
"Memang tadi lo lihat sendiri jik om Firman itu nyari gue?"
Melihat suaminya yang sepertinya sudah baik-baik saja Aruna memberanikan diri untuk bertanya kepada Vina, karena jujur saja ia penasaran apakah memang benar om Firman yang dimaksud oleh Vina itu adalah Firman yang kemarin yang tidak sengaja Aruna tabrak dan apakah memang benar jika Om Firman itu ke sekolah untuk menemui dirinya atau mungkin karena ada keperluan yang lain lagi?
"Iya, tapi sebenarnya sih dia nggak ketemu sama gue secara langsung tetapi kata si Mita, dia yang ditanya sama om Firman itu."
Ujar Vina jujur karena tadi pas pulang sekolah Vina yang mau keluar dari lobi langsung saja menghentikan langkah kakinya ketika ia melihat Firman sedang berada di pintu gerbang dan tentu saja Vina langsung saja memundurkan langkahnya pelan-pelan karena tahu siapa laki-laki tampan yang berdiri di depan gerbang itu dan tentu saja pasti ingin mencari Aruna.
Karena tidak mau berurusan yang panjang dan lebar dengan Firman, Vina lebih memilih untuk menghilang saja dari sana. Sepertinya memang daripada ia harus keluar dan bertemu dengan Firman, lebih baik ia masuk lagi ke sekolah dan tentu saja Vina paham jika Firman ke sini itu mencari Aruna.
Hingga akhirnya gadis cantik itu masuk kembali ke sekolah dan pastinya Firman tidak tahu menahun tenaga keberadaan Vina yang di lobby itu dan setelah beberapa menit kemudian, Vina melihat kembali ke arah gerbang dan memastikan jika Firman tidak ada di luar dan ia bergegas menemui teman yang bernama Mita itu.
Memang sengaja Vina ingin mencari tahu apakah memang benar om Firman tadi datang ke sini untuk mencari Aruna atau memang ada keperluan yang lain tetapi sepertinya tidak, jika ada kebutuhan yang nanya pasti om Firman itu sudah masuk ke sekolah dan mencari kepala sekolah atau yang lainnya namun kenapa setelah ngobrol sebentar dengan Mita, laki-laki itu langsung segera pergi.
"Kenapa lo bisa nyimpulin kalau dia nyariin gue? siapa tahu dia nyariin bapak kepala sekolah atau yang lainnya, Bisa aja kak?"
"Ya pikiran lo seperti apa yang gue pikiran tapi pertama kali melihat om Firman tetapi kenyataannya setelah ngobrol dengan mitra om Firman itu langsung pergi dan gue langsung saja menghampiri meta biasalah gue kepo banget kenapa laki-laki tampan dan juga dewasa bisa datang ke sekolah ini hanya sebentar saja."
__ADS_1
"Lalu?"
Sepertinya Aruna semangat sekali ingin mendengarkan cerita dari Vina ia juga melirik ke arah suaminya yang kembali lagi bermain PS tetapi sepertinya Digo juga memasang telinga lebar-lebar, ingin mendengar cerita dari Vina dan tentang siapa laki-laki yang saat ini mengejar istrinya.
"Ya gitu... Pas gue samperin Mita dan kebetulan sekali Mita malah menceritakan semua sama gue kalau ada seorang laki-laki yang mencari Lo dan bertanya apakah lo sudah pulang atau belum dan tentu saja dari situ gue yakin sekali jika Om Firman itu mau nemuin lo dan mau ngajakin lo makan siang..."
"Jangan macam-macam sayank, lain kali gak usah keluar jika aku nggak keluar duluan dan nggak boleh nerima ajakan makan dengan laki-laki mana pun juga."
Ya memang sedari tadi mata Digo fokus ke arah PS tetapi telinga dan pikirannya berpusat ke arah istrinya laki-lakiin benar-benar mendengarkan setiap ucapan dari Vina, bahkan Digobisa menebak jika laki-laki yang bernama Firman itu menaruh rasa kepada istrinya dan tentu saja Digo cemburu.
