My Crazy Husband

My Crazy Husband
Mangsa


__ADS_3

Satu minggu berlalu, hubungan Aruna dengan Digo makin lama semakin mesra saja meskipun kerap kali Aruna manja dan meminta yang aneh tetapi juga sebagai suami yang siaga selalu menuruti kemauan istrinya.


Digo tidak pernah mengeluh atau bagaimana meskipun ia harus mencari makanan-makanan keinginan anak dan istrinya itu tengah malam tetapi ia bersyukur jika Aruna menginginkan itu semua karena ini adalah pengalaman pertama baginya dan Digo juga bersyukur masih bisa merasakan itu semuanya terlebih lagi ia melihat wajah Aruna yang sangat cantik dan menggemaskan dan juga Aruna yang sama sekali tidak terbebani dengan kehamilannya bahkan Aruna saat ini enjoy sekolah pun tidak masalah karena memang perutnya tidak terlihat.


Untuk urusan sekolah, Digo juga Papi Rendra sudah bertemu dengan kepala sekolah dan masalah ini pihak kepala sekolah pun tidak masalah jika Aruna memang ingin melanjutkan sampai ujian selesai itu juga tidak akan lama lagi tinggal 3 bulan saja Aruna dan Digo sudah lulus sekolah dan tentunya untuk kegiatan yang menyangkut fisik Aruna hanya diberikan tugas-tugas saja tidak diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan yang nantinya akan mengganggu kesehatan Aruna dan calon anak yang ada di dalam kandungan Aruna.


Dan untuk masalah Firman sendiri, laki-laki itu satu minggu ini memang sangat sibuk bahkan sama sekali tidak menghubungi Aruna untuk sekedar menanyakan pesannya bukan karena Firman lupa atau bagaimana tetapi memang fokus Firman kali ini hanya membuat Firman lebih menyelesaikan pekerjaan lebih dahulu dan nanti untuk masalah Aruna, iya bisa pikirkan lagi nanti.


Sudah seminggu Firman berada di Jepang yang pastinya ia sudah merindukan Aruna ini pastinya laki-laki itu tidak bersusah ke gabah untuk pulang ke Jakarta dan harus menyelesaikan pekerjaan di sini beruntung dengan adanya asisten rumah asisten pribadinya selalu siap menemaninya dan kemungkinan besar besok ataupun nanti malam Firman sudah bisa pulang ke Jakarta karena urusannya memang sudah hampir selesai.


Dan tentu saja Aruna lega karena setelah mendapatkan pesan dari Firman beberapa hari yang lalu perempuan cantik itu jujur sangat gelisah ingat aku jika memang Firman tiba-tiba datang ke sini setelah menyelesaikan pekerjaannya.


Ya pamit Firman 1 minggu yang lalu kepada Aruna memang akan pergi ke Jepang untuk menyelesaikan masalah perusahaannya dan akan datang ke rumah Aruna nanti setelah urusan hasil selesai tetapi tidak mengatakan kapan waktunya itu hal itu yang membuat Aruna menjadi ketar-ketir sendiri.


Namun setelah satu minggu ini tidak ada kabar dari Firman membuat Aruna gelisah, dan itu akan melupakan semuanya walaupun tidak kemungkinan besar Firman akan datang dan menemui Papanya tetapi itu nanti saja bisa dibicarakan setelah Firman benar-benar datang menemui Papahnya.

__ADS_1


"Sayang aku mau beli es dulu ke depan..."


Ucap Aruna yang saat ini sudah keluar dari kelas tentu saja Digo setia selalu untuk menghampiri istrinya itu.


"Es apa? di kantin saja atau mau aku belikan es? kamu tinggal duduk saja di tempat Pak satpam atau di lobby."


Digo sedikit bertanya, ia tidak heran jika istrinya menginginkan macam-macam tetapi yang Digo tahu di depan itu berarti di depan sekolah dan harus menyeberang karena memang benar es teh di depan sekolah itu sangatlah enak tidak jarang jika siswa-siswi di sana itu selalu membelinya ke warung depan yang pastinya sangat ramai pengunjungnya.


