My Crazy Husband

My Crazy Husband
Anu...


__ADS_3

"Anu...."


Sudah pasti Aruna ragu-ragu untuk memberikan nomor ponselnya ke Firman, bahkan saja selama ini Aruna memang tidak mau berbagi nomor ponselnya itu kepada semua orang terutama laki-laki bukan karena ia sudah mempunyai suami memang sejak dulu Aruna pelit juga masalah nomor ponsel.


"Ayo Run, tiba-tiba gue kebelet.."


Vina yang melihat gelagat dari sahabatnya yang enggan memberikan nomor ponsel begitu juga dengan Fahmi yang Firman yang sebenarnya menginginkan nomor ponsel Aruna langsung saja menarik tangan Aruna Vina tidak mau juga sampai Aruna memberikan nomor ponsel itu maka akan terjadi perang ketiga dengan digunakan.


Alhasil kedua perempuan cantik itu langsung bergegas meninggalkan Firman dengan Vina menarik tangan Aruna begitu kencangnya hingga membuat mereka berdua harus berlarian supaya terhindar dari kejaran Firman nantinya.


"Aruna nomor ponselnya!!"


Teriak Firman ketika Aruna sudah berlari dengan binatang bersajak laki-laki itu sedikit kecewa karena tidak berhasil mendapatkan nomor ponsel Aruna yang mungkin saja dengan mendapatkan nomor ponsel Aruna, Firman bisa lebih dekat dengan Aruna ya memang laki laki jarang sekali berinteraksi dengan perempuan tetapi melihat Aruna, Firman merasa cocok dan ingin mengenal lebih jauh dengan Aruna nanti.


Shittt!!


Aruna sama sekali tidak mendengar yang membuat Firman kesel bukan main Iya gagal mendapatkan perempuan cantik yang sudah membaca terpesona pada selama ini Firman selalu dikejar-kejar oleh perempuan tetapi kenapa dengan Aruna seakan akan menjaga jarak dengannya.


"Sabar Bos Apa perlu saya cari tahu siapa nona cantik itu?"


Asisten pribadi Firman yang melihat bosnya ini sedikit termenung akhirnya buka suara ya yang biasanya tidak mau campur dengan urusan pribadi dari bosnya kini angkat bicara terlebih lagi asisten pribadi firman itu yang sudah mengenal Firman lama berpikir sejenak kalau saja memang Firman tertarik dengan Aruna yang mana terlihat dari sorot mata Firman itu bisa dipastikan jika ia terpesona melihat pertama kali melihat wajah cantik Aruna.


"Hem...."


Hanya itu jawaban dari Firman, yah Firman kembali ke mode yang sebenarnya yang selalu diinginkan datar terhadap orang lain padahal beberapa waktu tadi sudah tersenyum dan berbicara panjang dan lebar tetapi setelah Aruna pergi Firman kembali ke setelan awal.


Sedangkan Aruna, ia yang sudah berada di dalam mobil guna menghilangkan nafasnya panjang tentu saja ngos-ngosan setelah berlari dari lantai atas yang pastinya ia tidak menunjukkan nanti Firman mengejarnya atau bagaimana.


"Lo sengaja ingin memberikan nomor telepon kepada Om itu? lo nggak takut jika nanti juga tahu dan cemburu atau marah-marah besar sama lo?"


Saat ini sudah melajukan mobilnya untuk keluar dari mall ia tidak mau berurusan panjang dan lebar lagi dengan firman terlebih lagi atau bagaimana posesifnya suami dari Aruna itu dan pastinya bukan hanya arona saja nanti akan amarah dirinya juga bisa kena amukan dari Digo.


"Ya nggak lah masa gue mau berikan nomor gue sama Om itu lagi pula Lo tahu gue bagaimana gue nggak akan ngasih sembarang nomor ke semua orang terlebih lagi itu laki-laki."


"Tapi tadi sepertinya lo itu tidak mampu untuk menolak om Firman. Iya sih Om Firman itu cakep dewasa dan juga kaya raya tetapi ingat sudah punya Digo yang lebih dari segalanya."


"Ngarang! siapa juga yang melihat om firman, dari tampangnya seperti regu hanya saja tidak enak tahu sendiri kan gue tadi habis menabraknya menumpahi jasnya itu dengan Boba yang pastinya gue juga tidak berniat yang lebih dari itu gue saja sebenarnya males diajak makan bersama tapi tidak ada cara lain lagi selain melakukan itu."


Vina menganggukkan kepalanya memang jika dirinya jadi arona saat ini juga melakukan hal yang sama terlebih lagi Firman tidak mau diganti jasnya atau dicucikan nya, dan hal itu yang dilakukan oleh Aruna memang tidak salah tetapi mengingat bagaimana posisinya diku itu membuat Vina menjadi bergidik iri sendiri takut saja jika semua ini akan diketahui hatiku dan membuat masalah yang sangat besar.


