My Crazy Husband

My Crazy Husband
Ajaran Sesat


__ADS_3

"Sayank..."


Miranda yang melihat Digo berada di kantin bersama keempat sahabatnya tanpa adanya Aruna di sana, langsung saja menghampiri Digo, perempuan itu memeluk Digo dari belakang dan tentu saja Miranda akan memanfaatkan kesempatan ini di mana tidak ada Aruna di sini bahkan mungkin Miranda akan membuat video atau foto kebersamaan dengan Digo yang nantinya akan dikirimkan kepada Aruna supaya Aruna cemburu dan langsung marah-marah lalu putus dengan Digo.


Digo yang dipeluk oleh Miranda langsung saja menghempaskan tangan Miranda, ia tidak mau bersentuhan dengan perempuan lainnya selain istrinya dan tentu saja Digo juga tidak ada rasa dengan Miranda.


"Jauhkan tangan lo dan jangan manggil gue seperti itu!!"


Ucap Digo dengan nada galaknya, ia bahkan risih dengan panggilan sayank yang diucapkan oleh Miranda apalagi dengan tangan Miranda yang menempel di pundaknya.


"Galak banget sih sayangkku, kamu sekarang berubah Di, tidak seperti dulu lagi .. dulu kamu tidak seperti ini sama aku meskipun cuek tetapi kamu tidak pernah kasar tetapi sekarang sejak kita putus kamu benar-benar jadi kasar dan nyuekin aku. Maafin aku Di, aku sudah bilang sama kamu, Aku menyesal dan aku ingin balikan lagi sama kamu."


Tidak mendapatkan respon dari Digo, Miranda segera duduk di samping Digo, ia tentu saja mengambil kursi yang kosong kemudian meletakkan di samping Digo, tidak peduli sama sekali dengan keempat sahabat Digo yang saat ini melotot tajam ke arahnya.


"Maaf lo sudah gue terima tetapi untuk balikan nggaj mungkin, lo tahu sendiri gue sudah punya Aruna, lagi pula gue juga nggak cinta sama lo, sebanyak apapun kata cinta yang Lo ucapkan pada gue, tetap saja tidak bisa meluluhkan gue bahkan sama sekali tidak bisa membuat gue terpesona, jadi daripada Lo buang-buang waktu lo untuk gue, mendingan lo pergi saja dan cari laki laki lain yang lebih tampan dan lebih kaya dari gue yang menurut lo pas, untuk lo jadikan mainan."


Digo mengatakan itu tanpa melihat ke arah Miranda ia masih asik untuk meminum jus oranye yang saat ini ada di depannya dengan tangannya yang memainkan ponsel sengaja untuk mengirimkan pesan kepada Aruna yang dari tadi sama sekali tidak dibalas ataupun dibaca oleh istrinya.


"Aruna, kamu yakin Aruna tidak seperti Aku? buktinya saja Aruna sekarang tidak ada di sini?"


"Terserah apa yang lo katakan, yang tahu Aruna itu gue bukan Lo, lagi pula Aruna ada di sini atau tidak itu juga bukan urusan lo, gue sendiri aja nggak masalah."


"Oh ya beneran, bagaimana kalau ini?"


Miranda sengaja datang untuk menghampiri Digo selain untuk berduaan dengan Digo, Miranda juga ingin melihatkan sesuatu kepada Digo tentu saja ia mendapatkan video dan foto kebersamaan Aruna dengan Ryan saat ini yang mana ketika Digo melihat video Aruna yang bercanda dengan Rian, bahkan sepertinya sangat mesra sekali, akan membuat Digo cemburu.


Digo mengambil ponsel Miranda kemudian ia melihat jika Aruna sedang tertawa bersama Rian bukan hanya melihat senyum Aruna yang cantik tetapi juga mendengar obrolan-obrolan yang diucapkan oleh Ryan maupun Remon yang mana Rian masih saja mengharapkan istrinya dan masih sangat mencintai istrinya.


Dan tentu nya bukan hanya Digo saja yang melihat nya, tetapi keempat sahabat Digo juga melihat video itu.


"Tetapi jangan khawatir, selama janur kuning belum melengkung, pacar orang bisa ditikung.. melengkung saja masih bisa diluruskan, masa' yang hanya pacaran saja kamu nggak berani nikung. Cemen lu Yan ... Kalau memang lo nggak bisa nikung di Digo..."

