
"Lalu, bagaimana dengan Digo? Gue takut kalau Digo kenapa-napa tetapi gue juga harus ke cafe untuk mengambil bukti jika apa yang lo dan Digo dengar kemarin itu tidaklah benar kemarin kalian itu hanya mendengar setengahnya saja tetapi setelah gue mengatakan itu kalian pasti tidak mendengarnya iya kan?"
Sembari melajukan motornya dengan sangat kencang, Dino pun mengangguk, meskipun ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi tetapi ia masih bisa mendengarkan apa yang diucapkan oleh Aruna.
Dan memang benar jika kemarin ia dan Digo hanya mendengarkan sebentar saja kemudian pergi dari kafe itu, tidak mendengar secara lengkap apa yang sebenarnya diucapkan Aruna dengan Vina.
"Jangan khawatir, Dimas dan yang lainnya sudah berada di arena balapan dan memastikan jika Digo baik-baik saja."
Meskipun Dino mengatakan seperti itu tetapi Aruna masih saja merasa was-was namun ia tidak bisa berbuat banyak, perempuan cantik itu harus bertemu dengan pemilik cafe dan menceritakan apa yang diinginkannya.
Hingga akhirnya tidak ada 10 menit motor yang diajukan oleh Dino sudah sampai di cafe, Aruna dengan bergegas untuk masuk ke dalam tanpa menunggu Dino terlebih dahulu.
Aruna langsung saja menemui pelayan kafe itu dan meminta untuk bertemu dengan pemilik cafe yang kebetulan sekali Om Remon adalah pemilik dari cafe itu dan sekaligus teman dari Papanya Aruna.
"Biarkan Aku melihat CCTV yang kemarin Om, pasti di sini canggih sekali dan bukan hanya sebuah gambar saja tetapi bisa merekam percakapan aku dengan Vina, hanya percakapan aku dengan Vina saja tidak lebih dari itu."
Aruna merengek di depan Om Remon dan tentu saja Om Remon yang kenal betul dengan Aruna dan juga Papahnya Aruna langsung saja menggelengkan kepalanya bukan karena beliau itu tidak mau mengikuti apa yang diinginkan Aruna, tetapi bingung saja kenapa perempuan cantik dan manis ini tiba-tiba menemuinya dan merengek seperti itu.
"Kalau Om tidak memberikannya kepadaku maka aku tidak tahu lagi Om bagaimana nasib pernikahan aku nantinya."
Ucap Aruna sekali lagi yang mana membuat Om Remon melototkan matanya, ia sendiri bingung mengapa Aruna yang masih terbilang kecil sudah menikah dan Om Remon tidak tahu jika Aruna memang sudah menikah, karena rahasia pernikahan itu benar-benar ditutup rapat.
__ADS_1
"Kamu sudah menikah? mana mungkin? Papah kamu saja tidak memberitahukan kepada Om jika kamu sudah menikah, jangan bercanda kamu Aruna!! lalu kalau kamu sudah menikah, siapa suami kamu?"
Astaga .. Aruna sudah ketar ketir dengan Digo, dan ia secepatnya ingin mengambil rekaman yang berada di cafe ini tetapi mengapa Om Remon malah memberikan pertanyaan-pertanyaan yang panjang dan lebar tentu saja jika Aruna menjelaskan semuanya pasti waktunya tidak tepat.
"Aku tidak bercanda Om,.dan kalau Om tidak percaya boleh menelepon Papa aku sekarang tetapi beliau berada di Australia yang mungkin saja sedang sibuk dan tidak menerima telepon. Oke sekarang aku beritahu sama Om, aku menikah dengan Digo Narendra Putra, putranya Papi Rendra...pasti om sendiri sudah kenalkan? Karena Om juga berteman dengan Papi Rendra."
