My Crazy Husband

My Crazy Husband
Ancaman Digo


__ADS_3

Setelah membeli apa yang diperlukan, Aruna keluar dari apotek, ia juga tidak lupa membeli air minum dalam kemasan.


Aruna kembali masuk ke taksi dan setelah taksi itu kembali berjalan ia langsung saja membuka botol kemasan dan juga meminum pil penunda kehamilan karena Aruna tidak mau jika sampai telat nantinya yang akan membuat dirinya hamil, karena Aruna tau kalau saat ini ia dalam masa subur dan sudah dapat dipastikan jika benih itu akan tumbuh di dalam rahimnya.


Setelah melakukan semuanya itu, Aruna memejamkan matanya, ia sebenarnya tidak ingin mengingat kejadian kemarin dan semalam bersama dengan Digo namun entah mengapa pikiran Aruna saat ini hanya tertuju di mana ia sudah menghabiskan malam panas bersama dengan musuh bebuyutannya dan Aruna tidak tahu lagi bagaimana dengan masa depannya nanti.


Di satu sisi Aruna juga memikirkan bagaimana ia mengatakan kepada Nathan dan mau tidak mau Aruna harus membatalkan pertunangan yang akan dilakukan lusa, karena tidak mungkin juga ia akan menerima Nathan untuk menjadi suaminya yang mana Aruna sendiri tidak sempurna sebagai seorang perempuan, ia sudah ternoda dan yang melakukannya adalah adik kandung dari Nathan sendiri.


Ya Aruna sudah memutuskan besok ia akan berbicara semua ini kepada Nathan dan meminta Nathan untuk membatalkannya meskipun ia tahu laki-laki itu pasti akan kecewa namun lebih kecewa lagi jika Aruna menerima pertunangan dengan Nathan hingga akhirnya menikah.


Tidak beberapa lama taksi yang ditumpangi oleh Aruna sudah sampai di depan rumah, Aruna segera membayar taksi itu kemudian ia menghapus air mata yang menetes di pipinya dan merapikan rambutnya supaya orang di rumah tidak curiga.


Aruna keluar dari taksi, ia juga memposisikan dirinya seperti biasanya meskipun ada rasa ngilu dan sakit di bagian bawahnya namun Aruna mencoba untuk berjalan seperti biasanya supaya orang tuanya tidak curiga telah terjadi sesuatu padanya.


Dan Aruna juga sudah mempersiapkan jawaban yang mungkin ditanyakan oleh kedua orang tuanya mengenai dirinya yang semalam tidak pulang ke rumah.


Ceklek..


Aruna masuk ke dalam rumah namun di rumah tampak sepi meskipun ini adalah hari Minggu di mana biasanya kedua orang tuanya ada di rumah namun kenapa tidak ada sama sekali hingga ia menemukan asisten rumah tangga yang saat ini sedang membersihkan ruangan keluarga.


"Mbok, mama dan papa ke mana, kenapa sepi?"


"Tuan dan nyonya pergi ke luar kota sejak kemarin sore dan beliau berpesan kalau non Aruna ditinggal dulu di rumah dan Tuan dan Nyonya akan pulang nanti malam."


Ada rasa senang namun juga sedih, senang karena ia tidak harus menjelaskan tentang dirinya yang kemarin tidak pulang ke rumah namun sedih juga karena sepertinya orang tuanya masih sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing sehingga tidak memperdulikan Aruna bahkan lusa Aruna akan bertunangan dengan laki-laki yang dijodohkan oleh mereka, mereka pun masih sibuk.

__ADS_1


Aruna menuju ke kamarnya di lantai atas tentu saja ia masih lelah dan ingin beristirahat saja mumpung kedua orang tuanya tidak berada di rumah jadi ia tidak harus berbahasa-basi untuk turun ataupun ngapain yang setiap libur Aruna lakukan.


Sesampai di kamar, perempuan cantik itu langsung saja menuju ke kamar mandi, ia harus membersihkan diri dan menghilangkan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh Digo di tubuhnya meskipun tadi sempat Aruna sedikit menggosok-gosokkan tanda cinta yang ada di tubuhnya itu namun rasanya masih tetap menempel terlebih lagi bagian bawah Aruna yang sepertinya masih menempel ular piton milik Digo.


