My Crazy Husband

My Crazy Husband
Akal Akalan


__ADS_3

Setelah Aruna dan Digo menyelesaikan makan malamnya, kedua orang itu langsung bergabung dengan Mami Nina dan juga Papi Rendra, dan juga ada Nathan di ruang keluarga. Pastinya Digo sebenarnya keberatan jika harus ikut ngobrol ke sana bukan karena ada Nathan tetapi lebih baik kalau dirinya bersama dengan Aruna di dalam di dalam kamar saja, bermesraan dan juga bercinta.


"Setelah ini ikut Papi ke ruang pribadi, Papi mau berbicara sesuatu dengan kalian."


Ujar Papi Rendra yang memang meminta Digo dan Nathan untuk ikut bersama dengannya, selain ingin membuat Digo tidak menempel dengan Aruna, Papi Rendra juga ingin membahas tentang bisnis dan kemajuan perusahaannya di mana sekarang kedua anaknya sudah berkecimpung dalam perusahaan dan pastinya mereka yang mempunyai jiwa masih muda harus mempunyai semangat dan juga otak yang cerdas untuk bisa mendapatkan proyek-proyek besar nantinya.


"Bang Nathan saja Pi, aku mau menyelesaikan tugas"


Jelas jadi Digo menolak, memang tidak ada tugas bagi Diko dari sekolah tetapi tugas utama dirinya adalah memuaskan sesuatu yang pastinya ingin segera dituntaskan.


"Dua-duanya, kamu dan Nathan ikut Papi,.Papi akan mengajarkan trik-trik supaya kalian berdua sukses. Untuk masalah tugas, kamu bisa kerjakan nanti malam, lagian kenapa sore-sore begini kamu buru-buru pergi ke kamar?"


Papi Rendra tersenyum penuh kemenangan yang mana ia sudah mengira jika Digo akan protes dengan ajakannya itu, karena Papi Rendra sudah menebak jika putra bungsunya itu tidak akan mau untuk diajak ngobrol-ngobrol dan lebih memilih untuk berdua dengan Aruna di dalam kamar saja.


"Papi tau sendiri, aku kalau ada Aruna sukanya nempel. Lagi pula masih ada besok-besok Pi, malam ini Papi dengan Bang Nathan saja membahas bisnisnya, aku akan ngerjain tugas dulu."


"Tugas apaan?"


Tertarik dengan ucapan dari Digo, beliau ingin memancing Digo mengatakan sesuatu meskipun pada akhirnya Papi Rendra tahu jawaban apa yang akan diberikan oleh Digo.


"Tugas buatin cucu-cucu Papi dan Mami lah, memangnya kalian tidak mau jika rumah ini ramai?"

__ADS_1


Saking kepengeng ia memiliki Aruna seutuhnya, Digo tidak memperhatikan bagaimana kondisi istri nya itu, di mana Aruna yang masih sangat mudah dan masih sekolah. Digo juga tidak membayangy bagaimana nanti jika Aruna hamil dan melahirkan, bagaimana repotnya, bagaimana mengasuhnya, yang ada di dalam pikiran Digo saat ini adalah ingin membuat Aruna terikat dengannya. Jika sudah mempunyai anak pastinya Aruna tidak bisa macam-macam lagi, Aruna tidak mungkin meninggalkannya karena ada anak sebagai penguat hubungan mereka.


"Tentu saja Papi mau, dan itu juga alasannya kenapa Papi menyuruh kamu untuk ikut ke ruangan pribadi, Papi ingin mengajarkan trik-trik bagaimana cara mendapatkan seorang anak, bisa perempuan dan juga laki-laki."


Digo menggelengkan kepalanya, sejak kapan Papi Rendra mempunyai pikiran seperti itu, yang mana Papi Rendra memang mesum, namun untuk memberikan trik dan saran seperti itu, sepertinya tidak. Dan jika Digo berpikir, apa jangan-jangan memang ada sesuatu yang ada di benak Papi Rendra, hingga membuat Papi Rendra menginginkan dirinya untuk pergi bersama dengan beliau.


"Kalau itu, aku bisa sendiri tidak usah diajarin!!"