"Dan Lo tutup mulut jangan bilang apa-apa sama Digo tahu kan suamiku itu seperti apa posesif dan cemburunya itu nggak main-main.."


"Santai asal ada imbalannya aku pasti tutup mulut."


"Dasar matre!!"


Kedua perempuan cantik itu langsung tertawa bersama-sama antara kegilaan lelaki yang akan dilakukan oleh keduanya yang jelas yang ini mereka berdua puas karena bisa jalan tanpa ada hambatan sedikit meskipun di akhir perjalanan mereka ada sedikit gangguan tetapi tidak masalah.


Hingga saatnya mobil yang dikemudikan oleh Vina  sudah sampai di depan kediaman Narendra dengan Aruna yang langsung saja turun dari mobil tentu saja ia juga berbasa-basi kepada Vina untuk menawarkan supaya Vina mau masuk ke dalam ruang mertuanya itu tetapi Vina yang memang tidak ingin mampir terlebih lagi ia tahu juga sebentar lagi juga akan pulang lagian juga ini hampir malam dan akhirnya Vina menolak dan langsung saja melajukan mobilnya untuk keluar dari komplek kediaman Narendra.


Aruna yang sudah melihat mobil sahabatnya itu melaju langsung saja ia masuk ke dalam tak lupa Iya menyapa Pak satpam yang sudah membuka pintu gerbangnya Aruna juga setelah masuk ke dalam rumah tidak melihat mobil Digo dan itu berarti Digo memang belum pulang.


Sesampainya di rumah juga masih dalam keadaan sepi mungkin saja kedua mertuanya itu masih berada di luar dan belum kembali terlebih lagi saat ini tidak ada Nathan di sini Mami Nina sudah jarang di rumah kalau tidak menyibukkan di ****** Mama Nina suka menemani Papi Rendra untuk jalan-jalan atau pun ada acara keluar kota dan itu membuat Aruna menjadi semakin bersalah karena memang beberapa bulan ini nata tidak pulang hanya mengabarkan kepada Mami Nina lewat panggilan telepon saja dan sesekali memina yang pergi ke Singapura untuk melihat Putra sulungnya itu.


Tidak ingin terlarut-larut dengan kesalahannya meskipun itu masih mengingat di pikiran Aruna perempuan cantik itu segera menuju ke kamarnya ia harus bersih bersih dahulu dan menyiapkan semuanya sebelum semuanya pulang karena kebiasaan Digo setelah Digo pulang pasti Aruna harus menyambutnya dan pastinya Digo menginginkan yang lebih dari itu semuanya.


Aruna juga tak lupa mengecek sesuatu yang setiap malam ia konsumsi. Iya sayang sekali arunati tidak meleleh secara detail apa yang diambil yaitu hanya sekilas melihat apakah stop obat di laci itu masih ada atau tidak namun Aruna tidak membahas hanya terlebih dahulu padahal ia tidak tahu saja juga berpenduduk kehamilan itu sudah diganti dengan file penyubur kandungan.


"Aman dan pastinya untuk satu minggu ini masih ada... Maafkan aku Di, aku belum bisa untuk memenuhi keinginan kamu."


******


"Sayank..."


Dan tepat sekali setelah Aruna mandi dan membersihkan diri serta memakai pakaian yang tentu saja menggoda iman, suaminya datang.


Ya memang Digo tidak memberitahukan jika menginginkan sesuatu dari Aruna tetapi sudah kebiasaan dari Digo setelah pulang dari kantor pastinya langsung memangsa Aruna dan malam ini juga sama terlebih lagi ia yang memunculkan sesuatu dengan Aruna akan membuktikan jika memang obat-obatan yang diberikan oleh apoteker dari saudara Dino itu berfungsi dan sangat manjur.


Sudah tidak sabar untuk melihat satu bulan nanti apakah Aruna memang benar-benar hamil atau tidak yang mana diiku sebenarnya karena sudah beberapa bulan ini Aruna mengkonsumsi pil penunda kehamilan dan menurut dari informasi yang didapat itu tidak baik bahkan bisa membuat rahim Aruna menjadi kering dan nantinya akan sulit mempunyai anak dan dikupasnya tidak mau itu terjadi bukan karena ia menikahi arona untuk memproduksi anaknya tetapi ia juga ingin mendapatkan keturunan dari Aruna meskipun itu bisa dilakukan dengan berbagai macam cara.


Cup


"Mphhh....."


Digo dengan cepat mencium bibir Aruna yang membuatnya cantik itu terlebih lagi melihat Aruna yang sangat segar dan lampunya masih basah membuat h@srat Digo semakin meningkat laki-laki itu dengan cepat.


Dan tanpa terasa kini juga sudah merebahkan tubuh Aruna di atas ranjang dengan pakaian Aruna yang sudah terbuka dan juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini ia segera melakukan pemanasan yang membuat tubuh Aruna menggelinjang seketika.


