My Crazy Husband

My Crazy Husband
Kebahagiaan Aruna


__ADS_3

Aruna membalas pesan Nathan, dengan membalas pesan itu dengan Iya saja. Karena memang tidak ada tempat dan juga waktu lagi untuk bertemu dengan Nathan selain di sana, karena Aruna tahu pastinya Nathan juga sudah bersiap-siap untuk ke Singapura nanti setelah ngobrol dengannya.


"Gue nebeng ya, sekalian anterin gue ke bandara dan lo juga ikut ke sana."


"Bandara? emang siapa yang mau terbang? atau jangan-jangan suami lo yang ninggalin lagi?"


"Berani dia pergi lagi gue langsung minggat ke rumah orang tua gue..."


Ya setelah kejadian itu Digo tidak mau meninggalkan Aruna sendirian di rumah meskipun sudah tidak ada Nathan di sini, tetapi karena Digo tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi meskipun tidak dengan pelaku yang sama dan Digo lebih memilih untuk bersama dengan istrinya daripada memajukan perusahaan yang jelas rumah tangganya itu lebih penting daripada segalanya.


Tentu saja Aruna mengancam jika ia ditinggalkan oleh Digo seperti kemarin, Aruna juga akan ngambek dan pulang ke rumah orang tuanya dan pastinya ia juga tidak mau berjauhan dengan suaminya itu terlebih lagi sekarang banyak pelakor di mana-mana, apalagi Digo yang mempunyai paras yang tampan dan juga kekayaan yang tidak bisa diragukan lagi pastinya banyak perempuan di sana yang ingin berlomba-lomba untuk bisa bersama dengan Digo dan melakukan segala macam cara supaya menjerat Digo.


"Dan siapa sih yang mau terbang? Digo tidak? lalu siapa? orang tua lo? tumben-tumbenan Lo nganterin sampai ke bandara?'


Masih penasaran, Vina bertanya kepada Aruna yang belum mendapat jawabannya sementara Aruna yang ditanya malah cuek sendiri tanpa menjawab pertanyaan dari Vina.

__ADS_1


"Udah yuk buruan daripada kita terlambat, nanti gue ceritain di dalam mobil saja."


Kedua perempuan cantik itu langsung saja keluar dari kelas dan tentunya tidak ada lagi keempat sahabat Digo karena mulai sekarang Digo yang sudah mendapatkan cinta dari Aruna sepenuhnya sudah tidak meminta kepada keempat sahabat Digo untuk mengikuti Aruna. Digo lebih percaya dengan istrinya itu dan tidak akan melibatkan sahabatnya lagi apalagi Digo yang sudah tahu dikasih tau kalau siang ini Aruna pergi bersama dengan Vina yang pastinya tidak akan kemana-mana selain ke mall ataupun jalan-jalan sebentar.


"Rasanya beda ya Run, biasanya ada antek-anteknya Digo yang mengikuti kita dari belakang tetapi sudah tidak ada lagi dan rasanya gue bisa bernafas dengan lega, tau sendiri kan keempat nya itu seperti apa ganteng sih ganteng tapi nyeremin juga, terlebih lagi jika sudah menatap seseorang pastinya."


Aruna hanya tersenyum, memang jika dipikir-pikir keempat sahabatnya itu mempunyai tatapan mematikan yang sangat tajam walaupun begitu Aruna tidak takut pada mereka bukan karena mereka itu sahabat dari suaminya namun memang Aruna nya yang tidak pernah takut sedikitpun.


"Sebenarnya lo mau ketemu siapa sih? heran sendiri.. tadi gue perhatiin, Lo malahan lihatin ponsel melulu bukan Digo juga yang pergi, atau jangan-jangan lo selingkuh dan mempunyai pacar baru lagi di belakang Digo? hati-hati Run jika sampai lo ngelakuin bisa-bisa laki-laki itu nantinya akan dibunuh Digo."


Ya Aruna sudah menceritakan semuanya kepada Vina terlebih lagi ketika Aruna dan Vina ngobrol di sebuah cafe itu yang membuat Digo salah paham dan juga tentang perasaannya Kepada Digo yang membuat Nathan juga salah paham kepadanya.


