
Tidak seperti yang dibayangkan, Digo bukan mengganti pakaiannya tetapi hanya menggunakan handuk kimono saja karena ia pikir nanti setelah Aruna makan ia juga akan memakan istrinya lagi dan melanjutkan pertempuran hingga pagi harinya tentu saja semua gara-gara Aruna, mengapa istrinya itu bisa membuat kecanduan seperti ini.
Digo juga membiarkan rambutnya masih basah terlebih lagi Nathan saat ini sudah tinggal di rumah ini entah hanya untuk sementara atau memang Mami Nina sudah meminta nathan untuk tinggal selamanya di sini, toh juga Nathan tidak pernah mengusik Aruna, hingga membuat kedua orang tua Digo mungkin saja memaksakan untuk tetap tinggal di sini.
Tentu saja Digo sedikit pamer jika nanti bertemu dengan Nathan karena ia tahu kalau abangnya itu kebiasaan suka tengah malam berada di dapur entah itu membuat kopi atau membuat makanan karena kelaparan.
Digo segera turun ke bawah, ia tidak ingin terlalu lama membuat Aruna berada di kamar mandi dan tentu saja ia ingin membuat kopi dan juga susu untuk Aruna. Kebiasaan setiap malam memang seperti itu setelah habis bercinta, Digo selalu membuatkan susu hangat untuk Aruna.
Bukan Nathan yang berada di bawah tetapi di bawah ia bertemu dengan kedua orang tuanya, entah mengapa malam begini kedua orang tuanya tidak masuk kamar tetapi menikmati malam dengan menonton TV di ruang keluarga dan tentu saja jika ingin ke dapur juga melewati ruang keluarga itu.
Cup
"Terima kasih Mami besok ajak Aruna ke salon lagi."
Dengan tiba-tiba Digo mencium pipi Mami Nina, di mana ia mengucapkan terima kasih karena sudah memaksa Aruna untuk pergi ke salon yang membuat dirinya tidak berdaya untuk mengulang lagi dan lagi yang pastinya akan semakin candu dengan tubuh aruna jika seperti ini.
"Sama-sama sayank, tapi awas jangan memangsa istrimu yang berlebihan kasihan Aruna."
Pastinya Mami Nina tau bagaimana sifat dari putranya itu yang tentunya tidak kalah beda dari suaminya meskipun Papi Rendra itu tidak parah parah banget, tetapi Mami Nina tahu jika jiwa Digo masih muda pastinya masih bersemangat untuk melakukan lagi dan lagi.
__ADS_1
"Berapa ronde Di ... sepertinya kamu bahagia sekali?"
Tanya Papi Rendra yang mendengar apa yang diucapkan oleh Digo, Papi Rendra juga paham jika istri dan menantunya tadi pergi ke salon untuk memanjakan tubuhnya dengan perawatan seluruh badan dari atas sampai ke bawah.
"Baru 4 ronde, rencananya mau nambah lagi setelah ini."
Jawab Digo tanpa berdosa tentunya dengan senyuman yang khas nenawan di wajah Digo.
"Astaga parah banget kamu Di, nurun siapa sih Perasaan papi dulu tidak seperti itu deh.."
Digo hanya mengedikkan bahunya kemudian segera berlalu dari kedua orang tuanya, jika lama-lama berada di sana pastinya Papi Rendra akan menceritakan berbagai pertanyaan meskipun Digo akan menjawabnya tetapi ia akan lama nanti ngobrol-ngobrol dengan Papinya yang membuat acara selanjutnya jadi tertunda.
Ujar Papi Rendra lagi ia bahkan tidak akan membiarkan Digo pergi dari ruang keluarga itu di mana memang Papi Rendra sengaja untuk mengajak ngobrol putra bungsunya supaya tidak mengerjai menantunya lagi. Kasihan Aruna jika dibuat tidak berdaya dengan ulah Digo.
"Buatin minum untuk Aruna Pi dan malam ini Papi jangan memaksaku untuk ngobrol di sini karena aku tidak mau, dan itu juga pasti akal-akalan Papi saja supaya aku tidak ke kamar bersama dengan Aruna, alasan Papi sudah basi jadi aku bisa membaca apa yang ada di pikiran Papi.."
"Hahaha kamu tahu saja."
