
"Sayang kita siap-siap ya kita akan melihat kondisi kamu jangan berpikir yang macam-macam percayalah jika semua baik-baik saja."
Kembali lagi, Digo yakinkan arena kemudian laki-laki itu mengandung kursi roda untuk seluruh tubuh aroma supaya Aruna cepat diperiksa dan dapat mengetahui kondisi kesehatan ormas saat ini.
Ya Aruna sudah sedikit tenang setelah diberikan pengertian oleh Mami Nina dan juga mama Dina Aruna sudah tidak lagi berteriak-teriak dan menyalahkan dirinya meskipun begitu masih tersirat kesedihan di wajah Aruna.
"Sayang semangat ya berpikir yang positif.."
Lagi lagi Aruna menganggukkan kepalanya kemudian dikur dengan segera mendorong kursi roda itu untuk menuju ke ruangan dokter spesialis kandungan itu untuk memeriksa keadaan Aruna saat ini.
Tentu saja bukan hanya duduk saja yang menemani tetapi kedua orang tua Digo dan juga kedua orang tua Aruna juga sudah berada di dalam ruangan itu di mana mereka semua ingin mendengar lebih jelas lagi Bagaimana kondisi aroma dan jika sampai terjadi kejadian yang buruk maka mereka semua siap akan membawa Aruna untuk ke luar negeri memeriksakan kondisi aroma supaya aroma bisa benar-benar pulih.
"Silakan berbaring Nyonya biar nanti saya periksa..."
Dengan dibantu Digo, Aruna berbaring kemudian dokter itu segera mengoleskan gel di perut Aruna lalu menekan alat yang seperti berbentuk mouse komputer itu di perut Aruna dan terlihat di sana di layar monitor apa yang terjadi di dalam perut Aruna saat ini termasuk kondisi rahim Aruna.
"Keluarganya bisa lihat di arah monitor itu ada sedikit luka robek di rahim Aruna tetapi Alhamdulillah sekali karena robekan itu sangat kecil dan bisa teratasi."
Meskipun tadi sempat panik mendengar ada luka robekan diharani Aruna tetapi setelah dokter cantik itu menjelaskan secara detail lagi tentang kondisi rahim Aruna mereka semua bisa bernafas dengan lega begitu juga dengan arona dan Digo yang bisa kembali tersenyum.
"Dengan begitu Nyonya Dan Tuan Digo tidak pernah khawatir lagi dengan pengobatan dan juga menjaga kondisi dan kesehatan bisa hamil lagi tetapi maaf sekali sebaiknya untuk mendapatkan sebuah momongan lagi nyonya dan Tuan Narendra perlu menjaga jarak dari sekarang terlebih lagi kondisinya Aruna yang habis keguguran dan juga usaha Nyonya Aruna yang masih pernah Muda jadi saya sarankan untuk menundanya sebentar tidak perlu terburu-buru untuk mendapatkan momongan lagi karena memang semuanya baik-baik saja dan tidak perlu ada yang ditakutkan lagi."
Dokter cantik itu menjelaskan panjang dan lebar tentu saja selain mengenai kondisi kesehatan Aruna juga menyarankan untuk Digo dan Aruna menunda momongan terlebih dahulu.
Baik Aruna maupun Digo menganggukkan kepalanya Mungkin memang benar jika mereka terlalu terburu-buru untuk mendapatkan semuanya ini hingga akhirnya sesuatu yang diinginkan itu harus hilang begitu saja meskipun tidak mereka harapkan tetapi mendengar penjelasan dari dokter kandungan itu seakan-akan keduanya tersadar untuk lebih berhati-hati lagi dan memang harus menunda ngomong atau lebih dahulu mengingat kondisi Aruna yang memang belum stabil juga untuk memulihkan rahim Aruna yang memang sedikit ada luka.
"Alhamdulillah..."
Semuanya berucap syukur atas penjelasan dari dokter kandungan itu di mana mereka tidak perlu khawatir lakukanlah kondisi Aruna begitu juga dengan Aruna yang mulai tersenyum apa yang ditakutkan ternyata tidak terjadi.
