
Digo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia juga memegang tangan Aruna dan mencium punggung tangan Aruna.
Digo tau, apa yang akan dilakukannya nanti adalah salah besar namun ia tidak mempunyai pilihan lagi, kesempatan ini datang untuk kali ini saja dan Digo tidak ingin menyia-nyiakan itu.
"Maafkan gue Run, gue terpaksa melakukan ini karena gue sangat mencintai Lo, kalau gue nggak lakuin ini, gue akan kehilangan lo selamanya karena gue yakin Bang Nathan tidak akan membatalkan perjodohannya."
Ya Digo yakin untuk melakukan sesuatu yang akan merubah kehidupannya dengan Aruna nanti, meskipun itu salah tetapi Digo tidak punya pilihan lagi, hanyalah ini yang bisa ia lakukan .. dan percuma saja ia mengatakan kalau ia mencintai Aruna dan memohon supaya Nathan membatalkan perjodohannya dengan Aruna, karena yang ada semuanya hanya sia-sia saja, karena Nathan juga mencintai Aruna dan tidak akan melepaskan Aruna.
Tidak berselang lama, Digo sudah berada di apartemen saat ini memang jarak sekolah dengan apartemen milik Digo itu tidak begitu jauh hingga laki-laki itu dengan cepat sampai di parkiran apartemen.
Ya ini adalah apartemen pribadi milik Digo sendiri yang ia beli dari uang Digo hasil dari membantu Papanya bekerja di perusahaan.
Meskipun Digo masih pelajar tetapi ia sudah mempunyai saham di perusahaan Papanya dan dengan saham itu pula ia bisa membeli apartemen dan juga bisa menabung, tentu saja setelah ia menikahi Aruna nanti ia pastikan jika Aruna tidak akan kekurangan apapun dan dapat membahagiakan Aruna dan juga Digo akan terjun ke perusahaan milik Papahnya supaya bisa menabung untuk keperluan Aruna nantinya.
Dengan cepat Digo membuka pintu mobilnya kemudian laki-laki itu segera membuka pintu mobil yang ada Aruna di dalamnya lalu menggendong tubuh Aruna yang saat ini masih tidak sadarkan diri.
"Kamu cantik banget sayank."
Sembari menggendong Aruna, Digo melihat wajah cantik Aruna yang mengapa terlihat sangat mempesona yang sudah membuat Digo jatuh cinta pada gadis cantik ini.
__ADS_1
Tentunya selain cantik, Aruna juga memiliki hati yang baik dan ia tahu jika Aruna adalah gadis baik-baik dan juga tidak neko neko. Karena itulah dari awal bertemu dengan Aruna, Digo sudah jatuh cinta pada gadis itu tetapi sayang sekali Aruna yang mempunyai sifat jutek dan tidak menanggapi apa yang Digo perhatikan selama ini yang membuat Aruna malahan semakin risih dan juga jengkel padanya, padahal itu semua Digo lakukan demi untuk mendapatkan perhatian dari Aruna, demi membuat Aruna tertarik padanya.
Dengan cepat Digo membuka apartemennya kemudian pelan-pelan juga merebahkan tubuh Aruna ke atas ranjang di mana ini merupakan kamar utama yang sering ditempati oleh Digo.
Laki-laki itu tersenyum, sepertinya setan sudah merasuk di dalam pikirannya saat ini yang entah mengapa hanya dengan melihat wajah cantik Aruna saja, Digo sudah tidak tahan dan ingin melakukan sesuatu seperti yang sudah ia rencanakan.
Digo perlahan merangkak ke atas ranjang, laki-laki itu membelai halus pipi Aruna yang saat ini Aruna sendiri masih belum sadar dan tidak tahu dengan apa yang Digo lakukan.
Cup
Dengan lembut Digo mencium bibir Aruna, kemudian mencium kening Aruna sebagai tanda sayang dan cintanya kepada gadis cantik ini.
"Gue mandi dulu sayank."