"Lah terus lo hanya berdua sama Kak Nathan? lalu bagaimana jika Digo tahu? apa dia nanti tidak marah melihat lo bersama dengan Kak Nathan?"


"Marah jelas tetapi gue kan nggak ngapa ngapain juga, ada Lo di sana, maka dari itu gue minta lo untuk nemenin gue ke sana yang pastinya nanti bisalah dibicarakan sama Digo supaya dia nggak marah, tahu sendiri kan bagaimana jurus gue untuk menaklukkan dia dan pastinya gue yakin seribu persen Digo nggak akan marah pada gue setelah apa yang sudah gue lakukan padanya nanti malam."

__ADS_1


Aruna tersenyum sendiri ketika mengingat bagaimana ia merayu suaminya ketika Digo ngamuk dan pastinya itu juga akan dilakukan Aruna nanti malam supaya Digo tidak marah padanya walaupun Aruna juga sedikit berbohong kepada Digo tentang pertemuannya dengan Nathan nantinya, tetapi Aruna bisa menjelaskan setelahnya supaya Digo juga tidak marah atau cemburu melihat ia bersama dengan Nathan, terus juga tidak ada apa-apanya tentang pertemuan ini hanya menegaskan saja perasaannya kepada Nathan yang memang tidak ada apa-apa hanya sebatas perasaan seorang adik kepada kakaknya saja.


Vina mengagukan kepalanya memang siang ini ia tidak ada acara pergi kemana-mana dan memang lebih baik seperti itu meskipun Vina dijadikan obat nyamuk nantinya namun ia paham dengan sahabatnya dan juga bagaimana sifat Digo daripada nanti terjadi perang dunia ke-3 lebih baik memang seperti ini toh juga Vina juga percaya dengan Aruna tidak mungkin jika Aruna akan berbuat macam-macam di sana.


Sedangkan Nathan, laki-laki itu yang sudah mendapatkan balasan dari Aruna bergegas untuk menuju ke bandara ia akan datang lebih cepat daripada Aruna karena kantornya lebih dekat ke bandara daripada sekolah Aruna. Yang pastinya Nathan sudah menyiapkan semuanya dan juga Nathan sudah berpamitan kepada kedua orang tuanya tadi sebelum berangkat ke bandara.


Namun ketika Nathan baru saja akan membuka pintu ruangannya tiba-tiba ia melihat Digo yang sudah berdiri di depan yang pastinya ia tidak tahu apa maksud kedatangan Digo ke sini.


"Bisa bicara sebentar Bang?"


Ia tidak mungkin mengusir Digo, dan pastinya akan menunda sebentar pertemuannya dengan Aruna, sembari Nathan duduk ia juga mengirimkan pesan kepada Aruna kalau ia telat datang ke bandara meskipun tadi di dalam pikiran Nathan, ia akan lebih dulu sampai di sana tetapi kenyataannya tiba-tiba datang ke sini membuat Nathan mau tidak mau ngobrol dengan Digo sebentar.


"Maaf jika Bang Nathan harus ke Singapura?"


Meskipun sebenarnya ada rasa marah dan juga jengkel terhadap abangnya namun Digo dan Nathan adalah saudara dan sebenarnya kalau diminta jujur Digo juga tidak mau abangnya itu pergi dari Indonesia tetapi sebagai laki-laki yang gentle, Digo juga harus mengikuti apa yang sudah dikatakan oleh Nathan yaitu jika kalah dalam pertandingan balapan kemarin ia harus pergi ke Indonesia dan pastinya mau tidak mau Digo juga tidak akan meminta Nathan untuk menetap di sini.

__ADS_1


"Tidak masalah, itu konsekuensinya..dan aku sebagai laki-laki sejati pastinya tidak mau mengingkari apa yang sudah aku katakan dan tentu saja aku meminta kepada kamu supaya kamu menjaga Aruna, jangan biarkan ada laki-laki lain yang mencoba merebut Aruna dan satu lagi jangan pernah kamu sakiti Aruna atau tinggalkan Aruna. Kalau itu terjadi maka aku tidak akan segan-segan untuk balik ke Indonesia dan juga membawa Aruna pergi dari sini, tidak peduli jika Mami dan Papi menentangku ataupun kamu menangis karena itu, yang jelas kebahagiaan Aruna saat ini adalah yang terpenting buat aku."


__ADS_2