
Digo hanya tersenyum, padahal kenyataannya ia sudah menikahi Aruna yang pastinya ia memang tidak mau banyak bicara soal pernikahan nya. Toh juga ia dan Firman tidak begitu mengenal jadi sebisa mungkin kalau masalah pribadi yang bener bener pribadi, Digo akan merahasiakan nya sampai waktu nya tiba.
"Oh ya lupa kamu kan masih sekolah, pasti calon istri kamu juga sama, masih sekolah juga?"
Tidak mendapatkan jawaban dari Digo, karena laki-laki itu hanya diam saja membuat Firman lagi lagi berbicara, entah mengapa ketika bersama dengan Digo, Firman banyak bicara padahal sebenarnya ia adalah laki-laki yang dingin, yang tidak bisa banyak bicara terlebih lagi dengan orang yang dikenalnya.
"Iya, Bang."
Firman dan Diego, keduanya sama-sama tersenyum kemudian melanjutkan ngobrolnya yang memang awalnya hanya seputaran tentang pekerjaannya saja tetapi lama kelamaan kedua laki-laki tampan itu bercerita tentang masalah pribadi.
"Lalu Abang sendiri bagaimana? mengapa sampai sekarang tidak menikah atau mungkin saja trauma atau memang ada seseorang yang sudah ditunggu-tunggu hingga saat ini dan menunggu perempuan itu sampai siap untuk menikah nantinya?"
Emang kenyataan nya Digo penasaran betul dengan Firman , karena Firman adalah laki laki tampan tetapi sampai sekarang belum menikah, pada hal sudah biasa jika sekelas Firman dan Nathan itu memang mementingkan karir daripada menikah, mereka lebih mengejar karir dan juga kekuasaannya dulu baru nanti setelah sukses baru mencari seorang perempuan yang tepat untuk dinikahi. Karena bagaimanapun juga harta kekayaan itu adalah nomor satu dan tentunya setelah kaya raya semua perempuan akan mendekat tinggal mereka memilih mana yang cocok atau tidak.
__ADS_1
"Ya sebenarnya bukan karena trauma, hanya saja aku malas jika mengingat tentang kejadian dulu dan juga belum ada perempuan yang cocok di hati, tetapi singkat cerita aku belum begitu mengenal dia kita bertemu pertama kalinya itu juga tidak sengaja waktu aku bertemu dengan klien di mall kebetulan juga mungkin dia sedang jalan-jalan bersama dengan temannya... Iya kami hanya kenalan saja untuk sepertinya kamu juga tidak tahu bagaimana selanjutnya aku juga tidak tahu nomor pulsanya tetapi setelah aku selingkuh aku sudah tahu bagaimana selalu keluarganya itu, yang jelas gadis cantik itu sudah membuat hatiku berantakan hingga setiap hari dan juga setiap malam aku tidak bisa tidur malam dengan dirinya akhirnya aku putuskan saja untuk silaturahmi besok karena aku sudah kenal betul dengan orang tua nya."
Firman menceritakan tentang Aruna meskipun laki-laki itu tidak menyebutkan namanya tetapi dengan cara tidak langsung Firman menyebutkan ciri-cirinya dan awal mereka bertemu tentu saja Digo tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena ia tidak tahu yang dimaksudkan oleh Firman itu adalah istrinya.
"Gas aja langsung Bang, jangan kelamaan nanti keburu diambil orang!!"
"Aku juga maunya begitu karena sepertinya aku sudah cocok dengan gadis cantik itu meskipun kita baru satu kali bertemu tetapi rasanya aku sudah jatuh cinta kamu mungkin Cinta pada pandangan pertama dan pastinya aku sering main-main terlebih lagi dia adalah perempuan yang sangat cantik dan juga mempesona pastinya di luar sana sudah banyak laki-laki yang ingin memilikinya jadi aku memang berusaha untuk secepat mungkin bisa melamarnya kalau perlu langsung aku aja menikah. Ya walaupun pernikahan hanya dilakukan secara sederhana, mengingat dia itu masih sekolah persis seperti kamu."