Bukan hanya Digo saja yang mendengar semuanya tetapi dino yang lainnya juga mendengar karena baik Aruna maupun Vina keduanya sama-sama berucap tetapi tidak bisik-bisik yang pastinya kedua perempuan cantik itu sama sama bercerita panjang dan lebar.
"Nggak nggak, nggak ada ya boleh jalan sama Aruna kecuali gue apalagi sekarang ada anak gue di sana!!"
Dasar, memang Digo bucin nya kelewatan dan juga posesifnya, padahal Aruna jalan dengan sahabatnya sendiri aja tidak diperbolehkan bagaimana dengan laki-laki yang lain?
"Dan sepertinya om Firman itu naksir sama lo deh baru lihat aja beberapa hari dan dia nggak ketemu sama elo udah nyamperin ke sekolah tetapi BTW dari mana dia tahu kalau lo sekolah di sana? Padahal lo sendiri tidak mengatakan itu juga kemarin dan kita juga memakai jas untuk menutupi seragam putih yang ada identitas nama sekolah."
__ADS_1
Kembali lagi Vina heran mengapa laki-laki tampan dan seorang pengusaha bisa tahu keberadaan Aruna pikir jika laki-laki seperti itu pastinya mempunyai kuasa yang penuh bisa saja mencari tau tentang informasi Aruna saat ini.
"Yang pastinya itu sih bisa dan mudah diakses, sekarang jaman modern, semua orang bisa melakukan nya."
Vina menganggukkan kepalanya tetapi sedetik kemudian ia berpikir berarti semua data tentang pernikahan Aruna dengan Digo pastinya Om Firman tahu? namun jika om Firman tahu tentang pernikahan Aruna dengan Digo, lalu kenapa juga masih mencari Aruna.
"Berarti berita tentang lo dan Digo sudah menikah, om Firman tahu?"
Tanya Vina sekali lagi yang sepertinya masih penasaran, dan kenapa juga otaknya Vina ikut-ikutan konslet seperti Aruna, yang lambat sekali menangkap sesuatu.
"Tidak dengan itu, karena pastinya suami gue sudah menyembunyikan rapat-rapat dengan pernikahan ini, bukannya gue nggak mau mempublikasikan, tetapi waktunya belum tempat saja dan juga gue nggak mau ya fans dari Digo itu menyerang gue meskipun sebenarnya fans gue juga banyak namun setidaknya selama beberapa bulan gue sekolah gue ingin merasa tenang nanti saja kalau gue lulus, pastinya gue akan umumin semua orang dan pernikahan gue juga bisa diakses ke mana-mana, tau sendiri kan kalau suami gue itu kaya raya hahaha....."
"Sialan lo, dasar matre!!"
Yang pastinya Vina gemas sendiri dengan Aruna sampai-sampai Vina menanyor kepala Aruna, tentu saja sahabatnya itu benar-benar konslet yang mana hamil bukannya tobat atau menjadi kalam tetapi malah sama saja namun Vina menjadi tenang sekarang sepertinya memang Aruna baik-baik saja selama kehamilan ini dan sudah menyadari tentang kesalahannya yang hampir tidak menginginkan anak yang ada di dalam perutnya itu.
Sementara di tempat lain laki-laki yang sedari tadi dibicarakan oleh Vina dan juga Aruna mendadak kurang fokus padahal laki-laki itu sekarang sedang mengadakan meeting dengan beberapa klien penting tetapi bayangan cantik Aruna selalu menghiasi di pikirannya terlebih lagi tadi siang sebelum ia bertemu dengan klien pentingnya itu Firman lebih dulu mengunjungi sekolah Aruna dan berharap bisa bertemu dan makan siang sebentar dengan perempuan cantik itu tetapi kenyataan tidak, bukan karena Aruna tidak bisa ditemui tetapi karena Firman yang sudah mendapatkan informasi dari teman Aruna yang memang sudah beberapa hari ini Aruna tidak masuk tentu saja alasannya bukan sakit tetapi sedang ada acara keluar negeri.
__ADS_1