My Crazy Husband

My Crazy Husband
Menerima Apa Adanya


__ADS_3

Aruna pelan-pelan melepaskan tangan Nathan, ia juga berpikir bagaimana jika ia mengatakan yang sesungguhnya tentang apa yang terjadi pada dirinya, tidak mungkin juga ia menggantung Nathan seperti ini meskipun Aruna tidak mencintai Nathan, dan seharusnya Aruna juga menghargai apa yang sudah diberikan oleh Nathan, cinta tulus Nathan dan kasih sayang Nathan. Aruna tahu itu tetapi untuk membalasnya sama sekali Aruna tidak bisa.


Bukan karena Aruna yang sudah tidak suci lagi, memang dari awal bertemu dengan Nathan, Aruna juga tidak ada rasa sama sekali dengan laki-laki itu meskipun Nathan adalah laki-laki yang tampan, mandiri dan juga kaya raya pastinya semua perempuan akan bertekuk lutut padanya tetapi tidak Aruna.


"Bagaimana dek, kamu mau ya kalau kita percepat semuanya,.aku ingin menjagamu dengan setelus hatiku supaya aku bisa tenang menjalani hari-hariku. Jujur saja aku cemburu ketika melihat kamu dekat dengan teman-teman pria kamu terlebih lagi dengan Digo dan teman-temannya, bukannya apa-apa aku hanya merasa kalau kamu itu memang terlalu cantik dan mempesona sehingga banyak laki-laki yang tertarik pada kamu..."


Dan justru itu kak aku ingin mengatakan jika Digo lah yang sudah merusak aku, bagaimana nanti jika kamu tahu jika adik kandungmu sendiri yang sudah memperkosa aku.


"Sebelum Aku menjawab, aku ada suatu pertanyaan untuk kak Nathan dan kak Nathan harus menjawabnya dengan jujur..."


"Apa itu sayank,  sebisa mungkin akan aku jawab..."


Aruna mengeluarkan nafasnya dalam-dalam ia sendiri bingung harus memulai dari mana untuk bercerita kepada Nathan, melihat ekspresi Nathan yang  sepertinya Nathan benar-benar menginginkannya membuat Aruna bingung antara ia menjelaskan sejujurnya atau merasa kasihan dengan laki-laki itu.


"Kakak sudah kenal aku lama?"


Akhirnya Aruna memutuskan untuk basa-basi dulu, ia ingin mendalami bagaimana perasaan laki-laki yang di depannya ini, salah ucap bisa nanti anak orang dibuat gila olehnya.


"Iya, aku sudah kenal kamu lama bahkan sebelum aku mendengar jika kita dijodohkan. Pastinya kamu tidak percaya selama itu aku mengenalmu, dan aku memang sengaja tidak menampakkan diriku. Aku tidak ingin kamu terbebani dengan semuanya ini, aku juga meminta kepada kedua orang tuaku untuk merahasiakan semuanya ini dan tidak membicarakan tentang perjodohan sampai akhirnya kamu tumbuh dewasa, itu karena aku menjaga perasaan kamu supaya kamu juga tidak ilfil dengan aku nantinya."

__ADS_1


Deg


Rasanya Aruna semakin tidak kuat untuk mengatakan semua ini kepada Nathan, andai saja malam itu tidak terjadi apa-apa mungkin ia akan menerima perjodohan ini dengan Nathan yang entahlah mau dibawa pernikahannya dengan Nathan itu seperti apa tetapi Aruna yakin jika Nathan adalah laki-laki yang baik meskipun Aruna sendiri tidak mencintainya dan pastinya akan sulit untuk membuat dirinya jatuh cinta kepada Nathan.


Namun kenyataan berkata lain karena insiden malam itu membuat Aruna mau tidak mau harus membatalkan perjodohan ini entah bagaimana caranya supaya Nathan tidak jadi menikahinya, ini tidak adil untuk Nathan yang Nathan adalah laki-laki yang baik sedangkan dirinya perempuan yang sudah ternoda.


"Berarti kak Nathan mengenal seluk beluk tentang aku? bagaimana aku.. bagaimana sifat dan sikap aku di luar sana?"


