
Hingga akhir nya setelah keluarga Digo datang ke rumah Aruna, Aruna juga diminta turun dan dibawa oleh Mama Dina dan juga Vina yang berada di samping kanan dan kiri.
Aruna turun dari atas tangga, tentu saja pandangan mata Digo tidak pernah berkedip untuk melihat ke arah calon istri yang mana malam ini terlihat sangat cantik dan juga menarik, meskipun setiap hari Aruna juga cantik tetapi malam ini sepertinya luar biasa sekali yang membuat dada Digo berdetak sangat kencang.
Papi Rendra yang melihat putra bungsunya itu melihat Aruna tanpa berkedip langsung saja menyenggol Digo yang mana ia tidak ingin jika nanti Digo tidak fokus mengucapkan ijab qabul yang mana akan membuat malu keluarganya karena Digo sendiri yang sudah meminta acara ini dipercepat.
"Jangan di tatap seperti itu, sebentar lagi Aruna sah menjadi istri kamu Di dan awas saja jika kamu sampai tidak bisa mengucapkan ijab qabul, Papi tidak mau untuk mengulanginya lagi dan pernikahan ini batal."
Ancam Papi Rendra kepada Digo yang mana beliau masih melihat putranya yang menatap ke arah Aruna tanpa berkedip sama sekali. Papi Rendra hanya takut jika Digo tidak fokus saja karena terlalu mengagumi calon istrinya yang memang nampak sangat cantik malam ini.
"Tenang saja Pi aku sudah menghafalkan nama Aruna luar dan dalam yang pastinya nanti tidak akan salah ataupun tidak akan keliru, yang pastinya aku fokus untuk mengucapkan ijab qabul, karena aku benar-benar menginginkan Aruna menjadi istriku."
Papi Rendra menganggukan kepalanya, ia percaya dengan putra bungsunya meskipun usia Digo masih terlalu muda untuk menikah, tetapi beliau yakin jika putranya itu bisa membawa pernikahan ini sampai nanti dan bisa membuat Aruna bahagia, karena ini memang jalan yang dipilih oleh Digo, terlebih lagi Digo yang sudah merusak Aruna dan mau tidak mau juga harus bertanggung jawab dengan semuanya ini.
Aruna sudah duduk di samping Digo dan kembali lagi Aruna hanya diam saja tetapi tidak dengan Digo yang masih menatap ke arah Aruna hingga Bapak penghulu mengucapkan sepatah dua kata dan bertanya kepada Digo apakah Digo sudah siap untuk melangsungkan pernikahan ini.
"Bisa dimulai Mas Digo, apakah Mas Digo sudah siap atau masih ingin memandang wajah cantik calon istrinya?"
__ADS_1
"Siap dong Pak, dimulai saja sekarang.. aku hanya kagum dengan kecantikan calon istriku saja."
Aruna yang mendengar itu hanya menundukkan kepalanya, rasanya ia malu sekali mendengar kalimat yang diucapkan oleh Digo barusan, terlebih lagi ini adalah di tempat umum. Meskipun tidak banyak orang yang hadir tetapi setidaknya ada Pak penghulu dan Bapak petugas KUA dan yang lainnya yang ada di sini, juga ada perwakilan dari kepala sekolah di mana akan menyaksikan acara ijab qabulnya.
Kini tiba saatnya Digo menjabat tangan Papa Adit di mana iya akan melangsungkan lafal ijab qabul dalam satu tarikan nafas.
Sementara Aruna, ia hanya mampu memejamkan matanya dan berdoa jika memang ini adalah yang terbaik untuknya dan Aruna hanya meminta supaya diikhlaskan dalam menjalani rumah tangga bersama Digo yang nyatanya memang sampai saat ini Aruna belum mampu untuk mencintai laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya, tetapi Aruna akan berusaha jadi yang terbaik untuk Digo.
Sah..
Sah..
Ucap Digo dan yang lainnya setelah semua saksi mengatakan sah dan itu berarti Aruna dan Digo saat ini sudah resmi menjadi suami istri.
Terlihat lega di wajah Digo yang mana ia sudah berhasil mempersunting istrinya, dan memang inilah yang ia inginkan dan sejak dulu, merebut hati Aruna bahkan bermimpi untuk bisa menikahi Aruna dan tentu saja ini semuanya tidak hanya mimpi karena kenyataannya Aruna saat ini sudah sah menjadi istrinya.
