
"Papi tahu sendiri kan jika selama ini aku hanya nongkrong saja? Lagian aku juga bingung sendiri apa yang harus aku lakukan di dalam kamar, sementara Aruna bersama dengan Mami dan Mami tidak mengijinkan aku untuk membawa Aruna apalagi untuk tidur bersama dengan Aruna di kamarnya."
"Hahaha kasihan sekali, baru sehari saja tidak tidur dengan Aruna, kamu sudah kelabakan seperti itu, bagaimana jika Aruna ninggalin kamu?"
Ledek Papi Rendra kepada Digo, ia ingin membuat putranya itu bertanggung jawab dan tidak menyia-nyiakan sesuatu yang sudah menjadi miliknya.
"Tidak akan aku biarkan, aku tidak akan membiarkan Aruna lepas dariku."
"Makanya kamu harus menjadi suami yang baik, tidak macam-macam, ke kelab boleh tetapi harus ingat jangan minum atau melakukan sesuatu yang mungkin nanti Aruna akan marah jika dia tahu. Kamu tau sendiri kan, jika dia berusaha untuk belajar mencintai kamu, makanya kamu tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini jangan membuat kesalahan meskipun sedikit saja karena pastinya seorang perempuan jika sudah disakiti sekali maka tidak ada respon lagi untuk yang kedua kalinya."
"Tentu saja Pi, aku tidak akan macam-macam hanya nongkrong saja seperti biasanya, aku juga tidak minum. Kalau Papi tidak percaya Papi bisa meminta orang-orang kepercayaan Papi untuk mengawasiku, yang pastinya Aku tidak akan mengecewakan Aruna karena aku sangat mencintai Aruna."
Tapi Rendra mengangguk, kemudian Digo bergegas pamit kepada Papi dan juga Nathan lalu keluar untuk menuju ke kelab malam bersama dengan teman-temannya nongkrong di sana.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Digo sudah sampai di klub dan ternyata memang benar keempat sahabatnya itu sudah di sana dengan minuman beralkohol yang ada di atas meja tentu saja mereka berempat didampingi dengan perempuan-perempuan pilihannya.
"Tumben Di, lo bisa keluar atau jangan-jangan lo diusir dari kamar oleh Aruna?"
Saat ini Dino sudah menenggak minuman dengan satu orang perempuan di atas pangkuannya kemudian menyapa sahabat baiknya itu yang saat ini sudah duduk di sana.
"Bukannya diusir tetapi Aruna ketiduran di kamar Mami dan Mami tidak membiarkan guw untuk membawa Aruna jadi daripada gue nganggur di kamar mendingan ke sini saja."
__ADS_1
"Hahaha.... Mau nggak nganggur? mau coba yang lain nggak?"
Tawar Dimas, Mengapa laki-laki itu kini menjadi gesrek padahal ia yang paling diam di antara ketiga sahabat yang lainnya.
"Setan! jangan Di, sekali Lo macam-macam, Aruna tidak akan percaya lagi pada lo parahnya lagi Aruna akan ninggalin lo dan lo menjadi gila!!"
Tentu saja usulan Dimas itu tidak disetujui oleh ketiga sahabat Digo di mana ketiganya tidak mendukung kalau Digo berbuat macam-macam, bukan hanya saja tidur dengan perempuan lain tetapi jika Digo aneh-aneh di tempat ini pastinya ketika sahabat baik Digo itu akan melarangnya.
"Lagian siapa yang mau mengikuti jalan sesat dia? biarkan dia sesat tapi kalau gue nggak. Gue ke sini hanya ingin melihat lo lo saja bagaimana selama gue tidak ada di sini lo sudah berubah atau tidak, ternyata sama Saja."
"Bagaimana mungkin kita-kita bisa berubah? karena kita kita belum menemukan rumah yang tepat, tidak seperti lo yang sekali masuk langsung tidak mau keluar lagi."
