My Crazy Husband

My Crazy Husband
Kenapa Diam?


__ADS_3

Aruna terdiam ia tidak dapat menanggapi apa yang diucapkan oleh Papah Adi dan memang kenyataannya seperti itu, karena dalam hal ini adalah urusan pribadinya dengan Diego dan Papah Adi pastinya tidak mau ikut campur dengan semuanya.


"Lalu bagaimana Pah, bagaimana jika Kak Firman nanti sore datang ke rumah?"


Papah Adi diam sejenak bukannya ia tidak mau ada tamu di rumahnya tetapi tamu itu mempunyai maksud lain dan Papah Adi juga belum menyiapkan semuanya bukan menyiapkan semua atau bagaimana tetapi jawaban dari pertanyaan Firman nantinya.


"Mau tidak mau jika Firman nanti datang ke rumah kamu dan Digo harus pulang sebentar dan menjelaskan semuanya ya meskipun itu bisa dibilang terlambat karena Firman sudah datang dan yang bapak takutkan Firman datang dengan kedua orang tuanya seperti apa yang dikatakannya kemarin."


Aruna setuju, perempuan cantik itu menganggukkan kepalanya, memang jika benar apa yang dikatakan oleh Papah Adin mengenai Firman itu memang sudah terlambat tetapi daripada tidak sama sekali dan tentu saja tidak mungkin jika dirinya bertemu dengan firman siang ini yang pastinya Aruna juga tidak mau GR iya jika apa yang dikatakan oleh Papah Adi benar jika Firman nanti datang melamarnya siapa tahu Firman hanya bersilaturahmi dan membicarakan masalah bisnis dengan papanya.


"Memang Kak Firman bilang kalau mau melamar aku pa?"


"Bilang secara langsung memang tidak tetapi dari gelagatnya Papa sudah tahu juga Firman itu tertarik padamu bukan masalah Firman atau bagaimana Papah tahu Firman dan keluarganya tetapi kan kamu sudah menikah atau jangan-jangan kamu juga tertarik dan jatuh cinta sama Firman?"


Aruna melongo mendengar jawaban dari Papah Adi berikut juga dengan pertanyaan, mana mungkin dirinya mencintai laki-laki itu yang baru dikenalnya lalu mau dikemanakan suaminya itu?


"Papa ada-ada aja, bukannya Papa tahu jika aku sudah jatuh cinta sama Mas Digo dan pastinya tidak mungkin aku tertarik dengan laki-laki lain apa laki-laki itu baru dikenalnya. Papa juga sudah tahu bagaimana aku Aku ini tidak mau sejujur cinta bahkan dengan suami aku sendiri aku butuh waktu meskipun masih ku yang jatuh cinta sama aku duluan dan memberikan perhatian dan kasih sayangnya apalagi dengan Kak Firman ganteng segantang mapan dewasa dan juga kaya raya tetapi itu tidak menjamin semuanya karena hatiku tidak tertarik sama sekali dengannya."


Agak itu yang dirasakan oleh Papah Adi mendengar ungkapan isi hati dari putrinya itu. Iya Papah Adi memang tahu betul bagaimana sifat Aruna bahkan sebelum menikah dengan Digo, Aruna tidak sama sekali jatuh cinta dengan laki-laki lain bukan karena Papah Adi melarangnya tetapi memang Aruna yang belum saja menemukan sesuatu yang cocok di dalam hidupnya walaupun sebenarnya banyak laki-laki lain yang datang untuk berkunjung atau mengejar cinta Aruna tetapi Aruna sama sekali tidak menerimanya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, kirain kamu juga tertarik dengan Firman dan kenapa Firman pengen sekali datang ke rumah, kalau iya Papah akan pukul kamu, sudah nikah sudah mau punya anak masih saja tertarik dengan laki-laki lain mau dikemanain suami kamu yang ganteng dan juga kaya raya itu?"


"Aku taruh di dompet pa biar bisa dibawa kemana-mana..."


