
Digo mengembangkan senyumnya ketika ular pitonnya sudah masuk ke inti Aruna dan ia tahu bahwa ini adalah pertama kali untuk Aruna karena Digo bisa merasakan sesuatu mengalir deras di bagian sana.
"Terima kasih sayank, kamu sudah menjaganya untukku, love u Aruna..."
Digo senang sekali bahwa ternyata Aruna masih perawan, sama seperti yang ada di dalam pikirannya jika Aruna adalah gadis baik-baik dan menjaga apa yang harusnya dijaga dan diserahkan kepada suaminya dan Digo lah yang mendapatkannya dan akan menjadi suaminya nanti.
Digo perlahan-lahan memasukkan ular pitonnya yang sedari tadi hanya masuk sedikit saja kemudian dengan cepat memasukkannya hingga sampai dalam yang ternyata memang susah, tidak seperti yang diceritakan oleh keempat sahabatnya itu yang nyatanya memang keempat sahabatnya itu sering bermain dengan perempuan yang sudah bukan perawan lagi tetapi berbeda dengan Digo, karena Aruna masih perawan dan juga masih segel hingga bagian itunya masih sangat sempit dan susah untuk dimasuki.
Digo kembali tersenyum lega manakala ular pitonnya sudah masuk sempurna ke bagian inti Aruna, namun berbeda dengan Aruna, gadis cantik itu mulai merintih kesakitan dan membuka matanya.
"Sttt...sa...kit."
Ucap Aruna dengan meneteskan kedua air matanya tetapi karena belum sadar dengan apa yang terjadi, hingga kedua mata Aruna membuka lebar sempurna dan melihat Digo yang saat ini sudah berada di atasnya dan mengungkum dirinya.
Deg
"Apa yang lo lakuin? dilepasin!! kenapa lo ada di atas gue, minggir Di!! apa yang lo lakuin!!"
Dengan berderai air mata, Aruna berusaha untuk menyingkirkan tubuh Digo yang saat ini masih berada di atas tubuhnya dengan ular piton yang masih menancap sempurna di inti Aruna.
Aruna kini sadar dengan apa yang telah terjadi bahwa dirinya sudah kehilangan kehormatannya dan lebih parah yang lagi yang merenggut kesuciannya adalah Digo, musuh bebuyutannya yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya.
__ADS_1
"Tenang sayank, tenang. Aku akan bertanggung jawab dengan ini semua, maaf ... aku harus melakukan ini karena aku tidak mau kehilangan kamu dan aku tidak sanggup untuk melihat kamu bersanding dengan Bang Nathan."
Ya setelah mendapatkan apa yang diinginkan oleh Digo, Digo mengganti panggilannya kepada Aruna karena sudah sepantasnya ia memperlakukan Aruna dengan sangat baik setelah ia berhasil merenggut keperawanan Aruna.
"Brengseekk Lo, Di!! apa salah gue hingga lo ngelakuin seperti ini? lo sadar nggak .. gue adalah calon tunangan Kakak lo dan sebentar lagi gue akan nikah sama kakak lo, dan seharusnya lo sadar Di, dan Lo tidak ngelaku seperti ini .. apa lo dendam sama gue hingga lo berbuat seperti ini, lepas Di.menyingkir dari sini!!'
Aruna terus berteriak dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya, bukan hanya menahan sakit di bagian bawah sana, Aruna juga menahan kekecewaan terhadap Digo, laki-laki yang sudah ia benci sekaligus laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya itu.
Tetapi sayang sekali sekeras apapun Aruna berontak, sekuat apapun Aruna mendorong tubuh Digo, nyatanya Digo lebih kuat dari Aruna dan Digo masih tetap saja berada di atas tubuh Aruna hingga Digo yang memang sudah tidak tahan untuk melakukan aksi selanjutnya langsung saja memegang tangan Aruna, hingga posisi tangan Aruna saat ini berada di atas kepala Aruna sendiri.
"Hikss....hikss...Lo b@jingan Di, Lo brengseekk!! Gue benci sama lo!!"
