My Crazy Husband

My Crazy Husband
Tulus


__ADS_3

"Tapi gue nggak mau Di,  gue nggak mau jika nanti pacar lo marah-marah sama gue."


"Pacar? pacar yang mana lagi? aku sudah putus dengan Miranda, bukankah kamu juga sudah mendengarnya jika hubungan aku dan Miranda sudah berakhir sebelum kita melakukan malam panas itu?"


Ya tentu saja Aruna mendengar jika Digo memang sudah putus dengan Miranda tetapi tidak menutup kemungkinan jika Miranda masih sangat mencintai Digo dan juga masih ingin kembali lagi dengan Digo.


"Ya siapa tahu dia masih cinta sama lo dan mau balikan lagi sama lo, ingat Di..gue nggak ingin dicap sebagai perusak hubungan orang."


"Tidak akan pernah sayank, tidak akan pernah ada orang orang yang mengatakan seperti itu, nyata-nyatanya kamu memang bukan perusak hubungan orang, kalau saja iya..yang melakukan itu adalah Miranda, karena aku dari dulu .. dari awal sejak kita bertemu dan masuk ke sekolah itu, aku sudah ada rasa sama kamu tetapi sayang sekali, kamu terlalu jutek dan membenci aku jadinya.."


"Sudah ada rasa sama aku tapi kenapa pacara nya sama Miranda?"


Aruna sedikit kesal mendengar pernyataan dari Digo, memang sepertinya Digo dan keempat sahabatnya itu sama-sama saja, sama-sama perayu ulung dan suka mempermainkan wanita, hingga saat ini Aruna belum bisa membuka hatinya untuk Diego meskipun Digo sudah berulang kali memberikan perhatian lebih untuk Aruna tetapi rasanya rasa sayang dan cintanya itu terkalahkan dengan rasa benci yang dimiliki untuk Digo.


"Kamu cemburu? tenang saja aku tidak akan berpaling lagi dari kamu, untuk soal Miranda aku terpaksa jadian sama dia, kamu tahu sendiri kan Miranda itu orang seperti apa dan aku risih ketika dia nempel-nempel sama aku terus."


"Oh ya berarti besok jika ada Miranda Miranda yang lain lo juga akan menerimanya sebagai pacar lo, begitu kan?"


Astaga harus bagaimana lagi Aku menjelaskan kepada Aruna, tetapi meskipun aku jelaskan .. Aruna juga belum bisa memahami karena ia terlihat sedikit emosi.


"Bukan seperti itu konsepnya sayank, sudahlah masalah Miranda tidak perlu diperdebatkan lagi dan aku juga tidak mau menurunkan kamu di perempatan atau di manapun, aku yang menjemput kamu dari rumah dan kita sama-sama masuk ke dalam sekolah, titik tidak ada bantahan."

__ADS_1


Digo sengaja untuk tidak membahas lagi masalah Miranda, bukannya ia tidak suka atau bagaimana tetapi untuk menetralisir kan nanti jika Aruna tiba-tiba marah dan mengungkit tentang dirinya dan juga Miranda atau malah mempermasalahkan tentang hubungannya nantinya dan beberapa perempuan lain yang sudah mengincar Digo.


Hingga akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Diego sudah masuk ke dalam sekolah dan tentu saja keempat sahabat Digo sudah di depan gerbang dan pastinya entahlah mengapa keempat sahabatnya itu juga ikut-ikutan berangkat pagi.


Aruna membuka sabuk pengamannya, ia juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk Digo hingga akhirnya tangan Aruna membuka handle pintu mobil tetapi dengan cepat Digo menarik tangan Aruna karena ia masih ingin berbicara lagi dengan calon istrinya itu.


"Uang jajan kamu sayank dan mulai sekarang semua kebutuhan Kamu adalah tanggung jawab aku."


Ya memang Digo sudah membicarakan ini semuanya kepada Papinya dan juga kepada Papa Adi jika mulai dari kemarin, saat ia sudah melamar Aruna semua kebutuhan Aruna, Digo lah yang menanggung. Dan juga sebentar lagi ia dan Aruna akan menikah jadi apa-apa harus Digo yang memberikannya dan Digo  juga sudah meminta Papa Adi untuk menyetop uang jajan Aruna.