"Jadi mulai saat ini nyonya Aruna tidak perlu berpikir yang tidak tidak cukup menjaga kesehatan saja dan pola makannya juga dijaga supaya kondisi Nyonya Aruna kembali pulih lagi."
"Iya dokter terima kasih..."
Ada sedikit rasa raga di dalam hati Aruna maupun di kebawah apa yang ada di dalam pikiran buruk mereka tidak terjadi dan keduanya kini sudah kembali ke ruang perawatan Aruna dengan Digo yang tidak meninggalkan Aruna tersebut saja walaupun sebenarnya Mami Nina dan juga mama Dina sudah meminta Digo untuk pulang dulu istirahat di rumah tetapi Digo tetap ingin bersama dengan Aruna.
"Maafkan aku ya sayank, aku yang terlalu terburu-buru meninggalkan anak tetapi untuk hari ini aku akan mengikuti apa yang dikatakan oleh dokter untuk menundanya sebentar, ya meskipun sebenarnya aku ingin sekali memiliki anak tetapi aku sadar jika mungkin kita masih terlalu muda untuk mendapatkan semuanya."
Digo sudah berada di samping Aruna dengan tubuhnya memeluk tubuh Aruna saat ini di mana digu mencurahkan semua rasa perhatian dan juga kekasih sayangnya kepada istrinya itu dan mengatakan sesuatu yang mungkin membuat Digo harus benar benar bisa menahannya.
"Terima kasih sayang dan maafkan aku.."
"Kamu tidak salah sayang kamu juga tidak perlu meminta maaf ini adalah pelajaran buat kita yang terlalu terburu-buru ingin mendapatkan sesuatu. Dan kamu benar kita harus fokus dulu untuk sekolah kita nantinya sebentar lagi kita akan lulus dan pastinya setelah itu aku akan memastikan dulu kondisi kamu baik-baik saja baru kita melakukan program kehamilan yang mana pastinya Aku Dan Kamu sudah siap untuk menjadi seorang orang tua."
Aruna tersenyum sama seperti Digo perempuan cantik itu juga mengeratkan pelukannya terasa nyaman dan juga benar-benar bisa membuat hati Aruna tenang meskipun begitu keduanya masih sama-sama terpukul dengan kejadiannya menimpa dirinya saat ini walaupun semuanya itu ada hikmah dibalik semuanya tetapi mereka hanya manusia biasa yang pastinya ada rasa sakit dan juga kecewa.
"I love you sayang Aruna,.ku.."
"I love you too Mas digo."
Keduanya sama-sama tertawa dengan tangan dikuti terulur untuk menghapus air matanya masih menetes di pipi istrinya itu di kota jika Aruna masih menangis tentang kejadian yang menimpanya tetapi semuanya tidak perlu ditangisi semuanya sudah terjadi dan untuk kedepannya harus lebih hati-hati dan berpikir secara dewasa untuk bisa memutuskan segala sesuatunya.
"Bobok yuk Kamu harus istirahat supaya kamu cepat boleh."
"Iya tapi aku sudah tidak betah berada di sini Mas kalau kapan aku pulangnya..."
"Baru aja sehari berada di sini jika kondisi kamu terus membaik dokter memastikan dua hari lagi kamu bisa pulang maka dari itu kamu harus menjaga kesehatan kamu makan makanan dan juga minum obatnya meskipun aku tahu kamu tidak suka minum obat tetapi minum semua harus kamu lakukan supaya kondisi kamu benar-benar cepat pulih."
Anggukan kepalanya Aruna untuk kali ini ia menurut terhadap suaminya kemudian perempuan cantik itu benar-benar tidur diperlukan Digo dengan Digo myang matanya belum terpejam sama sekali ia masih memandang wajah cantik ini sudah terlelap.
Tidak bisa tidur itu yang Digo rasakan saat ini kemudian laki-laki itu pelan-pelan melepaskan pelukannya ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Dito dan menanyakan tentang keberadaan laki-laki yang sudah membuat istrinya seperti ini dan pastinya ia harus menemui laki-laki itu dan menjebloskan laki-laki itu ke dalam penjara guna mempertanggungjawabkan semuanya.
