
Tentu saja mendengar nama laki-laki lain disebutkan oleh Vina itu, mendadak Digo menjadi cemburu dan pastinya ada kaitannya dengan Aruna bahkan Digo curiga jika Aruna pernah berkenalan dengan laki-laki itu.
"Om Firman siapa sih Vin? gue bener nggak inget deh."
Antara ketar ketik dan juga penasaran, pasalnya Aruna memang benar-benar tidak ingat dengan om Firman itu maklum saja Aruna bukan tipe perempuan yang suka mengingat mengingat ketika berkenalan dengan laki-laki terlebih itu sudah berjalan beberapa hari yang lalu yang tentunya Aruna sudah melakukannya apalagi dengan kondisinya saat ini yang selama 3 hari ini Aruna benar-benar stress karena memikirkan tentang kehamilannya jadi mana mungkin Aruna mengingat pertemuannya dengan Firman yang menurut Aruna sendiri Firman itu hanyalah laki-laki yang biasa yang tanpa sengaja Aruna tabrak dan menumpahkan minuman itu kejas Firman.
"Astaga Runa, lo benar-benar enggak ingat? bukan pura-pura nggak inget kan?'
Jelas saja Vina bingung dengan Aruna, yang mana bisa dari tadi Vina mengira jika Aruna pura-pura saja tidak mengingat tentang laki-laki itu karena saat ini sudah ada Digo di depannya yang pastinya Diego akan meminta penjelasan dari Aruna.
"Beneran deh gue nggak ingat apa lo nggak lihat ekspresi wajahku yang tampak kebingungan dan juga postingan lo bisa membedakan kan mana yang pura-pura atau tidak?"
Vina pun melakukan kepalanya memang sedari tadi Aruna terlihat bodoh dan juga bloon dan juga tidak mengingat siapa Firman bukan hanya pura-pura saja di depan Digo.
"Itu loh Om firman yang tempo dulu kita pernah bertemu di mall yang lo nggak sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman lo di jas milik om Firman."
"Astagfirullah oh Firman itu? ya ya gue ingat memang kenapa dengan dia?"
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Vina, Digo pun melongo pasalnya karena tidak bercerita tentang beberapa hari yang lalu yang istrinya ketemu dengan laki-laki bahkan berkenalan dan juga terjadi insiden yang begitu.
"Sayank, om Firman yang mana? kamu mau ya diajak kenalan dengan lagi laki-laki lain? kamu kan tahu kamu sudah bersuami bahkan sebentar lagi punya anak kenapa kamu mau diajak kenalan?"
Ya mode-mode cemburunya Digo mulai muncul karena laki-laki itu memang tidak suka jika Aruna berkenalan dengan orang lain tentu saja melihat wajah akun yang sangat cantik dan juga penampilan yang menarik tidak terlihat jika Aruna sudah menikah apalah lagi hamil, jadi Digo khawatir jika ada laki-laki yang tertarik dengan istrinya.
"Bukan begitu konsepnya Di, waktu itu aku tidak sengaja menabrak Om Firman sekali jasmilak sempurna itu ketemuan minum aku jadi mau tidak mau dia minta kenal ya udah deh aku turutin saja."
Ucap Aruna dengan muka dibuat semelas mungkin dan semanggimaskan mungkin supaya Digo tidak jadi marah-marah padanya karena ia tahu pastinya suaminya cemburu dan juga marah juga ingat berkenalan dengan laki-laki lain apalagi kalau sampai Digo tau jika Aruna juga makan siang bersama dengan firyman itu.
"Hanya itu saja nggak ada yang lainnya? atau jangan-jangan dia minta kenalan lalu makan siang bareng dan kamu yang merasa bersalah pasti langsung menurutinya, iya kan sayank?"