"Sekalian ada sup di dapur bisa kamu panaskan untuk Aruna, kasihan istri kamu pasti kelaparan."
__ADS_1
Mami Nina yang sedari tadi diam saja akhirnya membuka suaranya, beliau tahu betul bagaimana jika perempuan selesai diajak bercinta pastinya akan merasa lapar, ya kalau suaminya perduli tetapi kalau tidak peduli maka kasihan perempuan itu selebih lagi Mami Nina tahu betapa ganasnya putranya di ranjang tentu saja semua sudah dikatakan oleh Digo secara gamblang bahkan laki-laki itu tidak malu-malu menceritakan apa yang terjadi dengan Aruna dan berapa kali ia bercinta dengan Aruna.
"Nah, kamu harus perhatikan istrimu, bukan kamu yang terus-menerus meminta bercinta dengan dia tetapi pikirkan kondisi dan kesehatan istrimu juga, termasuk memberikan asupan nutrisi yang baik untuk Aruna."
Digo mengacungkan jempolnya, tanda ia setuju dengan ucapan Papinya, memang jika perhatian tidak usah ditanya lagi bagaimana perhatiannya Digo kepada Aruna yang sudah jelas-jelas jika laki-laki itu begitu menyayangi dan mencintai Aruna.
Sementara dari atas tangga, Nathan mendengar apa yang diucapkan oleh Digo dan Papinya, sejenak hatinya merasa sakit mendengar ucapan itu bagaimana mungkin ia akan tetap tinggal di sini sementara Digo dan Papinya terus menerus membicarakan tentang kegiatan di ranjang.
Memang tidak salah karena kedua laki-laki itu sudah mempunyai istri, kecuali Nathan saja yang belum mempunyai pasangan di sini tetapi bukan berarti Digo langsung secara gamblang menceritakan permainan panasnya dengan Aruna bahkan sampai beronde ronde, apalagi sampai Nathan mendengarnya hal itu akan melukai perasaan dan hati Nathan bahwa sampai saat ini Nathan masih belum bisa move on dari Aruna.
Seharusnya aku yang ada di posisi kamu Di.. aku yang memanjakan Aruna, Aku yang memiliki Aruna seutuhnya...
Masih saja Nathan berpikir seperti itu, bahkan sudah beberapa kalinya ia mengatakan kalimat yang sama, seolah oleh dirinya masih tidak merelakan Aruna bersama dengan Digo. Bahkan entah sampai kapan ia tidak bisa move on dari Aruna yang mana memang pesona Aruna tidak bisa dipungkiri bisa membuat jungkir balik kehidupan Nathan, dan membuat Nathan juga sudah jatuh cinta kepada Aruna sejak dulu sejak pertama kali ia tidak sengaja bertemu Aruna dan sejak ia tahu jika dirinya dan juga Aruna sudah dijodohkan,.tetapi sayang sekali ... lagi dan lagi jodoh tidak memihak kepada Nathan.
Tidak ingin mendengar sesuatu lagi yang membuat hatinya sakit hati, Nathan memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya, ia bahkan mengurungkan niatnya untuk ke dapur membuat kopi.
Sementara Aruna, perempuan cantik itu merasa kedinginan berada di dalam kamar mandi padahal ia berendam dengan air hangat namun jam yang menunjukkan waktu tengah malam membuat udara di sekitar sana menjadi dingin hingga akhirnya menyudahi aksi berendamnya,.padahal ingin sekali dirinya berlama-lama di sana tetapi itu tidak mungkin.
Dengan cepat Aruna keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono saja kemudian perempuan cantik itu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok suaminya yang nyata-nyatanya belum berada di kamar ini hingga Aruna bergegas untuk mengambil pakaian gantinya dan masuk kembali ke kamar mandi.
__ADS_1
Mulai sekarang Aruna tidak boleh ceroboh jika ia tidak ingin dimangsa oleh suaminya di saat-saat yang tidak tepat. Aruna harus berhati-hati dengan sosok Digo karena bukan hanya terlihat dari wajahnya yang tampan, kalem dan tidak neko-neko tetapi di luar itu Digo adalah laki-laki yang garang laki-laki yang ganas dan bisa membuat Aruna tidak berdaya ketika berada di atas ranjang.