
"Tetapi kenapa menolak Digo?"
Dino mencoba untuk menggali bagaimana perasaan Aruna untuk Digo, supaya ia bisa tahu sedalam apakah perasaan Aruna itu padahal nanti pada akhirnya keputusannya tetap saja, karena Aruna harus menikah dengan Digo.
"Bagaimana gue tidak menolak Digo, Digo adalah laki-laki brengseekk, dia telah mengambil sesuatu yang gue jaga selama ini, gue juga bukan laki-laki yang baik-baik .. dia suka keluar masuk klub bahkan mungkin saja dia juga sudah tidur dengan perempuan-perempuan lain di luar sana." ujar Aruna kepada Dino, yang selama ini sepengetahuan Aruna memang seperti itu, dan mengira kalau Digo adalah laki laki yang brengseekk, laki laki yang tidak baik.
Lagi lagi Dino tersenyum kecut mendengar apa yang diucapkan oleh Aruna, yang mungkin saja kebanyakan orang berpikir seperti itu jika melihat bagaimana sahabat sahabatnya Digo selama ini.
Memang tidak salah pikiran mereka, namun sebelum tahu kebenarannya tidak boleh berkata seperti itu. Ya, mungkin saja mereka melihat kalau geng Digo adalah dari anak-anak yang brengseekk semuanya, yang sukanya keluar masuk klub malam, itu memang benar tetapi tidak dengan Digo .. Digo berbeda dengan yang lainnya, dan tidak seperti yang Aruna tuduhkan.
"Digo dan kami memang suka keluar masuk klub dan lo tidak salah untuk itu, namun... yang poin kedua...Digo tidak pernah sama sekali menyentuh seorang perempuan, dia berpacaran dengan Miranda saja itu karena terpaksa, terpaksa karena risih setiap hari terus dilendotin Miranda dan sama sekali Digo juga belum pernah menyentuh perempuan-perempuan lain seperti yang kamu tuduhkan, hanyalah lo satu-satunya perempuan yang sudah disentuh oleh Digo, lo pertama dan yang terakhir."
Aruna menggelengkan kepalanya, rasanya ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dino, bisa saja Dino berbohong karena Dino adalah sahabat baik dari Digo dan ingin mengatakan yang baik-baik tentang sahabatnya.
"Gue tahu lo tidak percaya tetapi itulah kenyataannya, jika Lo tidak percaya ... Lo boleh datang ke klub malam dan temui pemilik klub itu, mereka tahu semuanya bahkan kalau perlu lo bisa meminta rekaman CCTV di mana kita setiap malam kumpul di sana, Digo tidak pernah bermain-main dengan perempuan bahkan selalu menolak setiap ada perempuan yang mendekat."
"Tidak penting!!"
Jawab Aruna dengan ketus, ngapain juga ia harus pergi ke kelab yang nyata-nyata di sana adalah kumpulan orang-orang yang brengseekk dan tidak punya pekerjaan, salah-salah ia malah masuk ke kandang buaya dan tidak bisa keluar dari sana.
__ADS_1
"Lagipula kenapa lo tidak mau menikah sama Digo, lo masih ingat kan kalau Lo sudah diperkosa sama Digo, dan tubuh lo sudah dilihat oleh Digo bahkan sudah dinikmati oleh Digo tetapi mengapa lo masih menolaknya?"
"Mengapa masih menolaknya? lo sadar nggak sih gara-gara Digo hidup gue jadi menderita seperti ini, dan tanpa itu semuanya apa dia pantas menikah dengan gue setelah apa yang sudah dia lakukan sama gue?"
"Hahaha lucu sekali Lo, mengapa tidak pantas.. justrulah Digo yang pantas untuk menikah sama lo bukannya kak Nathan atau jangan-jangan lo mau juga kalau tubuh lo dinikmati oleh laki-laki lain selain Digo?"
Ucap Dino yang kembali tersenyum ke arah Aruna, ia ingin melihat bagaimana ekspresi Aruna saat ini.
"Brengseekk!!! Jaga mulut lo!! mana mungkin gue mau kalau tubuh gue dinikmati oleh laki-laki yang lain, tetapi..."