Reaksi yang terjadi tubuh Aruna begitu meningkat hingga perempuan cantik itu langsung saja memberikan bantuan sentuhan di area bawah Digo dan membuat diriku semakin berat saja untuk memasak Aruna saat ini.


"Masukkan di jangan dimainin terus aku sudah tidak tahan."


Pinta Aruna dengan mata yang sudah berkabut perempuan cantik itu sudah tidak tahan dengan gerakan pemanasan yang dilakukan oleh suaminya yang jelas saja sudah hampir 1 jam Digo memainkan area bawah Aruna yang membuat tidak berdaya dan sudah mengeluarkan banyak cairan dan entah sudah beberapa kalinya arona keluar dan pastinya diiku tersenyum penuh kemenangan karena ia melihat aromanya begitu pasrah dengan keadaan yang tidak berdaya.


"Sekarang yank? nggak nanti saja aku masih ingin bermain-main di sini?"


"Noh sayank sekarang Aku sudah tidak tahan.."


Tetapi apa yang diinginkan Aruna tidak terkabul karena suaminya itu malah memperdalam ciumannya dia area bawah Aruna yang membuat Aruna semakin tidak tahan saja dengan tangannya yang sudah menarik rambut Digo karena saking tidak tahannya.


Hingga akhirnya merasa Joni sudah tidak tahan tikus segera memposisikan dirinya di atas Aruna yang pastinya laki-laki itu dengan segera mengarahkan si janin yang sudah berubah bentuk dan ukurannya itu untuk masuk ke dalam yang pastinya malam ini ia akan membuat cairan yang kental dan hangat itu langsung masuk ke dalam dan membuahkan hasil.


Hingga akhirnya setelah berjam-jam melakukan adegan yang bikin menyenangkan dan entah sudah beberapa ronde yang dilakukan oleh keduanya akhir yang keduanya tertidur pulas tentu saja malam ini Digo yang tertutup duluan karena merasa kelelahan sementara Aruna perempuan cantik itu malah tersenyum menatap wajah suaminya yang tampan dan juga berkeringat.


"Awas saja aku akan membuat kamu nanti bangun kesiangan . Aku ingin melihat bagaimana seorang ketua OSIS itu telah mendatang ke sekolahan iya iya iya padahal jabatan kamu tinggal sebentar lagi tetapi kamu sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan Aku ingin melihat kamu nanti sayang."


Ya jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari tetapi Aruna tidak bisa memejamkan matanya entahlah perempuan cantik itu malahan ingin mengerjai suaminya dengan bermain-main dengan suaminya.


Yang pastinya Digo sampai saat ini masih menjabat sebagai ketua usus padahal tinggal beberapa bulan lagi ia lulus tetapi sayang sekali kandidat untuk menggantikannya belum ada dan belum sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan tetapi mau tidak mau dalam waktu 1 bulan ini Digo harus mengundur kan diri karena ia juga tidak mau kegiatan osis itu mengganggu belajarnya dalam menempuh ujian meskipun dari pembina OSIS dan juga guru-guru yang lainnya masih terus menginginkan Digo untuk menjabat sebagai ketua OSIS sampai ia lulus tetapi Digo sendiri untuk mundur dan mengakhiri masa jabatannya yang sudah terlewat itu.


Ya Aruna yang pada dasarnya perempuan yang berbadan juga menginginkan sesuatu yang aneh mempunyai rencana ia akan mengerjai diku supaya Diko terlambat masuk ke sekolah ia selamat bersekolah dengan Digo Aruna belum pernah melihat diikuti hukum dan pastinya nanti arona akan mulai ikut dihukum karena terlambat datang ke sekolah.


"Sayang main yuk!!"

__ADS_1


Ajak Aruna dengan tangannya yang sudah menari nari di dada Digo yang membuat Digo seketika membuka matanya tentunya mendapatkan sentuhan dari Aruna itu diku langsung saja bangun terlebih lagi satu tangan arona sudah bergerak bebas di area Joni yang membuat Joni bangun seketika.


"Sayank, kamu nakal ya?"


Tentunya mendapatkan sambutan dari Aruna yang seperti itu di semangat laki-laki itu membuka matanya dan langsung saja menarik tubuh Aruna dan mengungkung arona yang pastinya di ku juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini terlebih lagi Aruna sudah membangunkan si Joni yang sudah tertidur.


Digo mulai mencium Aruna dan melakukan pemanasan lagi tetapi di saat Diego ingin mengarahkan si Juni ke dalam inti Aruna. Aruna dengan cepat menggelengkan kepalanya bukan bermaksud ia menolak dengan apakah dilakukan oleh Diego tetapi arona akan mengambil alih kendali, dia yang akan berada di atas Digo.


"Kenapa sayang bukannya kamu yang tadi menginginkan, kenapa kamu yang membuang muka tanpa menatap aku dan si Joni sudah bereaksi malah menolaknya, dia saat ini udah on?"