Lagi dan lagi Om Remon menggelengkan kepalanya, mendadak ia dibuat tidak percaya dengan pengakuan dari Aruna, tetapi melihat keseriusan Aruna dan mata Aruna yang sangat tajam dan tidak mengisyaratkan sebuah kebohongan akhirnya Om Remon mengganggukan kepalanya, ia mencoba mempercayai karena ia sendiri sudah mengenal baik siapa Aruna itu dan mungkin saja pernikahan Aruna dengan putra dari Rendra memang sengaja dirahasiakan jadi tidak banyak orang yang tahu.
"Oke om lihatkan rekaman itu tetapi kamu masih punya hutang penjelasan sama Om. Om masih belum puas dengan apa yang kamu katakan, bisa-bisanya kamu yang masih kecil dan masih sekolah menikah di usia muda, apa jangan jangan kamu hamil duluan karena pergaulan bebas?"
Ujar Om Remon menelisik ke arah Aruna, terlebih lagi Om Remon melihat ke arah perut Aruna, siapa tau memang dugaannya benar kalau Aruna hamil.
"Ngarang Om ini, aku hamil duluan? pastinya perutku saat ini sudah besar karena aku menikah dengan Digo itu sudah satu bulan."
Sembari mengucap perempuan cantik itu melihat rekaman yang ada di laptop milik Om Remon, tentu saja bukan hanya melihat saja, tetapi Aruna juga menyalin adegan demi adegan percakapan demi percakapan yang ia lakukan bersama dengan Vina.
"Lalu kalau tidak hamil duluan kenapa bisa kamu menikah dengan Digo?"
"Kepo!! introgasinya besok-besok saja Om, yang jelas terima kasih banyak Om, besok aku ke sini kalau urusanku dengan tikus sudah membaik dan pastinya aku akan menceritakan semuanya kepada Om!"
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Aruna lalu mencium punggung tangan Om Remon yang sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri dan tidak lupa mengucapkan terima kasih, kemudian bergegas keluar dari ruangan Om Remon.
__ADS_1
Dan seketika Aruna keluar sudah ada Dino yang berada di luar, memang sedari tadi Aruna tidak membiarkan Dino untuk masuk, bukannya apa-apa .. Aruna takut jika Om Remon tidak mau bertemu dengan orang asing apalagi ini menyangkut privasi yang mungkin saja Om Remon keberatan dan jika Om Remon tidak kenal Aruna, maka Om Remon juga tidak akan memperlihatkan rekaman kejadian kemarin.
"Sudah?"
Aruna menganggukkan kepalanya, kemudian mengetikkan sesuatu di ponselnya yang saat ini masih digenggam, ia akan mengirimkan rekaman video itu di nomor Dino supaya Dino melihat kejadian yang sebenarnya karena semuanya hanya salah paham saja.
TingĀ
Dino yang ingin mengajak Aruna cepat-cepat untuk naik ke motornya tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, karena ia mendengar pesan masuk dalam ponselnya. Laki-laki itu segera mengambil ponselnya dan melihat siapa gerangan yang mengirimkan pesan.
Dino melihat ada nama Aruna di sana, ia pun melirik ke arah Aruna, mengapa malahan istri dari Digo itu mengirimkan pesan padanya, kenapa nggak langsung ngomong saja.
"Sebelum bertemu dengan Digo, Lo sebaiknya lihat dulu secara lengkap, kalau kalian berdua itu salah paham."
Dengan cepat Dino membuka video yang baru saja diberikan oleh Aruna, dan betapa terkejutnya ia saat melihat rekaman yang beberapa detik setelah ia pergi itu dan terlihat jelas kata-kata Aruna setelah itu, memang Aruna bilang sayang dengan Nathan, tetapi hanya sebatas sebagai kakak kandungnya saja bukan lebih dari itu dan Aruna juga mengatakan kalau Aruna itu cinta dengan Digo.
"Jadi?"
Tanya Dino sekali lagi yang saat ini membutuhkan jawaban dari Aruna, yang pastinya ini akan menjadi berita yang begitu menggembirakan oleh Digo tentunya sebelum semuanya terlambat.
"Lebih baik sekarang kita bertemu dengan Digo, gue takut terlambat ke sana!"
__ADS_1