
Aruna dengan cepat menutup kembali roknya ia tidak ingin Digo semakin khilaf tentang dirinya karena ia tahu bagaimanapun juga adalah seorang laki-laki yang normal apalagi sudah pernah merasakan sesuatu yang begitu mengenakkan yang pastinya Aruna paham dengan perlakuan Digo saat ini, apalagi tatapan matanya yang sudah menginginkan dirinya.
Aruna juga dengan cepat menjauh dari Digo, bukannya apa-apa tetapi ia tidak mau jika ada orang yang memperbaiki dirinya berdua dengan Digo terlebih lagi dengan posisi yang intim seperti ini.
"Sebaiknya lo buka pintu."
Digo tidak menjawab, laki laki itu malah semakin mendekat ke arah Aruna lalu dengan cepat mendaratkan ciuman di kening Aruna seraya memejamkan matanya, entahlah mungkin saja Digo berdoa sesuatu bagi kelancaran hubungannya dengan Aruna dan juga pernikahan yang akan dilakukannya nanti malam.
Ya Digo sudah bertekad kuat untuk menikahi Aruna secepatnya, mungkin saja karena rasa cemburu di hati Digo melihat Aruna bersama dengan Ryan, dan Digo tidak mau lagi ada laki-laki lain yang mengganggu hubungannya dengan Aruna, terlebih lagi laki-laki itu Digo tau sendiri jika Ryan itu jatuh cinta dengan Aruna, ia tidak mau seperti Nathan yang juga mencintai Aruna padahal Aruna adalah miliknya.
Sudah mendapatkan kepastian dari kedua orang tuanya dan kedua orang tua Aruna, Digo bisa bernafas dengan lega tetapi ia sendiri belum mengatakan kepada Aruna jika akan mempercepat pernikahannya, sengaja memang dirahasiakannya. Begitu juga dengan kedua orang tua Aruna yang memang Digo meminta untuk tidak mengatakannya terlebih dahulu, nanti malam saja... 2 jam sebelum akad Aruna baru dikasih tahu, takutnya jika perempuan cantik itu memberontak dan malahan membatalkan pernikahannya.
"Nanti kalau misal belum enakan kabari aku, kita ke rumah sakit saja dan periksa itu luka kamu, aku takut terjadi apa-apa sama kamu."
Aruna hanya mengaggukkan kepalanya, kemudian ia membuka pintu dan keluar dari ruang OSIS, yang memang setelah Digo mencium keningnya laki-laki itu langsung saja membuka kunci pintu ruangan.
Digo membiarkan saja Aruna keluar dari ruangan ini mungkin saja itu memang yang terbaik karena jika terlalu lama bersama dengan Aruna dan hanya berdua saja maka setan-setan jahat akan merasa di dalam pikirannya.
Digo memperhatikan langkah kaki Aruna di mana perempuan cantik itu setelah dari ruang OSIS langsung saja menuju ke kelasnya dan tentu saja jika memperhatikan semua yang ada pada Aruna, ia tahu jika Aruna menahan rasa sakit di pinggangnya tetapi Digo yakin jika Aruna adalah perempuan yang sangat kuat.
Siang ini bel pulang sekolah berbunyi di mana mereka semua langsung saja bergegas untuk merapikan buku dan keluar dari kelas tetapi tidak Aruna.
__ADS_1
Meskipun sebenarnya Aruna malas untuk pulang, tetapi mau tidak mau karena tidak ada teman-temannya lagi di sini, dan hanya tertinggal dirinya dan juga Vina saja.
"Lo mau pulang bareng gue atau.."
"Aruna pulang bareng gue."
Bukan Aruna yang menjawab tetapi Digo yang sudah masuk ke dalam kelas Aruna. Memang laki-laki itu sedari tadi memperhatikan calon istri nya, yang mana sepertinya Aruna malas untuk pulang ke rumah.
"Tapi gue mau jalan sama lo, Vin.. sudah lama kita nggak jalan bareng."
Mungkin bukan hanya sekedar ingin menghindari Digo, tetapi Aruna memang sudah lama tidak jalan bareng bersama dengan Vina, terakhir sebelum kejadian bersama dengan Digo malam itu di mana memang setelah kejadian itu Aruna sudah tidak berdaya lagi untuk sekedar jalan-jalan, badannya masih remuk redam.
