My Crazy Husband

My Crazy Husband
Maafkan Aku


__ADS_3

Sudah 2 hari Aruna berada di rumah sakit yang sudah dua hari pula ia tidak melihat wajah Digo. Bukan karena Digo tidak mau menemui Aruna tetapi memang itu adalah permintaan dari mama Dina dan juga Mami Nina meskipun sebenarnya diriku sendiri tidak kuat sehingga tidak bisa bertemu dengan Aruna dan memeluk tubuh Aruna apalagi saat ini Aruna sudah mengandung anaknya tentu saja Digo tidak mampu jika tidak seperti itu tetapi ini semua demi kebaikan adonan.


Iya bukan Digo tidak melihat Aruna secara langsung tetapi laki-laki itu setiap hari juga pergi ke rumah sakit memandang wajah cantik arona dari pintu yang atasnya ada kacanya Digo bisa melihat wajah Aruna meskipun dari jarak jauh tetapi itu bisa membuat sedikit lebah terlebih lagi Mama Dina dan juga Mami Nina yang setiap hari memperlihatkan video Aruna yang terlihat lebih baik daripada hari kemarin.


Iya tanpa sepengetahuan dari Aruna setiap kali Mama Dina maupun maminin menemani Aruna, 2 perempuan cantik itu selalu mengambil video dan diperlihatkan kepadaku tentu saja itu atas permintaan digoyang memang tidak bisa bertemu dengan istrinya.


Meskipun tidak puas tetapi tidak masalah yang penting ia sudah tahu jika kondisi Aruna dan calon bayinya itu baik-baik saja walaupun Digo sendiri belum tahu bagaimana kelanjutannya nanti.


Ya seperti siang ini setelah pulang sekolah di ke rumah sakit meskipun ia hanya berdiri di depan ruang perawatan Aruna tetapi itu sudah lebih cukup dan juga sudah 2 hari Digo tidak ke perusahaan ataupun ke restoran yang mana pikirannya benar-benar tidak fokus jika harus meninggalkan Aruna walaupun keadaan Aruna sudah lebih membaik tetapi ia benar-benar tidak bisa untuk bekerja sembari memikatkan kondisi Aruna dan juga anaknya.


"Mi, berikan ini untuk Aruna tetapi jangan bilang dari aku ya Aku tidak mau Aruna berpikir yang macam-macam biarkan Aruna sendiri dulu mungkin lebih baik seperti ini aku yakin jika Aruna pasti mau mengerti daripada aku nanti masuk yang pastinya membuat Aruna semakin membenciku dan tidak mau menerima kehadiranku."


Digo memberikan es krim coklat kesukaan Aruna dan juga beberapa kue yang memang itu menjadi favorit Aruna dan menyerahkannya kepada Mami Dina yang baru saja mau masuk ke ruang perawatan Aruna.


"Iya nanti mami kasihkan, kamu yang sabar ya nak jangan bertindak nekat dan jangan berpikir yang macam-macam mami yakin pasti Aruna akan mempertahankan anaknya, Aruna hanya butuh waktu saja."

__ADS_1


Kemudian beliau masuk ke dalam ruang perawatan Aruna beliau juga merasa sedih dengan putranya saat ini terlihat kurus dan tidak semangat meskipun baru dua hari diperlakukan Aruna seperti itu tetapi itu tidak masalah itu sebagai pembelajaran buat Digo dan juga membuat Digo menjadi lebih dewasa.


Sedangkan Aruna perempuan cantik itu gelisah sudah dua hari ini ia tidak bertemu dengan suaminya tentu saja ada rasa tangan terus bersedih dalam pikirannya terlebih lagi kondisinya saat ini yang sedang tidak stabil dan juga mengandung anak Digo yang pastinya Aruna ingin selalu berada di dekatku apalagi calon buah hatinya yang mendadak jadi Melo dan ingin bertemu dengan ayahnya.


