My Crazy Husband

My Crazy Husband
Drama Macam Apa Ini?


__ADS_3

"Kenapa lo nggak bilang yang sebenarnya kalau lo itu sudah menjadi istri Digo? jangan biarkan Riyan berharap banyak sama lo!"


Saat ini kelasnya sudah sepi karena Rian dan teman-temannya yang berbeda kelas itu sudah pergi dari kertas Aruna, sementara sembari menunggu gurunya datang Vina masih ingin ngobrol-ngobrol banyak dengan Aruna tentunya dengan berbisik supaya tidak ada yang tahu tentang hubungan Digo dengan Aruna yang sebenarnya.


"Seharusnya yang lo tanya itu Digo, bukan gue kenapa dia nggak mengatakan yang sejujurnya saja sama Riyan, supaya Rian nggak ganggu gue lagi."


Ujar Aruna dengan sedikit sinis perempuan cantik itu bahkan masih ingat betul dengan ucapan Ryan tadi di mana Digo mengatakan jika ia hanya sebagai tunangannya saja, tidak mengatakan langsung kalau ia adalah istri dari Digo.


"Lo marah? atau jangan jangan Lo gak suka dengan ucapan Digo yang nggak mau ngakuin lo sebagai istrinya?"


Sepertinya Vina paham betul apa yang dirasakan oleh Aruna saat ini di mana ia menangkap rasa cemburu dan juga entah, yang tentu saja itu semua bersumber dari Digo.


"Entahlah, gue sendiri bingung dengan Digo, mengapa dia seperti itu.."


"Lah udah cinta jadi ingin pengakuan? Oke gue yang akan bilang sama Digo jika istrinya yang cantik ini ingin diakui di sini."


Vina tersenyum melihat ekspresi dari Aruna kemudian ia berpura-pura saja untuk berdiri dari kursinya dan ingin meninggalkan Aruna, ia ingin tahu bagaimana ekspresi Aruna jika dirinya menghampiri Digo dan mengatakan yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Aruna.


"Shitt!! Lo mau ke mana? jangan macam-macam, jangan buat gue malu!"


Langsung saja Aruna menarik tangan Vina, kemudian mendudukkan sahabatnya itu di tempat semula dan tidak ingin juga Vina pergi ke kelas Digo dan mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Gue bingung sama lo,tadi aja ingin diakui .. maka dari itu gue mau ke kelas Digo dan minta Digo untuk mengakui lo sebagai istrinya, heran deh sama Lo, saat Digo ingin mengatakan kepada semua orang, lo yang menolak tetapi giliran Digo berusaha untuk menyembunyikan, lo malah seperti ini. Lo tau nggak Digo lakuin ini semua karena dia masih mengingat permintaan lo yang tidak ingin semua orang tahu jika kalian sebenarnya sudah menikah dan gue yakin apa yang ada di pikiran lo itu tidak terjadi dan salah besar."


Aruna berpikir sejenak, apa mungkin yang dikatakan oleh Fina itu memang benar adanya atau hanya akal-akalan pindah saja supaya dirinya tidak kepikiran dengan olah Digo.


"Kalau lo nggak percaya lebih baik lo tanyakan langsung sama Digo dan pastinya jawabannya seperti itu, gue yakin sekali jika Digo cinta beneran sama lo dan nggak mungkin dia nggak mau ngakuin lo sebagai istrinya."


Aruna hanya diam di tempat, tidak mungkin ia akan menanyakan ini semua kepada Digo, tentunya gengsi nya Aruna yang gede yang membuat ia harus membungkam mulutnya.


Beberapa jam kemudian, bel pelajaran sekolah berbunyi dan semua murid segera keluar dari kelas, tetapi tidak dengan Aruna dan Vina yang masih berada di kelas itu.


"Ckk manja, enggak mau keluar kelas sendiri nunggu dijemput ya neng?"


Sindir Vina kepada Aruna yang mana sahabatnya saat ini memang sudah membereskan buku-buku dan masukkannya ke dalam tas tetapi Aruna sama sekali tidak ingin bangkit dari kursinya, entah itu menunggu Digo atau malah tidak bersemangat untuk pulang.


