
Bel pulang sekolah berbunyi, tetapi Aruna enggan untuk mengemasi buku-bukunya bahkan sama sekali ia tidak ada niatan untuk pulang siang ini.
Tidak ada masalah dengan keluarganya atau pun apa tetapi mengingat jika nanti malam akan ada pertemuan dirinya dengan seseorang, itu yang membuat Aruna jadi enggan untuk pulang, kalau bisa ia akan kabur untuk menghindari perjodohan ini.
Tentu saja Aruna masih tidak menerima dengan keputusan Papahnya yang dengan seenaknya sudah menjodohkan dirinya dengan laki-laki yang Aruna sama sekali belum mengenalnya bahkan Aruna masih berpikir jika laki laki itu sangatlah jelek, tidak seperti yang Papanya katakan kemarin.
"Ngelamun, lo nggak pulang Run?"
Vina yang sedari tadi memperhatikan Aruna, gadis cantik itu merasa ada yang aneh dengan sahabatnya yang mana bukannya langsung mengemasi buku-bukunya untuk dimasukkan ke dalam tas dan keluar dari kelas tetapi nyatanya Aruna hanya bengong sembari melamun, entahlah apa yang dipikirkan oleh Aruna saat ini yang pasti Vina sendiri belum tahu.
Vina juga belum tahu jika Aruna itu akan dijodohkan karena Aruna sama sekali belum menceritakan masalah ini dengan Vina yang mana Aruna juga bingung apakah ia harus bercerita atau menutupi semuanya.
"Gue males pulang."
Ucap Aruna dingin sembari masih terus melamun antara setelah dari sini mau pulang ke rumah atau ke mana.
"Males, tumben ... biasanya lo paling semangat sekali kalau diminta pulang daripada berada di sekolah ini."
__ADS_1
Ya Vina tidak salah karena Aruna tidak ingin berlama-lama di sekolah ini pasti alasannya karena Digo dan teman-temannya itu yang mana membuat Aruna jengkel setiap kali melihat Digo.
Tetapi kenapa siang ini ada yang aneh dengan Aruna yang mana malahan tidak ingin pulang ke rumah dan sepertinya ingin diam saja di sini.
"Ceritanya panjang."
Hingga akhirnya Aruna menceritakan semuanya kepada Vina yang mana ia sudah dijodohkan dengan laki-laki pilihan kedua orang tuanya dan juga Aruna sampai saat ini belum tahu apakah memang benar laki-laki itu adalah laki-laki yang tampan dan juga penyayang, iya kalau memang benar laki-laki itu tampan tetapi kalau tidak ... sudah jelek dan menyiksa Aruna lagi, itu yang saat ini masih berada di pikiran Aruna yang membuat Aruna malas untuk pulang ke rumah.
"Jangan berpikiran buruk seperti itu, gue tahu Om Adi itu pasti berkata jujur tidak mungkin dia membohongi lo dan pastinya apa yang dipilihkan oleh om Adi itu adalah benar yang mana memang laki-laki itu sangatlah tampan dan juga penyayang, percaya deh sama Om Adi dan buang jauh-jauh pikiran negatif Lo."
Vina memang sahabat yang baik, ia bahkan sudah mengenal lama Aruna dan juga keluarganya dan setelah mendengarkan cerita dari Aruna, tidak mungkin jika kedua orang tuanya Aruna itu memilihkan laki-laki yang tidak baik untuk Aruna apalagi mengingat Aruna adalah perempuan yang sangat manja dan juga barbar pastinya kedua orang tuanya memberikan laki-laki yang tegas dan juga penyayang yang bisa merubah Aruna menjadi sosok gadis yang baik dan juga pintar nantinya.
