
Aruna keluar dari mobil Digo dan tentu saja perempuan cantik itu langsung menuju ke kelasnya, tetapi sayang sekali ia berharap tidak akan melihat dirinya yang sudah keluar dari mobil Digo tetapi kenyataannya salah, bahkan sudah ada beberapa orang yang saat ini berada di lobby yang pastinya melihat pergerakan Aruna yang keluar dari mobil Digo tadi.
Dan tentu saja mereka membicarakan Aruna, ada apa Aruna yang pagi ini kenapa berangkat sekolah bersama dengan Digo, terlebih lagi dengan sukarela Digo satu mobil dengan Aruna, bukankah Digo paling anti jika berpergian dengan lawan jenis?
Ya semuanya sudah tahu jika Digo memang tidak pernah memboncengkan atau membawa perempuan ke dalam motornya ataupun mobilnya, bahkan dengan Miranda saja yang dulunya adalah kekasih Digo tidak diperlakukan seperti itu. Jika Digo dan Miranda pergi, maka mereka naik mobil dengan sendiri-sendiri atau Miranda bersama dengan sahabatnya Digo tetapi tidak bersama dengan Digo, namun anehnya kenapa pagi ini serasa pemandangan jadi luar biasa di mana Aruna keluar dari mobil Digo dan disusul oleh Digo yang keluar dari mobilnya dan menunjukkan ekspresi wajah yang begitu cerah ceria.
"Ada hubungan apa Aruna dengan si ketos ganteng kita atau mungkin memang benar jika Aruna adalah penyebab kandasnya hubungan Miranda dengan Digo?"
"Ah meskipun benar juga tidak masalah, Aruna tidak kalah cantiknya dengan Miranda bahkan aku lebih setuju jika Aruna dengan Digo, daripada dengan Miranda yang centil itu."
"Tapi kan aku patah hati kenapa Digo secepat itu menjalin hubungan dengan Aruna, kenapa tidak melirik aku yang pastinya juga tidak kalah cantiknya dengan Aruna?"
Ya tentu saja gadis-gadis cantik yang saat ini berada di lobby membicarakan tentang Aruna, mereka ada yang setuju jika Aruna berhubungan dengan Digo dan juga ada yang tidak setuju karena Digo adalah laki-laki yang paling tampan di sekolah ini dan pastinya banyak dari gadis-gadis di sana yang mengincar Digo dan ingin menempati posisi sebagai pacar Digo.
Aruna yang mendengar itu semuanya menggelengkan kepalanya, ia tidak akan buka suara tentang hubungannya dengan Digo, apalagi tentang pernikahannya. Biarkanlah semua berjalan apa adanya dan jika memang suatu saat mereka semua tahu jika statusnya adalah istri Digo, Aruna juga siap-siap akan menghadapi apa yang akan terjadi.
Berita tentang tadi pagi Aruna yang pergi bersama dengan Digo sudah sampai di telinga Miranda, meskipun Miranda tidak satu kelas dengan Aruna tetapi perempuan licik itu bisa mendengar tentang gosip yang lagi hangat-hangatnya berada di sekolah ini yang mana memang semuanya membicarakan tentang Aruna yang bersama dengan Digo dan menunggu kelanjutan cerita tentang hubungan Aruna dengan Digo itu, apakah mereka memang ada hubungan atau tidak sengaja saja Digo memberi tumpangan kepada Aruna.
__ADS_1
"Sialan!! awas saja Aruna, gue tidak akan membiarkan lo bahagia dengan Digo karena sudah jelas lo yang sudah merebut Digo dari tangan gue."
Miranda mengepalkan tangannya, perempuan itu terlihat emosi dan ingin rasanya ia menghampiri Aruna pagi ini tetapi itu tidak mungkin karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai dan pastinya seorang Miranda tidak akan tinggal diam ia akan memberi pelajaran kepada siapa saja yang sudah bermain-main dengannya terlebih lagi yang sudah berani-beraninya mengusik hubungannya dengan Digo.