"Males atau males? ngaku aja kalau sedang menunggu Digo, sudah terbiasa di manja dan pastinya nggak mau keluar sendirian, nah tuh orangnya yang lo tunggu sudah datang,.gue pulang dulu ya."


Vina meninggalkan Aruna yang nyatanya sudah ada Digo yang masuk ke dalam kelas, tentu saja sekarang menjadi kebiasaan Digo setelah keluar dari kelas langsung saja masuk ke kelas Aruna untuk menghampiri istrinya.


"Kenapa sayank manyun begitu, Vina godain kamu yank?"


Aruna hanya menggelengkan kepalanya saja mungkin memang benar jika ia manja dan ingin dihampiri Digo yang memang setelah ia berhubungan dengan Digo pasti suaminya itu tidak pernah absen untuk mengajaknya pulang bahkan bersikap manis dan romantis meskipun di hadapan semua orang dan masih di dalam sekolah.

__ADS_1


"Jangan manyun terus, jatahnya kurang ya? Nantinya di rumah mama kita ngadon baby lagi."


"Itu sih maunya kamu Di.."


Dengan cepat Aruna menenteng tasnya kemudian berdiri untuk segera keluar dari kelas yang mana memang dalam kelas ini hanya ada dirinya dengan Digo saja dan tentunya Aruna menjadi was was, takut saja jika suaminya berbuat nekat mengingat beberapa jam yang lalu Digo juga akan melakukan sesuatu yang menyenangkan dengan dirinya tanpa melihat tempat dan juga waktu.


Digo paham apa yang dirasakan Aruan, karena ia sendiri tau jika Aruna ngin mengatakan sesuatu tetapi Digo tau jika gengsi Aruna begitu gede yang tidak mungkin mengatakannya.


Digo membukakan pintu mobil untuk Aruna,.dengan manis tangan laki-laki itu berada di atas kepala Aruna dan berusaha untuk melindungi istrinya supaya tidak terkena atap mobil.


Iya setelah istirahat Digo meminta kepada orang suruhannya untuk mengambil mobilnya karena sepertinya lebih baik ia pergi menggunakan mobil, tidak ingin membuat Aruna kecapean dan juga kepanasan hingga akhir nya orang suruhannya itu membawakan mobil Digo ke sekolah dan juga mengambil motor Digo dan tentu itu tanpa sepengetahuan dari Aruna.


"Hati-hati sayank jangan buru-buru lagi pula jarak rumah mama tidak begitu jauh atau jika kalau kamu pengen kita bisa mampir sebentar di hotel."


"Loh, bukan nya tadi pagi kita naik motor kenapa sudah ada mobil kamu di sini?" Bukan nya menanggapi atau menjawab apa yang diucapkan oleh Digo, tetapi Aruna malahan melempar pertanyaan kepada suaminya, dan merasa aneh juga, kenapa tiba-tiba ada mobil Digo di sini.


Pastinya Aruna kaget ketika ia melihat mobil Digo dan Aruna berpikir sejenak, seingat nya tadi pagi ia berangkat menggunakan motor tetapi mengapa siang ini malaha sudah  ada mobil Digo di sini.


Tentunya Aruna hanya menggelengkan kepalanya ia tidak mungkin menanggapi sifat mesum Digo yang seperti ini bahkan Aruna sendiri kaget mengapa suaminya jadi seperti itu yang mesumnya tidak ketulungan.


"Jangan kaget, aku yang meminta sama Om Joni untuk mengambil mobil aku, aku tidak mau Kamu kepanasan dan juga kelelahan yang pastinya Aku tidak mau jika istriku kenapa-napa."

__ADS_1


Astaga drama macam apa ini bukannya setiap hari aku juga naik motor dan kepanasan dan juga tidak apa-apa kenapa Digo lebay seperti itu.


Setelah menutup pintu Aruna, Digo kemudian masuk ke dalam mobil, laki-laki itu masih melihat ke arah Aruna dengan ekspresi wajah yang mungkin saja istrinya itu masih bingung tetapi tidak mengapa hanya bingung saja tetapi Aruna juga tidak menolak ataupun protes dengan perlakuannya.


__ADS_2