
Jangan ditanya lagi bagaimana rasa lelah Aruna saat ini di mana memang ia benar-benar begitu lelah, bukan hanya badannya saja tetapi bagian bawahnya yang terasa ngilu dan sepertinya milik Digo masih tertinggal di sana meskipun saat ini Digo sudah berhenti untuk menghujam intinya.
Aruna tidak tahu saat ini sudah jam berapa, tetapi matanya sangat lelah sekali dan ingin memejamkan mata, ia sendiri juga bingung apakah nanti bisa sekolah atau tidak meskipun sebenarnya Aruna ingin sekali sekolah karena ada sesuatu yang penting di sekolahan tetapi sayang sekali, rasa lelah membuat Aruna berpikir untuk mengurungkan niatnya saja, toh juga Digo akan mengizinkan jika ia tidak berangkat sekolah hari ini.
"Jangan hadap situ sayank, sini hadap aku biar aku peluk supaya tidurmu nyenyak."
Entahlah apa itu benar-benar keluar dari mulut Digo atau hanya sekedar modus saja. Pasalnya Digo tidak yakin juga jika Aruna menghadap ke arahnya dan berada dipelukannya laki-laki itu tidak menyerangnya kembali.
"Nggak mau, nanti kamu macam-macam. Lagi pula Aku benar-benar lelah Di, ingin tidur. Bukannya kamu juga harus ke sekolah, masa' ketua OSIS bolos juga?"
Sungguh saat ini Aruna tidak percaya dengan suaminya di mana memang suaminya itu benar-benar gila dan Aruna yakin jika Digo hanya modus saja, ingin memeluknya. Pasalnya sudah sedari tadi Digo menghajarnya dan tanpa berhenti sedikitpun sehingga Aruna tidak mau menghadap ke arah Digo dan lebih memilih tidur dengan posisi memunggungi suaminya.
"Tidak masalah sayank, justru jika aku macam-macam itu adalah wajar, aku suami kamu ... coba saja jika kamu berada di dekatku dengan kondisi tubuh kamu yang polos seperti itu tapi aku tidak tertarik sama sekali bahkan si ularku juga tidak berubah bentuk dan ukurannya, itu malahan bahaya. Sudah sini sayank, jika nanti aku macam-macam lagi kamu tidur saja biar aku yang bekerja."
Aruna hanya menggelengkan kepalanya, tetapi ia sendiri tidak berdaya dan hanya pasrah saja ketika Digo saat ini menarik tubuhnya.
Ya Digo menggunakan lengannya sebagai bantal Aruna dengan tangan satunya menggenggam tangan Aruna dan mencium punggung tangan Aruna.
Dan seketika itu juga Aruna langsung saja memejamkan matanya, entahlah apakah perempuan cantik itu memang benar-benar mengantuk atau merasa nyaman diperlakukan Digo seperti ini yang jelas kondisi Aruna sangat lelah dan ia tidak bisa berpikir apa-apa lagi, dan mungkin jika suaminya macam-macam.. ia akan membiarkannya, toh juga Aruna sendiri tidak bisa protes, yang ada Digo semakin menyerangnya jika Aruna protes dan mengucapkan kata-kata yang panjang dan lebar.
Shittt!!
__ADS_1
Benar juga, baru saja 5 menit ia memeluk Aruna tetapi sesuatu sudah bangun kembali . Digo memang rencananya tidak ingin memangsa Aruna pagi-pagi buta seperti ini dan membiarkan istrinya itu istirahat tetapi sayang sekali ular pitonnya tidak bisa dibuat kerjasama dan meminta untuk kembali dimasukkan ke dalam sarangnya.
Ingin ditahan dan tidak menyerang Aruna, tetapi rasanya Digo semakin pusing saja hingga ia kembali membuka selimut Aruna dan mengungkung Aruna.
"Maaf sayank, aku tidak bisa menahannya..danĀ aku harap kamu tidak marah jika merasa ada sesuatu yang menusuk-nusuk di bagian bawah."
