My Crazy Husband

My Crazy Husband
Amit Amit


__ADS_3

Aruna yang mendengar teriakan dari Dimas, lalu segera melepaskan helmnya ia baru sadar kalau helmnya masih terpakai padahal tadi sewaktu turun dari motor Dino ia tau kalau masih memakai helm. Tetapi ketika sudah berada di arena balapan, mendadak Aruna menjadi bingung sendiri, apa-apa ia tidak mengingat jika masih menggunakan helm di kepalanya.


Dengan cepat perempuan cantik itu melepaskan helm lalu melempar ke arah Dimas dan tentunya Dimas dengan senang hati menangkap helm dari Aruna karena ia sudah mengancang-ngancang terlebih dahulu tadi untuk menangkap helm dari Aruna.


Setelah melakukan itu Aruna bergegas untuk segera berada di pinggir lapangan yang pastinya ia melihat jika Digo saat ini tertinggal jauh dari Nathan dan pastinya Aruna ketar-ketir, ia tidak mau berpisah dari Digo apalagi ia yang sudah mencintai Digo, mana mungkin Aruna menjadi bodoh membiarkan Digo melepaskannya, rasanya tidak mungkin ... Terlebih lagi Aruna yang tahu dan juga yakin jika Digo juga masih mencintainya.


Tidak ingin semuanya terlambat Aruna membela ancang-ancang ia harus berteriak sekeras mungkin supaya Diko mendengarnya terlebih lagi teriakan aroma harus mempunyai makna bukan hanya sekedar semangat saja tetapi harus meyakinkan jika dirinya benar-benar jatuh cinta dengan Digo.


Saat ini Aruna harus mengesampingkan egonya ia tidak akan membuat dirinya kehilangan Digo laki-laki yang benar-benar mencintainya dan Aruna juga tidak perlu merasa malu dengan apa yang sudah dilakukannya.


"Digo..."


Teriak Aruna kencang dan berharap jika suaminya itu akan mendengarnya meskipun hanya menyebutkan nama saja berarti Digo saat ini akan tahu posisinya di sini yang memberikan semangat untuknya.


Sementara Digo, laki-laki itu yang memang sengaja berada di belakang, yakin akanuntuk melepaskan aroma malam ini tidak mau menjadi laki-laki yang egois meskipun Digo sangat mencintai Aruna, tetapi lagi dan lagi Digo kembali mengingat tentang kejadian tadi siang membuatnya ragu kalau Aruna sudah ada rasa dengan nya...jika sudahb begitu, buat apa dipertahankan lagi sementara Aruna malahan nyaman dan mencintai laki-laki lain.


Tetapi baru saja ia akan benar-benar mengalah, Digo tiba-tiba mendengar suara yang tidak asing lagi dan tentu saja ia mengenal betul suara siapa itu.

__ADS_1


Dan pastinya laki-laki itu langsung saja menoleh mencari ke arah sumber suara dan meyakinkan apa yang didengarnya itu tidak salah lagi jika suara itu adalah milik Aruna.


Tidak mungkin!! tidak mungkin Aruna berada di sini, bukankah dia tidak tahu tentang acara malam ini lalu jika memang benar itu Aruna untuk apa dia datang ke sini atau mungkin untuk menyemangati Nathan?


Ya Digo tidak ingin berlebihan lagi, ia yang tahu bagaimana ekspresi wajah Aruna yang begitu senang ketika menyebut nama Nathan tetapi telinganya juga belum budeg Digo sendiri mendengar jika Aruna memanggil namanya atau mungkin itu saja karena ia terlalu kangen dengan istrinya dengan mencintai Aruna.


"Digo... semangat ...aku menunggumu!!"


Teriak Aruna lagi, yang Aruna sendiri merasa Digo sepertinya tidak mendengar dengan ucapannya terlebih lagi Aruna yakin jika Digo mendengar apa yang ia ucapkan tadi itu tapi sepertinya memang benar jika Digo berubah sekarang ini entahnya apa memang benar jika Digo sudah tidak mencintainya lagi atau bagaimana?