*****
"Brengsek!!"
Dari sambungan telepon Digo mengumpat kesal terhadap laki-laki yang sudah menabrak istrinya dan dari penyelidikan ke CCTV memang kejadian itu tidak sehati sengaja bukan karena ada seseorang yang berniat untuk mencelakai Aruna tetapi memang murni sebuah kecelakaan.
"Sialan!! laki-laki itu dan yang lainnya ke penjara gue nggak mau jika sampai dia bebas dia harus mempertanggungjawabkan jawaban semuanya!!"
__ADS_1
Ucap Digo, dibalik sambungan telepon dengan Dito, Digo memang geram sekali ingin menghabisi nyawa laki-laki yang sudah menabrak istrinya tetapi ia masih berpikir dan masih sadar buat apa tangannya ia kotori untuk membunuh laki-laki itu masih ada Aruna yang membutuhkannya dan lebih baik kasus ini di kuserahkan kepada polisi toh juga semua bukti-bukti sudah kuat supaya laki-laki itu nantinya akan mendekam di penjara.
Setelah ia menutup panggilan telepon dengan Digo mengepalkan tangannya mengapa laki-laki yang menabrak istrinya itu masih muda seumuran dengan dia dan dari informasi yang didapatkan laki-laki itu adalah laki-laki urakan laki-laki dari geng motor yang baru saja pindah ke kota ini.
Digo merasa kenakalan remaja di kota ini semakin membludak meskipun ia bukanlah ikut-ikutan dalam geng itu dan Diko juga tidak mau sok suci atau bagaimana tetapi dengan kejadian yang menimpa Aruna membuat dikurang sendiri.
Kebut-kebutan dan juga melajukan motornya dengan kecepatan itu tinggi dapat mengakibatkan fatal yang berakibat bisa menghilangkan nyawa seseorang.
Setelah memastikan semuanya aman Digo kembali ke ruang perawatan Aruna, ia tidak mau jika nanti arona bangun lalu mencari dirinya juga akan memastikan arona tetap nyaman berada di dalam kamar bersama dirinya dan tidak akan pernah membuat Aruna bersedih.
Sementara di tempat lain Firman yang baru saja turun dari pesawat laki-laki itu merasa lega karena sudah kembali ke Indonesia selama hampir satu minggu lebih firma meninggalkan kota kelahirannya dan pastinya ia merindukan seseorang.
"Langsung pulang Bos?"
Firman menganggukan kepalanya meskipun sebenarnya ia ingin sekali bertemu dengan Aruna tetapi tidak mungkin karena pastinya Aruna saat ini sudah tidur dan tidak mungkin bertamu dalam kondisi seperti ini.
Dan meskipun Firman sudah menyiapkan semuanya tetapi ia harus mem planning lagi dan juga harus bersih-bersih tubuhnya dan juga harus koordinasi dengan Papah Adi siapa tahu Papa adik tidak berada di rumahnya.
Hingga akhirnya Firman memutuskan untuk kembali saja ke rumah untuk menemui Aruna bisa besok sore yang nyatanya memang kondisi Firman sakit telah dan tidak mungkin juga bertamu dalam keadaan seperti ini.
Tidak membutuhkan lampu waktu lama hanya 30 menit sudah sampai di rumahnya Firman disambut oleh kedua orang tuanya yang saat ini sudah berada di rumah.
"Remon mana?"
Yang pastinya tidak melihat adik sepupunya itu berada di ruang keluarga membuat Firman bertanya-tanya karena ia yang dititipi oleh omnya yang berada di Bandung untuk mengawasi setiap gerak-gerik Remon dan memastikan jika Remon dalam kondisi yang baik-baik saja tidak keluar rumah ataupun keluyuran.
"Ada di kamar Fir, memangnya ada apa?apa Remon membuat masalah lagi?"
"Sejauh ini tidak mah tetapi Firman juga tidak tahu karena satu minggu lebih Firman juga tidak ada di rumah nanti jika Firman mendapatkan informasi tentang kenakalan Remon baru Firman akan bertindak."