Dengan cepat Digo langsung menyambar bibir Aruna kemudian tangannya yang sudah lincah dan terampil memberikan sentuhan-sentuhan lembut hingga akhirnya Aruna mengeluarkan lenguhaan kecil, tetapi perempuan cantik itu tidak membuka matanya...mungkin saja karena kelelahan dan membiarkan suaminya berbuat semaunya saja dan juga Aruna tahu jika yang melakukan ini adalah suaminya sendiri.
"Kamu tidur saja sayank, biar aku yang melakukan.. Aku janji tidak akan mengganggu tidur kamu."
Tidak ada jawaban dari Aruna, namun perempuan cantik itu sekilas membuka matanya sedikit kemudian kembali lagi melanjutkan tidurnya yang entahlah meskipun Aruna sedikit mengeluarkan suara-suara indahnya tetapi matanya berat sekali untuk membuka secara lebar yang membuat Digo tersenyum dengan ekspresi menggemaskan dari istrinya itu.
Hingga akhirnya setelah satu jam melewati pertempuran itu, Digo kembali menumpahkan cairan hangatnya dan masuk ke dalam rahim Aruna, kemudian laki-laki itu segera mencabut miliknya dan bergegas ke kamar mandi.
Digo tau jika ini sudah mentunjukkan jam 05.00 pagi dan pastinya Digo sendiri tidak ingin bolos hari ini karena tanggung jawabnya sebagai ketua OSIS, di mana memang harus selalu berada di sekolah dan tidak bisa bolos dengan alasan tertentu saja, meskipun sebenarnya Digo matanya mengantuk sekali tetapi ia harus berangkat ke sekolah.
Laki-laki itu dengan segera membersihkan diri di kamar mandi kemudian mengambil air hangat dan juga handuk untuk membersihkan bagian inti Aruna karena Digo yakin jika istrinya itu pasti tidak bisa membuka matanya karena sudah terlalu kelelahan.
"Maaf sayank sampai seperti ini."
Ucap Digo ketika ia sudah membersihkan bagian inti Aruna yang membengkak dan juga terlihat memerah.
__ADS_1
Digo juga tidak menyangka jika apa yang dilakukan semalam bisa membuat seperti ini yang membuat Aruna tidak hanya kelelahan tetapi pastinya Aruna juga merasakan sakit di bagian intinya.
Digo juga tidak kurang akal, ia yang sudah membersihkan bagian inti Aruna dengan air hangat kemudian mengambilkan seleb karena Digo sudah mempersiapkan sebelumnya.
Bukan berarti Diho pengalaman dalam hal ini tetapi karena ia yang beberapa hari lalu berkonsultasi dengan dokter spesialis di mana dokter itu adalah dokter pribadinya dan dokter tersebut memberikan resep dan juga seleb supaya tidak membuat bengkak disekitar inti dan rasa sakitnya berkurang.
Tentu saja Digo melakukan itu dengan sedikit memejamkan matanya, ia tidak mau jika melihat pemandangan yang indah itu seketika ular pitonnya kembali berubah bentuk dan juga ukuran . Bukan karena Digo tidak mau tetapi waktunya yang memang tidak pas dan juga ia kasihan sekali dengan istrinya yang sudah kelelahan dan pastinya kesakitan seperti ini.
Hingga akhirnya Digo bisa bernafas dengan lega setelah ia selesai membersihkan di bagian inti Aruna kemudian dengan segera menyelimuti tubuh Aruna kembali.
Cup
Cup
"Aku sekolah dulu sayank dan kamu jangan khawatir, nanti aku izinkan, istirahat dulu."
Digo memberikan satu kecupan di keningnya dan satu lagi di bibir Aruna di mana Aruna tidak sama sekali berkutik.
Tidak masalah bagi Digo, yang jelas ia paham betul bagaimana lelahnya Aruna hari ini di mana sudah dibuat tidak berdaya.
Hingga setelah memberikan ciuman sayang kepada Aruna, laki-laki itu menyambar kunci motornya dan juga tas serta ponselnya lalu turun ke bawah untuk melakukan sarapan pagi.
__ADS_1