Walaupun belum tentu hasilnya tetapi Digo yakin jika benih yang ia tanam itu subur subur dan tentunya akan cepat menghasilkan buah hati meskipun pernikahan Digo dan Aruna baru beberapa hari tetapi Digo percaya jika bulan depan pastinya Aruna akan hamil.


"Lagi pula kamu ya Di, diminta untuk bersama dengan Papi tapi mmasih muter-muter melulu, banyak alasan. Mami juga ingin ada waktu bersama dengan Aruna."


"Kalau memang iya kenapa ?apa kamu tidak melihat wajah istri kamu ini? Mami tahu jika kamu tadi sudah melakukan hal yang kamu inginkan sampai membuat Aruna lemas, lagi pula apa kamu tidak kasihan dengan Aruna dan malahan membiarkan rambutnya basah, nanti kalau Aruna sakit bagaimana?"


Digo menggelengkan kepalanya pelan, tentu saja dengan dirinya yang masih menempel ke arah Aruna, sepertinya Digo memang tidak bisa jauh-jauh dari Aruna, buktinya saja saat ini ketika ngobrol-ngobrol dengan keluarganya,.Digo memilih untuk merapatkan tubuhnya dengan Aruna dan merangkum pinggang Aruna dan aksinya ini tentu saja tidak semata-mata karena ingin memanas-manasi Nathan saja,  tetapi ingin membuat tubuh Aruna hangat dengan pelukan yang diberikannya.


"Kalau kamu tidak mau istrimu sakit, makanya jangan macam-macam, jangan biarkan Aruna kelelahan apalagi rambutnya basah seperti ini."


Mami Nina langsung saja menyerahkan kipas angin kecil dari tangannya beliau tidak ingin jika menantu kesayangan nya itu sakit terlebih lagi yang membuat seperti itu adalah putranya sendiri.


"Terima kasih Mami."

__ADS_1


Aruna dengan cepat mengambil kipas angin mini, kipas angin yang sama persis punya Nathan dan itu berarti memang Nathan sengaja memberikan benda-benda yang kecil itu untuk perempuan yang disayanginya yang tentunya hanya ada 2 perempuan yang disayanginnya saat ini Mami Nina dan juga Aruna.


"Sama-sama sayang nanti malam ikut Mami ya kita ngobrol-ngobrol berdua, Mami belum pernah ada waktu sama kamu hanya kemarin saja di salon dan itu waktunya sangat singkat, Mami ingin memberikan sesuatu untuk kamu dan tentunya hanya kita berdua saja nanti malam, bagaimana sayang?"


Aruna tentu saja cepat menganggukkan kepalanya, ia sedikit lega karena bisa terbebas dari suaminya dan pastinya Mami Nina akan menceritakan segala sesuatunya dan tentu saja itu membuat Aruna lagi dan lagi merasa menjadi perempuan paling beruntung tatkala menikah dengan Digo, bukan karena Digo yang memang benar-benar baik dan juga kaya raya tetapi kedua mertuanya itu memang sangat sayang dan juga perhatian dengan Aruna.


"Iya Mami, Aku mau."


"Lalu aku bagaimana yank?"


Di sini Digo yang paling tidak suka ketika istrinya dimonopoli oleh Maminya sendiri. Digo ingin protes, namun sepertinya tidak mungkin karena baik Mami Nina maupun Papi Rendra tidak akan menerima aksi protesnya.


"Kamu sama Papi dan juga Kak Nathan, bukannya tadi Papi meminta untuk ikut dengan beliau, bagaimana sih? biarkan aku sama Mami?"


"Oke aku izinin, tapi nanti malam 5 ronde ..dan awas aja sampai kamu tidur duluan atau tidur di kamar Mami, aku pasti akan menambah hukumannya dan tidak boleh protes."


Digo lagi dan lagi memberikan senyuman liciknya setelah ia membisikkan kata-kata di telinga Aruna dan tentunya Digo juga tidak ingin rugi, ia sama liciknya seperti dengan Papi Rendra yang mana akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.


"Gila, jangan macam-macam!!"


Balas Aruna dengan berbisik kepada Digo, ia pastinya tidak mau jika akan digempur habis-habisan dengan tikus semalam pastinya jika itu terjadi karena tidak akan bisa sekolah besok.

__ADS_1


__ADS_2