
Cup
Nathan mencium punggung tangan Aruna yang membuat gadis cantik itu mematung seketika dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi meskipun Aruna dengan cepat ingin menyingkirkan tangan nya, namun nyatanya tidak bisa, karena Nathan semakin erat untuk menggenggam tangan Aruna dan kembali lagi memberikan ciuman di punggung tangan Aruna.
"Aku jatuh cinta sama kamu sejak pertama kali kita bertemu mungkin kamu tidak menyadarinya tetapi aku sudah mengenal kamu lama dan sudah pernah bertemu dengan kamu. Aku tahu ini adalah pertama kalinya kamu bertemu dengan aku dan aku juga tahu jika kamu tidak mencintai aku, bahkan aku yakin jika kamu bersikeras untuk menolak perjodohan ini. Tetapi sampai kapanpun aku tidak akan membatalkan perjodohan ini dan akan meneruskan semuanya ini sampai kita menikah karena aku benar-benar jatuh cinta sama kamu, aku benar-benar menyayangimu dan mencintai kamu dan akan membuat kamu jatuh cinta sama aku."
Aruna melongo, belum lagi terkejutannya dirinya dengan apa yang diucapkan Nathan beberapa saat yang lalu kini Aruna mendengar sebuah kenyataan jika laki-laki yang dijodohkan dengan dirinya sudah lebih dulu mengenalnya, bahkan laki-laki itu malah sudah jatuh cinta dengannya, kalau seperti ini tidak mungkin Aruna akan meminta Nathan untuk membatalkan perjodohan ini.
"Tapi Kak aku..."
Aruna bersikeras untuk menolak perjodohan ini dan ia meminta dengan baik-baik supaya Nathan mau membatalkan perjodohan dengannya.
Shutt...
Nathan dengan cepat melepaskan genggaman tangannya, laki-laki itu langsung saja mengulurkan tangannya, dan menempelkan jari telunjuknya di bibir Aruna yang membuat Aruna tidak bisa meneruskan ucapannya.
"Jangan berkata yang tidak tidak lagi Run, kamu mau bilang kan kalau kamu sudah mempunyai pacar dan itu tidak mungkin, karena aku tahu semuanya tentang kamu. Kamu masih jomblo dan tidak mempunyai pacar sama sekali.. dan percaya kepadaku, aku akan membahagiakan kamu, aku akan membuat kamu mencintai aku dan pasti akan Aku pastikan kamu menjadi milikku dan aku akan sabar menunggu hingga waktunya tiba."
__ADS_1
Sekali lagi Aruna tidak bisa berbuat apa-apa, rencananya untuk menggagalkan perjodohan ini nyatanya sia-sia. Dan Aruna berpikir jika laki-laki yang dijodohkan dengannya itu sudah mempunyai pacar dan akan menolak perjodohan, juga akan bekerja sama dengannya tetapi tidak sama sekali tetapi kenyataan tidak seperti yang Aruna bayangkan, hingga membuat gadis cantik itu pasrah meskipun dirinya tidak mengangguk, tetapi sama saja jika Aruna menerima perjodohan ini.
"Dan kamu jangan memikirkan semuanya setelah kita menikah nanti, aku tidak akan membatasi ruang gerak kamu, kamu masih bisa tetap bersekolah dan kamu juga masih bisa melanjutkan kuliah, aku tidak akan membatasi semuanya itu hanya status kamu saja yang sudah menjadi istriku."
Begitu juga dengan Nathan, ia sudah memikirkan baik-baik dengan pernikahan yang akan dilakukan oleh Aruna, karena Nathan sendiri tahu bagaimana sifat Aruna itu yang tidak mau dikekang dan memang resiko Nathan menginginkan pernikahan dengan Aruna sebelum Aruna lulus yaitu artinya, ia harus bisa mengikuti kemanapun kegiatan Aruna dan juga menyetujui jika Aruna ingin kuliah setelah sekolah nanti.