"Dan apa itu tadi Aruna teriak namaku..apa itu nggak salah? apakah dia benar-benar Aruna dan Aruna mengatakan itu untuk memberikan semangat dan memenangkan pertandingan ini atau hanya karena ingin menghibur ku saja?"


Digo juga tidak berhenti, laki-laki itu masih melajukan motornya meskipun hanya dengan kecepatan yang pelan saja dipikirnya masih ada tiga kali putaran yang mana ia akan benar-benar mengalah demi Nathan dan pastinya nanti akan membuat Aruna bahagia meskipun bukan dengan nya.


Sedikit Digo menepis apa yang ada di dalam dadanya, meskipun ia tadi melihat Aruna yang berdiri di pinggir arena itu, tetapi Digo menganggap kalau Aruna hanya sekedar basa basi saja, tidak serius atau bagaimana..atau bahkan mungkin malahan Aruna datang ke sini untuk Nathan??


Sedangkan Dino gemas sendiri, bukan ini yang dimau Dino. Laki laki itu berharap kalau Aruna akan berteriak dan menyatakan cinta nya di sini, tetapi malahan tidak!!

__ADS_1


"Mereka payah!!"


Ujar Dimas seketika yang mengerti apa yang dipikirkan oleh Dino, tetapi laki-laki itu juga tidak mau ikut terlalu mencampuri urusan pribadi dari sahabatnya, lagi pula ia masih bertanya-tanya apakah kedatangan Aruna ke sini itu untuk memberikan semangat kepada Digo dan menjalankan semuanya atau malah memberikan semangat kepada Nathan dan juga memberikan harapan yang palsu kepada Digo.


Dino melihat ke arah Dimas, ia pun berpikiran yang sama terhadap Dimas mengenai Aruna, bukannya kedatangan ke sini memang sengaja ingin menyatakan perasaan Aruna kepada Digo tetapi malahan hanya berteriak seperti itu tentu saja Dino berpikir yang tidak tidak tentang Aruna, jika hanya memberikan semangat saja Dino maupun yang lainnya pun bisa.


Tidak ingin buang-buang waktu, terlebih lagi Digo sudah tertinggal jauh dari Nathan, membuat Dino gemas ... laki-laki itu langsung saja menghampiri Aruna dan meminta Aruna untuk segera menyatakan apa yang ada di dalam hatinya bukan hanya berteriak untuk memberikan semangat saja.


"Kalau cuma seperti itu, gue juga bisa.. ngapain juga tadi gue susah payah untuk nyari lo dan minta lo datang ke sini!!"


Memang bodoh.. bukan hanya bodoh dalam pelajaran tetapi tentang cinta juga Aruna tidak bisa apa-apa, buktinya saat ini hanya berteriak memberikan semangat saja tanpa mengungkapkan rasa cintanya kepada Digo yang pastinya siapa laki-laki yang tidak ingin mendapatkan ungkapan rasa cinta di saat situasi seperti ini.


"Yah...harus ngapain lagi? Gue udah teriak.. udah memberikan semangat untuk Digo tapi percuma saja sepertinya Digo juga tidak menggubris kedatangan gue!"


Dino yang memang ahlinya bercinta langsung saja menepuk keningnya sendiri, kalau Aruna bukan istri Digo, sudah pasti ia akan memberikan ciuman yang manis di bibir Aruna, yang mana perempuan di sampingnya itu ngoceh melulu yang membuat Dino gemas seketika.


"Jelas saja dia nggak peka dengan kedatanganmu mungkin dikira kalau dia lagi halu, makanya jangan cuma memberikan semangat saja, bilang dong kalau lo itu cinta sama dia, gue jamin deh jika teriakan lo seperti itu nanti Digo akan bersemangat dan memenangkan pertandingan ini, lo enggak mau kan jika Digo sengaja kalah dalam pertandingan ini?"

__ADS_1


"Amit amit jika gue menjadi janda di usia muda, ogah!!"


Aruna seperti mengerti dengan maksud Dino barusan, dan kalau sampai Digo memang kalah malam ini, itu artinya ia harus pisah dari Digo dan menjadi janda muda.


__ADS_2