
Digo yang mendengar apa yang barusan ditanyakan oleh Ryan, langsung saja menjawab pertanyaan itu. Tentu saja ia mengakui kalau dirinya menjalin hubungan dengan Aruna, bahkan laki-laki itu menampilkan senyuman termanisnya kemudian mendekati sang kekasih.
"Maaf sayank, aku terlambat datang, apa ada yang luka?"
Tanya Digo kepada Aruna, kemudian laki-laki itu duduk di samping Aruna dan berusaha untuk memegang tangan Aruna.
Digo juga saat ini mengacuhkan Ryan bukan karena apa-apa tetapi karena memang laki-laki yang di depan Aruna saat ini tidak penting, yang hanya merusak hubungannya dengan Aruna saja karena Digo tau jika Ryan menyukai Aruna dan bahkan laki-laki itu tidak tahu jika dirinya sudah menjalin hubungan khusus dengan Aruna.
"Gue nggak apa-apa Di."
Begitu juga dengan Aruna ia juga tak mungkin untuk tidak menerima kebaikan dan perhatian dari Digo, bukannya apa-apa atau ingin memamerkan kemesraannya di depan Rian tetapi karena memang statusnya saat ini yang sudah bertunangan dengan Digo dan sebentar lagi ia akan menjadi istri dari Digo meskipun tidak ada rasa cinta untuk laki-laki itu tetapi Aruna berusaha menerimanya dan untuk kedepannya nanti Aruna pasrah saja, ia akan menyerahkan semuanya ini kepada Tuhan yang mana dirinya sudah memasrahkan seluruh kehidupan nya ini dan akan berusaha untuk belajar mencintai Digo dan belajar menerima semuanya ini.
Sementara Ryan, ia menggelengkan kepalanya, entah mengapa setelah mendapatkan jawaban dari Digo membuat hati Ryan sakit, ya benar memang ia terlambat mengatakan cintanya kepada Aruna hingga saat ini Aruna sudah menjadi pacar Digo.
Tetapi sepertinya Ryan belum percaya jika belum menanyakan semuanya ini kepada Digo, yang mana ia harus mendapatkan jawaban dari perempuan yang dicintainya itu.
Tatapan mata Ryan yang mengarah ke Aruna membuat Aruna tahu jika Ryan ingin mendengar jawaban sendiri dari bibirnya yang mana ia memang sudah menjalin hubungan dengan Digo.
"Apa benar Run?"
__ADS_1
"Apa lo tidak percaya?"
Digo tidak senang mendengar pertanyaan yang ditujukan Ryan kepada Aruna, bagaimana mungkin laki-laki yang di depan calon istrinya itu tidak mempercayai kalau dirinya memang sudah berhubungan dengan Aruna yang mana membuat Digo semakin emosi saja.
"Gue ingin dengar langsung dari mulut Aruna sendiri."
Kembali lagi Ryan menatap ke arah Aruna dan meminta jawaban dari perempuan cantik itu di mana memang sedari tadi Aruna hanya diam saja tanpa mengatakan apapun juga yang membuat Ryan
semakin penasaran tetapi hatinya juga sedikit sakit ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Digo, kalau Digo dan Aruna sudah menjalin hubungan dan itu membuat dadanya semakin sesak saja.
Aruna menganggukkan kepalanya yang nyatanya memang ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Digo untuk dirinya yang memang ia sudah berpacaran meskipun sebenarnya Aruna tidak ingin hubungannya diketahui oleh teman-temannya tetapi tidak mungkin juga karena Digo sudah mengatakan akan mengumumkan kalau dirinya adalah pacar dari Aruna, ya sebagai pacar saja tetapi Digo tidak mengatakan jika akan menikahi Aruna.
Jlebb
"Selamat ya Run semoga bahagia."
