruna tentu saja tidak bisa menolak lagi, dengan cepat Digo sudah mengambil kalungnya itu dari tangan Aruna, kemudian ia beranjak untuk memakaikan Aruna kalung itu.


Bukan hanya sekedar memakaikan kalung saja tetapi Digo juga modus, ia juga mencium punggung Aruna yang masih terlihat meskipun Aruna sudah memakai selimut, tetapi tetap saja ia tidak memakai apapun bisa membangkitkan sesuatu untuk Digo.


"Di... Sudah?"


Protes Aruna, perempuan itu was-was manakala Digo tidak lekas untuk pergi dari belakang tubuhnya di mana perempuan cantik itu malahan berpikir yang tidak tidak dengan suaminya.


"Sudah ya sayank cantik banget".


"Ckkk.... Cantik dari mana? Kamu sendiri ada di belakang sedari tadi dan tidak mau ke depan jangan modus Di, bener deh aku nggak enak sama Mami."


Digo tersenyum, sekali lagi ia mencium bagian belakang Aruna, entahlah aroma wangi dari tubuh Aruna itu membuatnya candu meskipun Aruna sedang berkeringat tetapi itulah yang malahan membuat Digo semakin bersemangat untuk bercinta dengan istrinya.


"Mami pasti mengerti dan beliau tidak marah jika kita tidak makan malam bersama."


"Iya Mami kamu pasti ngerti dan tidak marah tetapi aku yang nggak enak, sudah ah aku mau ke kamar mandi dulu."


Ujar Aruna lagi yang mana saat ini ia ingin beranjak dari atas kasur tetapi lagi lagi pergerakannya dikunci oleh Digo hingga membuat Aruna nya diam di atas ranjang.

__ADS_1


"Bentar, aku mau memandang istri aku yang sangat cantik memakai kalung ini benar-benar mempesona, kamu tidak ada duanya, aku jadi takut untuk membiarkan kamu keluar dari rumah ini."


"Hah jangan gila Di , apa aku tidak sekolah? kamu jangan egois deh bukan kah kamu juga sama setiap kamu keluar pasti perempuan-perempuan di sana banyak yang melirik kamu? Oh ya makasih atas kalungnya, lain kali tidak usah membelikan seperti ini, bukannya aku tidak suka dengan pemberian kamu, tetapi mendingan uangnya ditabung saja, aku tahu kamu kerja keras tetapi tidak semuanya kamu berikan untuk aku."


"Tidak apa-apa sayang aku senang memberikanmu hadiah seperti ini dan tentunya tidak hanya sebatas ucapan terima kasih saja kan yang kamu berikan untuk aku?"


Ujar Digo dengan menarik turun kan alisnya entahlah mungkin itu sebagai kode jika dirinya ingin sesuatu dari Aruna dan pasti nya Digo tidak akan melepaskan Aruna, sembari masih Ada waktu, laki-laki itu akan memangsa Aruna karena ia memang benar-benar candu dan ingin segera memiliki anak dari Aruna.


Astaga mau apalagi, dia bener-bener di mesumnya tidak ketulungan padahal sudah dua kali melakukannya mengapa tidak puas puas, dan masih ingin lagi dan lagi menyerangku, kalau aku tidak segera ke kamar mandi dan posisi seperti ini pastinya aku akan dimangsa lagi .


"Bukan aku mau menolak, tapi tadi kan sudah. Aku tidak enak dengan Mami Di, ucapan terima kasih nya besok saja ya, apa kamu juga tidak lelah? apa kamu juga tidak lapar? pastinya kalau kamu tadi dari kantor,  belum makan dan butuh istirahat."


Pastinya bukannya Aruna tidak mau memberikan sesuatu yang berharga untuk suaminya, tetapi lagi dan lagi Digo memintanya di saat waktu yang tidak dapat apa lagi Digo sudah memintanya dua ronde tadi dan kebetulan sekali di samping ia tidak enak dengan Mami mertuanya Aruna juga lapar, walaupun ia tadi sebelum ke sini sudah makan dulu di cafe namun setelah dimangsa Digo berkali-kali pastinya keluar tenaga dan juga membuatnya lapar.


Grepp


"Mau ke mana dan mau apa? jangan lari dari aku sayank karena aku ingin memintanya lagi?"


"Mau mandi,nmintanya nanti malam atau besok saja, jangan malam ini."


"No tidak bisa sayank, kamu tidak melihat si Joni yang sudah berdiri tegak? yang pastinya kalau tidak segera dimasukkan ke dalam rumahnya, Joni akan berteriak-teriak dan tentunya itu akan membuat aku pusing."


Digo menarik tangan Aruna kemudian meminta Aruna untuk memegang ke arah Joni yang mana memang Joni sedari tadi belum berubah, masih tetap berdiri tegak.

__ADS_1


Aduh ini apa mengapa seperti ini kalau begini aku memang tidak bisa lari dari Digo.


Greep


"Di lepasin!!"


Digo yang gemes dengan Aruna yang mana istrinya itu ingin kabur darinya langsung saja menggendong tubuh Aruna, ia sama sekali tidak memperdulikan teriakan dari istrinya itu yang mana memang Aruna berteriak dan memukuli pundak Digo, tentu saja Digo tidak akan menyerah meskipun dipukul Aruna, karena kekuatan Aruna juga tidak seberapa daripada kekuatannya.


Laki-laki itu membawa tubuh Aruna ke dalam kamar mandi yang inginnya sekalian nanti mandi berdua tetapi Digo juga ingin melakukan kegiatan panas, pastinya akan lebih menyenangkan jika dilakukan hanya berdua dan di waktu-waktu yang sudah mepet seperti ini.


Ya bukan Digo tidak tahu waktu tetapi ia hanya cuek saja meskipun sebenarnya ia tidak enak dengan kedua orang tuanya tetapi demi sesuatu yang memang harus dituntaskan, Digo cuek saja jika orang tuanya tahu apa yang akan dilakukan.


"Digo!!"


Teriak Aruna manakala suaminya sudah menurunkannya di bawah sawah tentu saja ia tahu apa yang akan dilakukan oleh Digo , pasti Digo ingin bercinta di bawah guyuran air dan melakukan gaya baru lagi.


"Apa dek Aruna, sayank? Jangan meminta aku untuk menghentikan semuanya ini."


Digo mulai memberikan sentuhan-sentuhan di tubuh Aruna lagi, lelaki itu tidak akan pernah menghentikan apapun yang dilakukannya meskipun ada bahaya yang menghantam kamarnya, tentu saja sesuatu yang sudah meronta-ronta di bawah harus dipuaskan, kalau tidak Digo akan pusing sendiri.


Satu jam kemudian...


Aruna sudah mengeluarkan nyanyian indahnya bahkan suara itu sudah terdengar kemana-mana, tetapi sama sekali tidak membuat Digo untuk menyudahi aksinya sore ini, bahkan Digo masih semangat untuk menggempur Aruna entah sampai kapan itu.

__ADS_1


__ADS_2