My Crazy Husband

My Crazy Husband
Aneh


__ADS_3

Mendengar apa yang diucapkan oleh sahabatnya, Digo menganggukkan kepalanya, memang tidak seperti biasanya Nathan berada di sini apalagi Digo juga melihat gelagat yang aneh dari abangnya itu.


Tetapi Digo juga tidak akan menemui Nathan, ia pura-pura saja tidak tahu jika Abang nya ada di sini bahkan Digo bersikap seperti biasanya, memang biasanya seperti itu tidak minum alkohol dan juga tidak bermain perempuan.


"Sudah biarkan saja, bagaimana dia mendapatkan bukti yang pastinya tidak akan pernah bisa, lagian lo tahu gue kan dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah, gue datang ke sini hanya minum orange jus dan juga tidak bermain perempuan seperti kalian."


Keempat sahabat Digo menganggukkan kepalanya, memang tidak ada yang ditutup tutupi dari Digo kepada Aruna terlebih lagi Digo memang datang ke sini bukan untuk mabuk atau bermain perempuan hanya saja untuk ngobrol-ngobrol dan bertemu, karens selain di kelas tentunya di tempat inilah mereka bisa salingbercerita masalah pribadi.


1 jam berada di dalam klub malam, Nathan tidak menemukan sesuatu yang janggal dari adik kandungnya itu hingga akhirnya Nathan berdiri dan memilih pergi dari klub, terlebih lagi banyak perempuan yang mendekatinya bahkan tak jarang menawarkan tubuhnya untuk bisa bercinta dengan Nathan tetapi Nathan tentunya tidak mau. Perempuan di sini bukanlah tipenya apalagi Nathan tidak penikmat **** bebas seperti laki-laki pada umumnya berada di sini.


Melihat kepergian Nathan, kelima laki-laki tampan itu tersenyum penuh kemenangan, yang akhir nya seseorang itu yang dari tadi mengamatinya telah pergi, bukannya mereka tidak mau diamati seperti itu namun rasanya aneh saja, klub malam ini adalah tempat umum di mana orang bisa keluar masuk tanpa adanya pengawasan namun kenapa Nathan yang baru datang ke sini tiba-tiba malah ingin tahu apa yang dilakukan Digo bersama teman-temannya.


"Gue cabut dulu!!"


Setelah lima belas menit kepergian Nathan, Digo juga pamit kepada teman-temannya ia memang kebiasaan seperti itu ngobrol-ngobrol dibatasi waktu paling sekitar 1 sampai 2 jam saja setelah itu pulang, tidak ingin berlarut larut di dalam klub malam ini


"Lah ngapain buru-buru, bukannya bini lo nggak bisa lo peluk? sini aja dulu, lagi pula masih jam segini belum waktunya lo pulang?"


"Ngantuk, siapa tahu juga Aruna bangun tengah malam dan mencari gue, gue cabut dulu lah besok juga sekolah, kalian gak usah malam-malam atau enggak sekolah sekalian!"


Keempat sahabat itu tidak menganggukkan kepala nya, tetapi malahan tertawa. Memang kebiasaan Digo seperti itu jika melihat sahabat nya dan tentunya agar sedikit aneh, bukan Digo meminta kepada mereka meskipun terlambat harus berangkat sekolah tetapi Digo malah menyarankan jika terlambat tidak usah berangkat sekolah sekalian.


Digo melajukan mobilnya untuk menuju ke rumahnya, laki-laki itu berharap jika Aruna bangun tengah malam dan mencarinya.

__ADS_1


Meskipun itu tidak mungkin, tetapi siapa tahu saja malam ini malam keberuntungan untuknya yang bisa menaklukkan hati Aruna.


Beberapa menit kemudian, Digo sudah sampai D rumah nya. Namun sepertinya itu hanya angan-angan Digo saja, karena ia tidak melihat pergerakan sedikitpun dari kamar Mami Nina yang mana Digo saat ini sudah berada di sana.


Tidak ingin mengganggu tidur istrinya, Digo melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, malam ini ia terpaksa harus tidur sendirian tanpa memeluk Aruna.