"Bukan begitu sayank,  aku yang ada di atas tempatnya kamu dengan menikmatinya saja akan ku buat kamu malam ini klepek-klepek dengan apa yang aku lakukan."


"Sungguh?"


Sepertinya Digo tidak percaya pasalnya selama menikah dengan Aruna Aruna belum berada di atasnya pernah sekali Aruna meminta di atas tetapi baru saja menempel kan si Joni ke inti Aruna, Aruna sudah menyerah karena tidak tahu bagaimana caranya dan pagi ini Aruna meminta untuk berada di atas yang pastinya gitu juga kaget dengan semuanya ini.


"Ya iyalah emangnya tampang ku ini seperti bohong iya sih yang dulu aku masih ragu tetapi untuk kali ini aku sudah yakin yang pastinya kamu akan terpana dengan apa yang aku lakukan dan membuat kamu ketagihan."


Ia ingin melihat sebagaimana jauh permainan Aruna bagi ini yang jelas ia senang jika Aruna ingin memulai duluan dan itu berarti suaminya benar-benar merespon apa yang sudah ia lakukan dulunya.


*****


Dan tepat sekali setelah Aruna bermain di atas tubuh Digo laki-laki itu langsung terkulai lemas, Digo tersenyum penuh kemenangan karena ia ber mendapatkan sesuatu yang begitu pergi ke dari diri Aruna ia malam ini Aruna begitu memanjakannya hingga di hari yang membuat laki-laki itu langsung saja tertidur.


Begitu juga dengan Aruna,.Aruna tersenyum yang niatnya ia mengerjai suaminya dan ternyata berhasil memang belakangan ini digoreng sesar kali yang mana selalu memaksanya dan tidak pernah membuatnya istirahat dan saat ini Aruna berbalik menyerang Digo dan akan membuat Digo nanti akan dihukum karena terlambat masuk sekolah.


Benar saja jam sudah menundukkan pukul 05.00 pagi Aruna sudah terbangun karena alarm yang memang ia pasang jam segitu ia melirik ke arah samping tentu saja melihat para suaminya yang masih terlelap.


Tidak ingin membangunkan suaminya karena memang rencananya seperti itu Aruna yang ingin Digo nanti terlambat masuk ke sekolah Aruna bergegas untuk mencoba kamar mandi kemudian ia juga tak lupa untuk meminum pil penunda kehamilan yang setiap hari ia lakukan.


Iya benar saja Aruna tidak melihat secara gatal bagaimana detailnya dari kondisi pil itu yang sudah di ditukar dengan pil penunda kehamilan yang pastinya arona asal minum saja tanpa tahu jika semuanya sudah diganti oleh Digo.


Setelah melakukan rutinitas setiap harinya Aruna segera menyiapkan semuanya terlebih lagi hari ini ia akan melihat bagaimana suaminya dihukum karena terlambat datang dan pastinya setelah siap dengan semuanya perempuan cantik itu bergegas untuk turun ke bawah.


"Pagi, Mi...Pi.."


Aruna tersenyum kemudian menyapa kedua mertuanya sudah siap berada di ruang makan tentu saja perempuan cantik itu menjadi semangat pagi ini padahal ia berangkat ke sekolah tidak bersama dengan ibu namun rencana yang di susun pasti tidak akan gagal mengingat digoyang sampai saat ini belum juga terbangun.


"Pagi sayank, loh mana Digo biasanya dia selalu nempel sama kamu."


Mami Nina tidak melihat Digo di samping Aruna padahal beliau sudah selingkuhkan ke sana kan dan kemarin dan sepertinya memang setiap harinya Digo selalu menempel Aruna apalagi setiap pagi tidak jarang Mami Nina melihat kemesraan terhadap Aruna yang setiap hari semakin lengket saja.


"Mas Digo masih tidur Mi."


Jawab Aruna tersenyum tentu saja ma Mimin Apaan betul dengan apa yang dilakukan oleh menantu cantiknya itu karena ini bukan pertama kalinya Digo melakukan seperti ini bahkan malam ini juga kaget mengapa juga masih tertidur pulas.


"Lho kok nggak kamu bangunin sayang apa Digo nggak berangkat ke sekolah?"


Bukan meminta Digo untuk disiplin masuk sekolah tetapi aneh saja biasanya Digo tidak pernah terlambat sekolah tetapi kali ini Putra bungsunya itu benar-benar tidak terlihat dan apa yang terjadi semalam sepertinya itu terbaca oleh Papi Rendra yang sedari tadi mengamati wajah Aruna


"Biarkan saja, kayak Mami nggak pernah muda aja pasti Digo kelelahan semalam."


Papi Rendra memang seperti itu beliau tidak pernah berbasa-basi dan langsung saja mengatakan sejujurnya tanpa pula adanya rem hingga membuat Aruna malu padahal sebenarnya memang ia Aruna yang membuat Digo seperti ini.


"Oh begitu ya sudah sayang kamu sarapan dulu biar nanti mami yang bangunin Digo."


