
Selama di dalam kelas, Aruna tidak bisa anteng bahkan pikirannya kemana-mana dan benar apa yang dikatakan oleh Vina jika di dalam kelas Aruna sendirian, tidak ada sama sekali teman-temannya karena mereka semua masih berada di lapangan untuk menyaksikan pertandingan bola basket yang saat ini ada Digo dengan keempat sahabatnya dan pastinya mereka betah berlama-lama di tengah lapangan itu meskipun cuaca sangat panas sekali.
Mengusir kesepian dan kesendirian, Aruna membaca novel yang memang selalu ada di tasnya ia juga ingin menghentikan pikiran-pikirannya mengenai Nathan dan juga Digo yang entah dari kemarin kedua nama itu bersarang di otaknya hingga Aruna tidak bisa memejamkan mata karena kepikiran dengan kakak beradik itu yang entah bagaimana dengan nasib mereka nanti.
Hingga akhirnya setelah beberapa jam teman-teman Aruna sudah masuk ke dalam kelas dan pastinya Aruna tahu jika sudah begitu berarti pertandingan bola basket sudah selesai dan tinggal menunggu absensi siang saja dan setelah itu bisa pulang ke rumah karena memang kegiatan 1 minggu ini hanya diisi oleh kegiatan pertandingan antar kelas saja sembari menunggu pembagian raport semesteran.
Ting
[Aku sudah di lobby, cepetan keluar sayang kita akan menghabiskan sore ini bersama]
Aruna menghembuskan nafasnya setelah membaca pesan dari Digo yang memang nyatanya laki-laki itu ingat betul jika siang ini akan mengajaknya jalan-jalan, entahlah mau diajak Digo jalan-jalan ke mana yang jelas Aruna sendiri antara iya dan tidak.
Aruna kembali meletakkan ponselnya ia sengaja tidak membalas apapun pesan dari Digo, hanya membacanya saja dan berharap jika laki-laki itu nanti lelah menunggu dan akhirnya pulang dengan sendirinya karena Aruna juga was-was jika nanti tiba-tiba Nathan datang ke sini dan melihat dirinya yang sudah jalan dengan Digo.
Lima belas menit kemudian
Ting
Aruna kembali melihat ke arah ponselnya yang menyala tentunya ia mengambil ponsel itu karena penasaran siapa yang mengirimkannya pesan , siapa tahu Vina yang saat ini berada di kantin menanyakan kepada dirinya mau nitip apa saja, yang jelas-jelas sahabat Aruna itu sedari tadi berada di kantin dan sepertinya tidak niat untuk pulang cepat hingga Aruna juga masih betah di dalam kelas toh juga nyatanya di dalam kelas masih ada teman-temannya dan juga sembari menunggu Vina.
__ADS_1
[Lima menit tidak keluar, aku yang akan datang ke kelas kamu dan pastinya aku akan membuat pengumuman jika kamu adalah calon istri aku, bagaimana?]
Aruna kembali melototkan matanya ternyata pesan itu bukan berasal dari Vina ataupun yang lainnya ternyata dari Digo yang mana mungkin Digo sudah lelah menunggu hingga akhirnya laki-laki itu memberikan ancaman kepada Aruna.
Mendapatkan ancaman seperti itu mau tidak mau Aruna membereskan bukunya kemudian perempuan cantik itu meninggalkan kelas yang entahlah ia nanti jadi jalan dengan Digo atau tidak yang jelas saat ini ia harus bertemu dengan Digo di depan.
Namun sayang sekali baru saja Aruna sampai di lobby ia sudah melihat mobil binatang yang terparkir manis di depan gerbang kemudian Aruna juga sudah melihat jika Nathan menghampirinya dan tersenyum manis padanya.
Astaga apa yang harus gue lakukan?
Aruna hanya diam di tempat, sementara ia melihat ke arah Nathan dan Digo sepertinya kedua laki-laki itu saling menatap dan tersenyum mungkin bagi Digo, Nathan adalah saingannya namun berbeda dengan Nathan, Digo tetap menjadi adiknya dan menjaga Aruna, sama seperti yang Nathan ucapkan beberapa hari yang lalu untuk menjaga calon istrinya, tidak tahu saja jika Digo juga mencintai Aruna.