Beberapa menit kemudian, dirasa sudah bersih dan wangi... Digo segera keluar dari kamar mandi. Digo hanya menggunakan handuk kimono saja dengan tidak memakai apapun juga di dalamnya supaya ia nanti bisa langsung mengeksekusi Aruna dan membuat Aruna menjadi miliknya.
Tidak ingin membuang kesempatan dan berlama-lama, Digo langsung saja mendekati kembali tubuh Aruna yang saat ini masih tidak berdaya, ia yakin sebentar lagi gadis cantik itu akan terbangun karena Digo memang sengaja tidak memberikan obat tidur dengan dosis yang tinggi supaya Aruna bisa merasakan apa yang ia lakukan dan menikmati semua sentuh-sentuhan yang diberikannya.
Dengan cepat Digo sudah berhasil membuka seluruh pakaian Aruna yang membuat Digo menelan salivanya, ia benar-benar kagum dan juga menggelengkan kepalanya manakala sebuah mahakarya indah terpampang nyata tadi depannya saat ini.
__ADS_1
"Lo benar-benar sempurna sayank dan gue tidak akan menyia-nyiakan lo."
Ya ini adalah pertama kalinya Digo melihat tubuh polos seorang perempuan dan juga pertama kalinya Digo memberikan sentuhan-sentuhan di atas tubuh Perempuan itu yang mana memang Digo berteman dengan keempat sahabatnya yang brengsek, bahkan keempat sahabatnya itu pernah melakukan sesuatu yang belum pernah Digo lakukan tetapi Digo sendiri baru kali ini akan melakukan sesuatu yang benar-benar mungkin akan membuat candu bagi dirinya.
Tapi hati-hati, jika lo sudah merasakan satu kali maka untuk seterusnya lo tidak akan pernah berhenti untuk melakukannya lagi, ibaratnya tubuh seorang perempuan itu seperti narkoba yang sekali lo hisab dan Lo sentuh maka lo akan menjadi candu dan ingin terus mengulanginya Lagi dan lagi dan lo tidak akan pernah berhenti karena lo sudah merasakan nikmat dan enaknya melakukan suatu hubungan itu..
Digo mengingat semua ucapan yang dikeluarkan oleh keempat sahabatnya yang brengsek, memang benar meskipun ia belum melakukan dengan tahap yang paling akhir yaitu memperkosa Aruna namun hanya memberikan sentuhan-sentuhan sedikit di beberapa titik di bagian tubuh Aruna saja, sudah membuatnya candu dan Digo tidak akan pernah bisa melepaskan Aruna dan malahan ingin mengulangi lagi dan lagi.
Digo memulai aksinya, bahkan ia segera melakukan sesuatu yang akan membuat hidupnya dan hidup Aruna berubah, namun Digo melakukan pemanasan lebih dahulu memberikan sentuhan-sentuhan lembut di setiap inci lekukan tubuh Aruna yang akan membuat Aruna ingat jika Digo lah pemilik tubuh indah itu.
Tidak terlewatkan sedikitpun semua yang berada di tubuh Aruna tak terlewati oleh sentuhan lembut bibir Digo dan Digo memberikan tanda-tanda cinta itu di semua tubuh Aruna hingga membuat tubuh putih Aruna tidak terlihat lagi putih, namun nampak ada bekas cinta yang di berikan Digo, hingga pada akhirnya..
Digo yang sudah tidak sabar untuk segera memiliki Aruna membuka handuk kimononya, laki-laki itu segera memposisikan dirinya di bagian bawah hingga Digo membulatkan matanya sempurna ketika ia sudah membuka lebar-lebar kaki Aruna.
Susah payah Digo menelan salivanya, lagi-lagi ia baru kali ini melihat sesuatu yang membuatnya gila.
Dan Digo kembali melancarkan aksinya membuat pemanasan dulu sebelum akhirnya laki-laki itu menghujamkan ular pitonnya ke arah inti Aruna..
Satu jam kemudian..
__ADS_1
Puas melakukan pemanasan dan bermain di area inti Aruna Digo langsung saja mengarahkan ular pitonnya yang sudah sejak tadi ingin masuk ke dalam, hingga..
"Sssttt......"