"Sayank, Aruna tenang sayank. Setelah ini aku akan bertanggung jawab semuanya, aku akan mengatakan kepada Papah dan kedua orang tua kamu berikut juga Bang Nathan kalau aku sudah melakukan hal yang tidak sepantasnya aku lakukan dan Aku pastikan bahwa aku akan menikahimu segera, jangan khawatir aku akan tetap bertanggung jawab karena aku yang menginginkan ini dan aku sangat mencintaimu."
Aruna menggelengkan kepalanya dengan air matanya terus membasahi pipinya namun gadis yang sudah tidak gadis itu tidak bisa berkutik bahkan untuk sekedar membuka suaranya rasanya Aruna tidak tahan bukan hanya karena menahan rasa sakit di bawahnya tetapi Aruna sudah lemas ia sudah pasrah dengan keadaan saat ini yang di mana Digo masih terus mengungkungnya dan tidak membiarkan ia lari.
"Aku janji, aku akan mempertanggungjawabkan semuanya dan aku akan melakukan ini dengan pelan. Aku tahu, ini adalah pertama kalinya untuk kamu dan juga untukku, love you Aruna ... maafkan Aku."
Setelah dirasa Aruna pasrah, Digo memulai aksinya, yang membuat sore ini menjadi sore yang penuh kenangan buat Digo dan Aruna meskipun berbeda versi untuk keduanya.
Jangan ditanya lagi bagaimana Aruna saat ini, meskipun Aruna menangis dan juga berteriak namun di dalam hatinya sakit dan Aruna juga pasti benci dengan Digo, dengan apa yang dilakukan oleh Digo tetapi sama sekali ia tidak bisa berbuat apapun.
__ADS_1
Oh ya, percuma saja karena Digo sudah menguasai seluruh tubuhnya bahkan saat ini Digo sudah menggerak-gerakkan ular pitonnya yang membuat Aruna semakin lemas dan juga tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Digo, namun berbeda dengan Digo... laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan dan meneriakkan nama Aruna dan kata-kata cinta untuk perempuan yang saat ini berada di bawahnya.
Hingga, satu jam kemudian... Digo berteriak ketika ia ingin mengeluarkan benih-benihnya di rahim Aruna yang akan membuahkan hasil dan berharap benih-benihnya itu akan tumbuh subur di rahim Aruna dan itu akan membuat hubungannya dengan Aruna semakin kuat.
"Ah......."
Digo berteriak mana kala ia yang sudah berhasil mengeluarkan sesuatu yang kental dan hangat itu, kemudian mencium kening Aruna dengan posisi Digo yang masih berada di atas tubuh Aruna.
"I love you Aruna, kamu saat ini sah sebagai milik Diego Narendra Putra dan aku akan segera menikahimu."
Cup
Satu ciuman diberikan Digo di kening Aruna, namun sayang sekali Aruna tidak bisa berbuat apa-apa, dengan air mata yang terus membasahi pipi Aruna dan seakan-akan perempuan cantik itu pasrah diperlakukan Digo seperti ini yang mana memang Aruna sama sekali tidak bisa berbuat apa apa.
Digo tersenyum penuh kemenangan, setelah ia berhasil mengeluarkan benihnya Digo langsung menggulirkan tubuhnya di samping Aruna dan memeluk tubuh Aruna dengan sangat erat.
"Jangan berpikir macam-macam Run, aku akan bertanggung jawab atas semuanya dan aku akan mengatakan kepada Bang Nathan jika aku benar-benar mencintai kamu dan aku akan meminta kepada Bang Nathan untuk melepaskan kamu."
"Lo gila Di, lo benar-benar berrengsek!! minggir!! Gue ingin pergi dari sini, Lo memang b@jingan Di!!"
Aruna terus saja berteriak bahkan ia sudah memukul tubuh Digo dan saat ini Aruna ingin beranjak dari atas ranjang, namun sayang sekali rasa sakit di bagian bawahnya membuat Aruna tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jangankan untuk pergi dari kamar ini untuk melangkahkan kakinya saja, rasanya Aruna tidak mampu.
__ADS_1