Tetapi Lagi dan lagi gengsi Aruna yang terlanjur tinggi dan juga ia belum siap menerima Digo saja ia nanti marah-marah juga bertemu dengan Digo karena Aruna sampai saat ini belum yakin dengan apa yang sudah diputuskannya hingga membuat Aruna hanya bisa menahan kangen tanpa mengatakan semuanya kepada Mamah Dina dan juga Mami Nina.


"Makan ya nak."


Mama Dina yang melihat Aruna hanya diam saja beliau tahu jika menantunya itu kangen dengan Digo tetapi gengsi untuk mengakuinya.


Tidak masalah, Mami Dina langsung saja menghampiri Aruna kemudian membuka es krim titipan dari Digo berikut juga kue coklat favorit Aruna itu.


Makanan itu? Pasti dari Digo?


"Dihabiskan nanti kalau kurang Mami belikan lagi."

__ADS_1


Aruna yang tadinya semangat sekali Iya pikir jika kedua makanan itu berasal dari Digotetapi sayang sekali baru dua suapan makanan itu masuk ke dalam mulutnya tiba-tiba Aruna terdiam karena ia mendengar jika makanan itu bukan berasal dari dikotil tetapi baru dibeli dari Mami Dina.


"Jadi ini Mami yang belikan?"


Mami Dina menganggukkan kepalanya seperti pesan dari Diego bahwa beliau tidak boleh mengatakan jika semua itu adalah pemberian dari juga tentu sajak beliau tidak mau jika Aruna nanti menolaknya dan tidak jadi makan.


Kirain yang belikan Digo ternyata bukan Apa memang tikus sudah tidak peduli dengan aku lagi apa memang di benar-benar marah sama aku hingga ia tidak datang menemuiku ataupun sekedar menanyakan kabar tentangku? Apakah aku yang memang terlalu egois memikirkan kepentinganku sendiri tanpa mempedulikan perasaan Digo kalau memang ia berarti aku merasa bersalah Dengan suamiku maafkan aku dimaafkan aku, tapi jujur saja aku masih bingung aku masih bimbang aku masih belum bisa memutuskan semuanya meskipun aku sudah merasakan kehadiran anak ini dan akan mempertahankannya namun rasa kecewa yang menyelimutiku kepada kamu membuat aku masih belum bisa mengambil keputusan.


Ya setelah 2 hari bersama dengan Mami Dina dan juga mamirina Aruna berpikir lagi Aruna juga tidak akan pernah menggugurkan kandungannya Aruna sudah diberitahu dan nasehat-nasehat oleh kedua orang tua itu yang mana memang tidak masalah jika aroma hamil toh juga tidak akan mengganggu aktivitasnya di sekolah hanya saja mungkin Aruna tidak bisa mengikuti ujian praktek 2 minggu lagi yaitu saja tetapi selebihnya tidak ada yang berbeda bahkan Ibu juga tidak akan melarang aroma untuk kumpul bersama teman-temannya Digo juga tidak akan melarang Aruna untuk kuliah ataupun yang lainnya semuanya tetap sama Aruna masih bisa pergi bersama teman-temannya meskipun di sela-sela kesimpulan sebagai seorang istri dan juga Ibu.


"Kenapa sayang tidak enak ya atau mau nambah lagi?"


Mami Dina mengerti jika sebenarnya Aruna ingin sekali bertemu dengan Digo dan mahamedinya juga tahu jika sebenarnya Aruna mengira jika pemberian itu dari Digo tetapi semuanya terpaksa bila bukan oleh Mami Dina beliau juga ingin melihat bagaimana menantu cantiknya itu merindukan suaminya.


"Tidak Mi ini sudah cukup.."

__ADS_1


Iya karena perutnya yang masih lapar Aruna memakan lagi es krim dan juga kue coklat itu secara bersamaan persis seperti anak kecil saja.


Sedangkan di luar sana Digo tersenyum ia masih memandang wajah cantik Aruna yang saat ini makan makanan kesukaan tuh dengan belepotan ingin rasanya Digo masuk ke dalam dan juga mengelap bibir Aruna yang belepotan karena makan makanan yang tidak teratur seperti itu.


__ADS_2