My Crazy Husband

My Crazy Husband
Tidak Janji


__ADS_3

Digo mengatakan itu dengan kesungguhan hatinya bahkan saat ini matanya tidak berkedip memandang wajah cantik Aruna dan memelas meminta supaya Aruna akan mempertahankan anaknya dalam kandungan itu anak yang tidak bersalah karena yang salah adalah Digo yang egois yang ingin mempunyai anak secepatnya dari arona tanpa melihat bagaimana kondisi Aruna saat ini yang memang benar benar belum siap untuk semuanya.


"Sayang Aku janji, apapun keinginan kamu apapun yang kamu mau aku akan tempati aku juga janji tidak akan mengekang kamu aku tidak akan membatasi pergaulan kamu selama kamu tidak neko-neko selama kamu bisa membatasi diri kamu dan memilih mana yang baik dan tidak dan juga tidak mengajukan aku dan anak kita bahkan kamu masih tetap bisa sekolah kita nanti akan habis keliling barang-barang dan juga kuliah nanti biar Mami dan mama yang menjaga anak kita kalau perlu kita ketahui tetapi satu aku tidak mau kehilangan kamu dan anak kita dan aku mohon kamu memikirkan semuanya karena aku benar-benar mencintai kamu dan juga menginginkan anak ini."


Digo kembali mengatakan itu laki-laki tangannya terulur untuk mengusap lembut perut teratak Aruna yang ada di yang di dalam ada buah cintanya dengan Aruna yang pastinya untuk kali ini Digo tidak main-main meskipun mungkin kedepannya akan ada berat yang dilaluinya tetapi Digo yakin semuanya bisa teratasi asalkan sama-sama bisa bekerja sama dan sama-sama saling mempercayai.


Melihat suaminya seperti itu Aruna juga tidak tega untuk melenyapkan anaknya sama sekali tidak berdosa bahkan setiap hari yang lalu sejak ucapan Digo itu Aruna tidak bisa tidur perempuan cantik itu terus memikirkan tentang dirinya tentang anak yang ada di dalam kandungannya itu apakah yang ditempuh itu memang benar apakah yang ditempuh itu tidak salah jika ia harus mengorbankan anaknya demikian semata demi keegoisannya tentu saja itu tidak Aruna tidak mau membunuh darah dagingnya sendiri terlebih lagi anak itu tidak berdosa.


Dengan keyakinan penuh dan tanpa paksaan, Aruna menganggukan kepalanya kemudian ia tersenyum menatap Digo sembari tangan yang menghapus lahan air mata yang keluar dari suaminya ia tahu jika Digo benar-benar menyesal telah melakukan seperti itu meskipun itu memang keinginan Digo dan arunata obat dapat bahagia diku ketika mendengar berita jika dirinya hamil dan betapa hancurnya ketika melihat bagaimana ekspresinya yang sepertinya tidak menginginkan anak ini.


"Sayank, benar kamu akan mempertahankan dia?"


Sepertinya Digo tidak percaya hingga laki-laki itu menangkup pipi Aruna dan mengatakan sekali lagi ia ingin mendengar sendiri dari mulut karena ia mengatakan jika akan mempertahankan anak yang ada di dalam perutnya


"Iya Di, tidak ada alasan untuk aku menghilangkannya Dia tidak bersalah akulah yang salah aku yang egois mementingkan diriku sendiri dan tidak memikirkan kamu ataupun yang lainnya Maaf aku benar-benar tidak tahu aku yang memang belum mau dan siap hamil tetapi mendengar kabar jika aku hamil, pastinya aku sok berat. Dan terimakasih, kamu telah menyadarkan aku dengan semua nya ini."

__ADS_1


Digo memeluk tubuh Aruna, ia bahagia sekali hari ini bahkan kebahagiaannya itu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata sungguh ia juga tidak tahu ingin mengisyaratkan seperti apa yang jelas ini benar benar bahagia dan merasakan jika dirinya adalah laki-laki yang paling beruntung.