Tentu saja Digo melongo dan berdoa tidak percaya manakala Firman menceritakan jika seseorang yang bisa meluluhkan hati laki-laki itu ternyata masih berseragam putih abu-abu tentu saja jaraknya begitu jauh dan pastinya itu membuat Digo masih saja tidak percaya.
"Iya, entahlah mengapa aku bisa jatuh cinta dengan gadis belia seperti itu padahal dulunya mantan pacar aku juga tidak begitu mudah usianya 11 12 dengan aku tetapi tak apa-apa, baru pertama kalinya aku bertemu dengan gadis itu aku sudah terkait dan jatuh cinta bahkan aku tidak peduli dengan jarak usia kami yang begitu jauh tetapi kalau sudah cinta sama tidak bisa diucapkan lagi dengan kata-kata."
"Bang Firman memang benar jika memang cinta semuanya sudah berubah bahkan yang jelek pun bisa berubah menjadi baik dan tentu saja usia tidak masalah lagi pula barang Firman masih terlihat awet muda dan tidak tua-tua banget. Sepertinya jika bersatu dengan Aku tidak mau melihat juga apalagi aku yang masih terlihat muda dan tentu saja tidak akan pernah melihat dia malu nantinya."
__ADS_1
Digo terkekeh sembari menganggukkan kepalanya, memang jika dilihat dilihat lihat Firman itu masih muda dan jika bersanding dengan gadis yang berseragam putih abu-abu itu tidak akan membuat Firman telah tertua bahkan mungkin saja akan tampak serasi dengan gadis itu yang pastinya kedua laki-laki itu kini sama-sama tertawa sama-sama membahayakan dan meminta satu orang perempuan yang ternyata memang sama.
"Ya sudah kalau begitu, maaf sekali lagi Di, ternyata sebentar lagi aku ada meeting kapan-kapan kita lanjut saja ngobrolnya dan tentu dengan pasangan masing-masing kamu kenalkan aku dengan calon istri kamu, aku kenalkan kamu dengan gadis yang sudah menjungkir balikkan kehidupanku dan pastinya kita akan double date nantinya."
Firman baru saja membuka pesan masuk di ponsel yang ternyata itu adalah dari asisten pribadinya yang mengingatkan jika sebentar lagi akan ada Medan tentu saja Firman buru-buru untuk menyudahi dengan Diko padahal ia ingin bercerita lebih lanjut atau lebih tepatnya ingin meminta saran kepadaku supaya gadis yang diincar itu nantinya akan benar-benar luluh dengannya dan mau menerima lamarannya bahkan mau segera menikah.
"Oh tidak masalah Bang bisa diatur waktunya, kalau aku siap-siap saja selagi tidak ada meeting dan tentu saja calon istri aku bisa dan mungkin mereka akan saling akrab karena kami satu angkatan dan tentu saja dalam kami akan nyambung nantinya Bang Firman hubungi saja kapan waktunya."
"Oke sip deh, maaf ya sekali lagi dan untuk kali ini aku yang traktir padahal aku ingin sekali meminta saran kepada kamu bagaimana caranya supaya aku bisa menemukan gadis ABG itu supaya dia tidak menolak lamaranku dan mau segera aku nikahi yang mungkin nanti kita bisa kirim pesan atau bagaimanalah yang jelas maaf sekali lagi jika aku harus buru-buru pergi."
"Tidak masalah Bang bisa diatur itu dan pastinya jika Abang membutuhkan sesuatu bisa tanyakan saja pada aku meskipun aku juga tidak pandai pada amat karena calon istriku ini adalah cinta pertama dan juga terakhir aku yang pastinya aku juga banyak belajar dari orang yang berpengalaman tetapi poin pentingnya di sini jika Bang Firman sudah menyukai gadis ABG itu bang Firman harus benar-benar mengalah harus bisa membaca situasi dan hatinya dan harus memberikan perhatian terlebih lagi dia masih ABG dan tentu saja masih sering bergaul dengan teman-temannya dan satu lagi Bang firman harus mempunyai setok kesabaran yang banyak."
"Oh begitu ya, Oke siap-siaplah kalau soal kesabaran aku sudah paling sabar yang pastinya Aku tidak akan mengekang gadis kecilku itu."
__ADS_1