Tidak ada yang bisa diucapkan oleh Ryan, laki-laki itu meskipun hatinya hancur berkeping-keping tetapi ia adalah laki-laki yang jantan namun sepertinya melihat Aruna yang seakan-akan terpaksa untuk menerima hubungan dengan Digo membuat Ryan penasaran bahkan masih tidak percaya apakah memang benar jika Aruna benar-benar mencintai Digo atau hanya karena perasaan dari Ryan saja mengingat Digo adalah laki-laki yang paling tampan di sekolah ini dan juga memiliki kuasa yang penuh atas sekolahan ini meskipun sebenarnya Rian sendiri juga tidak kalah tampan dan juga tidak kalah populernya dari Digo.
Ya meskipun masih belum percaya tetapi Rian mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat kepada Aruna namun sayang sekali yang membalas urutan tangan yaitu adalah Digo.
__ADS_1
"Terima kasih dan bukan muhrim, gue tidak mau Aruna disentuh oleh laki-laki lain karena Aruna hanya milik gue."
Ya seperti sudah memiliki Aruna saja, Digo dengan lantangnya mengucapkan itu, padahal ia sendiri belum sah menjadi suami dari Aruna tetapi melihat Rian yang begitu mencintai istrinya dan juga ingin mengharapkan istrinya, Digo sendiri ketar ketir dan di dalam benaknya ia akan menyegerakan pernikahannya dengan Aruna tidak harus menunggu minggu depan atau bagaimana yang jelas pernikahan itu harus dipercepat, kalau bisa malam ini.
Ya rencana Digo untuk menikahi Aruna minggu depan akhirnya Digo batalkan karena melihat dari sorot mata Ryan yang sudah menginginkan istrinya dan Diho tidak mau jika ia kehilangan Aruna maka dari itu ia berpikir jika nanti malam ia akan menikahi Aruna, toh juga hanya akad nikah saja tidak ada pesta atau apapun juga karena itu permintaan dari Aruna sendiri, maka dengan cepat Digo mengambil ponselnya lalu mengetikkan pesan kepada orang tua dan juga orang-orang yang terkait dengan pernikahannya nanti malam.
Sedangkan Ryan, tidak ingin melihat kemesraan diku dengan Aruna laki-laki itu langsung saja meninggalkan kantin di mana rasa cemburu masih menyelimuti di hati Ryan saat ini namun ia yang sudah kalah maka harus menerima semuanya.
Digo menghela nafas yang panjang setelah melihat Ryan yang sudah meninggalkan Aruna di mana ia memang tadi merasa cemburu dan langsung saja berpikir untuk nanti malam menikahi Aruna karena sudah tidak sabar lagi ingin menjadikan aroma sebagai istrinya.
"Ikut aku sayank?"
Tanpa basa-basi lagi dan tanpa mengatakan apapun juga Digo mengajak Aruna untuk keluar dari kantin di mana laki-laki itu ingin memeriksa keadaan Aruna yang mana menurut cerita yang didengar Digo kalau Aruna sempat terjatuh dan pinggangnya mengenai meja ia tidak mau jika calon istrinya itu kenapa-napa apalagi terluka di bagian bagian penting menurutnya.
"Mau ke mana Di?"
Aruna sendiri bingung, ia ingin diajak Digo ke mana yang jelas tangannya langsung saja digenggam orang oleh Digo dan menariknya dengan pelan untuk keluar dari kantin.
Sementara Digo sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Aruna yang mana laki-laki itu dengan cepat menggenggam tangan Aruna untuk menuju ke ruangan OSIS di mana ia bisa melihat serta mengobati jika mungkin ada luka di tubuh Aruna.
__ADS_1
"Di, kita mau ke mana? Aku tidak apa-apa jangan berlebihan seperti ini."
Protes Aruna yang mana sedari tadi Digo hanya diam saja tetapi tangannya menggenggam erat tangan Aruna, hingga membuat semua yang ada di sana melihat ke arah mereka bahkan ada yang bisik-bisik kalau memang gosip yang didengar tadi pagi itu kenyataannya memang lah benar jika Aruna dan Digo sudah menjalin hubungan.