Hingga Digo menggelengkan kepalanya pelan, membuat Vina tahu jika Digo tidak mengizinkan untuk Aruna jalan bersama Vina, mungkin ada sesuatu yang meski Digo ingin beli bersama dengan Aruna dan tentunya Vina tidak ingin ikut campur tentang masalah pribadinya pasalnya juga Vina sudah tahu semuanya, jika memang Digo dan juga Aruna akan segera menikah.
"Sorry Run tiba-tiba Mama gue ngirim pesan kalau gue disuruh pulang cepat."
Vina yang tahu kode dari Digo langsung saja mengambil ponselnya dan kebetulan sekali ada bunyi pesan masuk dalam pasalnya meskipun itu bukan dari mamanya tetapi dari sebuah operator tetapi itu bisa menjadi alasan Vina jika mamanya memang meminta untuk pulang lebih awal.
"Ya sudah kalau begitu besok aja ya."
Tidak mau mengganggu, Vina yang mungkin sedang dibutuhkan oleh Mamanya, Aruna dengan berat hati mengiyakan apa yang diucapkan oleh Vina tadi dan ia terpaksa pulang bersama dengan Digo.
__ADS_1
"Ayo sayank kita pulang."
Ajak Digo di mana saat ini Vina sudah lebih dulu keluar dari kelas Aruna yang membuat Aruna mengerucutkan bibirnya karena ia sama sekali tidak ingin pulang bersama dengan Digo.
Melihat Aruna yang hanya diam saja, Digo langsung saja menarik tangan Aruna dengan sangat pelan kemudian menggenggam tangan lembut itu lalu keluar dari kelas.
Meskipun semua sudah pada pulang tetapi masih ada beberapa orang yang saat ini berada di lobi dan tentu saja pandangan mereka berpusat ke arah Digo dengan Aruna, di mana Digo dengan mesranya menggandeng tangan Aruna dan tersenyum manis seraya merapatkan tubuhnya di sebelah Aruna.
Tidak dipungkiri semua yang melihat kemesraan Digo menjadi iri bagaimana mungkin seorang Digo bisa bersikap seperti itu padahal dulu ketika berpacaran dengan Miranda, Digo sama sekali tidak terlihat bahagia ataupun berjalan bergandengan tangan tetapi dengan Aruna yang baru saja menjalin hubungan itu, Digo memperlakukannya dengan sangat mesra.
"Berarti bener kan tadi pagi itu dan itu bukan hanya gosip belaka yang nyatanya mereka berdua jalan bareng dan terlihat sangat mesra dan romantis."
"Sepertinya begitu, meskipun tidak perlu kita menanyakan kepada Digo dan Aruna, tetapi sudah dengan jelas bagaimana mereka berdua terlihat romantis dan lo lihat tangan Digo yang begitu erat menggenggam tangan Aruna dengan ekspresi wajah yang begitu bahagia."
Dua orang gadis cantik itu yang sedari tadi memperhatikan keberadaan Digo dan Aruna kemudian menganggukan kepalanya, yang mana mereka memang melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Digo dan tentu saja mereka tahu jika itu bukanlah rahasia tetapi memang benar adanya hubungan antara Digo dan Aruna, bahkan mereka juga membandingkan hubungan Digo yang dahulu bersama dengan Miranda tidak pernah semesra dan seromantis seperti itu.
Lagi lagi Aruna mendengus kesal, mana kala ia mendengarkan obrolan yang tidak bermanfaat itu, di mana mereka memang mengira jika hubungannya dengan Digo baik-baik saja meskipun memang demikian tetapi di dalam hati Aruna masih belum bisa menerima Digo sebagai tunangannya ataupun sebagai calon suaminya.
"Langsung pulang ke rumah saja ya, sepertinya kamu lelah dan Aku khawatir dengan luka kamu itu."
Ucap Digo yang sebenarnya ia tidak ingin mengajak jalan Aruna ke mana-mana karena nanti malam sudah dipersiapkan untuk acara yang sangat penting bagi dirinya dan juga Aruna dan pastinya Digo ingin jika calon istrinya itu istirahat dulu di rumah, tidak kemana-mana dan juga di rumah sudah tersedia segala macam dan pastinya ia yakin jika Aruna ingin pergi jalan-jalan itu hanya alasan saja karena tidak mau diantar pulang oleh dirinya.
__ADS_1