__ADS_1


Brengseekk!!


Digo mengepalkan tangannya manakala ia mendengar ucapan dari Remon untuk meminta Rian menikung dirinya dan tentu membuat Digo cemburu, ia takut jika Aruna akan direbut oleh Ryan yang mana memang dapat dilihat dari wajah dan ekspresi Ryan jika Ryan itu masih mengharapkan Aruna.


Melihat ekspresi dari sahabatnya, Dino kemudian membisikkan sesuatu di telinga Digo yang Digo saat ini panas dan terbakar cemburu ketika melihat video Aruna yang bisa tertawa lepas bersama dengan Ryan.


"Cemburu itu wajar tetapi lo harus bisa menahan semuanya, lo adalah pemenangnya.. Aruna sudah menjadi istri lo dan pastinya Aruna hanya milik lo, apalagi Lo sudah mengambil sesuatu yang berharga dari Aruna, setiap malam lo sudah menikmati tubuh Aruna dan membuat Aruna melayang-layang bersama dengan lo dan pastinya lo jangan terbawa emosi, apalagi cemburu yang berlebihan, apa lo enggak nyadar jika Miranda memang sengaja membuat ini supaya menghancurkan hubungan lo sama Aruna?.dan lo juga jangan marah, lo tentunya masih ingat sebelum lo datang di kehidupan Aruna, Rian lebih dulu masuk untuk menjadi teman baik Aruna dan tentunya jika mereka berdua masih terlihat sangat akrab itu wajar saja..."


Bisik Dino di telinga Digo karena Dino tau bagaimana perasaan sahabatnya itu meskipun Dino sendiri sedikit geram dengan tingkah Remon dan juga Rian tetapi Dino juga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang kenyataannya Rian itu lebih dulu kenal dengan Aruna dan jika dilihat dari video itu bukan hanya Aruna dan Ryan saja yang berada di sana, masih ada banyak teman-teman yang lainnya dan juga tentunya wajar jika obrolan mereka bisa seseru itu.


Digo menganggukan kepalanya, ia juga tidak akan terpancing dengan apa yang diucapkan oleh Ryan dan Remon apa lagi dengan Miranda yang nyata-nyatanya ada udang dibalik batu.


"Bagaimana Digo sayank, pastinya kamu tahu kan jika Aruna itu lebih senang bersama dengan Ryan daripada bersama dengan kamu? Dan aku yakin sebentar lagi pasti Aruna akan bersama dengan Ryan dan memutuskan kamu... Jika sampai itu terjadi aku mau kok balikan lagi sama kamu."


Miranya mengambil ponselnya kemudian perempuan itu berdiri untuk meninggalkan  Digo dengan sedikit mencondongkan tubuhnya dan berniat untuk mencium pipi Digo, tetapi Digo yang melihat gelagat yang tidak baik dari Miranda segera menepis nya dan mendorong pelan tubuh Miranda.


"Tidak masalah sayank, masih ada waktu buat kita berdua.."


Dengan sedikit kesal, Miranda akhirnya meninggalkan kantin, ia juga tidak akan lama-lama di samping Digo karena ia tahu Digo saat ini sedang cemburu dan marah.


Ujar Dimas yang juga ikut memperhatikan ekspresi wajah Digo. Dan sepertinya sahabatnya Digo itu paham dengan apa yang dirasakan oleh Digo tetapi mereka tidak memanas-manasi Digo seperti Miranda, bahkan mereka juga mencegah Digo untuk menyusul Aruna yang saat ini berada di dalam kelas bersama dengan Ryan dan juga Remon.


"Lo mau ke mana? sebaiknya jangan ke kelas Aruna, itu bisa membuat Aruna tidak nyaman jika sedikit-sedikit lo nempelin dia?"


"Bagaimana gue nggak cemburu, lo lihat sendiri gimana Rian memandang wajah Aruna yang pastinya gue nggak mau jika istri gue dipandang seperti itu.."


"Halo.. lucu deh punya mata tapi nggak boleh melihat. Ya jelas saja jika Ryan memandang ke arah Aruna, lo sendiri juga tahu jika Rian itu cinta sama Aruna.."


"Maka dari itu gue mau ke kelas Aruna, gue nggak mau jika Aruna nanti tertarik sama Rian dan ninggalin gue."