Ada sedikit lega karena adik sepupunya yang bandel itu berada di rumah meskipun sebenarnya Firman tahu jika disebut punya itu bukan laki-laki yang baik tetapi ia akan berusaha untuk menjaga dan menyadarkan Remon supaya tidak menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab.
Firman lalu naik ke atas dan tentu saja sebelum ia masuk ke dalam kamarnya ia melihat dulu kamar lemon melihat jika memang benar adik sepupunya itu berada di dalam kamar dan tertidur.
Dan benar saja setelah ia membuka kamar remote terlihat sekali Remo sedang tidur terlelap entah itu pura-pura atau tidak yang jelas ada sedikit lega di dalam hati Firman yang mana sedari kemarin perasaannya tidak menentu entah karena apa Firman sendiri tidak tahu.
Setelah memastikan keadaan Remon, Firman Bergas menuju ke kamarnya ia sudah gerah dan ingin mandi lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang istirahat sebentar sembari nanti malam mengatakan kepada kedua orang tuanya susah mempersiapkan diri kalau besok ingin mengunjungi rumah Aruna, bersilaturahmi sekaligus melamar Aruna.
Tetapi baru saja Firman memejamkan matanya tiba-tiba ia mendengar pasalnya berdering tentu saja Firman langsung mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang menelponnya.
"Kenapa menelpon aku? apa ada sesuatu yang penting?"
Tentu saja Firman tahu siapa yang menelponnya itu karena yang menelponnya adalah orang kepercayaan Firman yang ditugaskan untuk memberikan informasi apa saja yang berkaitan dengan seputar keluarganya baik itu mengenai Aruna Remon ataupun mengenai musuh-musuh firmanya saat ini masih berkeliaran.
"Halo..."
"Apa? Kamu sudah pastikan informasi ini adalah benar?"
Setelah memastikan kebenaran itu Firman langsung saja menutup ponselnya ia tidak jadi melanjutkan tidurnya tetapi bergegas untuk berganti pakaian dan keluar dari kamar sepertinya berita yang didapatkan ini benar-benar membuat Firman karena sudah terjadi sesuatu dengan Aruna.
Yang pastinya Firman baru mendapatkan informasi jika Aruna mengenai Aruna yang kecelakaan tadi siang dan tentu saja itu membuat Firman kepikiran. Bagaimana kondisi Aruna saat ini karena informasinya tidak yang didapat itu kuranglah valid dan tidak mengabarkan Bagaimana kondisi Aruna saat ini sehingga membuat firmanMu tidak mau harus menemui Aruna di rumah sakit itu melihat keadaan Aruna
"Semoga kamu baik-baik saja sayank, aku tidak bisa membayangkan jika kamu kenapa-napa.."
Dengan buru-buru firman melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar dan tentu saja ia ingin segera menuju ke rumah sakit melihat keadaan Aruna.
Tetapi Baru saja sampai di luar Firman membuka pintu tiba-tiba Ada petugas dari kepolisian yang datangnya pastinya Firman tanpa terkejut Ada apa sebenarnya mengapa ada sekumpulan polisi datang ke rumahnya
"Selamat malam Pak, apakah betul ini adalah rumah saudara Remon..?"
Tanya pak polisi itu dengan tegas meskipun ratu wajahnya sangat menyeramkan tetapi tidak begitu menakutkan dan firman langsung saja melakukan kepalanya karena memang benar selama di Jakarta ini Remon tinggal bersama dengan dirinya dan kedua orang tuanya berikut dengan identitas Remon saat ini
"Iya Pak, Remon itu adalah adik sepupu saya kalau boleh tahu kenapa bapak mencarinya?"
Penasaran tentu saja mengapa pak polisi itu mencari Remon, apakah Remon terlibat tawuran dengan sekolah lainnya atau Remon terlibat narkoba atau sesuatu yang mengakibatkan polisi itu datang ke sini.
*****
"Remon terlihat kasus kecelakaan yang membuat seseorang masuk ke rumah sakit dan saudara Remon juga tidak bertanggung jawab langsung kabur saja."