"Aku mau beli di sana dan aku yang mau buat sendiri kalian ingin melihat anak dari pemilik warung itu yang ganteng."


Digo menggelengkan kepalanya bukannya ia tidak memperbolehkan Aruna untuk membeli es teh di warung itu ataupun ia cemburu mendengar ucapan dari Aruna yang benar saja memang anak dari ibu penjual es teh itu sangat ganteng tetapi usianya masih 5 tahun Apa memang benar diku cemburu dengan anak yang usianya baru 5 tahun itu tentu saja tidak yang jelas memang saat ini Digo harus banyak sabarnya menghadapi istrinya yang hamil muda terlebih lagi banyak maunya.


Aruna menganggukkan kepalanya padahal belum saja sampai di luar tetapi hatinya sudah berbunga-bunga ia sudah tidak sabar untuk menikmati es teh yang rasanya manis dan juga seperti itu terlebih lagi bisa melihat anak dari ibu itu yang sangat ganteng dan berharap jika anak yang ada di dalam kandungannya itu tampan seperti anak itu.


Dan keduanya kini sudah berada di pinggir jalan dengan Digo yang menggandeng tangan Aruna dan siap untuk menyeberangkan istrinya karena Lagi Dan Lagi Aruna tidak mau diantar sampai ke warung depan hanya menyeberangkan saja.

__ADS_1


Di tempat lain, seorang anak laki yang baru saja keluar dari sekolahnya menggunakan motor besar laki-laki itu tentu saja sangatlah tampan meskipun sangat badung dan laki-laki itu diketahui adalah seorang geng motor pindahan dari kota sebelah.


"Remon, Lo mau ke mana?"


Tanya salah satu anggota geng motor Remon yang menerima sedang terburu-buru mengendarai motor besarnya itu padahal teman-teman yang lainnya masih asik berada di sekolahan tetapi kenapa Remon bergegas untuk pulang.


"Jemput Fika, dia sudah rewel minta diantar ke mall."


"Fika gebetan baru lo kenapa juga lo harus menanggapi cewek matre sama dia lo nggak dengerin kata-kata kita kalau Fika itu bukan perempuan yang baik-baik tentu saja selain dia rewel dan juga cewek matre itu sudah nggak Virgin lagi!!"


"Bukannya gue nggak percaya sama kalian kalian tetapi gue juga butuh seorang perempuan untuk menyalurkan sesuatu yang pastinya lu tahu sendiri kan gue kayak gimana dan tentu saja aku hanya memanfaatkan Fika karena dia tergila-gila sama gue..."


"Lo memang gila baru aja pindahan dari Bandung sudah mendapatkan mangsanya hati-hati kena penyakit loh!!"


Remon mengedikkan baunya tentu saja ia baru pindahan dari sekolahnya di Bandung 1 minggu ini dan tentu saja Remon yang memang bukan laki-laki baik cepat akrab dengan anggota geng yang berada di kelasnya bahkan pesona Remon tidak terkalahkan lagi laki-laki itu selalu menjadi incaran perempuan yang pastinya Remon juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan jika ada perempuan yang menempel dengannya apalagi bersedia untuk melemparkan tubuhnya kepadanya dan pastinya Remon hanya memanfaatkan perempuan itu tidak sungguh-sungguh hanya untuk bersenang-senang saja.

__ADS_1


"Hati-hati ingat Abang lo cerewet sekalian pastinya kalau sampai lo kenapa-napa bisa dimarahin apa lagi motor yang Lo pakai itu adalah motor kesayangan abang lo."


"Santai saja abang sepupu gue masih berada di Jepang yang pastinya dia juga nggak tahu kalau motornya gue pakai udahlah gue cabut dulu sebelum perempuan itu marah-marah dan nanti misi gue nggak akan kesampaian.."


__ADS_2