
"Santai aja Bang, muka nya galak banget .. memangnya kenapa sih? Kenapa juga Bang Firman ekspresinya begini, mukanya juga... jadi jelek kali."
Entah ada urusan apa tiba-tiba Remon datang ke perusahaan Firman padahal Firman sendiri tidak tahu jika adik sepupunya itu datang ke perusahaannya juga tidak membuat janji dengan Remon maupun dengan Papahnya Remon.
Yang jelas Firman kembali ke perusahaan perkara ada meeting dengan klien penting bukan dengan Remon atau Papahnya atau orang lain yang sepertinya memang betul-betul tertawa serta mengejeknya tentu saja ekspresi wajah Firma yang dari tadi sudah kecewa tambah kecewa lagi dengan melihatĀ yang sok manis dan mengejek dirinya.
"Ganggu aja lo!! ngapain ke sini? pulang sono atau jangan-jangan lo bolos!!"
Sepertinya Firman belum sadar kalau sekolah sudah pulang beberapa jam lalu yang pastinya sekarang pikiran Firman itu ke mana mana, antara ingin bertemu dengan Aruna karena kangennya tetapi ia harus mengadakan pertemuan penting dengan klien yang mana kedua-duanya sangat penting bagi kehidupan Firman saat ini.
Ya meskipun Firman tahu Aruna sudah bertemu dengan laki-laki lain dan tentu saja untuk bisa meluluhkan hati Aruna, Firman harus mampu mengeluarkan banyak cara dan juga banyak perhatian yang akan dilakukan kepada Aruna supaya perempuan cantik itu akhirnya luluh dengan sendirinya.
Jahat memang tetapi mau dikata apa lagi jika cinta sudah merasuk di dalam hatinya maka apapun akan dilakukan, meskipun Firman akan melakukan dengan cara yang baik menurutnya tidak menggunakan dukun atau apapun hanya menikung dengan sedikit memberi perhatian dan juga kasih sayang.
"Hahaha Bang Firman kenapa sih? apa bang Firman tidak lihat jam? ini kan sudah hampir sore dan tentu saja sekolah sudah pulang saja dari tadi atau jangan jangan Bang Firman memikirkan Aruna yang cantik dan manis itu?"
__ADS_1
Sepertinya Remon betul dan tertawa lepas melihat ekspresi wajah dari abang sepupunya itu ditambah lagi dengan Firman yang tidak fokus dan mengira ini masih siang dan belum saatnya rumah pulang sekolah dan pastinya ia tahu jika Bang Firman itu sudah banyak pikiran terutama memikirkan tentang calon istri orang.
Astaga kenapa aku bisa lupa padahal aku sendiri jika sudah melihat jam tetapi mengapa di depan anak nakal ini aku jadi orang linglung seperti ini? bisa-bisa dia terus meledekku jika aku tidak fokus.
"Kenapa kamu datang ke sini sepertinya aku tidak ada janji sama kamu dan juga tidak ada Om Rocky di dalam?"
Seru Firman kemudian Firman berniat ingin mengusir Remon dari perusahaan karena ia melihat sesuatu yang licik di mata Remon saat ini yang entah tujuan nya datang ke sini untuk menemuinya atau memang Remon sekedar untuk melihat-lihat perusahaannya saja atau memang ada sesuatunya ini hingga tiba-tiba memang sudah berada di sini tanpa janjian dulu dengan dirinya.
"Santai Bang, santai .. tidak perlu ngotot seperti itu.. kalem dong, aku ke sini memang sengaja ingin bertemu dengan Bang Firman, tidak ingin bertemu dengan Papah atau siapapun karena memang aku tahu Papa tidak ada di sini dan tentu saja aku ingin menjelaskan sesuatu yang penting dengan bang Firman, yah seperti kerjasama antara kita berdua gitu lah."
"Apa yang mau kamu katakan,? katakan saja .. aku tidak punya banyak waktu?"