__ADS_1
Mendengar ucapan dari pak polisi itu Firman apakan tangannya baru satu minggu lebih ditinggal Firman ke Jepang tetapi mengapa disebut punya itu berulah dan laki-laki ulahnya ini bukan hal yang sebenarnya tetapi serius karena sudah membahayakan nyawa seseorang
"Dan ini surat perintah penangkapan saudara Remon, Saya harap bapak bisa bekerja sama dengan saya."
Firman mengambil surat perintah untuk kemudian membacanya di sana terlihat jelas kronologi kejadian di mana preman sudah menabrak seseorang di depan sekolahan dan tentu saja perasaan menjadi gundah saat ini terlebih lagi sekolah yang ditulis di surat perintah itu adalah sekolah Aruna di mana perempuan yang di cintai nya itu belajar di sana.
Jangan-jangan yang ditabrak Remon adalah Aruna?
Di dalam hati Firman bertanya-tanya apakah memang benar ditabrak timun adalah Aruna mengingat kejadian itu Sama persis dengan informasi yang diberikan oleh anak buahnya di mana Aruna tertabrak setelah pulang sekolah dan orang yang menabraknya itu langsung kabur yang tidak bertanggung jawab.
"Kalau boleh tahu bagaimana keadaan korban yang ditabrak oleh Remon, Pak?"
Ya sekalian saja Firman bertanya kepada polisi karena ia juga belum mendapatkan informasi dari anak buahnya mengenai kondisi Aruna bisa terjadi memang bukan Aruna yang ditabrak oleh remaja tetapi orang lain namun ada sedih perih di hatinya dan perasaannya tidak menantu manga tabrakan itu terjadi di depan sekolah arona dan berharap jika memang bukan Aruna lah korban tabrakan itu.
"Alhamdulillah, menurut informasi yang saya dapatkan korban sudah siuman hanya luka parah di kepalanya saja tetapi untuk memastikannya anda bisa berkunjung ke rumah sakit."
Setidaknya ada sedikit kelegaan di dalam hati Firman mengenai korban yang ditabrak oleh Remon tetapi ia geram sekali dengan adik sepupunya itu yang menahan nekat menggunakan motor besarnya.
Ya Firman dengan cepat bertanya-tanya kepada Pak polisi Bagaimana kejadian itu terjadi dan menggunakan apa Remon pas kejadian itu dan polisi juga menjelaskan melalui bukti bukti yang sudah dikirimkan oleh Digo dan sahabatnya itu juga Remon mengendarai motor besar dan diduga motor itu adalah milik Firman yang pastinya Firman Harus melihat kondisi motornya dan mencocokkan semuanya dengan bukti-bukti yang sudah polisi bawa.
Setelah memastikan semuanya karena memang benar memang melakukan kecelakaan itu menggunakan motornya Firman langsung saja menuju ke atas ia mengeluarkan niatnya sebentar untuk membesuk anak yang pasti harus menyelesaikan urusan ini dengan Remon dan memastikan jika Remon memang benar-benar harus mempertanggungjawabkan semuanya.
Brakk
Plakk
Tanpa basa-basi lagi Firman masuk ke dalam kamar remot laki-laki itu segera memaksa Remon untuk bangun kemudian menampar pipi Remon tentu saja disebut punya itu harus diberi pelajaran karena sudah membahayakan nyawa orang lain dan dengan terang-terangan memakai motornya tanpa seijinya terlebih dahulu.
"Maksud Bang Firman apa? masuk ke kamar aku langsung nampar?"
"Maksud kamu juga apa? keluar rumah dengan menggunakan motor Abang lalu menabrak seseorang dan kamu tidak bertanggung jawab apa yang kamu lakukan itu sudah membahayakan orang lain."
Deg
Remon kaget, ia tidak percaya di kantong sepupunya itu mengetahui apa yang saudara terjadi pada Remon sudah menutup mulutnya berikut dengan teman-temannya yang tidak tahu apa-apa tentang masalah ini tetapi mengapa berita ini sampai terdengar di telinga Firman.