Aruna menganggukan kepalanya ia sarapan dengan hati yang berbunga-bunga di samping ia sudah memberikan sesuatu yang membuat Digo jadi klepek-klepek dan berakhir di sampai tidak bangun pagi ini arunya juga tersenyum karena rencananya berhasilnya pastinya digunakan akan dihukum karena terlambat datang ke sekolah.


Setelah sarapan dan juga berpamitan dengan kedua orang tuanya Aruna bergegas keluar dari rumah ia memang pagi ini diantar oleh sopir karnaval pastinya nanti suaminya membawa mobil atau motornya pastinya Aruna tidak memakai mobilnya sendiri dan itu sudah diberikan oleh Digo dan Aruna pasti yakin jika nanti suaminya akan memberikan hukuman yang lebih dahsyat dari apa yang sudah Aruna lakukan.


Setelah sampai di sekolahan, Aruna bertemu dengan keempat sahabat Digo dan juga Vina perempuan cantik itu malah tersenyum ketika Dino menanyakan Di mana keberadaan Digo saat ini.


"Memang semalam kalian main sampai berapa Rando sih kenapa gitu sampai belum bangun juga?"


Tentu saja bukan suatu rahasia lah lagi dengan keempat sahabatku kalau mereka tahu ji yang pastinya setiap malam digoda juga Aruna selalu melakukan adegan yang panas tetapi Baru kali ini ikut sampai kelelahan dan tidak masuk sekolah atau mungkin masuk nanti tetapi terlambat.


"Ya sudah kita jaga saja di sini dan nanti jika ketua OSIS yang datang terlambat tentu saja siapkan hukuman buat dia."


Ucap Aruna dengan terus siapa penemangan lagi pula pagi hari ini memang jadwalnya Aruna dunia untuk berjaga di depan gerbang tentunya untuk mencatat siapa saja yang datang terlambat hari ini.


"Oke kita lihat saja apakah kartu akses kita nanti akan dihukum ada tidak mengingat dia sampai jam segini belum datang juga."


4 sahabat Digo menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti Aruna untuk berjalan di depan gerbang sembari melirik kesana kemari yang pastinya untuk mencari keberadaan Digo saat ini yang mana belum sampai di sekolahan.


Sembari mereka berdua mencatat siapa saja yang terlambat Dino menghampiri arena pastinya ia sudah tahu bagaimana liciknya istri dari sahabatnya itu karena tidak biasanya diiku terlambat meskipun semalam bertempur hingga beronde ronde.


"Jujur sama gue, lo rencanain semuanya ini kan?"


Aruna menganggukan kepalanya lagian untuk apa yang berbohong kepada Dina tong juga yang ia lakukan juga tidak berbahaya Aruna hanya ingin melihat saja jika ketua osis itu juga bisa dihukum, karrna selama ini Digo selalu dapat datang saja tanpa hukuman dari sekolahan.


"Gila benar-benar licik lo siap-siap saja nanti dapat hukuman yang lebih dari Digo."


"Hahaha gue nggak takut sudah terbiasa mendapatkan hukuman dari itu orang tetapi yang paling mengesankan adalah melihat Digo nanti dihukum bahkan belum pernah melihat Digo dihukum untuk keliling lapangan atau yang lainnya maka dari itu kita saksikan saja nanti bagaimana ekspresi wajah suamiku ketika dihukum."


Tanpa merasa bersalah sama sekali Aruna mengatakan seperti itu yang membuat Dino mengeryitkan alisnya ia juga penasaran bagaimana nanti jika Digo dihukum.


Mungkin akan menjadi pemberitahuan yang kau hari ini kakak ketua OSIS yang terkenal pintar dan juga bertanggung jawab serta disiplin malah nantinya akan mendapatkan hukuman.


*****


Sedangkan di kediaman Narendra, Mami Nina sedari tadi membangunkan Digo, tetapi Digo tidak bangun-bangun juga hendak membuat Mami Nina kesal dengan kelakuan Putra bungsunya ini padahal tidak biasa biasanya dibuat seperti ini bahkan untuk terlambat bangun saja Ibu tidak pernah melakukannya tetapi mengapa pagi ini begini.


Mami Nina juga terkejut mana kalau ia sudah sampai di kamar di kota itu saja melihat keadaan Digo yang tidak memakai apapun juga halnya selimut yang menutupi tubuhnya Mami Nina tahu juga semalam Digo dan arena telah melakukan sesuatu yang membuat digo kelelahan  hingga tidak bisa bangun pagi.


"Astaga bisa-bisanya sampai begini, berapa ronde yang kalian mainkan semalam?"


Mami Nina menggelengkan kepala nya lagi dan lagi ia masih berusaha untuk memerlukan putranya itu padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 dan itu berarti Digo sudah dipastikan akan terlambat untuk masuk ke sekolah.


Tetapi daripada tidak masuk sama sekali lebih baik datang terlambat karena Digo juga tidak sakit ataupun juga.