Astaga apa yang gue ucapkan, kalau gue nerima Kak Nathan sebagai calon suami gue, itu artinya gue juga harus rela tubuh gue dinikmati oleh laki-laki selain Digo..
Kembali lagi Dino dengan mengucapkan kata-kata pedas itu, hingga Aruna melototkan matanya, kalau tidak di tempat umum .. ia ingin sekali melempar gelas yang ada di depan Dino itu, lalu merobek mulutnya yang sama sekali tidak berfilter yang mengatakan kalau dirinya adalah jal@ng.
"Kalau gue jadi lo, gue terima nikah sama Digo.. toh juga Digo laki-laki yang tampan, kaya raya ..dia cinta banget sama lo, lagi pula lo sudah diperkosa sama dia, tubuh lo sudah dinikmati oleh Digo, apalagi coba yang lo harapkan... Kalau lo masih menolak Digo dan masih mau menikah dengan Kak Nathan, berarti Lo sama saja dengan j@lang yang suka tubuh lo juga dinikmati oleh laki-laki lainnya."
Aruna mengepalkan tangannya ketika Dino kembali mengucapkan kata-kata pedas itu memang tidak salah apa yang diucapkan oleh Dino. Dan kenyataannya memang begitu, jika Aruna nanti menerima Nathan sebagai suaminya, maka tidak mungkin juga Aruna tidak memberikan hak kepada Nathan, yang jelas-jelas itu sama saja memperbolehkan tubuhnya dijamah oleh laki-laki selain Digo.
"Itu sih kalau saran gue, mendingan Lo tolak pertunangan dengan Bang Nathan dan lo terima pernikahan dengan Digo, gue yakin lo adalah perempuan yang cerdas dan bisa berpikir jernih dan tentunya lo juga tidak mau disamakan dengan j@lang?"
__ADS_1
"Permisi, hanya itu yang mau gue sampaikan sama Lo, gue harap lo bisa berpikir jernih karena gue yakin lo adalah perempuan yang baik-baik."
Setelah mengatakan kata-kata pedas seperti itu, Dino segera pamit undur diri, ia tidak lupa membayar semua makanan dan minuman yang sudah dipesan nya dan juga Aruna dan tanpa menunggu jawaban dari Aruna, Dino keluar dari cafe dengan mengembangkan senyumannya.
Ya tujuan utama Dino untuk menemui Aruna adalah seperti itu, ia ingin menyadarkan Aruna jika seharusnya yang menjadi suaminya itu adalah Digo dan bukan Nathan, yang sudah jelas-jelas Digo sudah menikmati tubuhnya meskipun dengan cara yang sangat.
Aruna pasti mempertimbangkan soal ini karena Dino tahu aroma itu perempuan yang baik-baik bukan seperti Miranda yang suka kontak-kontak laki-laki.
"Sialan!! Brengseekk!!"
Aruna mengumpat kesal manakala Dino sudah tidak terlihat lagi perempuan cantik itu harga dirinya seakan Di cabik-cabik oleh Dino meskipun itu adalah benar dengan apa yang diucapkan oleh Dina barusan.
"Apa yang harus gue lakukan, apakah gue memang harus menikah dengan Digo, kalau tidak.. gue memang sama dengan j@lang yang tentunya suka jika tubuhnya dinikmati oleh laki-laki lain selain Digo."
Aruna memikirkan kembali, ia membolak-balikkan keadaan dan juga ucapan yang keluar dari Dino, tetapi rasanya untuk menikah dengan Digo, Aruna belum sanggup.. bukannya apa-apa dan memang benar apa yang dikatakan oleh Dino, kalau Digo adalah laki-laki yang tampan dan kaya dan juga mencintainya namun apakah Aruna bisa berdamai dengan kenyataan, apakah Aruna bisa berdamai dengan hatinya yang sudah jelas-jelas Digo adalah musuh bebuyutan nya dan Digo yang sudah merampas kehormatannya...
"Aruna..."
Lamunan Aruna buyar seketika, ada seseorang yang memanggilnya dan Aruna langsung saja menoleh dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
__ADS_1