
Malam ini, malam di mana menjadi saksi bisu pertunangan Nathan dengan Aruna, yang memang Nathan sudah menginginkan nya bahkan sengaja memajukan tanggal pertunangan dan pernikahan.
Bukan karena Nathan sudah kebelet ingin malam pertama dengan Aruna, tetapi Nathan tidak ingin jika Aruna diambil oleh laki-laki lain karena Nathan tahu kalau Aruna itu banyak yang mengejar dan menginginkan menjadi pacarnya.
Maka dari itu tanpa berpikir panjang lagi Nathan meminta kepada kedua orang tuanya untuk mempercepat acara pertunangan dan juga pernikahannya dan semua itu dilakukan demi Aruna.
"Sudah siap Than?"
Tanya Papi Rendra ketika ia masuk ke dalam kamar Nathan, laki-laki yang sudah tidak muda lagi itu tersenyum ketika melihat putranya sedang berada di depan cermin dan mengembangkan senyumannya sepertinya Nathan memang benar-benar jatuh cinta dan menginginkan perjodohan ini.
"Siap banget Pi, lalu bagaimana dengan yang lainnya?"
"Mami sudah siap tetapi kalau Digo, Papi belum melihat dia keluar dari kamar atau jangan-jangan adik kamu masih bersama dengan teman-temannya?"
Iya sedari tadi Papi Rendra tidak melihat Digo masuk ke dalam rumah ataupun keluar dari kamarnya dan mungkin saja Papi Rendra sibuk untuk mempersiapkan semuanya sehingga ia belum sempat untuk masuk ke dalam kamar Digo.
"Anak itu selalu begitu, nanti biar aku yang masuk ke kamarnya.. Papi dan Mami siap-siap saja di bawah, sebentar lagi aku turun."
Papi Rendra tersenyum kemudian menganggukan kepalanya, lalu meninggalkan kamar Nathan.. ia sama sekali tidak mempermasalahkan Digo yang belum belum terlihat batang hidungnya, mungkin saja memang kebiasaan Digo yang suka pergi dengan teman-temannya sampai lupa waktu, tetapi Papi Rendra yakin jika Digo tidak melupakan acara malam ini.
Nathan yang sudah mempersiapkan semuanya, ia juga sudah mempersiapkan cincin manis yang nanti akan dilingkarkan di jari Aruna.
__ADS_1
Sebelum meninggalkan kamar, laki-laki itu tersenyum menatap cincin berlian yang pastinya sangat mahal harganya ia pun sudah membayangkan bagaimana cantiknya Aruna ketika memakai cincin itu dan betapa bahagianya dirinya karena sudah mengikat Aruna dan besok Aruna sudah menjadi istrinya.
Ya simpel saja harapan Nathan, ia tidak ingin muluk-muluk, ingin menikahi Aruna dan bisa memiliki Aruna sebagai istrinya saja, juga Natha sudah berjanji untuk tidak akan membatasi Aruna dan membiarkan Aruna pergi bermain bersama teman-temannya, asalkan Aruna sendiri juga tahu tentang kewajibannya sebagai seorang istri dan bisa menjaga diri karena sudah berstatus sebagai istri orang.
Setelah puas memandangi cincin erlian itu, Nathan langsung memasukkan kembali cincin itu ke dalam saku celananya, ia kemudian keluar dari kamarnya untuk menuju kamar Digo.
Ceklek...
Nathan membuka pintu kamar Digo, memang ia sudah terbiasa melakukan itu semua dan Digo juga begitu, tetapi mungkin saja mulai besok ia tidak akan membiasakan diri untuk masuk ke dalam kamar orang lain karena ia juga mempunyai privasi sendiri yang nantinya kamarnya akan dihuni oleh dirinya dan juga Aruna.
