My Crazy Husband

My Crazy Husband
Candu


__ADS_3

Digo masih melihat video yang ada di ponsel Aruna dengan ekspresi yang sama sekali tidak tersenyum atau apapun juga, tetapi itu hanya pura-pura saja karena ia juga ingin tahu bagaimana reaksi Aruna jika ia tidak tersenyum dan juga tidak mengekspresikan yang lebih dari apa yang sudah Aruna lakukan ini.


Berbeda dengan Digo, Digo yang ekspresinya dingin, Aruna malahan menatap tajam ke arah suaminya, ada rasa bingung saat ini mengapa setelah ia menyerahkan video percakapan antara dirinya dengan Vina tadi siang ekspresi Digo masih sama saja, bukannya langsung memeluk nya lagi atau mencium nya tetapi kenapa malah hanya diam saja dan itu yang ditakuti oleh Aruna, takut saja jika Digo marah dan tidak mempercayainya.


"Kamu nggak percaya sama aku Di? yang kamu lihat itu adalah benar, bukan rekayasa atau apalah. Lagipula bagiamana bisa aku merekayasa semuanya, kamu tahu kan kalau aku ini bodoh, aku tidak tahu apa-apa .. apalagi mengenai teknologi seperti itu. Dan yang kamu dengar tadi siang itu hanya salah paham, kamu hanya mendengar tidak kurang dari setengahnya saja tetapi setelah itu kamu sendiri tidak mendengarnya malahan pergi begitu saja dengan Dino, mungkin saja jika aku di posisi seperti kamu, aku juga akan kecewa dan jengkel, lalu seperti yang kamu lakukan ...meninggalkan cafe itu, aku tahu ucapan aku yang pertama kali itu membuat kamu hancur, bahkan mungkin kamu sudah patah hati hingga akhirnya kamu menerima ajakan pertandingan Kak Nathan malam ini. Kamu hanya salah paham Di, semua yang kamu dengar itu tidak seperti yang kamu bayangkan, bahkan pikiran dan hatimu saja tidak sinkron.. aku memang nyaman.. nyaman dengan Kak Nathan, tetapi dia hanya aku anggap sebagai kakak kandungku sendiri, tidak lebih dari itu...aku juga sayang dengan Kak Nathan, hanya sayang saja juga tidak cinta, meskipun kata orang sayang dan cinta itu bedanya tipis sekali tetapi tidak buat aku, sayang dan cinta itu bedanya sangat jauh dan lagi lagi aku hanya menganggap Kak Nathan itu sebagai kakak kandungku sendiri, tidak lebih dari itu. Dan Maaf mungkin selama kamu pergi aku lebih dekat dengan Kak Nathan, Aku juga nggak tahu tetapi aku juga sudah berusaha menghindar dari dia, namun tidak bisa ... seolah-olah Kak Nathan memang sudah merencanakan ini semua, bahkan ketika aku dijemput oleh Dino untuk berangkat ke sekolah, kak Nathan sudah lebih dulu berada di luar. Aku nggak tahu harus berbuat apa-apa lagi,  tetapi percaya sama aku Di, aku tidak mempunyai perasaan lebih dengan...."


"Mphhhh....."


Digo langsung saja meraih bibir istrinya itu yang sedari tadi Digo mendengarkan Aruna yang ngoceh ngalor ngidul tidak jelas, meskipun Aruna tidak menjelaskan semuanya, tetapi Digo percaya jika memang Aruna tidak mempunyai rasa sama sekali dengan Nathan terlebih dengan video yang dilihat dan didengarnya, ia yakin jika istrinya itu memang benar-benar mencintainya dan Nathan selama ini hanyalah sebagai penghibur kesepian Aruna saja karena kesibukan Digo yang mungkin di saat siang hari tidak bisa memberikan kabar atau sekedar menemani lewat panggilan telepon, Digo harap maklum dan juga percaya sepenuhnya kepada Aruna jika memang Aruna sama sekali tidak ada perasaan apa-apa pun dengan Nathan, hanya menganggap sebagai kakaknya saja.