"Hiks .. hiks .."


Kembali lagi, perempuan cantik itu menangis ketika melihat dirinya yang sudah banyak tanda cinta dan mengingat betapa ganasnya perlakuan Digo padanya, menyesal...tentu saja iya, andai saja Aruna bisa menolak untuk tidak mau dinobatkan sebagai sekretaris OSIS pastinya kejadian kemarin itu tidak akan terjadi.


"Apa yang harus gue lakukan?"


Aruna mengguyur tubuhnya, ia ingin berada di kamar mandi lama dengan merendamkan tubuhnya yang membuat Aruna itu akan menghilangkan bekas-bekas yang ada di tubuhnya dari semua yang sudah dilakukan oleh Digo.


Sedangkan Digo, laki-laki itu khawatir..ia sebenarnya ingin menuju ke rumah Aruna namun ia ingat dengan perkataan Aruna jika dirinya nekat, maka Aruna juga pasti tidak segan-segan untuk melakukan ancaman yang sudah diberikan kepada nya dan Digo tidak mau jika kehilangan Aruna.


"Maafkan aku sayank, maafkan aku..."


Hingga akhirnya Digo memilih untuk pulang ke rumahnya saja dan berencana akan mengatakan semuanya ini kepada kedua orang tuanya nanti.


Beberapa jam kemudian..


Dirasa sudah cukup berendamnya, Aruna keluar dari kamar mandi ... ia langsung saja memakai pakaiannya dan hari ini tidak berniat untuk kemana-mana meskipun Aruna ingat jika hari ini Vina ingin mengajaknya jalan-jalan.


Hingga akhirnya, Aruna mengambil ponselnya...ia tahu jika ponsel itu baterainya habis maka Aruna mencharge lebih dulu....


Ting

__ADS_1


Ting


Dan benar, beberapa saat setelah baterai terisi Aruna menghidupkan ponselnya perempuan itu melototkan matanya ketika melihat banyaknya pesan yang dikirimkan oleh Nathan tentunya dan Aruna melihat waktunya dan itu dikirimkan Nathan sejak kemarin, saat ia berada di apartemen Digo.


"Digo brengseekk!!"


Kembali lagi Aruna mengumpat Digo, perempuan itu tidak menyangka jika semua pesan yang dikirimkan oleh Nathan kemarin, yang membalasnya adalah Digo, dan Digo juga mengirimkan pesan kepada Papahnya yang mengatakan jika kemarin Aruna menginap di rumahnya Vina dan tentu saja Aruna menggelengkan kepalanya melihat apa yang sudah dilakukan oleh Digo, yang sepertinya ini memang sengaja direncanakan oleh laki-laki itu.


Hingga ponsel Aruna berbunyi kembali dan ia melihat siapa yang menelponnya...


Aruna tidak mau mengangkat teleponnya karena ia tahu yang meneleponnya adalah Digo meskipun Aruna tidak menyimpan nomornya namun ia yakin sekali jika yang menelpon puluhan kali adalah Digo, laki-laki yang ia benci


Ting...


[Sayank, angkat telpon nya, atau aku akan datang ke rumah sekarang juga dan mengatakan semuanya pada orang tuamu]


Tidak diangkat teleponnya tetapi Digo tidak menyerah, laki-laki itu mengirimkan pesan kepada Aruna yang tentu saja selain khawatir, Digo juga kangen dan ingin mendengar suara Aruna.


Lagi lagi Aruna tidak menggubrisnya, terlebih lagi kedua orang tuanya juga tidak ada di rumah apalagi yang mau dikatakan oleh Digo kalau ia ke sini sedangkan kedua orang tuanya sedang berada di luar kota.


Ting


[Oke, kalau kamu tidak mau angkat, aku akan katakan semuanya pada Bang Nathan, kalau kita sudah menghabiskan malam yang panas berdua]


"Brengseekk!!"

__ADS_1


__ADS_2