Tentu saja Aruna menganggukan kepalanya, yang pastinya selain Digo sekarang menjelma menjadi cenayang pastinya Digo juga sedikit demi sedikit bisa menyimpulkan karena Digo adalah laki-laki dan trik semacam itu pastinya Digo hafal, laki-laki yang ingin PDKT atau berkenalan lebih lanjut dengan seorang perempuan yang memang melakukan cara cara seperti itu.
"Lalu dia minta nomor telepon kamu?"
Tanya Digo lagi dengan nada yang sedikit meninggi meskipun sebenarnya ia sudah menebak dari tadi namun rasa cemburu mengalahkan semuanya namun Digo masih bisa mengontrol emosinya ia tidak mau marah-marah kepada Aruna.
__ADS_1
"Iya Di, tapi aku nggak kasih kok. Kamu jangan marah ya itu nggak sengaja lagi pulang aku makan siangnya bukan hanya berdua saja ada Vina dan juga satu orang kepercayaannya."
Hufhhh...
Digo menggila nafas panjang resiko mempunyai istri yang sangat cantik dan menarik seperti itu padahal ia sudah memanting-mati istrinya untuk bersikap hati hati dan juga tidak ceroboh yang tentu saja jika tahu jika Aruna itu pecicilan barbar dan juga setiap ucapannya bisa memikat seorang laki-laki dan juga tidak mau jika sampai ada laki-laki lain yang tertarik dengan Aruna cukup dirinya saja yang terpesona dengan Aruna.
"Nah loh laki lo ngambek tu Run, sudah dirayu aja pastinya Digo luluh kok dengan rayuan Lo!!"
Bisik Vina di telinga Aruna yang mana sedari tadi melihat ekspresi wajah Digo yang tidak mengenakan yang pastinya Vina sendiri juga paham bagaimana sifat dan watak Digo itu ketika cemburu.
"Sayank jangan cemburu, kamu sudah memiliki Aku bahkan ada anak kita di sini masak sih Papa cemburu sama laki-laki lain jelas saja aku tidak meresponnya."
Ini adalah pertama kalinya Aruna berkata-kata manis kepada suaminya itu yang mana membuat digoda yang lainnya melong mendengar ucapan manis dari Aruna yang pastinya mereka semua kaget dan menghilangkan kepalanya kok bisa ya aroma berkata-kata seperti itu.
"Katakan sekali lagi sayank, ucapanmu sangat manis sekali aku begitu suka. Tetapi siapa yang nggak cemburu melihat istrinya diajak kenal dengan laki-laki lain bahkan diajak makan bersama lalu diminta nomor ponselnya pulang apa tidak lihat jika kamu itu sudah menikah apa harus aku tulis di kening kamu itu bahwa kamu itu adalah milikku atau kalau perlu disetel di wajah dan juga yang lainnya supaya terlihat dengan laki-laki lain jika kamu itu sudah ada yang punya dan tidak boleh diganggu!!"
"Apa-apaan sih? nggak usahlah begitu dong sayank itu kan cuma biasa saja yang jelas aku cintanya sama kamu dan di dalam perut aku ada anak kamu tentu saja kamu mulai sekarang kurang-kurangin deh cemburu kamu karena tidak ada yang perlu khawatirkan lagi."
__ADS_1
Memang begitu enak ketika Aruna mengucapkan tetapi untuk mempraktekkannya Digo sama sekali susah, dia sudah berusaha untuk tidak cemburu dengan laki-laki lain yang dekat dengan Aruna tetapi sayang sekali juga tidak bisa karena ia begitu mencintai Aruna dan tidak mau kehilangan Aruna bahkan Rian yang sepertinya masih belum move on dari Aruna saja itu masih cemburu terlebih lagi laki-laki itu selalu menggoda istrinya bahkan Aruna juga tidak segan-segan untuk membeli sepedaan dari Rian itu meskipun diketahui jika Aruna sama sekali tidak mempunyai rasa terhadap Rian.
"Cemburu itu tandanya cinta dan sayang banget sama kamu, nggak mau kehilangan kamu loh yank."