Jangan ditanyakan lagi ke mana Nathan saat ini, laki-laki itu memang sudah diberitahu jika malam ini Digo mempercepat acara pernikahannya dengan Aruna, tetapi sayang sekali bukannya Nathan ada kepentingan lain di kantor atau di kampusnya namun Nathan memang sengaja tidak menyaksikan acara ijab qobul Digo dengan Aruna dan memilih berada di luar rumah Aruna, dengan tujuan Nathan memang belum siap, hatinya masih terlalu sakit dan juga rasa sesak masih menyelimuti di dadanya ketika ia melihat calon istri nya dan juga perempuan yang sejak dulu dicintainya ternyata bersanding dengan laki-laki lain yang lebih parahnya laki-laki itu adalah adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
Tetapi Nathan tidak mau egois, meskipun ia sendiri menyalahkan apa yang sudah dilakukan oleh Digo namun mungkin inilah jalan yang ditakdirkan untuk hidupnya, untuk tidak bisa memiliki Aruna dan hanya bisa mencintai tanpa harus memiliki dan juga Nathan akan berusaha untuk mengiklaskan semuanya toh juga yang memiliki Aruna bukanlah orang lain tetapi adik kandungnya sendiri yang Nathan sudah tahu betul bagaimana luar dan dalamnya Digo itu, bagaimana sifat dan sikap adiknya itu. Meskipun Digo berteman dengan sahabat-sahabatnya yang Nathan sendiri kurang suka dengan pergaulan mereka tetapi Nathan yakin jika adiknya tidak terjerumus ke dalam hal-hal maksiat.
"MasukĀ Bang, acara ijab qabul sudah selesai."
Ucap Dino yang memang ia tidak sengaja keluar dari rumah Aruna setelah Digo mengucapkan ijab qabul itu kemudian tanpa sengaja Dino melihat ke arah luar di mana Nathan berada di luar mobil dan bersandar di samping mobilnya tanpa berniat untuk masuk ke dalam.
"Aku tahu No, maka dari itu aku berada di sini."
Seketika Dino mengurungkan niatnya untuk kembali masuk ke dalam, ia lebih memilih untuk menemani Nathan yang memang sudah dianggap sebagai Abang kandungnya sendiri, ia tahu bagaimana perasaan Nathan dan juga kecewanya Nathan ketika perempuan yang sudah diincarnya sedari dulu ternyata malah sudah menikah dengan adiknya sendiri.
"Kalau boleh aku ngasih saran, sebaiknya Bang Nathan ikhlaskan saja. Abang tahu sendiri Digo itu seperti apa dan mungkin saja Abang belum percaya jika Digo juga sudah menaruh rasa kepada Aruna sejak lama, bukannya aku mengatakan seperti ini karena aku adalah sahabatnya Digo tetapi aku tahu bagaimana Digo mengejar Aruna yang tanpa sedikitpun Aruna melirik ke arah Digo "
"Entahlah No, apakah aku bisa mengiklaskan Aruna atau tidak yang jelas perasaan ini masih dalam untuk Aruna dan mungkin saja butuh waktu lama untuk menghilangkan nama Aruna di dalam hatiku, tetapi aku akan mendoakan semoga Aruna berbahagia bersama dengan Digo."
"Terima kasih Bang, aku tahu jika Abang adalah laki-laki yang gentle dan juga dewasa yang tidak akan pernah merusak kebahagiaan orang dan aku doakan semoga Bang Nathan bisa mendapatkan perempuan lainnya yang mungkin saja nanti lebih baik dari Aruna. Dan lebih baik kita masuk ke dalam, tidak enak jika Abang hanya berada di sini saja pastinya nanti Digo dan juga yang lainnya akan mencari Abang."
"Tapi No, aku masih belum sanggup untuk melihat Digo bersanding dengan Aruna."
__ADS_1
"Kalau Abang Masih berada di sini, berarti Bang Nathan tidak bisa melihat kenyataan jika Aruna sudah menjadi milik Digo, masuk lah Bang, aku tahu jika Bang Nathan pasti kuat berada di dalam dan pastinya Bang Nathan akan lebih yakin lagi jika mereka berdua memang sudah menikah dan itu akan membuat langkah kaki abang nantinya akan ringan untuk bisa pelan-pelan mengeluarkan nama Aruna dari dalam hati Bang Nathan."