Setelah menikah, memang Nathan meminta Aruna untuk tinggal bersama dirinya dan keluarga Narendra, bukannya apa-apa atau Nathan tidak bisa memberikan rumah untuk Aruna tetapi itu semua karena permintaan dari Mami Rosa, beliau menginginkan semua keluarganya tinggal di sana terlebih lagi pernikahan ini adalah dadakan, Mami Rosa tidak mau jika menantu kesayangan itu kecapean karena mengurus rumahnya sendiri, meskipun di sana juga ada pembantu rumah tangga tetapi rasanya untuk membiarkan Aruna mandiri itu masih terlalu dini dan sebagai orang tua, Mami Rosa tidak tega untuk melakukannya.
Nathan melihat ke sekeliling kamar, ternyata tidak ada adiknya di atas ranjang dan juga pintu balkon tertutup, itu tandanya Digo juga tidak ada di sana, Nathan lalu mendengar bunyi gemericik air dan sudah pasti jika Natha sekarang tau kalau Digo berada di dalam kamar mandi.
Ucap Nathan sembari berteriak, laki-laki itu sudah menyangka jika adiknya masih baru mandi dan tentu saja mandi Digo itu lama.
Dari dalam kamar mandi digo menghela nafas panjang, ia memang sengaja baru mandi dan sengaja di lama-lamain mandinya, supaya ia tidak berangkat bersama dengan keluarganya, ke rumah Aruna .. karena Nathan sudah mempunyai misi tersendiri nantinya.
Ceklek
Digo membuka pintu kamar mandi sedikit, ia pun melihat kalau ada Nathan di depan sana tentu nya dengan ekspresi yang bahagia, meskipun ia sudah membuat kesal karena sengaja baru mandi.
__ADS_1
"Sorry Bang, aku baru bangun tidur dan sebaiknya Bang Nathan bersama Papi dan Mami ke rumah Aruna dulu, aku nanti menyusul."
Ucap Diego dengan sedikit mengembangkan senyumannya, mau tidak mau ia harus terlihat tersenyum dan baik-baik saja meskipun di dalam hatinya Digo jengkel dengan apa yang akan dilakukan oleh kakak kandungnya nanti malam.
"Serius, tidak masalah kalau kita tinggal?"
"Iya serius. Lagi pula kalau menunggu aku, nanti takutnya terlambat untuk datang ke sana."
Padahal di dalam hati biarkanlah terlambat atau kalau bisa pertunangan itu batal tanpa ia mengatakan yang sejujurnya. Sekali lagi bukan Digo tidak gentle atau bagaimana tetapi laki-laki itu hanya ingin menjaga Aruna dan tidak ingin membuat Aruna kecewa yang nanti berakibat Aruna akan membencinya.
Nathan terdiam sesaat, laki-laki itu berpikir memang iya jika ia menunggu Digo sampai keluar dari kamar mandi bisa-bisa ia akan terlambat untuk ke rumah Aruna, padahal ia dan semuanya sudah siap dan hanya menunggu Digo saja, lagi pula Digo juga sudah besar.. toh juga Digo bukan dari acara inti ini, hanya ia sebagai adik kandungnya maka harus menyaksikan pertunangannya dengan Aruna.
"Memangnya kamu tahu rumah calon istriku, Di?"
Please deh Bang jangan mengatakan Aruna itu calon istri Abang, Aruna itu adalah calon istriku dan aku yang sudah memiliki Aruna seutuhnya, tinggal satu langkah lagi aku akan mengatakan ke semuanya kalau aku sudah tidur dengan Aruna...
Digo kesal sekali ketika Nathan mengatakan seperti itu namun di depan Nathan, Digo harus bisa bersikap baik dan tidak mengacaukan apa yang sudah menjadi rencananya nanti.
"Aku tahu Bang, tenang saja aku tidak akan nyasar ke rumahnya Aruna."
Nathan menganggukkan kepalanya kemudian ia meninggalkan kamar Digo dan segera bergegas turun ke bawah . Nathan sudah tidak sabar untuk menemui calon istrinya, seseorang yang sudah digadang-gadang akan menemani hidupnya selamanya.
__ADS_1
Setelah Nathan keluar, sesaat Digo itu memejamkan matanya mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan dengan Arunaa dan ia juga tidak akan menyerah, ia akan memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi miliknya meskipun itu dengan cara yang salah karena Digo benar-benar mencintai Aruna dan tidak mau kehilangan Aruna.