Ya tadi pagi ini nah setelah masuk ke kamar Digo perempuan cantik itu langsung saja mengecek suhu tubuhku dan terus saja memilihnya khawatir juga putranya itu kenapa-napa meskipun Aruna tadi pagi sudah bilang jika baik-baik saja tetapi tetap seorang Ibu pastinya khawatir dengan putranya.


"Di, bangun. Kamu nggak ke sekolah ini sudah siang?"

__ADS_1


Entah sudah berapa kali Mami Nina membangunkan Digo tapi sayang sekali di rumah tidak berkutik dan membuat Mami Nina jengkel.


Mami Nina yang jengkel karena Digo tidak bangun bangun, langsung menuju ke Kamar mandi dan mengambil air kemudian menyiratkan air itu untuk wajah Digo, dan ini adalah jurus terbaru Kalina Mami Nina mengembangkan Digo yang mana memang diikuti tidak bangun bangun dari tadi.


"Euh... Sayang Apa yang kamu lakukan sebaiknya kita tidur saja ini masih petang sayang belum pagi."


Ya Digo menggeliat manja yang rupanya masih tidak sadar juga yang membangunkan itu adalah maminya bukan Aruna tentu saja Digo juga belum sadar jika ini sudah pagi ya berpikir juga ini masih malam karena Digo baru tertidur beberapa saat saja.


"Bangun Di, lihat ini bukan Aruna tetapi Mami kamu lagi pula kenapa kamu bilang ini masih malam melek sana dan lihat itu di luar matahari sudah masuk ke dalam kamarmu."


Mendengar suara dari mami Nina diku langsung saja membuka matanya ia mengucapkan matanya perlahan-lahan antara sadar dan tidak yang membangunkannya saat ini.


"Loh ini jam berapa Mi, Aruna mana?"


Kaget tentu saja karena Digo tidak berhalusinasi ataupun bermimpi yang nyatanya yang ada di depannya saat ini adalah Mami Nina bukan istrinya toh juga Digo yang melihat sudah ada cahaya masuk ke dalam kamarnya lalu menanyakan kepada Mami Nina ini jam berapa.


"Jam tujuan kurang lima belas menit dan istri kamu sudah berangkat sekolah lagi pula kamu semalam bermain sampai jam berapa hingga kamu sampai tidak bisa bangun pagi."


Astaga bisa-bisanya Aruna tidak membangunkan ku awas aja kamu sayank, aku nanti akan menghukum kamu jauh lebih berat dari apa yang aku rasakan.


Tidak menghiraukan maminya yang masih terus ngoceh-ngoceh tidak jelas diku beranjak dari kamar mandi tentu saja iya tidak memakai apapun juga reflek karena sudah melihat jam yang menunjukkan pukul 07.00 kurang dan tentu saja Digo yakin jika Iya pastinya akan terlambat datang ke sekolah dan mendapatkan hukuman.


Mami Nina yang melihat kelakuan Digo hanya menggelengkan kepalanya untuk saja Digo adalah anak kandungnya sendiri jadi bisa memahami sikap Digo yang jelek nggak seperti itu dan setelah Digo masuk ke dalam kamar mandi Mami Nina juga bergegas untuk keluar dari kamar Digo beliau juga ingin bersiap-siap untuk menuju ke butik.


Tentu saja Digo di dalam kamar mandi bergegas untuk mandi, entah mau bersih atau tidak yang jelas ia sudah melakukan mandi wajibnya.


Setelah dirasa bersih laki-laki itu segera keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya beruntung sekali meskipun istrinya itu tidak membangunkannya tetapi Aruna sudah menyiapkan pakaian untuk diskusi yang ini dan juga sudah menata semua perlengkapan Diko untuk pergi ke sekolah.


"Arghhh...."


Digo menjambak rambut nya kesal padahal ia memang sengaja membiarkan rambutnya itu tidak dikeringkan bukan karena untuk pamer dengan keempat sahabatnya atau yang lainnya tetapi memang tidak ada waktu lagi lagi pula percuma saja nanti juga di jalan pasti kering sendiri.


Sepanjang perjalanan Diego mengumpat kesal ke arah istrinya bukan mengumpat yang macam-macam tetapi ia tahu ini adalah akal-akalan licik dari Aruna yang sengaja membuatnya kelelahan hingga tidak bisa bangun pagi yang pastinya Digo akan membalas dendam kepada istrinya nanti malam.


Terlebih lagi malam ini adalah malam minggu diku akan mengurung arona dan tidak membiarkan Aruna pergi dari kamar apa lagi untuk jalan-jalan yang biasanya Digo dan Aruna menyempatkan untuk jalan-jalan setiap malam minggu tetapi karena kesalahan aromanya tidak membangun karena pagi ini membuat ibu akan memberi hukuman kepada istrinya itu.


"Astaga mana mungkin seorang ketua OSIS terlambat dan mendapatkan hukuman ini baru pertama kali sejarah dalam hidupku."


