My Crazy Husband

My Crazy Husband
Kelaparan


__ADS_3

"ini pesanan Lo, belum lahir aja sudah bikin gue pusing, bagaimana nanti lahirnya?"


Ya, 2 jam kemudian Dino dan yang lainnya sudah berada di ruang perawatan Aruna yang pastinya Dino kesal sekali setelah diberitahukan oleh Digo untuk membelikan makanan kesukaan Aruna bukan hanya cuma satu atau dua macam saja tetapi bermacam-macam yang membuat laki-laki itu berdecak sebal  karena ulah Aruna.


Meskipun begitu, Dino juga membelikannya ia tidak tega ketika mengingat bagaimana Aruna mengurangi untuk membelikan berbagai macam makanan yang pastinya Digo juga mengatakan kepada Dino supaya menuruti apa yang diinginkan oleh Aruna karena itu semua keinginan dari calon anak Digo.


Ya mau dikata apa lagi meskipun sebal dan juga jengkal dengan arona tetapi mau tidak mau Aruna itu adalah istri dari sahabat yang sendiri dan juga anak yang dikandung oleh Aruna itu adalah anak Digo berarti juga mereka semua yang seharusnya memang saling menyayangi dan pastinya nanti kalau sudah lahir dianggap seperti anaknya sendiri, hingga akhirnya Dino membelikan semuanya meskipun ia harus antri beberapa menit untuk mendapatkan makanan itu tetapi ya jelas saat ini Dino sudah lega walaupun ekspresinya tidak banget namun tidak masalah ia sudah membelikan makanan kesukaan untuk Aruna.


"Makasih Om Dino, Dede doain supaya Om Dino lancar rejekinya, semakin baik tidak sombong rajin menabung dan juga cepat tobat dan dedek doain semoga om Dino mendapatkan pacar yang benar-benar menyayangi om Dino kalau perlu langsung nikah saja supaya om Dino tidak kelabakan setiap malamnya."


Aruna tersenyum setelah mengucapkan kata-kata itu bisa-bisanya ia malah menambah Dino yang saat ini mukanya sudah garam dan juga jagal padanya sepertinya arona memang tidak takut dengan keempat sahabat Digo padahal teman-temannya itu begitu ketakutan juga berhadapan dengan geng laki-laki tampan tetapi juga nyeremin terlebih lagi Dino, Dino adalah laki-laki yang tidak pernah tersenyum dan juga mempunyai ekspresi wajah yang menyebalkan sebenarnya orang yang baik dan juga tidak kalah tampan dari Digo.


"Sialan lo Run! Lo ngece gue?"

__ADS_1


"Hussh... Jangan Lo ngumpet ke bini gue, ada anak gue di dalam bener kan dan doa anak kecil itu manjur sekali terlebih lagi doain itu anak gue yang pastinya kalau harus segera tobat dan mencari perempuan yang baik supaya lo bisa merasakan nikmat dunia setiap malamnya."


Digo juga ikut-ikutan menimpali apa yang diucapkan oleh Aruna, laki-laki itu juga tersenyum sembari mendekati istrinya tidak mau jika ngaben Arora meskipun di ketahui dia tidak berani macam-macam dengan Aruna hanya umpatannya saja tetapi tidak dengan tindakan.


"Ckk.... Mana bisa dapat  yang baik, masih ingat kan laki-laki yang baik itu jodohnya dengan perempuan yang baik begitu juga dengan sebaiknya jika laki-laki yang kurang baik maka jodohnya pun juga perempuan yang kurang baik jadi jangan bermimpi atau mengharapkan perempuannya baik juga otak kalian masih seperti itu."


Aruna, lagi lagi tersenyum setelah mengucapkan kata-kata memang perempuan hamil itu benar-benar bikin orang naik darah dengan ucapannya terlebih lagi yang memang kesinggung dengan ucapan Aruna.


"Di, aku laper mau makan sekarang...."


