My Crazy Husband

My Crazy Husband
Tidak Tau Tempat


__ADS_3

"Tenang Run, lo nggak usah khawatir, Vina udah gue tutup telinga nya supaya tidak mendengar suara des@han, lagian jika dia mendengar..itu mah lebih baik sebagai pembelajaran supaya nanti jika Vina mempunyai pacar pastinya tidak akan kaget lagi jika pacarnya ***** ***** dia."


"Aww....sakit Vin.."


Ujar Dino dengan melirik kearah Vina tetapi kemudian laki-laki itu meringis manakala Vina sudah menekan kakinya dengan sepatu yang membuat Dinp kesakitan.


"Ngarang!!"


"Lagian kalian berdua tidak tahu tempat sudah tempatnya di sini masih mau main kalau mau main mendingan keluar saja dari sekolah ini, di sebelah sekolah ini ada hotel yang pastinya kalian ebih puas untuk melakukannya."


Aruna seketika langsung saja menarik tangan Vina ia tidak ingin mendengar sahabat-sahabat Digo yang mengatakan yang tidak tidak padahal memang benar jika di dalam ruangan tadi Aruna dan Digo sempat melakukan sesuatu dan mungkin saja jika Aruna tidak sadar maka ia juga akan melakukan adegan yang iya-iya yang bakal membuat semua yang ada di sini nanti kepanasan mendengar suara desah@n Aruna yang sangat merdu.


Kelima laki-laki itu hanya memperhatikan dua gadis yang saat ini keluar dari ruang OSIS sembari mereka mengambil baju olahraganya dan kemudian ikut juga keluar dari sana.


"Bagaimana rasanya bercinta di ruangan yang sempit? Lo memang gila Di, bisa-bisanya Lo lakuin itu apa lo nggak bisa nahan sampai nanti atau setidaknya lo bawa Aruna keluar dari sini dan ngelakuin itu di hotel."

__ADS_1


"Bagaimana rasanya? masuk aja nggak, Aruna nggak mau!!"


"Hahaha lagi pula lo ngawur mana mau Aruna  ngelakuin di sana pastinya enggak lah, di samping ini di sekolahan tempatnya juga tidak memungkinkan, gila benar Lo, orang kaya tetapi lo nggak mau nyewa hotel untuk begituan."


"Habisnya gue udah nggak nahan lo kan tau sendiri  gimana kalau gue sudah berada di dekat Aruna jangankan untuk menarik Aruna keluar dari sekolahan ini gue rasa-rasanya pas melihat Aruna di lapangan tadi ingin menarik Aruna, lo nggak lihat sih bagaimana menggemaskannya wajah istri gue, benar-benar gue sudah dibuat gila karenanya."


Keempat sahabat Digo  dibuat melongo dengan pernyataan Digo barusan yang mana memang Digo berubah sekali setelah menikahi Aruna yang pastinya itu membuat keempat sahabatnya Digo menggelengkan kepalanya bingung dengan isi pikiran dari Digo saat ini yang lebih mengarah ke hal-hal yang berbau mesum daripada hal yang berbau positif, entah sejak menikah dengan Aruna yang ada di pikiran Digo hanyalah bercinta saja dan itu membuat sahabat-sahabatnya Digo bingung virus apa yang merasuki dan ajian apa yang digunakan Aruna hingga membuat Digo menjadi gila seperti ini.


Melihat istrinya sudah menjauh Digo segera berlari dan langsung saja menghampiri Aruna dan saat ini berada di samping Aruna dengan tangan nya meraih tangan Aruna, tidak akan Digo biarkan Aruna berjalan sendiri meskipun ada Vina di sampingnya dan Digo tetap akan mendominasi istrinya.


Digo mengantarkan Aruna untuk masuk ke dalam kelas ia tahu pastinya Rian dan teman-temannya saat ini berada di dalam kelas Aruna karena tim basket kebanyakan berasal dari kelas Aruna tetapi Digo tidak akan macam-macam, ia sudah menang kali ini dan ia sudah mendapatkan Aruna sepenuhnya. Ryan juga sudah tahu jika Aruna saat ini adalah tunangan nya yang mungkin untuk saat ini hanya itu yang bisa Digo katakan, untuk masalah pernikahannya dengan Aruna, Digo sudah berencana akan secepatnya mengumumkan semuanya, supaya tidak ada lagi yang akan mengganggu rumah tangganya.


Dan benar saja Ryan sudah berada di kelas Aruna bersama dengan teman-temannya dan saat ini memandang ke arah Digo dan juga Aruna yang baru datang dengan tentunya pandangan mata Rian itu mengarah kepada tangan Aruna yang digenggam erat oleh Digo.


"Sayank, aku ke kelas dulu dan ingat jangan macam-macam, kamu hanya milikku dan jangan pedulikan ocehan Riyan."

__ADS_1


Sepertinya Digo memang tidak perlu basa basi lagi ia juga tidak perlu berlama-lama di kelas Aruna karena bel sudah berbunyi tentunya ia sendiri yakin jika Riyan tidak akan pernah mengganggu istrinya meskipun Digo tidak yakin juga jika Riyan akan menghilangkan rasa cintanya untuk Aruna tetapi untuk sementara ini hanya itu yang bisa dilakukan oleh Digo.


Aruna tidak menjawab, perempuan cantik itu hanya tersenyum saja sembari duduk di tempatnya meskipun ia sebenarnya sedikit risih melihat tatapan Ryan dan teman-temannya saat ini tetapi itu sudah biasa, Aruna mencoba untuk biasa saja.


Setelah melihat Aruna tersenyum dan duduk di bangkunya,.Digo segera keluar dari kelas, ia memang tidak ingin berbasa-basi lagi kepada Ryan dan juga teman temannya terlebih lagi keempat sahabatnya itu sudah masuk ke dalam kelas yang memang mereka berempat tidak ingin berbuat masalah, karena memang tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi.


"Lo kebengeten deh Run, sudah tahu teman kelas lo banyak yang satu tim dengan Rian kenapa nggak dukung Rian malah dukung Digo,  gila andai saja tadi Lo teriak ak "I love you Rian" dan juga meneriakan "Ryan kalau menang nanti gue cium" pastinya tim basket kita akan menang melawan Digo."


Ujar Bagas dengan santainya, laki-laki itu memang belum paham betul hubungan Aruna dengan Digo yang mana Bagas beberapa hari yang lalu sakit dan tidak masuk sekolah tetapi mendengar sedikit-sedikit jika Aruna ada hubungan dengan Digo tapi tidak sampai menjurus ke ranah pertunangan ataupun yang lainnya.


Aruna hanya menoleh, ia tidak berkomentar, ia juga tidak tersenyum .. sudah biasa, mendingan ia diam saja daripada menanggapi ucapan dari teman-teman nya itu.


"Iya aku pikir kita yang menang secara Digo dan teman-temannya itu tidak pernah terlihat bermain basket, tetapi ah lo memang salah memilih lawan, niat nantang malah kita yang dipermalukan!"


Ujar salah satu teman Riyan yang mungkin saja itu sedikit pedas, tetapi tidak membuat konsentrasi Aruna teralihkan, daripada mendengarkan ocehan ocehan yang tidak berfaedah, Aruna lebih memilih untuk membaca novel yang memang setiap harinya ada di dalam tasnya.

__ADS_1


__ADS_2