Sementara dengan Digo, laki-laki saat ini juga berada di taman belakang. Karena setelah Aruna dan juga Nathan keluar dari privat room, Digo juga meminta permisi kepada kedua orang tuanya kalau dirinya ingin pergi ke toilet, tetapi Digo tidak pergi ke toilet yang mana ia mengikuti Aruna dan juga Nathan serta Digo juga mendengarkan apapun yang diucapkan oleh kakak kandungnya itu dan juga Aruna.
Tanpa terasa Digo meneteskan air matanya, ia sendiri bingung dengan apa yang akan dilakukannya, di satu sisi Nathan adalah kakak kandungnya dan Nathan benar-benar mencintai Aruna sama seperti dirinya, namun disisi lain Digo juga tidak rela jika gadis yang sudah ia cintai sejak dulu akhirnya nanti hanya akan menjadi Kakak ipar nya dan tidak menjadi istrinya.
Digo menghapus air matanya, tidak mungkin ia memperlihatkan kalau dirinya menangis meratapi nasibnya saat ini dan ia bersikeras akan menjalankan semua rencana yang sudah disusunnya matang matang, supaya pertunangan Nathan dengan Aruna batal dan mereka tidak jadi menikah.
Hingga akhirnya Digo memutuskan untuk meninggalkan Aruna dan Nathan, ia juga tidak kembali ke privat room di mana kedua orang tuanya masih berada di sana dan memilih untuk pergi saja dari restoran ini toh juga untuk apa Digo berada di sini yang nyatanya acara ini hanya diperuntukkan oleh Aruna dan juga Nathan saja.
Yang pastinya akan membuat Digo semakin sedih dan juga terluka ketika mendengar rencana yang sudah disusun untuk terlaksananya acara pernikahan Aruna dengan Nathan nantinya.
Laki-laki tampan itu menyetop taksi yang ada di depan restoran, ia juga sudah mengirimkan pesan kepada Papi Rendra kalau dirinya tiba tiba minta izin untuk pulang dahulu padahal sebenarnya Digo tidak pulang ke rumah tetapi menemui teman-temannya yang saat ini sedang berkumpul di klub malam.
__ADS_1
Dan Digo juga tidak meminta keempat sahabatnya itu untuk menjemputnya melainkan ia menyetop taksi sendiri bahkan keempat sahabatnya itu tidak tahu jika Digo saat ini sedang menuju ke klub malam.
"Bro!!"
Keempat sahabatnya itu kaget melihat Digo yang saat ini sudah ke sini, padahal tadi sore Digo sudah mengirimkan pesan kalau dirinya tidak ikut kumpul-kumpul bersama keempat sahabatnya, tetapi mengapa malam ini Digo tiba-tiba berada di sini.
"Lho bukannya lo bersama dengan keluarga lo karena ada acara makan malam dengan calon istrinya Bang Nathan?"
Ya keempat sahabatnya Digo sudah tahu kabar Nathan akan dijodohkan dengan seorang gadis cantik, tetapi tidak tau kalau yang dijodohkan itu adalah Aruna, gadis cantik yang juga di cintai Digo.
"Gue pulang dulu."
Ucap Digo kepada keempat sahabatnya, dan Digo langsung saja duduk di samping Denny yang mana sahabatnya itu saat ini sudah mabuk.
"Pulang dulu, bagaimana dengan calon istri Bang Nathan, cantik nggak? atau lebih cantik dari Aruna?"
Masih saja sahabatnya itu bertanya tentang calon istri Nathan yang mana Digo sampai saat ini masih jengkel dan juga kecewa terhadap abangnya dan juga kedua orang tuanya karena ternyata gadis yang dijodoh kan oleh kedua orang tuanya untuk Nathan itu adalah Aruna, gadis yang selama ini dicintai Digo dan sudah diincar Digo dari dulu.
__ADS_1
"Huffh"
Digo tidak menjawab, ia menghela nafas panjang yang nyatanya laki-laki itu tidak bisa menerima kenyataan ini dan mungkin saja Digo akan mempercepat rencananya supaya tidak ada pertunangan antara Aruna dengan Nathan.