Sepanjang perjalanan Digo memikirkan tentang hukuman apa yang akan diberikannya dari guru BK pagi ini dan tentu saja ini adalah pertama kalinya Digo melakukan kesalahan, bukan pasangan fatal tentunya tetapi pastinya sangat memalukan jika ketua OSIS yang biasanya bertindak disiplin dan tidak pernah terlambat datang ke sekolah tetapi hari ini Digo terlambat datang ke sekolah yang pastinya dituju juga tahu konsekuensinya jika nanti dirinya akan dihukum.


Dan benar saja sesampainya Digo di sekolahan pintu gerbang biodata ketoprak tetapi Diego masih bisa melihat jika Aruna dan keempat sahabatnya  itu beserta guru BK pagi ini sudah berdiri di belakang tertentu bisa jadi gue tahu melihat dari gerak-geriknya mereka semua menanti kedatangannya.


Digo melihat jam yang ada di pergelangan tangannya tentu saja ia sudah terlambat 10 menit bahkan ia sendiri sudah ngebut tadi di jalan tetapi yang namanya jalanan pagi hari tentu saja macet dan Digo harus siap dengan hukuman yang akan dilakukannya.


Digo turun dari motor besarnya laki-laki itu memandang satu per satu orang yang berada di belakang pintu gerbang terutama istrinya yang mana saat ini malahan aroma tersenyum manis padanya tanpa berdosa sama sekali.


"Kamu ini ya Di, sudah menjabat sebagai ketua OSIS terlambat datang lagi mentang-mentang sebentar lagi jabatan kamu sudah selesai kamu seenaknya saja datang terlambat tapi pula kamu ingin menjadi contoh teman-teman kamu yang lainnya tapi mengapa hari ini kamu melakukan kesalahan."


*****


Aruna awas aja kamu sayank, kamu berani main-main dengan suami kamu....


Dibalik senyuman manis Digo terdapat sesuatu rencana untuk istrinya nanti malam yang pastinya akan membuat Aruna tidak berdaya bahkan tidak akan melepaskannya sungguh lucu sekali istrinya yang biasanya membangunkannya pagi-pagi untuk berangkat sekolah tetapi hari ini tidak apakah ini merupakan rencana dari Aruna?


Ya tentu saja apa yang ada di dalam pikiran Digo itu ada benarnya karena melihat Aruna yang malang tersenyum menata kearahnya tanpa rasa sedikit kasihan sekali dan itu membuat pikiran diku semakin yakin saja jika Aruna memang benar-benar mengerjainya.


"Maaf Pak saya terlambat."


"Kenapa kamu sampai terlambat biasanya kamu tidak pernah terlambat?"


Tentu saja Pak Budi yang menjabat sebagai guru PK itu tersenyum menatap ke arah Digo dan tentu saja tanpa dijawab pula Pak Budi tahu jika jika Digo terlambat bangun pasti gara-gara bermain dengan Aruna semalam tetapi Pak Budi tidak menyangka jika bisa sampai tidak bisa bangun pagi.


"Biasalah Pak..."


Jawaban Digo ambigu sekali meskipun begitu Pak Budi melakukan kepalanya dengan tersenyum kemudian melirik sepasang suami istri yang saat ini sama saling menatap entahlah apa yang ada di otak Aruna dengan Digo tetapi terlihat juga keduanya sama-sama tersenyum namun mengisyaratkan sesuatu yang berbeda.


"Kamu itu ya sudah tahu kamu masih menjabat sebagai ketua OSIS tetapi mengapa kamu datang terlambat dan tidak ada toleransi meskipun kamu sudah pernah mengharumkan nama sekolah hal ini dan juga jabatan kamu yang masih menjadi ketua OSIS tentu saja pagi ini kamu tetap bapak hukum, lari 5 putaran."


Untung karena terlambat masuk ke sekolah dan setelah pintu gerbang di buka, Digo mendorong pelan motornya itu tetapi setelah ia sampai di depan Aruna laki-laki itu menghentikan sejenak langkahnya.


"Aku tahu ini rencana kamu sayangkdan awas saja nanti malam akan aku buat kamu tidak bisa berjalan besok tetapi terima kasih semalam kamu benar-benar membuat aku puas benar-benar membuat aku kelelahan hingga aku tidak bisa bangun pagi."


Cup


Sontak saja Aruna kaget mendapat perlakuan seperti itu pasalnya ini masih di sekolah dan Digo berani beraninya mencium pipi Aruna ia meskipun hanya dipipi saja tetapi itu jika diketahui oleh guru-guru yang lain yang maka keduanya akan kena sanksi.


"Selalu deh begitu dan tentu saja aku tidak takut pak ketua OSIS tetapi aku ingin melihat pemandangan pagi ini di mana ketua OSIS malahan dihukum untuk lari 5 putaran."