Setelah pulang dari klub bukannya Digo merasa ceria dan juga senang, tetapi laki-laki itu malah murung karena ia berharap jika istrinya bangun tengah malam kemudian kembali ke kamarnya ternyata tidak, meskipun kemungkinan itu sediki sekali karena Digo cukup paham, Aruna tidak pernah terbangun malam-malam.


Hingga akhirnya Digo yang lelah memikirkan tentang Aruna , seketika langsung tidur. Ia tidak ingin besok pagi kesiangan untuk berangkat ke sekolah karena bagaimanapun Digo adalah ketua OSIS dan menjadi panutan teman-teman di sana dan tidak mungkin jika dirinya telat datang ke sekolah.


Pagi hari nya.


"Astaga....aku kesiangan."


"Loh kenapa nggak ada Digo di sini? sebentar ini bukannya kamar Mami? Atau jangan-jangan semalam memang aku tidur di sini dan tidak dibangunkan Digo, tidak dipindah Digo?"


Aruna mengerjap ngerjapkan matanya lagi, ia seketika sadar jika semalam berada di kamar Mami Nina dan tentu saja sedikit bingung mengapa suaminya tidak membangunkannya bahkan Digo juga tidak memindahkan dirinya ke dalam kamar.


"Apa mungkin Digo marah sama aku hingga membiarkan aku tidur di sini?"


Sepertinya pikiran Aruna mulai ke mana-mana, sudah membangunkan tanyatetapi dilarang oleh Mami Nina bahkan tidak memperbolehkan tidur di sini menemani Aruna.


Ceklek..

__ADS_1


Baru saja Aruna ingin turun dari atas ranjang, tiba-tiba ia mendengar suara pintu pintu dibuka dan otomatis Aruna mengalihkan pandangan matanya ke dalam kamar mandi dan melihat Mami mertuanya sudah cantik bahkan sudah rapi.


"Sudah bangun sayank, tidur kamu pulang sekali?"


"Maaf Mi aku telat bangun jadi tidak bisa membantu Mami."


"Tidak apa-apa sayank mendingan kamu segera mandi dan bangunan suami kamu, Mami yakin pasti Digo belum bangun."


Aruna menganggukkan kepalanya , kemudian pamit keluar dari kamar Mami Nina menuju kamar Digo, di mana ia sedikit was-was dengan suaminya apakah Digo akan marah karena semalam tidur bersama dengan maminya atau biasa-biasa saja.


Sementara Digo sedari tadi sudah bangun, alarm Aruna membuat dirinya bangun, namun Digo lagi malas-malasan dan tidak ingin beranjak dari atas ranjang.


Bukan hanya malas tetapi Digo ingin melihat bagaimana reaksi istrinya jika tiba-tiba datang ke kamarnya tetapi dirinya masih tertidur, apakah Aruna akan membangunkannya atau membiarkannya dan Digo juga ingin tahu betapa besar rasa  khawatirnya Aruna kepadanya yang sampai jam segini tidak kunjung keluar dari kamar.


Awas aja kamu sayank, Aku pastikan kalau aku akan menangkap kamu, pagi ini tidak masalah satu ronde saja yang penting bisa membuat semangatku bangkit lagi.


Mendengar bunyi pintu yang terbuka Digo pura-pura memejamkan matanya, laki-laki itu sedari tadi memang menunggu Aruna dan pastinya Digo yakin jika yang ada di depan pintu saat ini adalah istrinya.


Digo memang sudah merencanakan semuanya, ia sudah bangun sedari tadi tetapi melihat jam yang masih sangat pagi dan tentunya masih ada waktu untuk bercinta sebelum pergi sekolah, hingga Digo memutuskan untuk pura pura masih tidur saja di atas ranjang tetapi sebenarnya laki-laki itu malah sudah menyiapkan siasat yang tidak baik untuk istrinya.


Ceklek 


Pelan-pelan Aruna membuka kamar Digo perempuan cantik itu melihat kalau suaminya masih tidur hingga Aruna menggelengkan kepalanya, kenapa sudah jam segini Digo belum bangun padahal kemarin-kemarin Digo selalu bangun pagi atau mungkin Digo tidak bisa tidur, dan mengapa pagi ini sangat berbeda, Digo belum bangun juga.

__ADS_1


Aneh...


__ADS_2