My Crazy Husband

My Crazy Husband
Menyesal?


__ADS_3

Pulang dari perusahaan Digo, Aruna ketar-getar sendiri bukannya ia takut atau bagaimana namun ia sedikit khawatir jika memang benar apa yang diucapkan oleh Firman kemarin kepada Papah Adi dan juga apa yang dikirimkan pesan oleh Firman tadi kepadanya itu benar-benar terwujud nanti sore Firman akan datang.


Meskipun Firman tidak mengatakan akan datang dengan kedua orang tuanya tetapi Aruna tetap sejak khawatir takut saja jika memang pikiran Papa Adi itu benar jika Firman akan datang kepada orang tua dengan orang tuanya dan melamarnya dan pastinya ia tidak tahu Harus berbuat apalagi bukan karena ia ada rasa dengan Firman namun ia sungguh tidak mau uji ke kedua orang tua Firman kecewa belum belum sudah mengecewakan orang tua.


"Kamu kenapa yank gelisah sekali dari tadi? apa menginginkan sesuatu atau bagaimana?"


Aruna dan Digo saat ini sedang berada di mobil dengan Digo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan berat antara istrinya dari tadi nampak gelisah mereka berdua kini menuju ke rumah untuk istirahat yang pastinya Digo sudah selesai meeting dengan Aruna dan juga sudah selesai ngobrol-ngobrolnya.


"Nggak apa-apa yank, aku hanya capek saja."


"Oh kalau ada apa-apa cerita ya atau kalau anak kita pengen apa-apa ngomong sama aku aku pasti akan mendengarkan nya."


Bagaimana aku mau bercerita tentu saja Kamu pastinya nanti akan marah dan memutuskan kerja bersama sepihak dengan perusahaan Firman meskipun aku tahu jika kamu itu orangnya dewasa dan juga tidak akan mencampuradukkan tetapi jika sudah mengenai aku pastinya kamu sendiri tidak terima.


"Tentu saja Mas Digo ku sayank, aku hanya lelah saja aku ngantuk nanti bangunin ya setelah sampai di rumah."


Digo menganggukkan kepalanya kemudian mengusap lembut kepala Aruna dan juga perut Aruna tentu saja ia tidak berpikir sampai jauh mengapa arona terlihat gelisah seperti itu yang nyatanya ucapan Aruna dibenarkan oleh Diego kalau istrinya itu terlihat lelah.

__ADS_1


Dan setelah sampai di rumahnya, Digo tidak membangunkan Aruna, laki-laki itu malah menggendong Aruna karena tidak tega untuk membangunkan istrinya itu sepertinya memang Aruna lelah sekali malam saja Aruna sekarang sedang berbadan dua dan semua aktivitasnya pasti terbatas.


Satu jam kemudian..


Aruna yang tiba-tiba terbangun langsung saja kaget karena ia sudah berada di atas ranjang tetapi sendirian tidak adanya suaminya yang ada di sampingnya ia juga teringat dengan apa yang diucapkan oleh Papah Adi dan juga apa yang dikirimkan oleh Firman tadi di kan nanti malam Firman akan datang ke rumahnya, Aruna kemudian buru-buru untuk turun dari atas ranjang dan mengecat ponselnya siapa tahu Papah Adi sudah menelponnya.


"Siapa ya?"


Ada pesan masuk dan beberapa panggilan tidak terjawab tentu saja Aruna tidak tahu siapa yang mengirimkan pesan dan meneleponnya tadi yang jelas tidak ada namanya sama sekali Aruna kemudian membuka pesan masuk itu dan membaca pesan yang dikirimkan untuknya.


Ada sedikit laga di hati Aruna saat ini ketika membaca pesan itu, pesan yang dikirim oleh Firman dan tentu saja Aruna tidak berani menyimpan nama Firman di ponselnya itu cukup dengan ia menghafal sedikit nomor bagian belakang milik Firman itu, takut saja jika suaminya nanti akan marah dan bertanya tentang banyak hal tentang Firman.