Digo meneliti satu persatu keempat sahabatnya di mana mereka semua sudah sedikit mabuk dan bersama dengan perempuan-perempuan bayarannya tentu saja Digo sudah hafal betul siapa perempuan itu lagi pula perempuan itu juga tidak berani menyentuh Digo karena Digo memang tidak bisa disentuh dan tidak ingin bermain main dengan perempuan bayaran, lagi pula mereka juga tidak mau mengganggu putra kedua dari salah satu konglomerat yang berada di sini.
Perempuan-perempuan itu hanya bisa mendekat jika Digo inginkan tetapi sayang sekali selama Digo berada di klub juga tidak memanggil satupun perempuan di sana.
"Minuman Lo!"
Dino menyerahkan satu gelas orange juga kepada Digo, ia tahu minuman kesukaan sahabat nya itu yang pastinya tidak mengandung alkohol dan tentunya Dino dan ketika sahabat Digo lainnya tidak mungkin memaksa Digo untuk meminum minuman beralkohol atau bersama dengan perempuan lainnya karena itu adalah prinsip mereka masing-masing.
Apalagi saat ini Digo statusnya sudah beristri pastinya mereka semua tidak akan pernah menawarkan perempuan kepada Digo , bahkan mereka akan menjaga Digo dari perempuan-perempuan manapun yang ingin mendekati Digo karena perempuan di dalam klub malam ini semuanya sama, semuanya hanya menginginkan harta kekayaan saja untuk bersenang-senang bukan mencintai dengan setulus hati.
__ADS_1
"Thank."
Digo langsung meminum orange jus itu ia tidak akan meminum jika tidak dari tangan keempat sahabatnya karena Digo benar benar harus waspada apalagi di tempat seperti ini bahaya bisa saja mengancam.
"Kenapa Aruna bisa tidur di kamar Mami?"
Tanya salah satu sahabat Digo di mana ia merasa aneh karena Aruna bisa-bisanya tertidur di kamar orang tua Digo, yang pastinya kenapa juga Digo tidak menggendong Aruna seperti yang sudah-sudah Digo lakukan.
"Gara-gara Papi dan semua ini akal-akalan Papi saja, gue diminta untuk ke ruang kerja Papi dengan dalih untuk membicarakan bisnis tapi ternyata Mami juga berada di belakangnya,.Mami meminta Aruna untuk ngobrol-ngobrol di kamarnya dan tentu saja lo tahu sendiri kalau Aruna beberapa hari ini tidak pernah tidur cepat maka dari itu mungkin juga Aruna mempunyai kesempatan untuk segera tidur karena terbebas dari gue."
"Hahaha.... Salah lo sendiri yang gue lihat lo nempel mulu sama Aruna dan pastinya kedua orang tua lo garam dengan tingkah laku Lo. Lagi pula kalau nggak kasian sama Aruna, pagi siang malam sore lo terkam hingga membuat dia tidak bisa tidur cepat bahkan mungkin semalaman hanya tidur berapa menit saja.
"Namanya juga cinta bro, lagi pula seperti apa kata Lo jika sudah pernah melakukannya itu satu kali maka akan menjadi candu dan ingin mengulanginya lagi untung saja gue sudah nikahin Aruna, jadi berapapun yang gue inginkan dari Aruna pastinya halal dan sah-sah saja, enggak seperti Lo lo itu."
Ucap Digo dengan menunjuk ke arah empat sahabatnya yang saat ini masih bersama perempuan-perempuan cantik, tetapi tidak bagi Digo .. perempuan itu terlihat menjengkelkan di mata Digo karena pakaian yang terlalu terbuka dan dandanannya yang menor.
"Sialan! mentang-merah sudah punya yang sah dan juga halal buat ditumpangi setiap harinya, apa lo nggak ingat dulunya lo yang paling menderita di sini di saat kita-kita mempunyai pasangan, lo sendiri yang jomblo?"
"Itu kan dulu jomblo, tapi saat ini gue sudah mempunyai istri sah yang cantik, bisa gue makan setiap saat gue inginkan, tidak seperti lo harus bayar ketika menggunakan."
Seru Digo yang tidak mau kalah dengan keempat sahabatnya itu di mana mereka berlima saat ini sudah tertawa bersama-sama seperti dulunya ketika Digo belum nikah dan kelima laki laki tampan itu kompak malam ini.
__ADS_1