My Crazy Husband

My Crazy Husband
Di sini?


__ADS_3

"Bagaimana mungkin yank, aku dengerin mereka tadi ngomong apa, aku punya telinga yang pastinya itu suara mereka benar-benar kedengaran ke aku dan tentu saja aku cemburu, aku marah ketika istriku dibicarakan di sini."


Meskipun Aruna sudah berusaha meredam amarah diiku tetapi sepertinya Digo memang wataknya yang begitu penuh cemburu dan posesif terlebih lagi terhadap Aruna, itulah salah satu alasannya..saking cintanya itu bukan karena ia tidak mempan jika diberitahu oleh Aruna, tetapi rupanya ini salah satunya mengapa Diego melarang Aruna untuk ikut dengannya, ya ini karena pastinya tidak ingin ada laki-laki yang memandang ke arah Aruna dengan kagum dan terus terpesona, apalagi saat ini Aruna sejak hamil bertambah seksi saja dan aura yang terpanjang dari wajah Aruna itu benar-benar sangat mempesona dan membuat laki-laki lain ingin memiliki istrinya itu.


"Sudah jangan marah-marah, masa' Papa marah-marah, nggak kasihan sama anaknya nanti dilihatin lho, lagian biarkan aja toh aku juga nggak ngerespon sama sekali sama mereka."


Sekali lagi Aruna mencoba untuk membujuk suaminya ia tahu jika Digo sudah marah dan cemburu yang pastinya akan habis karyawannya itu dan Aruna tidak mau gara-gara dirinya, karyawan yang sedang membicarakan nya tadi akan dipecat.


"Dan satu lagi kamu tidak perlu memecatnya atau menegurnya biarkan saja toh mereka mengatakan yang sebenarnya jika istri kamu cantik dan kamu beruntung mempunyai istri seperti aku, sudah ya ayo ke atas Aku sudah lapar banget."


Melihat suaminya yang hanya diam saja Aruna pun sekali lagi membujuk Digo dan kali ini harus memastikan jika suaminya tidak marah dan nantinya akan melampiaskan ke karyawan itu meskipun sebenarnya Aruna juga risih dipuji-puji seperti itu namun ia juga tidak bisa berbuat banyak terlebih lagi tidak mau jika suaminya nanti semena-mena terhadap karyawannya apalagi sampai memencet karyawannya.


Dan akhirnya Digo pun menghela nafas panjang laki-laki itu memang segera tersenyum dan meninggalkan lobi untuk menuju ke atas yang pastinya kalau bukan karena istrinya, Digo juga akan bertindak lebih dengan karyawan itu.


"Nah gitu dong senyum kan kelihatan ganteng makin sayang deh aku sama kamu yank..."


Cup

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya, Digo memberikan satu ciuman di pipi Aruna padahal ia ingin sekali mencium bibir Aruna namun ia tahan karena masih banyak karyawan karyawan yang menata barangnya bukan karena Digo malu atau bagaimana tetapi setau mereka itu dirinya dan Aruna hanya sebatas tunangan saja belum menikah dan takutnya jika nanti mereka mau berkata yang tidak tidak.


"Ih kebiasaan banget deh kamu Di, sukai cium-cium di tempat umum nanti saja ciumanya di ruangan kamu."


Sama seperti Aruna, bukannya ia tidak mau diperlakukan seperti itu oleh Digo tetapi ia malu lagi pula sedarita di karyawan Digo masih memandang ke arahnya dan tentu saja Aruna juga berpikir kalau tidak ingin mereka berpikiran yang aneh-aneh terhadap dirinya dan juga Digo meskipun sebenarnya mereka berdua sudah sah sebagai suami istri dan bebas melakukan apapun juga.


Digo tersenyum dan memang benar ia langsung senang lagi, tidak seperti tadi yang marah-marah dan juga cemburu terhadap karyawannya karena Aruna memang benar-benar bisa membuat semuanya menjadi berbeda karena Aruna adalah penyemat yang penyemangatnya dan Aruna adalah hidupnya.