Sementara di tempat lain, Firman saat ini yang sudah menunggu balasan dari Aruna tetapi laki-laki itu harus terbang ke Jepang untuk mengurusi perusahaan yang memiliki kendala di sana tentu saja Firman tidak punya waktu untuk sekedar bertemu dengan Aruna nanti malam di mana ia yang sudah mengatakan kepada Papah Adi dan juga Aruna jika ingin bersilaturahmi sekalian melamar Aruna tetapi kenyataan yang lain laki-laki itu harus terbang ke Jepang untuk mengurusi semua bisnisnya.


"Sial!! kenapa mendadak semuanya seperti ini dan apa yang aku rencanakan harus aku tunda."


Firman mengumpat kesal,  ia kini sudah berada di pesawat pribadi ditemani dengan asisten rumah tangganya laki-laki itu pada sudah menyiapkan semuanya kata-kata romantis dan juga apa saja yang diperlukan untuk melamar seorang perempuan meskipun ini adalah pertama kalinya yang beriman lakukan tetapi Firman sebisa mungkin harus mempersiapkan semuanya supaya terkesan lebih baik walaupun itu juga mendadak.

__ADS_1


Beruntung sekali Firman tidak mengatakan terlebih dulu kepada orang tuanya yang ada mereka malahan kepikiran dan akan bertamu ke rumah Papah Adi yang nyatanya Firman tidak mau itu ia tidak ingin dinilai oleh karena sebagai laki-laki yang tidak jengkel yang malah meminta kedua orang tuanya untuk melamarnya tanpa adanya dirinya.


"Berapa lama kita di Jepang?"


Dengan hati yang gundah gulanya Firman tidak tahu kapan ia pulang lagi ke Indonesia yang nyatanya ia belum berada di Jepang dan belum mengetahui bagaimana situasi dan kondisi di sana yang pastinya Firman ke target bagaimana jika ia lama berada di sana.


"Belum tahu Bos, kita sendiri belum tahu permasalahan apa yang dihadapi di perusahaan di Jepang itu kalau kita sudah sampai di sana baru kita tahu atau Bos ingin kembali ke Jakarta dulu untuk melamar Nona Aruna?"


Sebuah pertanyaan yang tidak mungkin dijawab oleh Firman yang nyatanya Firman tidak mungkin kembali lagi ke Indonesia bukan Aruna tidak penting tetapi saat ini perusahaan ialah yang lebih penting karena menyangkut orang banyak dan Firman harus segera menyelesaikan semuanya supaya ia dapat dengan cepat kembali lagi ke Jakarta dan menyelesaikan apa yang sudah direncanakannya.


"Kamu gila!  kalau itu tentu saja aku senang, aku bisa melamar Aruna tetapi bagaimana dengan nasib karyawanku yang ada di sana meskipun pernikahan adalah impianku sejak dulu dan aku sudah menemukan seseorang yang aku cintai tetapi aku juga harus mementingkan semuanya termasuk kamu."


Oh syukur nya ternyata bosku masih waras yang nyatanya setelah patah hati bertahun-tahun kini sudah menemukan tambatan hatinya Dan semoga saja nabi bisa mencairkan hati dingin Bos Firman yang sudah beku dan bisa menerima lamaran dari bos Firman.


"Tapi Bos tidak menyesal?"


"Menyesal? dalam keadaan seperti ini haruskah aku menyesal aku juga tidak tahu bagaimana nantinya dan aku berharap jika setelah pulang dari Jepang semuanya masih baik-baik saja Aruna belum di lamar oleh laki-laki lain dan aku akan segera menikahinya dan juga semoga perusahaanku yang ada di Jepang itu permasalahannya segera selesai kalau bisa ya jangan sampai berminggu-minggu cukup 2 hari atau paling tidak satu minggu saja aku berada di sana."

__ADS_1


__ADS_2