Digo kembali mengepalkan tangannya setelah ia melihat kakak kandungnya itu menghampiri Aruna, ia juga tahu jika Nathan yang sudah keluar dari mobil dan berjalan menuju lobi kali ini untuk menghampiri Aruna karena Digo juga sudah melihat jika Aruna berada tepat di belakangnya
"Sabar Di, mungkin memang siang ini belum rezeki loh dan sebaiknya kita pergi, biarkan Aruna menjelaskan semuanya ini kepada Nathan, gue yakin jika nanti Aruna akan nikah sama lo hanya waktunya saja yang mungkin kurang pas dan juga Aruna juga butuh waktu untuk menjelaskan semuanya, tidak mudah bagi Aruna untuk mengatakan semuanya ini."
Ucap Devan yang sepertinya ia sedikit waras dari keempat sahabat Digo meskipun sebenarnya Devan adalah laki-laki yang sama brengseknya dengan keempat sahabatnya Digo itu namun kali ini ucapan yang dikeluarkan dari mulut Devan itu ada benarnya juga jika memang Digo harus memberikan kesempatan kepada Aruna untuk menjelaskannya langsung kepada Nathan, tanpa dirinya ikut campur walaupun sebenarnya Digo sendiri tidak masalah dan ia akan gentle untuk mengakui semuanya.
"Tapi Van, bagaimana mungkin gue akan membiarkan calon istri gue pergi dengan laki-laki lain di saat gue sendiri juga ingin jalan berdua dengan Aruna?"
__ADS_1
"Gue tahu apa yang lo rasakan namun setidaknya lo harus sabar sedikit, mungkin Aruna juga tidak mau bertemu dengan Nathan tetapi lo lihat sendiri Kakak lo benar benar tersenyum melihat ke arah Aruna dan pastinya selama beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan Aruna dan juga ingin jalan dengan Aruna dan pastinya gue yakin jika Aruna juga tidak mau menyimpan rasa ini terlalu lama."
Sebenarnya Digo tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh Devan tetapi Digo sendiri menahan egonya, ia juga tidak mau terang-terangan mengatakan kepada semuanya ini di sini.
"Lo liat saja dulu apa yang abang lo lakukan."
Natan tersenyum ketika melintas di depan Digo dan keempat sahabat adiknya itu kemudian ia beralih menghampiri Aruna yang saat ini hanya terdiam seperti kemarin-kemarin saat akan menjemputnya.
"Jalan yuk, ada sesuatu yang harus aku bicarakan sama kamu dek, ini penting tentang pertunangan kita."
Apa kak Nathan sudah tahu jika aku dan Digo kemarin sudah melakukan sesuatu kesalahan hingga membuat Kak Nathan sepertinya ingin membicarakan tentang pertunangan kita lagi...
Aruna malah melamun, ia sama sekali tidak bisa berpikir saat ini yang ada di pikirannya itu antara Nathan tahu betul dengan apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Digo atau malahan ada hal yang lainnya yang harus dibicarakan Nathan.
Tidak ada reaksi apapun dari Aruna, sama seperti kemarin dan Nathan langsung saja mengambil tangan Aruna, ia tahu jika calon istrinya itu ke sekolah hari ini memakai motor.
"Di, Abang minta tolong, bawakan motor Aruna...Abang mau jalan dengan Aruna siang ini..." Ucap Nathan kepada Digo, dan dijawab Digo langsung dengan anggukan kepala, hingga Aruna menyerahkan kunci motor nya itu kepada Digo, tanpa mengatakan apapun.
Digo kembali hanya memandangi Aruna dan Nathan yang sudah pergi menuju ke mobilnya padahal ingin sekali Diego berteriak dan mengatakan kalau ia sudah tidur dengan Aruna supaya semuanya jelas, supaya abangnya itu tidak lagi membawa Aruna bahkan dengan cepat memutuskan rencana pertunangan yang akan diadakan lusa, namun sayang sekali keempat sahabatnya itu menarik tangan Digo yang membuat laki-laki itu tidak berdaya bahkan keempat sahabatnya itu juga menghalangi apa yang akan dilakukan Digo.
__ADS_1