"Jangan pura-pura kaget dan merasa tidak bersalah polisi berada di bawah dan siap untuk menjeblos kamu ke penjara untuk kasus ini Abang tidak mau ikut campur selesaikan urusan kamu karena perlu kamu harus meminta maaf kepada orang yang sudah kamu tabrak..."
Kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Remon Firman dengan cepat menyeret adik sepupunya itu untuk keluar dari kamarnya dan menyerahkannya kepada polisi ini belum seberapa karena Firman belum tahu perempuannya ditabrak oleh remote itu adalah Aruna bagaimana nanti juga Firman mengetahui jika Aruna lahir menjadi korban tabrak lari dari remon.
"Bang,.aku minta maaf banget tapi jangan dijebloskan aku penjara aku mengaku salah dan aku akan menanggung jawab semuanya tetapi aku tidak mau masuk penjara!!"
Saat ini sudah berada di depan tentu saja Remon melihat polisi-polisi itu yang siap untuk menangkapnya dan membawanya ke penjara, Remon tidak membayangkan bagaimana hidupnya nanti di dalam pencairan tanpa kemewahan dan tanpa perempuan yang selalu menemani hidupnya.
"Bawa saja dia Pak dan hukum sesuai dengan peraturan yang ada?!"
Untuk kali ini Remon tidak akan terbelas rahasia sedikitpun kepada preman yang mana Remon memang bersalah terlebih lagi semua bukti-bukti sudah menunjukkan jika remune penyebab kecelakaan itu yang hampir merebut nyawa seseorang.
Biarkan masalah ini diurusi oleh polisi, Firman segera menuju ke mobilnya ia begitu penasaran dengan kondisi Aruna yang sama sampai saat ini anak buahnya belum memberikan informasi tentang kondisi Aruna namun ada sedikit kekerasan di dalam motif Firman jika saja benar Remon yang sudah menabrak Aruna bagaimana nanti nasibnya dengan Aruna apakah Aruna memaafkan Remon apakah Aruna juga mau bersanding dengannya.
"Awas saja jika sampai Aruna tidak mau sama aku, habis kau Remon dan akan aku pulangkan kamu ke Bandung!!"
Firman sendiri berharap jika perempuan yang ditabrak oleh Remon itu bukan Aruna supaya apa yang direncanakan akan mulus karena Firman khawatir jika saja Aruna menolak lamaran dirinya karena adanya Remon yang sudah menyebabkan kecelakaan ini.
Berpikir positif sejenak, Firman melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia harus menuju rumah sakit di mana tempat Aruna dirawat dan beruntung sekali polisi tidak mengatakan di mana perempuan yang ditabrak oleh Remon itu berada dan juga Firman tidak menanyakan keberadaannya hanya menanyakan tentang kondisi perempuan itu.
"Maaf Mbak boleh tanya, ruangan atas nama Aruna di mana ya?"
"Mbak Aruna korban tabrak lari tadi siang itu?"
Deg
Lagi lagi Firman hanya melongo, ia tidak tahu bagaimana nanti jika memang benar Aruna adalah perempuan yang ditabrak oleh Remon.
"Iya mbak Aruna berada di ruang apa?"
Tanya Firman sekali lagi yang mana belum dijawab oleh petugas resepsionis rumah sakit.
"Berada di lantai atas ruang khusus rumah sakit ini, anda tinggal belok ke kanan naik ke lift dan tekan tombol untuk ke lantai 5."
__ADS_1
Firman menganggukan kepalanya ia tidak berpikir lagi Bagaimana Aruna mendapatkan tempat spesial di rumah sakit ini yang jelas ia harus tahu dulu Bagaimana keadaan Aruna dan mencari tahu apakah yang benar Aruna adalah korban dari kecelakaan yang diakibatkan oleh remon.
Firman bergegas untuk menuju ke lift di mana ruangan Aruna berada sungguh ia tidak bisa membayangkan Bagaimana kejadian ini menimpa Aruna di saat ia sudah pulang kembali ke Jakarta dan ingin memulai kehidupan baru dan rencananya nanti malam ia melamar Aruna tetapi kabar buruk sudah menimpa Aruna dan mau tidak mau Firman harus menunda semuanya.