"Kamu ada-ada saja nak. Sembari dimakan makanannya Papa tidak mau nanti disalahkan sama suami kamu juga kamu pulang dari bertemu dengan Papah kelaparan."


Aruna menganggukkan kepalanya setelah ngobrol panjang dan lebar dengan papa hati mereka juga menghabiskan waktu siang ini dengan makan makanan tentu saja Aruna bukan hanya memesan satu porsi saja tetapi ia memesan beraneka ragam makanan apa yang diinginkannya.


Sembari makan Aruna mengambil ponselnya yang ternyata ponselnya itu belum dihidupkan sama sekali dari semalam. Karena setelah makan malam Aruna langsung saja mematikan ponselnya karena baterainya habis dan mengecasnya.


Ting


"Ada apa sayang kenapa wajah kamu berubah?"


Sedari tadi Papah Adi memperhatikan ekspresi wajah Aruna yang mana setelah membuka pesan tiba-tiba ekspresi wajah Aruna berubah menjadi tidak menyenangkan. Ada apa sebenarnya?


"Ternyata apa yang Papah katakan benar Kak Firman mau datang ke rumah nanti sore lalu bagaimana? semalam Kak Firman mengirim pesan ke aku tetapi aku baru baca saat ini. Dan tentu saja tinggal beberapa jam lagi nanti malam Kak Firman akan datang."


"Tidak perlu dipikirkan nanti jika Firman sudah datang ke rumah Papa hubungin kamu jarak rumah kamu dengan rumah bapak kan tidak terlalu jauh biarkan Firman menunggu yang jelas kamu harus datang bersama adikku jangan menghindarinya dan kalian harus menjelaskan semuanya supaya tidak terlalu panjang urusannya nanti."

__ADS_1


Aruna setuju dengan ucapan dari Papahnya ia juga tidak akan bercerita dulu kepada Digo nanti saja setelah benar-benar Firman datang ke rumahnya dan bertemu dengan Papah Adi maka Aruna akan menceritakan semuanya baik kepada Digo maupun kepada Firman.


"Apa nggak sebaiknya Papa hubungi Kak Firman dulu saja? Aku takut jika pikiran Papah itu benar jika Kak Firman datang dengan kedua orang tuanya?"


"Enggak lah takutnya nanti kita yang enggak enak sama Firman memang benar-benar hanya datang saja tidak membawa kedua orang tuanya, sudah kamu tidak usah berpikir lebih jauh lagi, nanti saja jika Firman memang benar-benar datang Papa hubungi."


Aruna Lagi dan lagi menganggukkan kepalanya ia juga tidak bisa berpikir bagaimana nanti jika kedua orang tua Firman datang ke rumahnya pasalnya Aruna juga bingung saat ini bukan karena ia tidak ada kepada Firman tapi entahlah bagaimana caranya menceritakan semuanya ini kepada diriku yang pastinya Aruna takut jika suaminya nanti malam salah paham dan berimbas dengan bisnisnya.


"Tapi jika nanti Kak Firman sampai bertemu dengan Mas Digo, Aku minta bantuan sama Papa Papa juga yakinkan sama Mas Digo untuk tidak mencampuradukkan antara bisnis dengan masalah pribadi takut saja jika meski ku nanti malah membatalkan kerjasama yang sudah di sepakati dengan perusahaan Kak Firman."


"Tenang saja sayang bukan hanya papa saja tetapi Papi kamu juga nanti akan membantu."


"Jadi papi juga tahu?"


Papah Adi melakukan kepalanya memang kemarin Firman mengatakan itu bukan hanya berdua saja secara otomatis tidak ada di ruangan meeting itu dan tentu saja Papi Rendra tahu jika Firman itu tertarik dengan Aruna.


"Astaga kenapa Papi diam saja kenapa nggak bilang sama aku tadi malam lalu bagaimana dengan Papi tanggapannya bagaimana?"


"Sama seperti Papa, Papi mau juga tidak mau ikut campur karena beliau tahu jika kamu tidak ada rasa sekali dengan Firman."

__ADS_1


__ADS_2