Sedangkan Aruna, ia yang sudah berada di dalam kelasnya dan telinganya masih terus mendengarkan teman-temannya yang sedang membicarakannya, namun Aruna cuek saja hingga akhirnya Vina datang dan duduk di sebelah Aruna karena memang tempat duduk Vina di sebelah Aruna.
"Ada yang sedang jatuh cinta ini rupanya dan sepertinya dari musuh bebuyutan sekarang sudah menjadi kekasih hati."
Sindir Vina ke arah Aruna di mana sahabatnya itu masih lempeng-lempeng saja dan tidak menggubris apapun yang sudah dibicarakan oleh teman-temannya, bahkan Aruna tidak terusik sama sekali dan asik membaca novel kesukaannya.
"Run...gue bicara sama lo, kenapa lo malahan asik sendiri, dan gue mau klarifikasi apakah memang benar yang diucapkan oleh teman teman tadi jika lo keluar dari mobil Digo?"
"Lalu gue harus bilang wow gitu, apa gue harus menanggapi satu per satu tentang apa yang sudah diucapkan oleh mereka?"
"Ih bukan begitu Run, Gue cuma mau klarifikasi saja apakah memang benar yang diucapkan oleh teman-teman jika lo tadi pagi berangkat bersama dengan Digo atau emang kebetulan saja bertemu di jalan?"
"Menurut lo bagaimana?"
__ADS_1
Tidak langsung menjawab tetapi Aruna malah main tebak-tebakan dengan Vina, perempuan cantik itu menaruh novelnya dan menatap ke arah Vina yang saat ini sepertinya masih terus penasaran tentang gosip yang beredar di sekolahan.
Tentu saja kalau dengan Vina, Aruna tidak akan menutup menutupi semuanya ia percaya jika Vina tidak akan membocorkan rahasianya dan Aruna akan menceritakan semuanya tentang segala sesuatu yang sudah terjadi hingga ia diseret untuk melakukan pernikahan dengan Digo.
"Aruna, lo tambah nyebelin deh tapi menurut gue tidak mungkin lah kalau lo jadian sama Digo, lo aja benci banget sama dia dan sudah menganggap kalau dia adalah musuh bebuyutan lo dan maksa gue untuk ikut-ikutan membenci Digo, padahal Lo tahu nggak Run di sekolah ini semuanya ngidolain Digo dan berharap bisa bersanding dengan Digo, ya setidaknya kalau nggak jadi istrinya ya jadi pacar Digo meskipun cuma pacar sementara atau pacar bohongan saja juga tidak masalah tapi lo malah berpikir jika Digo adalah laki-laki yang nakal yang kurang sopan."
Aruna mendengarkan setiap ucapan dari Vina memang hanya dirinyalah yang di sekolah ini membenci Digo dan tidak respek terhadap Digo dan keempat sahabatnya, tetapi bukan masalah ketampanannya saja atau popularitas dari Digo, hanya pemikiran Aruna yang berpikir jika Digo bukanlah laki-laki yang baik seperti juga dengan keempat teman-temannya yang suka bergonta ganti pasangan dan mungkin juga sering tidur dengan perempuan-perempuan lainnya.
"Kalau gue ceritanya sesungguhnya, lo percaya apa nggak?"
Ya Aruna tidak akan mengatakan jika Vina harus tutup mulut ia yakin jika sahabatnya itu pastinya tidak akan ember kemana-mana.
"Tergantung ceritanya mana dulu kalau Lo bilang lo sudah jadian sama Digo, gue 100% tidak percaya.."
"Tapi kenyataan seperti itu."
Ujar Aruna yang membuat Vina menutup mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Aruna, seketika Vina menjadi histeris mendengarkan kenyataan itu.
__ADS_1
"Apa? Gue nggak salah denger Run, gila ... gila lo bercanda atau memang main-main sama gue?"
"Shuttt!! Bisa dikecilin nggak volume suara lo, gue akan ceritanya tapi ekspresi wajah lo jangan seperti itu nanti membuat yang lainnya curiga."