Digo benar-benar takut jika kehilangan Aruna, ia sudah melakukan segala macam cara untuk mendapatkan Aruna dan berhasil menikahi Aruna dan pastinya ia juga tidak mau untuk kehilangan Aruna, apalagi melihat Aruna bisa tertawa lepas dengan laki-laki lain.

__ADS_1


"Jangan!!"


Teriak keempat sahabat Digo kompak, mereka memang tidak ingin jika Digo gegabah dan menghampiri Aruna, pastinya Digo yang cemburu itu akan sulit mengendalikan emosinya.


"Sebaiknya lo duduk di sini, lo percaya sama Aruna jika Aruna tidak akan pernah khianatin lo, lo juga harus memberikan kebebasan sedikit kepada Aruna dan yakin jika Aruna bisa memegang kepercayaan yang Lo berikan. Dan pastinya biarkan Aruna bersama dengan teman-teman yang lainnya, jika memang kamu benar-benar mencintai Aruna, jangan mengekangnya karena mungkin Aruna tidak akan nyaman jika kamu melakukan seposesif itu."


Digo memejamkan matanya sejenak ia berpikir dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Dino, Digo yang tadi sudah berdiri kembali lagi duduk di kursinya.


Sepertinya Digo paham betul dengan apa yang dipikirkan oleh keempat sahabat nya yang melarang dirinya untuk menuju ke kelas Aruna saat ini, yang mana memang benar jika Aruna memang butuh untuk ngobrol dengan teman-temannya dan Digo juga yakin jika Aruna sendiri tidak akan pernah menghianatinya.


"Kalau di sekolah biarkan Aruna bersama dengan teman-temannya kalau di rumah dia istri Lo dan lo bebas untuk melakukan apa saja sama Aruna dan pastinya gue yakin Aruna itu adalah perempuan yang penurut, yang lo bolak-balik tidak akan protes. Kalau lo cemburu, lo bisa bales nanti setelah pulang, setelah sampai di rumah lo mangsa Aruna sampai tak tersisa dan berikan semua gaya yang belum pernah lo lakuin."


"Woi..ajaran sesat.. kenapa lo malah menyesatkan Digo, sudah tahu dia lagi panas malahan lo panas panasin lagi dengan hal-hal begituan!!"


"Biarin aja supaya Digo nggak marah-marah, lagian memang cara itu yang paling ampuh, bukan dengan cara cemburu atau bagaimana..."


Mereka malahan berdebat sendiri padahal Digo dari tadi senyum-senyum setelah mendapatkan ide gila dari sahabatnya itu.


"Nah nih anak malahan senyum, kita yang ribut. Di bisa dicoba, nanti dipraktekin ... tapi nanti malam, jangan sekarang kasihan Aruna."


Dino menyalakan ponselnya tentu saja di dalam situ ada beberapa film yang berwarna biru yang pastinya adegan-adegan 17 plus yang membuat laki-laki melayang di mana-mana.


"Awas jangan ngecas mentang-mentang Lo sudah punya istri saja!!"


Digo menerima ponsel Dino, kemudian melihat sekilas... ia tidak mau meneruskan karena takut jika malah kepengen, tentu saja meskipun Digo sudah punya musuh untuk berdua di atas ranjang, tetapi waktunya tidak pas.


"Kirim ke nomor gue, nanti malam gue praktekin!!"


Ujar Digo kepada Dino dengan senyum-senyum sendiri dan memang benar saran dari sahabat nya itu, daripada ia marah-marah dan cemburu dan menghabiskan segenap energinya mendingan disimpan saja untuk nanti malam.


"Wah gila gila... perubahan besar sekarang, Digo sudah seperti kita-kita, tetapi bedanya dia punya yang sah kita tidak..."

__ADS_1


Kelima laki-laki tampan itu tertawa bersama-sama dengan menikmati makan siangnya di kantin sembari Digo yang terus-menerus mengirimkan pesan kepada Aruna, bukannya apa-apa tetapi bentuk perhatiannya saja kepada Aruna dan Digo juga tidak akan mengganggu Aruna, namun ia sudah mempunyai rencana nanti malam, ia akan memangsa Aruna sampai habis, bentuk protesnya kepada Aruna..


 mengapa istrinya itu malahan ber haha hihi dengan laki-laki lain.


__ADS_2