Nathan kembali mengangguk, yang nyatanya ia tahu betul sifat dan sikap Aruna meskipun ada satu hal yang tidak ia tahu bahwa adik kandungnya sendiri diam-diam menaruh rasa kepada Aruna.


"Aku bukan perempuan baik-baik kak,.seperti yang kakak katakan dan seperti yang kakak pikirkan."


Deg


Jawaban Nathan membuat Aruna melototkan matanya, ia juga kaget ketika Nathan tiba-tiba mengatakan seperti itu, apakah Nathan sudah tahu tentang semuanya dan Nathan pura-pura saja untuk tidak mengetahuinya dan juga berpura-pura untuk tidak mengungkit masalah ini dan akan menerima apa adanya.


"Jadi kak Nathan tahu semuanya?"


Tanya Aruna lagi untuk memastikan jika apa yang dipikirkannya itu sama dengan apa yang ada di pikiran Nathan saat ini.

__ADS_1


"Ya aku tahu semuanya, aku tahu kalau kamu mau mengatakan kamu bukanlah perempuan yang baik-baik, kamu adalah gadis nakal yang suka keluar masuk club dan kamu juga mau bilang kalau kamu sudah tidak perawan lagi, begitu kan? untuk apa Aruna? untuk membuat aku mundur dari pernikahan ini? tidak akan .. aku tidak akan pernah mundur dari pernikahan ini meski semuanya itu benar jika kamu adalah gadis nakal, jika kamu adalah gadis yang suka keluar masuk klub dan jika kamu sudah tidak perawan lagi. Aku bahkan sama sekali tidak peduli karena cintaku padamu itu benar-benar tulus, Aku sangat-sangat mencintaimu dan akan menerima kamu apa adanya, tidak peduli dengan apa yang terjadi pada diri kamu."


Kembali lagi Aruna dibuat bingung dengan apa yang sudah Nathan katakan, bagaimana mungkin Nathan akan menerima dirinya apa adanya setelah apa yang sudah diperbuat oleh adik kandungnya sendiri.


"Apa mungkin kalau aku sudah tidak perawan lagi, kak Nathan masih mau menerima aku dan masih mau melanjutkan pernikahan ini?"


Pertanyaan serius yang ditanyakan oleh Aruna untuk Nathan dan ia benar-benar ingin tahu jawabannya seperti apa karena Aruna tidak bisa berkata jujur kalau dirinya sudah disentuh oleh Digo dan hanya inilah satu-satunya cara supaya ia bisa tahu keseriusan hati Nathan.


Nathan kembali lagi menggenggam tangan Aruna, kemudian menggenggam tangan itu dengan sangat erat lalu mencium punggung tangan Aruna.


"Sudah aku bilang apapun kondisi kamu, aku tetap maju untuk melangsungkan pernikahan kita. Aku tidak akan pernah mundur sama sekali, aku tidak peduli kalau kamu masih perawan atau tidak, karena itu bukan sebagai tolak ukurku untuk mencintai seorang perempuan karena aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak dulu dan di hatiku hanya ada nama kamu."


Aruna hanya bisa terdiam, ia tidak tahu lagi dengan apa yang harus ia katakan kepada Nathan kalau laki-laki di depannya saat ini benar-benar serius ingin menikahinya meskipun keadaannya sudah tidak gadis lagi.


"Sudah, jangan dipikirkan dan jangan pernah meragukan akan cinta aku, aku menerima kamu apa adanya. Mau jalan-jalan dulu setelah ini?"


Aruna menggelengkan kepala nya, rasanya ia tidak sanggup lagi untuk berada di dekat Nathan, laki-laki yang sangat baik dan menerima dia apa adanya dan Aruna juga tidak bisa memutuskan apakah ia menerima atau tidak pertunangan sekaligus pernikahan yang akan dilakukan lusa.


"Jadi, jangan halangin aku untuk menikahi mu lusa, dan besok malam kita akan resmi bertunangan. Dan kamu jangan khawatir pertunangan ini hanya dua keluarga saja, karena aku tahu kamu tidak mau diadakan pesta, begitu juga dengan pernikahan kita nantinya .. aku akan membuat kamu nyaman dengan apa yang akan aku lakukan nanti nya."

__ADS_1


__ADS_2