My Crazy Husband

My Crazy Husband
Semakin Panas


__ADS_3

"Gue tahu kalau lo tidak percaya dengan apa yang sudah gue bilang bahkan gue juga paham jika lo selama ini mengira gue adalah laki-laki brengsek, laki-laki playboy yang suka bermain dengan perempuan bahkan lo juga berpikir juga gue sudah tidur dengan banyak perempuan. Tapi itu semua terserah sama lo kalau gue ceritain, lo juga pastinya tidak percaya sama gue, namun ada satu hal yang harus lo tahu, gue benar-benar cinta sama lo dan gue tidak ingin Lo nikah dengan Bang Nathan."


Digo masih terus mengatakan apa yang ada di dalam perasaannya saat ini tentu saja untuk membuat Aruna percaya dan membatalkan pertunangannya dengan Nathan, meskipun Digo tau, akan susah sekali untuk membatalkan acara itu.


"Yang gue minta sama lo, batalkan pertunangan lo dengan Bang Nathan kalau tidak gue akan berbuat yang tidak tidak supaya lo mau nikah sama gue!!"


Bukan sekedar ancaman menurut Aruna, lagi pula gadis cantik itu juga tidak takut dengan apa yang diucapkan oleh Digo yang mana Digo memang laki-laki yang brengsek tetapi ia tahu jika Digo tidak mungkin berbuat macam-macam apalagi yang akan menjadi calon tunangannya adalah kakaknya sendiri.


"Lakukanlah sesuka loh kalau lo bisa membatalkan pertunangan gue dengan kakak lo gue akan senang."


"Kalau gue bisa membatalkan pertunangan lo dengan Bang Nathan itu akhir artinya lo harus nikah sama gue."


Ya seperti negosiasi saja, melakukan kerjasama antara Digo dengan Aruna yang pastinya Aruna yakin sehebat apapun Digo untuk merencanakan sesuatu yang akan membatalkan pertunangan itu tidak akan pernah terjadi karena keluarga Digo sudah menjodohkan dirinya dengan Nathan begitu juga dengan Nathan yang katanya jatuh cinta pada dirinya yang membuat Nathan juga enggan untuk membatalkan perjodohan ini.


"Jangan Gila!! Lo pikir nikah itu gampang lagi pula gue tidak mau menikah muda, apalagi sama lo!!"


Ya meskipun Digo membantunya untuk membatalkan acara pertunangannya dengan Nathan, Aruna juga tidak mungkin menerima Digo sebagai calon suaminya apalagi menikah dengan Digo yang menurut pengamatan Aruna, Digo itu bukanlah laki-laki yang baik, Digo adalah laki-laki yang brengsek seperti keempat sahabatnya itu.


"Oke!! Jangan nyesel jika gue berbuat lebih sama lo!"


Setelah mengatakan itu, Digo membuka pintu dan langsung saja laki-laki itu keluar dulu dari ruangan OSIS.

__ADS_1


Bukan karena ia ingin meninggalkan Aruna di dalam sana sendirian, tetapi menahan sesuatu yang membuat Digo panas dingin itu ternyata susah dan benar apa yang dikatakan oleh keempat sahabat nya yang jika sudah jatuh cinta hanya melihat wajahnya saja sesuatu sudah berubah dan Digo tidak ingin berbuat macam-macam kepada Aruna di sini.


Sementara Aruna, ia masih mematung di tempatnya meskipun pintu ruangan OSIS sudah terbuka dan Digo sudah keluar dari tadi namun Aruna belum beranjak dari sana.


Aruna masih memikirkan apa yang barusan diucapkan oleh Digo, bukan karena Digo yang sudah jatuh cinta padanya tetapi bagaimana caranya itu Digo nanti membatalkan pertunangannya dengan Nathan sedangkan Digo sendiri adalah adik kandung dari Nathan.


Beberapa menit kemudian, Aruna yang masih melamun dikagetkan dengan suara bel berbunyi dan itu berarti ujian sesi kedua akan segera dimulai dan Aruna segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kelas, ia harus menyingkirkan pikiran-pikiran negatif yang sedari tadi menyelimuti dirinya..


Hingga beberapa jam kemudian...