Hingga kedua anak manusia itu keluar dari lift dan Digo dengan senangnya membawa istrinya masuk ke ruang pribadi Digo, tentu saja sebelum masuk mereka berdua menyapa asisten dan sekretaris Digo yang mana Aruna sendiri baru pertama kali melihat meskipun Aruna juga sudah banyak tahu tentang dua laki-laki yang selalu menghindar semua urusan kantornya tetapi Baru kali ini bertatap muka secara langsung.


"Mata kalian kedip!! ingat Aruna adalah istriku bukan gadis ABG yang biasanya kalian dekati dan juga kalian pacarin..."


"Tahulah Bos, tapi amal dikit .. istrinya cantik banget baru kali ini kan dikenalin sama Nyonya Bos."


Digo tidak menjawab tetapi laki-laki itu mengumpat kesal di dalam hati yang nyatanya baru pertama kali Aruna diajak ke kantor tetapi sudah membuatnya cemburu dan marah-marah yang pastinya ia tidak akan membawa Aruna lagi ke sini dan lebih baik mengurung arona di dalam kamar saja daripada istrinya itu terlalu mempesona di mata laki-laki.


Kembali lagi Aruna harus menggelengkan kepalanya, melihat ekspresi wajah Digo seperti itu dan Aruna juga tidak menyalahkan Digo karena memang tatapan laki laki di perusahaan itu selalu menatap nya, sepertinya mereka tidak pernah melihat seorang perempuan cantik saja.

__ADS_1


Aruna masuk ke dalam ruang Digo, ini adalah pertama kalinya datang ke sini dan juga pertama kalinya melihat ruangan suaminya itu.


Yang pastinya Aruna merasa nyaman dan juga ia tersenyum ketika melihat fotonya dipajang di atas meja kerja suaminya dan tulis saja Aruna bangga dengan itu berarti Digo memang benar-benar mencintai dan menyayanginya dan tidak melupakannya bahkan tidak menduakannya sama sekali.


"Duduk yank, jangan senyum-senyum sambil melihat-lihat, tidak ada apa-apa di sini hanya foto kamu yang aku bacakan tidak ada foto perempuan lainnya juga foto Mami pun juga tidak ada."


Tentunya Digo tidak perlu takut ketika Aruna saat ini sedang berada di ruangan kerjanya bahkan Aruna juga membolak-balik ke laci yang ada di meja kerja Digo, karena memang tidak ada apapun juga yang disembunyikan oleh Digo, semuanya hanya foto-foto cantik Aruna yang terpajang rapi di atas meja.


"Kapan kamu memfoto aku seperti ini Di, sepertinya aku nggak pernah berpose secantik ini deh."


Yang pastinya saat ini Aruna mengambil satu foto dirinya yang memang pernah terlihat cantik dan mempesona Aruna sendiri tidak menyangka kalau itu dirinya dan aroma juga tidak pernah merasa berpose seperti itu tapi kenapa suaminya bisa mendapatkan foto dengan gaya yang luar biasa.


"Rahasia, yang pastinya Apa sih yang aku tidak bisa dapatkan meskipun kamu tidur saja aku bisa mendapatkan foto kamu."


Digo langsung saja menghampiri istrinya. Ia kemudian memeluk Aruna dari belakang dan juga mengusap lembut perut Aruna yang masih rata itu.


"Aku ingin sayank..."

__ADS_1


Tiba-tiba si ular piton itu mendadak merubah bentuk dan juga ukurannya yang pastinya Digo sudah menahan ini sejak kemarin takut jika itu menyakiti Aruna dan anak yang ada di dalam perutnya tetapi sepertinya siang ini Digo benar-benar tidak tahan lagi dan ia juga kemarin sudah konsultasi dengan dokter kandungan dan juga membaca aturan main saat istri hamil muda dan tentunya tidak apa-apa jika itu dilakukan secara lembut.


"Di sini?"


__ADS_2