Bukan hanya ingin menghindar dari Remon tetapi Firman memang sebentar lagi akan mengadakan meeting dengan klien penting, lagi pula mengapa harus ngobrol bersama dengan dirinya di perusahaan, kan nanti malam juga bertemu di rumah?
"Nanti saja kalau Bang Firman sudah selesai meeting, yang pastinya kita ngobrol-ngobrol penting, tentu saja ini menyangkut dengan Aruna supaya kita bisa menikung Aruna dan menjadikan dia sebagai pacar yang pastinya aku dengan Bang Firman akan bersaing untuk memenangkan hati Aruna."
__ADS_1
Firman menghela nafas panjang kemudian ia menggelengkan kepalanya, sudah ia duga sebelumnya jika memang kedatangan Remon ke sini pastinya ada suatu apa-apa, yang lebih parahnya lagi Remon malahan menawarkan sebuah kerjasama untuk bisa menarik perhatian Aruna.
Tentunya tanpa kerjasama dari Remon, Firman sendiri bisa mengatasi ia mungkin laki-laki yang lemah jika mengenai perempuan meskipun ia sempat patah hati karena diselingkuhi oleh pacarnya dulu tetapi untuk kali ini Remon harus berjuang kuat dan menjadi laki-laki yang kuat supaya tidak ada orang lagi yang akan mendukung arona walaupun sebenarnya ia sendiri akan menjadi laki-laki yang menikung calon istri orang.
"Lo memang gila!!"
Tanpa berucap atau menjawab apa yang diucapkan oleh Remon tadi, Firman segera meninggalkan laki-laki itu tentu saja ia tidak tertarik dengan pembahasan yang dibicarakan Remon, meskipun itu pembahasan mengenai Aruna, yang jelas Firman hanya ingin mencari perhatian Aruna dan membuat Aruna jatuh cinta dengan dirinya, bukan merencanakan sesuatu yang licik seperti yang dipikirkan oleh Remon.
Meskipun Firman tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh saudara sepupunya itu mengenai rencananya yang akan merebut Aruna dari tangan Digo tetapi firasat Firman tidak baik, laki-laki itu akan menggunakan segala macam cara untuk bisa membuat Aruna jatuh cinta dengannya dan tentu saja Firman tidak mau, meskipun Firman sangat mencintai Aruna tetapi ia akan memiliki Aruna dengan caranya sendiri dengan cara yang baik-baik walaupun tindakan yaitu tidak baik karena sudah menikung calon istri orang yang nantinya malahan menghancurkan hubungan antara haruno dengan Digo tetapi apa boleh dibuat Firman benar-benar ingin menjadikan Aruna sebagai istrinya bukan hanya sekedar cinta kaleng-kaleng yang rasakan saat ini.
Sedangkan Remon sendiri hanya tersenyum laki-laki itu juga tidak akan pantang menyerah apa yang harus dipikirin pikirnya dan apa yang akan direncanakan itu akan terkabul dan tentu saja dan saat ini mengikuti Firman dari belakang meskipun ia tahu jika akan sesungguhnya sibuk dan tidak ingin hidup diganggu namun tidak masalah Remon sudah kenal dengan semua orang yang ada di perusahaan ini mau ia berada di ruang pribadi Firman pun tidak masalah.
"Jangan mengacak-ngacak atau memindahkan sesuatu yang ada di ruangan ini, kamu boleh berada di sini tetapi anteng .. tidak boleh membuat sesuatu yang berantakan atau pun melakukan sesuatu yang merugikan aku. Awas aja sampai kamu lakukan aku tidak akan segan segan melempar kamu dari gedung ini, yang pastinya tubuh kamu akan hancur dan tidak utuh lagi."
Ancam Firman karena memang di ruangan ini terdapat banyak sekali file file penting dan juga barang pribadi Firman yang tidak boleh disentuh ataupun dipindahkan sembarangan orang.
__ADS_1