Ujian semester hari ini sudah selesai dan seperti tadi pagi, Nathan sudah siap untuk berada di depan gerbang sekolah Aruna yang nyatanya Nathan itu sudah mempunyai jadwal kapan Aruna pulang hari ini.


"Tuh, saingan cinta lo ... sepertinya Bang Nathan bener-bener serius sama Aruna."


Denis menunjuk ke arah Nathan yang saat ini mungkin laki-laki itu sedang mencari keberadaan Aruna hingga membuat kelima laki laki tampan yang sedang berjalan menuju lobi, menghentikan langkah kakinya sejenak.


Digo menghela nafasnya kasar ia sudah menduga jika abangnya menjemput Aruna siang ini, yang membuat api cemburu di dalam dirinya semakin berkorbar saja, ini baru awalnya, awal dirinya mendapati perhatian Natan kepada Aruna yang begitu membuat Digo cemburu, apalagi nanti ketika memang benar Nathan sudah menikahi Aruna dan tinggal di rumahnya.


"Apa lo tidak mau kalah sama Bang Nathan, lo harus selangkah lebih maju dari Bang Nathan, dan cepat cepat melancarankan aksi Lo.  Meskipun Lo sudah menyatakan perasaan kepada Aruna tetapi yang Aruna tahu lo itu tidak serius mencintainya bahkan mungkin lo hanya membuat Aruna GR setelah mendengar apa yang lo ucapkan dan juga Aruna tidak akan mungkin membatalkan perjodohan antara diri dia dengan Bang Nathan."


"Gue tahu, namun gue harus mencari waktu yang tepat."

__ADS_1


"Eh kalian mau pulang, lihat Aruna nggak Di?"


Tanya Nathan seketika melihat Digo dan keempat sahabatnya itu sedang menghentikan langkahnya dan berada di lobby saat ini.


"Nggak tahu Bang, aku dan Aruna tidak satu kelas."


"Oh iya ya aku lupa kalau begitu aku tunggu Aruna saja di sini, kangen banget seharian tidak bertemu hanya bertemu tadi pagi dan rasanya pengen langsung menikahi Aruna saja, tidak perlu acara tunangan atau menunggu minggu depan biar setiap hari bisa bertemu dengan Aruna."


Keempat sahabatnya Digo saling menyenggol satu sama lain ketika mendengar pernyataan dari Nathan mereka tahu jika saat ini Digo terlihat emosi dan panas hatinya namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan amarah dari Digo untuk tidak menampakkan kecemburuan yang di depan.


"Dan pastinya jika aku nikah sama Aruna, banyak laki-laki yang patah hati karena aku adalah pemenangnya dan aku yang berhasil memiliki Aruna."


Antara menyindir atau tidak yang nyatanya ucapan dari Nathan itu membuat hati Digo semakin sakit dan panas saja mungkin yang dikatakan Nathan adalah benar jika banyak laki-laki yang patah hati jika mengetahui pujaan hatinya itu sudah menjadi milik orang lain tentu saja itu berlaku bagi Digo juga, tetapi mengapa harus diucapkan di depannya yang jelas-jelas Digo sendiri sudah menaruh hati dan perasaannya untuk Aruna...


Akhirnya gadis cantik yang ditunggu-tunggu datang juga yang membuat keenam laki-laki tampan di sana langsung menoleh ke arah Aruna yang berjalan menuju ke lobi.


Aruna juga kaget kenapa tiba-tiba ada perkumpulan laki-laki tampan berada di sini dan yang pastinya ada Nathan yang tiba-tiba muncul di sini tanpa memberitahukan kepadanya sebelumnya.


"Hai sayank, Aku sengaja menjemput kamu. Kita pulang yuk tapi sebelum itu makan siang dulu Aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat."


Aruna ingin menolak dengan alasan ia akan pergi belajar bersama dengan Vina namun sayang sekali belum sempat bibirnya terucap tetapi tangan Nathan sudah meraih tangannya dan menggenggam tangan Aruna dengan sangat erat dan tanpa pamit dan juga permisi, Nathan dengan cepat membawa Aruna pergi dari lobi itu, tentu saja perlakuan dari Nathan itu membuat Digo semakin panas saja.

__ADS_1


__ADS_2