Laki-laki itu gemes seketika bibir istrinya begitu menggoda, terlebih lagi ketika Aruna bercerita panjang dan lebar sehingga langsung saja Digo dengan cepat meraih bibir manis Aruna yang sudah membuatnya candu 10 hari. 10 hari tidak merasakan manisnya bibir Aruna, hingga malam ini Digo bisa merasakan kembali.


Aruna yang mendapat serangan tiba-tiba langsung saja mengalungkan tangan nya di leher Digo, kali ini ia tidak memejamkan mata tetapi ia melihat tatapan mata Digo yang sepertinya memang memancar kan rasa cinta yang begitu besar kepadanya dan begitu juga dengan Digo, laki laki itu begitu agresif mengamati wajah cantik Aruna sembari memberikan ciuman, lum@tan dan menjelajahi setiap rongga bibir Aruna itu karena saat ini Aruna membuka bibirnya tanpa perlu digigit atau pun sebagainya, yang jelas pertautan bibir mereka kali ini benar-benar panas, benar-benar dari dalam hati apalagi Aruna, Aruna yang memang sudah memantapkan hatinya untuk jatuh cinta dengan Digo langsung saja membalas apa yang dilakukan oleh suaminya.

__ADS_1


Keduanya saling memadu kasih,.mencurahkan rasa kangen yang sudah 10 hari tidak bertemu melalui indra perasa mereka yang saling bertautan, membuat jantung mereka berdetak 10 kali lipat bahkan lebih.


Keduanya masih sama-sama saling memandang dengan bibir yang masih bertautan, saling *****@* dan juga saling merasakan betapa nikmatnya tautan bibir di antara mereka hingga kedua nya tanpa sadar jika saat ini masih terlihat oleh keempat sahabat Digo.


"Sialan!!"


"Cut...cut...cut!!"


Dan seketika keduanya kaget, hingga akhirnya Aruna melepaskan tautan bibir di antara mereka.


"Kalian benar-benar kurang ajar! setelah lama tidak bertemu dan kangen-kangen di sini apa kalian tidak melihat jika masih ada gue dan yang lainnya? atau memang kalian sengaja? mentang-mentang gue jomblo Jadi kalian bisa seenaknya saja melakukan itu? masih banyak cara untuk berciuman panas, lebih dari itu juga nggak apa-apa.. tetapi jangan di sini!!"


Ucap Dino yang tampak kesal, tetapi sayang sekali baik Digo maupun Aruna sama sekali tidak menangani apa yang diucapkan oleh Dino, malahan keduanya tersenyum melihat Dino yang sedari tadi kesal dan marah-marah.

__ADS_1


Tidak menanggapi Dino, Digo kini beralih menatap wajah cantik Aruna, laki-laki itu tersenyum karena merasakan jatuh cinta lagi dengan istrinya entahlah ciuman mesra kali ini benar-benar panas dan juga benar-benar berbeda dan bisa dirasakan oleh Diego betapa nikmatnya tautan bibir mereka saat ini, berbeda dengan kemarin-kemarin di mana Aruna memang hanya pasrah saja meskipun Aruna tidak menolak dan juga tetap membalas apa yang dilakukan, tetapi tidak senikmat dan semenarik ini.


"Manis banget dan ini benar-benar berbeda dari yang kemarin. Aku suka sayang dan jangan khawatir, aku percaya dengan semuanya, kamu tidak perlu menjelaskan panjang dan lebar seperti itu tetapi tidak masalah, aku malah tambah semangat mencium bibir kamu itu, karena benar-benar candu untukku."


Aruna tersenyum, ia ingin malu tetapi rasanya tidak mungkin, sejak kapan Aruna malu-malu jika di depan Digo, yang ada ia malahan seringnya bersikap sepey wanita tangguh yang tidak bisa terkalahkan oleh suaminya.


"Habisnya kamu dari tadi hanya diam saja, enggak merespon apapun .. aku kan jadi takut jika kamu nggak percaya dengan apa yang sebenarnya terjadi. Jangan tinggalkan aku Di, Aku nggak bisa hidup tanpa kamu, jangan kamu ulangi kesalahan kamu lagi yang berencana untuk ninggalin aku, aku...."


Cup


"Mphhh....."


"Sialan kalian.. benar benar tidak tahu malu... brengseekk!!"

__ADS_1


__ADS_2