"Ckk.... Malahan mengalihkan  pembicaraan, awas saja kalau habis makan."


Sepertinya Dino masih jengkel dengan Aruna tetapi ia harus menahan diri Mungkin memang benar jika sifat ibu hamil seperti itu bisa ada seorangpun yang berani ngerjain dirinya yang Digo sekalian tidak berani tetapi ini kenapa malahan Aruna yang bisa-bisanya membuat dirinya jengkel.

__ADS_1


"Sudah jangan ribut saj, kalian makan juga supaya mulut kalian diem dan mulai hari ini lo harus baik-baik sama Aruna jangan mengumpat atau berbicara yang kasar anak ada anakku di dalam perutnya."


Ucap Digo sembari memberikan ucapan lembut di perut Aruna dan juga menyuapi istrinya ia tahu selama beberapa hari ini Aruna kangen dengan dirinya begitu juga dengan Digo yang memang sudah kangen dengan arona tetapi sayang sekali karena kedua-duanya masih egois hingga tidak mau mengalah sedikitpun tetapi akhirnya Aruna sendiri tidak tahan Apa lagi anak yang ada di dalam kandungannya itu seakan-akan ingin melihat Papanya, ingin diusap oleh Papahnya yang membuat Aruna memberanikan diri untuk bertemu dengan Digo walaupun Aruna takut juga bertemu dengan suaminya itu siapa tahu Digo masih marah padanya.


Keempat sahabat Digo dan juga Vina langsung saja duduk di sofa mereka juga makan karena Digo  memerintahkan untuk membeli makanan yang lebih, memerintahkan kepada mereka untuk membeli makanan kesukaan mereka masing-masing supaya bisa dimakan bersama-sama di sini tahu sendiri permintaan dari istrinya jika ingin ruangannya ramai maka dari itu juga meminta kepada sahabatnya dan juga Vina, untuk itu Digo meminta kepada mereka untuk cepat datang ke sini dan berkumpul meskipun sebenarnya dikhawatir jika saja Aruna tidak bisa beristirahat dan itu akan mengganggu kesehatannya.


"Makan lagi ya, yang banyak aku suapin..."


Digo benar-benar memperhatikan kesehatan istrinya laki-laki itu juga menambah makan aroma Karena memang tadi Dino tidak membelikan satu porsi saja melainkan 3 porsi untuk satu jenis makanan, bisa dibayangkan saja Aruna meminta macam makanan dan Dino membelikannya 3 porsi dan tentu saja ruangan arona seketika menjadi lautan makanan yang berbentuk sangat banyak tetapi Digo juga senang aroma game menggunakan sangat banyak berbeda dengan beberapa hari yang lalu yang menurut informasi dari meminum sama sekali tidak nafsu makan bahkan untuk sekedar minum susu saja di rumah sakit, Aruna enggan.


Dan tanpa terasa tiga puluh menit kemudian Aruna sudah menghabiskan berbagai macam makanan yang mungkin itu lebih dari tiga macam yang membuat Aruna sekarang tidak bisa ngapa-ngapa lagi karena merasa perutnya benar-benar kenyang.


"Astaga Runa, lo kelaparan atau emang doyan? lihatlah berapa banyak makanan yang sudah masuk ke dalam mulutmu hamil sih hamil tetapi sepertinya nggak gitu juga kali lo kayak orang rakus aja yang nggak pernah makan berhari-hari.."

__ADS_1


Ya kini giliran Dino menyindir Aruna, laki-laki itu sedari tadi memperhatikan cara makan Aruna yang memang tidak ada jaim-jaimnya, bukannya Dino baru melihat Aruna makan dengan cara seperti ini tetapi memang dari dulu namun bukan cara makannya yang dilihat Dino, tetapi rasanya Aruna seperti tidak makan berhari-hari, lalu kemana Digo hingga tidak memberikan makan untuk Aruna.


__ADS_2