Vina hanya menyengir mendengar apa yang diucapkan oleh Aruna lagi pula untuk saat ini tidak mungkin ia akan membantah apapun ucapan Aruna kecuali pernyataan dari kedua orang tua Aruna itu, ia bahkan saat ini membantu Aruna untuk memasukkan buku-buku Aruna ke dalam tas karena tidak mungkin jika Aruna malahan masih tetap berada di sini sementara yang lainnya sudah pada pulang.
"Gue anterin pulang ya sekalian gue mau lihat calon suami lo eh ngomong-ngomong gue diundang apa nggak sih nanti malam?"
Ucap Vina dengan bercanda yang mana ia sejatinya tahu jika pertemuan keluarga nanti malam itu hanya keluarga itu saja dan juga tidak mungkin dirinya ikut meskipun ia sudah kenal dekat dengan keluarga Aruna.
__ADS_1
"Gue nginep di rumah lo saja ya. Dan kalau orang tua gue nyariin gue, bilang aja lo tidak tahu."
Tidak menanggapi apa yang baru saja diucapkan oleh Vina, Aruna malah berpikir jika dirinya akan kabur saja dari rumah dan satu-satunya tempat buat Aruna untuk tinggal sementara waktu adalah di rumah Vina karena sejatinya Aruna yidak mempunyai teman dekat lagi selain Vina meskipun nanti kedua orang tuanya akan curiga di mana Aruna saat ini tetapi ia yakin jika Vina mau bekerja sama dengan dirinya.
Belum saja Vina menjawab apa yang diucapkan oleh Aruna, barusan ponsel Vina berdering dan ia langsung saja mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang menelponnya.
"Noh bokap lo nelpon, apa gue bilang belum apa-apa beliau sudah menghubungi gue apa jadinya jika lo kabur beneran bisa-bisa gue tidak bisa tidur dan tidak enak makan nantinya."
Ya yang menelpon Vina adalah Papa Adi di mana Papa Adi sengaja untuk menelpon Vina karena ponsel Aruna dimatikan. Dan untuk memastikan saja jika Aruna masih berada sekolah dan bersama dengan Vina.
Tidak membuat Papah Adi curiga dan menunggu lama, Vina dengan cepat langsung saja mengangkat telepon dari Papah Adi, ia juga melaudspeaker supaya nanti Aruna mendengarnya.
"Hufhh.."
Setelah mengangkat panggilan telepon dari Papah Adi, Vina bisa bernapas dengan lega karena memang benar apa yang dipikirkan oleh Vina jika Papah Adi menanyakan keberadaan Aruna saat ini dan mau tidak mau Vina menjawab dengan sedikit berbohong, kalau ada sedikit tambahan jam di kelasnya dan tentu saja supaya Papah Adi tidak curiga dan tidak berpikir yang panjang dengan Aruna.
Papa Adi juga meminta supaya Vina mengikuti motor Aruna yang mana saat ini memang Aruna berangkat sekolah tadi pagi dengan menggunakan sepeda motor, kan bapak adik takut jika tidak pulang ke rumah tetapi kabur dari rumah untuk menghindari perjodohan ini.
__ADS_1
"Sudah, lo pulang. Lo tadi dengar sendiri kan bagaimana khawatirnya Papah lo dan juga papah lo sepertinya sudah curiga sama lo dan beliau bisa membaca apa yang dipikiran lo saat ini yang mana beliau berpikir jika lo akan kabur dari rumah hingga membuat gue harus mengantarkan lo pulang dan memastikan lo sampai di rumah dengan keadaan sehat walafiat."
Aruna hanya mendengus kesal ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Vina barusan, bukan ia tidak mendengarkan tadi percakapan antara Vina dengan Papahnya tetapi Aruna malah saja dan ia masih berharap jika perjodohan nanti malam itu dibatalkan meskipun nanti malam itu masih dalam cara pertemuan dan pengenalannya untuk pertunangannya Aruna sendiri belum tahu tetapi Aruna berharap jika semua tidak akan terjadi karena Aruna masih ingin menikmati masa mudanya dan tidak ingin terikat dengan laki-laki manapun juga.