Digo tersenyum kamu kemudian ia segera memarkirkan motornya dan juga segera menuju ke lapangan untuk menjalani hukuman tentu saja adegan pagi ini dilihat oleh banyak siswa-siswi di sekolah itu pasalnya banyak dari kelas mereka yang pagi ini tiba-tiba kosong, alhasil Digo yang di hukum itu sudah menjalar informasinya ke mana-mana dan mereka melihat ini sebagai pertunjukan yang langka.


Sementara Aruna kebetulan sekali kelas Aruna juga kosong hari ini hingga ia bisa melihat bagaimana suaminya itu melakukan hukuman dengan lari 5 putaran bukan masalah larinya tetapi ia justru malah terpana dengan apa yang dilakukan oleh Digo.


Rasanya laki-laki itu malah mengeluarkan banyak keringat dan tentu saja itu membuat ketampanan dari seorang Digo meningkat  dan keringat yang bercucuran dari wajah Digo itu membuat Digo nampak sangat macho sekali


Tetapi Aruna sadar jika banyak dari perempuan-perempuan yang ada di sekolah ini memperhatikan ibu saat ini bahkan tak jarang perempuan itu meneriati nama dan membuat mereka teriak itu yang malah membuat Aruna jengkel dan salah karena sudah membuatku Digo dihukum pagi ini.


"Kenapa jelas kan? Lo sih tidak dapat sasaran makanya kalau mau menghukum Digo itu jangan seperti itu lihat saja mereka malah senang melihat suami lo dengan ekspresi wajah seperti itu bukan kasihan atau bagaimana mereka malah terpesona dan tentu saja banyak dari mereka yang mengabadikan foto Digo yang benar-benar mempesona."


Vina yang sedari tadi mengikuti Ke mana perginya Aruna karena Vina sendiri tidak tahu jika pagi ini dihukum untuk lari 5 putaran hingga akhirnya Vina menggelengkan kepalanya yang mana melihat ekspresi wajah Aruna yang nampak jengkel, terlebih lagi banyak dari perempuan-perempuan di sekolah itu yang malah berteriak untuk memanggil nama Digo dan juga tidak jarang yang ingin memberikan minum atau sekedar mengeliling mengelap keringat Digo tentu saja Digo menolak mentang-mentang di samping Iya yang belum menyelesaikan 5 kali putaran ia juga tidak mau membuat Aruna cemburu yang pastinya diberitahu jika ini hanyalah akal-akalan Aruna saja dan itu tidak masalah bagi Aruna malahan dengan begini jika istrinya itu benar-benar mencintainya.


"Mengapa mereka berteriak meneriaki nama Digo, tidak tahu saja Digo adalah pacar gue di sini dan pastinya dari tadi belum memperhatikan Digo, apa mereka semua buta atau bagaimana?"


Tentu saja semakin bertambah kesal saja Aruna manakala mendengar teriakan-teriakan dari perempuan-perempuan genit yang memanggil nama suaminya begitu juga dengan Miranda yang saat ini sudah bersiap-siap untuk maju mendekati Digo.


"Lagi pula Lo mengapa bercanda seperti ini, Lo tidak tahu bagaimana ketampanan seorang suami lo itu meskipun dia dihukum karena terlambat masuk ke sekolah tetapi malahan membuat fansnya semakin bertambah juga dan tentunya lo salah langkah Aruna lihatlah semua kelas keluar untuk melihat di ujungnya tampang yang begitu mempesona pagi ini."


Ya Aruna rasa sedari tadi hanya memperhatikan Digo dan juga teriakan-teriakan dari fans-fans Digo ia tidak memperhatikan keseliling ruangan kelas yang mana memang bahkan hampir semua siswa-siswa di sekolah itu keluar kelas entahlah Apa memang guru-guru pakai ini mendadak pada izin semua atau bagaimana.


"Makanya cemburu kan lo sekarang lagi pula lo semalam itu mainnya berapa ronde sih hingga Digo kelewat batas seperti itu?"


Bukan hanya Vina saja yang mendekati Aruna tetapi Dino dan yang lainnya juga, dari tadi fokus mereka bukan ke arah Digo yang mendapatkan hukuman tetapi melihat ekspresi yang lunak yang cemburu dan juga kesal dengan apa yang dilakukan oleh fans fans Digo.


"Diam, kalian kalau mau tahu berapa ronde nanti tanyakan saja sama Digo lagi pula kalian kan dekat pastinya Digo sudah pasti nanti cerita panjang dan lebar sama kalian yang jelas saat ini singkirkan itu fans Digo, risih gue denger teriakan dari mereka."

__ADS_1


Kesal Aruna yang tidak tahan melihat fans-fans Digo memanggil nama suaminya itu, dan Aruna bergegas untuk meninggalkan lapangan itu untung saja Digo lari masih 2 putaran sehingga Aruna langsung menuju ke kantin untuk membelikan minuman untuk suaminya ia tidak mau jika kalah dari perempuan-perempuan yang saat ini masih mengidolakan suaminya.


__ADS_2