"Tidak perlu, gue masih punya uang jajan sendiri."


"Buat jaga-jaga sayank siapa tahu kamu nanti ingin membeli sesuatu di kantin."


Digo mengambil dompetnya kemudian memberikan dua lembar kartu yang dulunya sudah pernah ia berikan kepada Aruna tetapi Aruna menolaknya.


Dan sama seperti dulu Aruna juga pagi ini menolak pemberian dari Digo, bukannya apa-apa tetapi mereka belum resmi sebagai suami istri dan Digo belum sepenuhnya bertanggung jawab atau semua kebutuhannya.


"Tidak perlu."


"Terima saja sayank, sebentar lagi kita menikah dan semua kebutuhan kamu, aku yang nanggung."

__ADS_1


"Ya kalau kita jadi menikah kalau tidak, sudah lah gue mau turun dan malas berdebat untuk masalah hal beginian."


Deg


Digo menghela nafasnya panjang, lagi lagi Aruna menolak pemberiannya, mungkin saja apa karena memang belum sah menjadi istrinya, jadi dengan tegas menolak apa yang sudah diberikan oleh Digo dan tentu saja ucapan dari Aruna itu membuat Digo sedikit kecewa tetapi ia harus lebih bisa bersabar menghadapi Aruna dan tidak menunjukkan kekecewaannya itu.


"Asal kamu tahu Aruna, Aku tidak main-main dengan pernikahan ini, aku juga tidak hanya sekedar ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan, tetapi aku benar-benar mencintai dan menyayangi kamu dan aku tidak mau kehilangan kamu jadi apapun yang kamu katakan, apapun yang kamu lakukan, minggu depan kita akan tetap menikah, kalau perlu aku akan mempercepat semuanya dan juga aku sudah mengurus keperluan kita untuk acara nikah nantinya. Dan satu lagi kamu tidak perlu khawatir, seperti apa yang kamu inginkan..  tidak ada yang tahu kalau kita menikah kecuali keempat sahabatku dan mungkin juga sahabat kamu tetapi satu hal, Aku tidak akan merahasiakan hubungan ini di mana mungkin saja hubungkan kita di sekolah hanya sebatas sebagai kekasih namun itu tidak masalah dan kuharap kamu mau mengerti dengan apa yang aku rasakan, setidaknya  sedikit saja lebih mengerti perasaanku dan tidak membuat aku kecewa."


Jlebbb


Sama halnya seperti tadi Digo yang sedikit kecewa dengan Aruna, Aruna juga tersentuh hatinya mendengar ucapan dari Digo yang mana memang di sini ia bersalah karena sudah membuat Digo kecewa, tetapi apa mau dikata lagi kalau memang hatinya belum bisa menerima Digo sebagai calon suaminya, entahlah mungkin Aruna masih butuh banyak waktu untuk menerima kenyataan ini.


"Dan satu lagi Aruna, Aku sangat mencintaimu benar-benar mencintai kamu dan aku akan melakukan apapun untuk membuat kamu bahagia, percayalah cintaku ini bukanlah sekedar cinta monyet atau semata-mata hanya main-main belaka, aku tulus sama kamu."


Cup


Digo mencium punggung tangan Aruna, kemudian pelan-pelan ia melepaskan genggaman tangan itu dan membiarkan Aruna untuk keluar dari mobilnya.


Ya Aruna tanpa sepatah kata pun langsung saja keluar dari mobilnya bahkan perempuan cantik itu menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan kalau tidak ada yang melihat dirinya keluar dari mobil Digo.


Ya menjadi pacar Digo atau malah menjadi istri dari Digo bukanlah impian Aruna, bukan karena Digo kurang tampan atau kurang kaya tetapi Aruna sendiri yang kurang suka dengan sikapnya Digo yang mungkin menurut Aruna Digo itu terlalu mencari perhatian dengan perempuan-perempuan yang ada di sekolah ini apalagi dengan Keempat sahabatnya yang sudah jelas jelas suka memainkan hati wanita.

__ADS_1


__ADS_2