"Maafkan aku sayang, sekali lagi aku minta maaf .. aku tidak akan mengulang kesalahanku lagi."


Aruna menggelengkan kepalanya, Digo tidak bersalah dirinyalah yang memang egois padahal jika orang sudah menikah itu targetnya memang mempunyai keturunan tetapi tidak dengan Aruna yang sama sekali belum memikirkan tentang itu dan sekali lagi bukan karena tidak mau mengandung anakku hanya saja Aruna yang masih kekanak-kanakan dan masih ingin bebas hingga ia tidak memikirkan kebahagiaan orang lain bahkan juga arona berpikir jika dirinya nanti hamil dan mempunyai anak pastinya kebebasannya akan terbatas padahal tidak seperti itu.


"Bukan kamu yang salah Di, aku yang salah aku yang terlalu egois."


Digo kembali memeluk tubuh Aruna dengan sangat erat kemudian mencium kening Aruna begitu mesra dan juga lama laki-laki itu ingin sekali mengucapkan beberapa rasa syukur kepadanya atas apa yang barusan diterimanya kali ini.


Tentu saja untuk kali ini Digo menggelengkan  kepalanya bukan karena tidak ingin menuruti istrinya tetapi ia harus memaksakan diri dan berkonsultasi kepada dokter tidak ingin terjadi apa-apa dengan Aruna terlebih lagi Aruna yang hamil muda yang pastinya masih sangat rentan.


"Kalau itu nanti aku bicarakan dulu sama dokter ya, pastinya tidak akan lama dan aku melihat jika kamu sudah baik-baik saja tentunya dengan anak kita tetapi sabar dulu."


"Padahal aku maunya hari ini aku pulang, nanti malam juga nggak papa."

__ADS_1


"No sayank, besok pagi saja ya biarkan malam ini kita tidur di sini, aku kangen sama kamu dan aku ingin memeluk kamu."


"Ya sudahlah tapi besok beneran ya?"


"Iya sayank tapi nggak janji ya nanti aku konsultasi dulu sama dokter Kamu, pokoknya harus mana demi kesehatan kamu dan kesehatan anak kita yang pastinya Aku tidak ingin terjadi apa-apa sama kamu dan anak kita sama kalian berdua."


Aruna kali ini mau tidak mau menurut tetapi memang benar di sini sepi paling yang datang hanya kedua orang tua dan mertuanya saja bahkan Aruna merindukan sosok ke empat sahabat Digo yang suka membuat onar dan juga sahabatnya.


"Kenapa lagi sayank?"


Sepertinya Digo melihat ekspresi wajah Aruna yang tidak menyenangkan Ada apa gerangan dengan istrinya itu?


"Vina biarin ke sini ya Aku kangen sudah 3 hari tidak ketemu kamu jahat banget kenapa nggak ngebiarin Vina untuk menjengukku padahal kan dia nggak rese seperti teman-teman kamu itu dan bukan hanya Fina saja sahabat-sahabat kamu juga boleh kok ke sini Mereka meskipun mereka berisik tetapi rumahnya daripada di sini sepi lagi pula aku sudah nggak apa-apa pasti mereka juga nggak bakalan ganggu istirahat aku."


Oh jadi itu yang membuat istri digo murung, karena Aruna memang kesepian 3 hari tidak melihat kekonyolan dari keempat sahabat Digo dan juga Vina yang mana ia harus terdiam diri di tempat ini hanya ditemani oleh Mami Nina dan Mamanya saja.

__ADS_1


"Aku ngelakuin itu semua demi kamu sayank, aku tidak ingin Mereka mengganggu istirahat kamu tetapi jika kamu memang kangen dengan mereka tak apalah nanti biarkan aku minta Dino untuk menjemput Vina dan semuanya biar ke sini. Tapi janji ya nanti kamu jangan banyak bergerak kamu cukup duduk atau berbaring saja."


__ADS_2